Kalau Cinta Jangan Marah

Kalau Cinta Jangan Marah
Chapter 56


__ADS_3

Takdir sepertinya sedang mempermainkan semua hati. Di saat Saka berjuang untuk mencari keberadaan Airin guna meminta maaf dan membicarakan perihal perceraian mereka secara baik-baik, sebuah kabar datang menghampirinya pagi itu.


Saka segera mendatangi lokasi yang diberitahukan oleh pihak kepolisian dan betapa terkejutnya dirinya mengenali mayat yang kini terbujur kaku di hadapannya adalah benar istrinya.


Pihak kepolisian sudah menuturkan bahwa kecelakaan mobil itu adalah kecelakaan tunggal. Kedua orang yang berada di dalam mobil itu tewas di tempat dan setelah dilakukan otopsi mereka sedang berada di bawah pengaruh minuman keras dan dipastikan dalam keadaan mabuk.


Kesedihan tidak dipungkiri datang menghampiri Saka. Walaupun ingin berpisah dengan Airin, tapi dia juga tidak menginginkan gadis itu pergi meninggalkan dunia ini.


Bima sudah menyelidiki dan mencari keterangan pria yang berada satu mobil dengan Airin dalam kecelakaan itu dan berita yang paling mengejutkan pun kembali menyapa Saka.


Pria itu bernama Veron yang sudah dua minggu menjalin hubungan dengan Airin dan diketahui selama dua hari tidak pulang Airin menginap di apartemen pria itu.


Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan oleh pihak berwajib dan mereka semua mengatakan bahwa veron dan juga Airin adalah sepasang kekasih. Selama ini Airin tidak pernah mengatakan bahwa dia sudah menikah hingga membuat veron berani mendekatinya.


Bahkan malam sebelum kejadian naas itu, veron sudah melamar Airin di depan teman-teman mereka dan dengan tegas Airin menerima lamaran itu.


Wajah Saka tercoreng, bukan tidak banyak yang mengenalnya di kantor polisi itu, tapi dia harus tegar. Kenyataannya istrinya yang menangis karena ingin dicerai ternyata sudah lebih dahulu menjalin hubungan dengan pria asing.


Alasan kesepian dan juga sikapnya yang dingin tidak serta-merta membenarkan keputusan Airin yang menjalin hubungan di belakang Saka.


Menik dan Darmo pun tiba di rumah sakit setelah Saka memerintahkan Bima menjemput mereka.


Bukan melalui Saka, tapi Bima lah yang menuturkan kronologi kejadian bahkan hubungan terlarang Airin dengan Veron.


Tangis Menik pecah begitupun dengan Darmo, tapi mereka semakin hancur karena merasa malu kepada Saka ke atas perbuatan putri mereka.


Jadi wajar jika Saka menuntut cerai kepada Airin karena putri merekalah yang bersalah.

__ADS_1


Namun, Saka tetap menghargai kedua mertuanya. Dia membantu menyiapkan acara penguburan yang layak untuk Airin dan juga melaksanakan acara mendoa di apartemen mereka.


"Oma turut berduka atas kepergian Airin," ucap wanita itu memeluk Saka dengan erat setelah Saka tiba di rumah sehabis acara penguburan Airin. Oma juga minta maaf karena wanita itu tidak bisa datang ke tempat peristirahatan terakhir Airin karena kondisi Oma yang sulit berjalan dan masih lemah.


"Terima kasih Oma, kita hanya bisa mengirimkan doa kepada Airin semoga dia diberi tempat di sisinya dan segala dosanya diampuni oleh Tuhan."


Saka pamit naik ke kamarnya dia perlu waktu sendiri untuk menata hati dan juga memikirkan hidupnya Kenapa selalu ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai awalnya perasaannya hanya ada untuk Airin namun gadis itu meninggalkannya dan menikah dengan orang lain lalu setelah berjalannya waktu ketika dia sudah bisa mulai membuka hati pada gadis lain, walaupun tanpa dia sadari, lalu Airin muncul kembali.


Dengan memikirkan bahwa dia masih memiliki perasaan terhadap gadis itu, Saka pun mau menikah dengan Airin dan melepaskan cinta yang sebenarnya. Ze juga pergi meninggalkannya dan sekarang Airin.


Apa sebenarnya Saka memang tidak berhak untuk mendapatkan cinta yang tulus dari seorang wanita? Apakah dia harus menjalani kehidupannya sendiri hingga akhir hidupnya?


