
Saat ini Azel tak dapat mengendalikan dirinya sendiri, tiba tiba Azel tersentak kaget, ia langsung mendorong tubuh Christian
"Apa yang kau lakukan? Dasar brengsek!!" geram Azel
"Bukankah kau pun menikmatinya" ujar Christian menyeringai
"Apa maksudnya, kau tiba tiba saja menarikku kedalam pelukan mu, dan langsung main nyosor saja.. dasar mesum"
"Gadis bodoh" gumam Christian
"APA!!!" pekik Azel tak terima
"Jangan berteriak seperti itu, ini kantor bukan hutan!" Gumam Christian datar, Azel sendiri akhirnya mendengus kesal
"Dengarkan baik baik aku punya solusi dari semua permasalahan itu! jadi aku harap kau mendengar kan dengan baik, karena aku tak akan mengulangi kata kataku!" Lanjut Christian ia sambil menatap kerah Azel tajam
Azel hanya mengangguk acuh, ia mengarahkan pandangan kearah perutnya lalu tangannya mengusap perut datarnya, seakan gadis itu begitu menyayangi janin yang dikandungnya
Sejenak Christian terpaku dengan tindakan Azel, ada desiran aneh dan perasaan hangat dihatinya saat melihat Azel melakukan hal itu
" Cepatlah! Aku tidak enak dengan kak Carina!" ujar Azel yang berhasil membuat Christian tersadar
Christian mengkerut kan alisnya bingung " Kenapa jadi kau yang bertingkah dan banyak mau..."
"Sudahlah cepat katakan apa solusinya??"
"Jika kau menikah denganku, kita sama sama akan mendapatkan solusi, kau dan keluarga mu tidak akan menanggung malu, dan aku tentunya bisa menjaga anakku, karena aku tak benar benar yakin gadis bodoh seperti mu bisa menjaga anakku dengan baik" gumam Christian
Seketika mata Azel melotot ia memandang kearah Christian dengan tampang marah
"Dasar pria aneh, kau yang tampak bodoh! Mana ada ibu yang tega melukai anaknya sendiri" ujar Azel dengan suara lnatang penuh penekanan
__ADS_1
"Jangan melotot seperti itu!" sentak Christian garang, yang membuat Azel semakin kesal
"Apa tidak ada cara lain, selain menikah? Kau tau kan kalau aku ini masih seorang pelajar SMA, bagaimana jika teman temanku tau? Dan pastinya keluarga ku tidak akan menyetujui ide konyol mu itu!"
"Tidak!" Jawab Christian tegas
" Jika kau mau hidup mu dan keluargamu bahagia, maka turuti permintaanku, tapi jika kau ingin melihat keluargamu menderita karena dirimu sendiri, terserah.. aku sudah bertekad bahwa tidak ada yang bisa menolak kebenaran bahwa aku sebagai ayah dari janin yang kau kandung" lanjutnya
Azel hanya menarik nafas berat, tidak ada pilihan lain baginya saat ini "Baiklah, tapi aku mohon kembalikan perusahaan kak Jackson seperti semula"
Christian tersenyum menyeringai, sebenarnya janin yang ada dikandungna Azel bukanlah satu satunya alasan, ia ingin menikah gadis itu, ada hal lain yang membuatnya sangat ingin memiliki gadis itu
"Baiklah" setelah Christian selesai mengucapkan perkataannya, pintu ruangannya terbuka lebar dan menampakkan cengiran bodoh dari seorang Bimo
Christian mendengus kesal sambil memijat keningnya lelah, selalu begini Bimo persis jelangkung yang seringkali datang tanpa diharapkan kan kehadiran nya, ia seringkali mengganggu Christian, padahal Bimo sama seperti Christian dia adalah seorang CEO, tapi kerjaannya hanya keluyuran dan membuang buang waktu dengan hal yang tak penting seperti yang dilakukannya saat ini dikantor Christian
Carina masuk dengan diikuti Bimo dari belakang, sembari ia menatap kebelakang dan menahan dada Bimo
"Ngapain sih ngikutin aku dari tadi" cecar Carina sambil mendelik kesal
" Cantik cantik kok galak banget sih , untung gue suka"
"Apa sih kamu itu ya Bimoli, jauh jauh deh nggak usah ngikutin aku kemana mana" Carina mengerucut kan bibirnya kesal
"Carin bukannya aku tadi sudah bilang, kalau kami ingin bicara berdua saja" ujar Christian datar
"Aku bosan menunggu diluar , lagipula temanmu ini terus terusan saja mengangguku, tiba tiba dia datang kesini dan dari sejak tadi terus membuatku kesal" jawab Carina
"Rin aku kan hanya ingin menemanimu, daripada kau bengong sendirian diluar, lagipula aku kemari sebenarnya ingin menemui Christian, karena kulihat kau sendiri diluar makanya aku temani" ujar Bimo sambil terus senyum kearah Carina
"Gpp kok kak, aku juga sudah selesai" balas Azel yang sudah berjalan kearah Carina
__ADS_1
Bimo memandang kearah Azel tanpa berkedip, siapa sih yang bisa mengelak dengan aura kecantikan gadis itu
Christian menggeram kesal saat tau bahwa Bimo sahabatnya itu tengah memandangi Azel
Tidak! Tidak ada seorangpun yang boleh melakukan hal itu ke gadisnya
"Hei, apa yang kau lihat? Jangan memandangnya seperti itu!" sergah Christian garang, membuat Bimo mengedikkan matanya , sedangkan Carina berusah mwnahan tawanya
oh ternyata begini sifat posesif seorang Christian, batin Carina terkikik
Bimo yang tersadar langsung mengulurkan tangannya kearah Azel, lengkap dengan senyuman manisnya, sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hai kita ketemu lagi, apa kabar? Kau masih ingat denganku bukan!!" ucapnya bangga sambil tersenyum kikuk
"Hai juga kak, kabarku baik" jawab Azel
saat tangan Bimo terulur untuk menjabat tangan Azel dengan cepat Christian menarik tangannya menuju Carina
"Sebaiknya kau segera pulng!" ucap Christian ketus, membuat Carina mengulum senyumnya
Bimo mencebik kesal melihat kelakuan sahabatnya itu,
" Lo itu nggak sopan ya, gue mau ngajak salaman si cantik, malah Lo suruh dia pulang, baru juga ketemu belum sempat ngobrol lu udah sewot aja" gumam Bimo
Pandangannya kembali ke arah Azel sambil tersenyum
"Kamu lagi ngapain kesini cantik!!" tanya Bimo penasaran dengan keberadaan Azel
"Aku ada urusan sama ch...." jawab Azel pelan
" Sudahkah sebaiknya kalian segera pulang" ucap Christian malas, pandangan nya tampak cemburu kearah Azel
__ADS_1
to be continued...
Jangan lupa dukung Author ya