
Mengandung unsur 18+
*******
Tanpa aba aba Christian pun membuka lebar paha Azel yang sudah tidak berbalut apa apal lagi, ia pun langsung mengarah kan dirinya ke milik Azel, membuat Azel menjerit kaget, air matanya kian deras mengalir, seakan dia benar benar tak berdaya, percuma ia melawan laki laki didepannya, Azel hanya bisa menangis sejadi jadinya.
Christian mulai memasuki Azel secara perlahan, dan itu berhasil membuat Azel mendesah tak tertahan.
"oh...God, kau sungguh sempit" erang Christian saat ia merasakan miliknya sulit menembus kepemilikan Azel
Dalam sekali hentakan Christian berhasil menembus Azel, Azel menjerit kesakitan sembari mencengkeram kuat pinggiran ranjang
Setelah diam beberapa saat untuk mengatur nafasnya, Christian mulai bermain di dalam Azel, ia mengendalikan permainan dengan memaju mundurkan tubuhnya secara perlahan, membuat Azel mendesah frustasi sembari menjambak rambut nya sendiri, saat merasakan sesuatu yang bergejolak dan akan meledak disana Christian mempercepat gerakannya, dalam hitungan detik, Christian menyemburkan benihnya kuat kuat kedalam milik Azel, di ikuti Azel yang juga keluar didalam waktu yang bersamaan
Christian seketika jatuh lemas diatas tubuh Azel, ia menelusup kan wajahnya di ceruk leher Azel, Azel sendiripun masih terdiam, terengah engah karena kegiatan panas yang baru saja mereka berdua lakukan, air matanya terus mengalir tak henti, ia merasa
seperti seorang jalan.
"Dasar bajin***!!!'' umpat Azel lalu mendorong tubuh Christian kuat, hingga membuat laki laki itu terguling disebelahnya, karena memang ranjang yang mereka tempati ukurannya lebar
Azel buru buru bangkit dari tidurnya, ia berusaha berjalan sambil tertatih-tatih dan memungut pakaiannya yang sudah berhamburan dilantai akibat ulah Christian, saat hendak beranjak dari ranjang Christian memegang tangan Azel
"Kau mau kemana???" gumam Christian
" Kau tak perlu tau!" desis Azel menghempas kan tangan Christian yang memegang tangannya, dan kembali berjalan tertatih keluar dari kamar apartemen laki laki itu.
Christian hanya mendengus kesal, lalu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, hanya beberapa saat, tiba tiba terdengar bunyi nyaring yang reflek membuatnya bangkit sembari memegangi kepalanya yang berdenyut, ia mengeram kesal lalu mulai mencari keberadaan surara itu
Alisnya berkerut saat mendapati sebuah ponsel dengan Case berwarna ungu yang tergeletak dilantai.
Dengan kepala yang seperti dihantam batu, Christian berjalan dan mengambil ponsel itu,
'Ana is calling...'
saat Christian akan mengangkat, telepon itu terputus dan menampilkan wajah gadis yang baru saja bersamanya tadi, dengan senyum lebar dan wajah cantik yang mempesona, Azel tampak sangat memikat.
Christian duduk kembali di ranjangnya, sambil membuka ponsel gadis itu, yang untungnya tidak terkunci, Christian menekan tombol galeri dan muncul beberapa foto Azel
"Cantik"
__ADS_1
itulah kata yang terucap dari bibir Christian, ia terus menggeser layar ponsel tersebut hingga dahinya berkerut saat melihat foto Azel dengan seseorang yang tampak tidak asing baginya.
" Jack?"
Gumamnya merasa heran dengan apa yang dilihatnya diponsel gadis itu
"Ada hubungan apa gadis ini dengan Jack?"