***


Perasaan Saka masih tidak menentu. Sebenarnya dia malas mengawali pagi ini untuk pergi kerja, tapi Bima mengingatkan bahwa hari ini dia harus menemui klien penting, mau tidak mau harus kembali ke kantor.


"Apa ini?" tanya Saka memandangi undangan yang ada di atas mejanya.


"Maaf, Bos, seseorang tadi mengantarkannya," jawab Anita, sebelum pamit keluar dari ruangan Saka.


Awalnya Saka tidak berminat untuk membaca undangan itu, tapi melihat nama Ze pada sampul undangan itu membuat Saka kembali melirik sekaligus membaca isi undangan.


Ketika membaca nama Chandra Regan, dia pun menepis pemikiran bahwa yang menjadi mempelai wanitanya adalah Ze yang dia kenal.


Tidak mungkin Ze memiliki hubungan dengan pengusaha Chandra Regan.


Pada undangan itu tertera acara itu akan berlangsung besok. Mungkin dia akan meminta utusannya untuk mengirimkan kado bagi pengantin karena dia tidak berkeinginan untuk datang ke pesta itu.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka dan Bima muncul di hadapannya, dari belakang pria itu Revan juga ikut masuk.


"Apa kau akan menghadiri acara pesta pernikahan keluarga Tuan Regan?" tanya Bima mengambil tempat di depan Saka.


"Aku tidak berminat kirimkan saja kado dan papan bunga ke acara itu atas namaku," jawab Saka cuek.


"Sebaiknya kau datang karena itu bisa mengambil simpati dari tuan Regan agar dia mau menginvestasikan dana yang besar untuk proyek kita yang baru Kalau dia join dengan kita keuntungan yang bisa kita dapatkan semakin besar," ucap Bima meyakinkan sahabatnya itu.


Saka hanya diam. Entahlah, apakah dia akan datang atau tidak hatinya sedang tidak mood pikirannya jauh melayang memikirkan keberadaan Ze. Semakin hari dia semakin rindu kepada gadis itu setiap malam Bahkan dia bermimpi kalau zih menunggunya untuk dijemput pulang.


***


Saka sudah memutuskan untuk tidak pergi, tapi Bima yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan laba yang besar bagi perusahaan tempatnya bekerja, datang menjemput Saka di rumah.


Acara itu memang dilangsungkan pada hari Sabtu ke mana lagi mencari satu kalau tidak di rumah.


"Aku kan sudah bilang aku tidak mau pergi atau kau saja yang mewakili perusahaan menyampaikan ucapan selamat kepada Tuan Regan," tukas Saka menolak. Menyembunyikan wajahnya di balik selimut, mencoba mengabaikan keberadaan Bima yang memaksanya untuk segera bersiap-siap menghadiri acara itu.


"Ayolah kau sebaiknya segera bersiap. Pokoknya kita akan pergi menghadiri acara itu, hanya sebentar setelah bertemu dengan Regan dan mengucapkan selamat kepada pengantin kita pulang aku akan menemanimu mabuk malam ini," ucap Bima dengan senyum anehnya.


"Apakah kau lupa bahwa aku pernah dijodohkan dengan putrinya dan kau tahu sendiri perjodohan itu berakhir begitu saja. Jangan-jangan begitu dia melihatku di acara itu, dia akan menembak kepalaku!" jawab Saka dari balik selimut, dia masih tetap teguh pada pendiriannya tidak mau menghadiri acara itu.


"Justru karena itu. Apa kau tidak membaca tanggapannya saat diwawancara mengenai dirimu? Kau harus bisa menjalin hubungan yang baik dengannya walaupun kau tidak suka. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kekuasaan Chandra Regan masih diperhitungkan di negeri ini!"


Celoteh Bima begitu panjang hingga memekakkan telinga Saka. Akhirnya pria itu menendang selimut dan turun dari ranjang, masuk ke dalam ruang ganti dan segera bersiap.


Lebih baik dia mengikuti apa kata Bima daripada membiarkan sahabatnya itu terus berkotek di dalam kamarnya, yang sama saja tidak bisa membiarkannya tenang. Mungkin dengan datang ke acara pernikahan itu bisa membuat sikap Candra Regan melembut kepadanya dan mau menjalin kerjasama seperti yang pada awalnya mereka rencanakan.

__ADS_1


__ADS_2