Cukup lama ia memperhatikan foto itu, lalu ia mulai menggeser layar ponsel itu lagi dan ia melihat beberapa foto Azel dengan Jack, bahkan ada juga foto gadis itu bersama Peter dan Naomi
Christian terkejut, ia hampir saja menjatuhkan ponsel yang ada dalam genggamannya saat ini, ponsel itu kembali berdering dan masih menampilkan nama penelpon yang sama dengan tadi
Christian mengangkat telpon itu dengan kesal, belum sempat ia menjawab, seseorang diseberang sana sedang mengoceh tidak jelas
"Ivana Mazel Wiratama!!!" Lo mau buat gue jantungan hah!!!! Ditelepon susah banget!! Kemana aja Lo?!!! kenapa Lo pulang sama tuh cowok sendirian, dan ninggalin gue sama Reva gitu aja!! Lo mau gue dibunuh sama Abang ganteng Lo itu ya!!!! Dimana Lo sekarang, buruan Lo kesini, gue ada diapartemennya kak Selena! Ayo cepetan kesini, gue share lokasi apartemen nya kak Selena"
Tidak lama ponsel Azel pun kembali bergetar dan Christian melihat ada pesan WhatsApp baru dari Anna.
Christian kembali mengerutkan keningnya "Wiratama?" gumamnya pelan
"Eh... ini bukan Azel? tanya penelfon yang ternyata mendengar gumaman Christian
"Oh ya maaf, ini bukan temanmu"
"Lalu ini siapa? ini nomor ponselnya Azel kan??''
" ia ini ponsel temanmu, tidak usah menunggu, dia sudah pulang, ponselnya tertinggal bersamaku"
" ini siapa sih kok ponselnya Azel bisa sama Lo?" tanya Anna penuh selidik karena masih pengaruh mabuk, ia tidak mengenali suara pria yang tadi malam sempat bersama sama mereka merayakan ulang tahun kakak temannya itu
Christian memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu "Boleh aku bertanya?" ujar Christian akhirnya
"ya emang mau nanya apa?"
"Apa temanmu mempunyai hubungan dengan Jackson Wiratama?" tanya Christian ragu
"Lo kenal sama bang Jack?"
" ya, dia temanku, jadi benar mereka memiliki hubungan?"
__ADS_1
"Kalau yang Lo maksud hubungan kakak adik, ya emang mereka bersaudara" jawab Anna acuh
Seketika pernyataan gadis itu membuat Christian membelalakkan matanya tak percaya
"Apa maksudmu?" tanya Christian yang sudah mulai gugup
" Ckkk... Lo tuli yaaa? gue kan udah bilang! Kalo mereka bersaudara?! Apa Lo lupa tadi gue nyebut nama Ivana Mazel Wiratama!! Emangnya siapa lagi disini yang punya nama keluarga Wiratama selain keluarga om Piter?
Dan ngapain lo nanya mendetail kaya detektif begitu??" sunggut Ana
Christian masih diam mematung, ia benar benar tak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya! jadi benar dia sudah melakukan
hubungan seksual dengan seorang pelajar!
Ini benar benar tidak bisa dipercaya, bahkan penampilan gadis itu saja tak nampak bahwa ia seorang pelajar.
"Lupain aja pertanyaan gue, sekarang lo dimana? Gue mau ambil ponselnya Azel"
Ucap Anna akhirnya, setelah dirasa bahwa Christian tidak akan menjawab pertanyaan nya
"Aku yang akan mengembalikan ponsel ini" ucap Christian dingin, lalu mematikan sambungan sepihak
Anna memandang kesal layar ponselnya yang telah mati itu
"Dasar cowok gak jelas, main matiin hp aja gue nanya gak dijawab lagi!!!!" sungut Anna lalu kembali masuk ke kamar dimana Selena dan Reva berada.
Christian menggeram kesal, sambil menjambak rambutnya sendiri, bagaimana ia bisa lepas kendali dan bernafsu dengan seorang pelajar, yang memang telah mencuri perhatianya sejak berada di Club malam tadi.
"Arghhh!!!"
"Demi Tuhan apa yang harus aku lakukan"
Matanya lalu tak sengaja menangkap bercak darah di sprei tempat tidur, yang tadi mereka tempati, dan itu membuatnya semakin marah
Christian buru buru membuka lemari pakaiannya, lalu memakai kaos dan juga celana jeans sambil terus mengumpat kesal
"Selamat Rin, ucapan mu terkabul" gumam Christian sebelum benar benar meninggalkan kamarnya itu, untuk mencari gadis si pemilik ponsel ungu yang digenggamnya saat ini.
Jangan Lupa Bantu Vote dan Like nya ya para kakak readers yg baik hati ❤️
__ADS_1
Biar makin semangat nulisnya 😚