
Kening Naomi mengkerut ketika melihat pemuda di depannya dengan rambut dan baju acak acakan, bahkan ia mencium bau alkohol dari tubuh laki laki dihadapannya itu
"Nak Christian?"
"Maaf menganggu anda malam malam "
"oh, tidak apa apa, mari silahkan masuk" ujar Naomi, Christian pun masuk kedalam rumah mengikuti wanita paruh baya itu.
Pertama kalinya ia memasuki ruang tamu dikediaman itu, mata Christian langsung terpaku pada foto dibingkai besar yang tergantung didalam ruangan itu, ya itu foto Keluarga Wiratama
Untuk beberapa saat matanya tak bisa lepas memandang foto itu, dia memandangi foto gadis yang berdiri disamping Piter, Gadis yang pagi tadi ia ambil kesuciannya, betapa menyesalnya dia sekarang.
"Wah dari tadi nampaknya nak Christian terus memandangi foto keluarga kami" ujar Naomi sambil tersenyum
" itu Azel adiknya Jack, mungkin nak Christian belum sempat berkenalan dengannya, karena kemarin malam memang dia tidak ikut acara makan malam bersama dirumah nak Christian" ucap Naomi kembali yang tampaknya mengerti arah pandangan Christian
Christian menoleh ke arah Naomi yang sudah berada disampingnya
"saya tau"
Naomi hanya mengernyitkan kedua alisnya tak mengerti dengan ucapan pemuda didepannya, namun ia tak akan melanjutkan pertanyaannya, karena percuma saja laki laki dihadapannya ini memang tak suka berbasa basi
"oh ya..nak Christian mau minum apa?? biar saya ambilkan" tawar Naomi sambil mengarahkan Christian duduk
"Tidak perlu repot-repot, saya kesini hanya sebentar, saya mau bertemu dengan Azel" ucapan Christian membuat Naomi nampak sedikit bingung
"Nak Christian kenal dengan Azel??"
"Tidak, hanya pernah bertemu sekali, saya ada perlu dengan dia, apakah dia ada?"
"Azel sedang tidak ada dirumah saat ini, kemarin dia menginap dirumah teman sekolahnya, memangnya ada perlu apa?"
"Tidak terlalu penting, baiklah kalau begitu saya permisi, salam untuk Jack dan tuan Piter" ucap Christian lalu bergegas pergi, Naomi hanya mengangguk pelan sembari melihat kepergian pemuda itu melangkah menuju mobilnya
☘️ ☘️ ☘️ ☘️ ☘️
__ADS_1
Azel saat ini sedang memandang hamparan lautan kota yang masih ramai meskipun jam sudah menunjukkan pukul 23.45
Kini ia sedang berada disalah satu Hotel Pusat kota, ia enggan untuk pulang kerumah Anna, apalagi dia sulit untuk menghubungi temannya itu dikarenakan ponsel nya yang hilang, ia juga bingung jika harus pulang kerumahnya dengan kondisinya saat ini, yang mengenakan pakaian kurang bahan, akhirnya Azel memilih menginap di Hotel, hanya untuk malam ini dan besok dia akan pulang kerumah
Ditengah semilir angin yang berhembus dipagi hari, setetes air mengalir dari netra biru Azel, di ikuti dengan isakan pilu yang menemaninya dipagi buruknya itu
Azel selalu berusaha untuk tak memperlihatkan sisi lemahnya kepada siapapun, ia lebih memilih mengurung dirinya dari pada ia harus menangis tersedu sedu dihadapan orang lain
"Laki laki brengsek!" umpat Azel dalam hatinya sambil memukul tralis besi didepannya, mungkin setelah kejadian ini, ia akan lebih sering mengumpat
"Gimana kalau papi dan mami sampai tau, mereka pasti akan sangat marah" gumamnya
"Gimana kalau pertunangan kak Jack dan kak Carina berantakan gara gara aku" lanjutnya, masih dengan Isak tangis yang semakin menjadi saat mengingat kakaknya itu
"Gak !!! Gak boleh ada yang tau soal ini, aku harus bisa sembunyiin ini dari mereka, aku gak mau mengecewakan mereka"
"Semangat Azel, kamu harus kuat, dan kamu pasti bisa melewati ini" gumamnya menyemangati dirinya sendiri, dan setidaknya pikiran buruk yang berkecamuk di otak'nya sedikit menghilang
☘️☘️☘️☘️☘️
"Maaf tuan, gadis itu selalu menghindar, sepertinya ia mengetahui apa yang kita rencanakan" ujar Jerian datar, membuat Christian semakin geram
"Tapi saya berhasil mendapatkan data pribadinya tuan, dan juga alamat sekolahnya, apakah saya harus menemuinya disana?" lanjutnya
Christian terdiam beberapa saat
"Beri tau aku dimana sekolah gadis itu?? Aku sendiri yang akan kesana!!" perintah Christian dingin dengan sorot mata yang tajam
"Baik Tuan, jika tidak ada yang harus saya kerjakan lagi,saya permisi" ucap Jerian lalu segera keluar dari ruangan bosnya itu
Saat keluar dari ruangan utama CEO Drako Excellent itu, Jerian nampak menghela nafasnya berat, saat lagi lagi harus melihat kedua sahabat bosnya yang sedang nyengir di depannya
"Selamat siang Jer, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu, kau tampak sangat tampan dengan Jas mu itu" ucap Bimo sembari terkekeh
"Selamat siang Tuan, kabar baik, terimakasih atas pujian anda" jawab Jerian masih dengan wajah dan suara yang datar
__ADS_1
" Kau selalu merendah Jer..aku tidak memujimu, kau memang sangat tampan"
Andre nampak bingung dengan apa yg diucapkan sahabatnya
"Apa Lo suka sama Jerian, Bim??" tanya Andre polos, yang dibalas dengan tawa Bimo yang terbahak bahak ditambah dengan wajah jijik dari Jerian
"Ah gak la bro, Lo negatif thinking mulu sama gue, oh ya Jer.. Apa bos besar mu ada didalam" tanya Bimo setelah mengalihkan pandangannya pada laki laki berwajah datar itu lagi
"Tuan Christian ada didalam, tapi sepertinya moodnya sedang tidak baik, saya harap anda tidak membuat Tuan Christian harus memanggil security seperti kedatangan anda sebelum sebelumnya"
"wahh kau tau banyak rupanya, tentang laki laki sombong itu ternyata, tenang saja kita tak akan menganggu bos kesayangan mu itu, kau bisa percaya pada kami" timpal Bimo dengan senyum lebar di ikuti dengan anggukan Andre
Jerian menatap kedua makhluk dihadapannya itu dengan ragu ragu, tapi akhirnya ia bergeser juga untuk memberi ruang agar kedua sahabat Tuannya itu bisa masuk keruangan bos besarnya itu
Andre langsung memasuki ruangan itu setelah berterima kasih pada Jerian, sedangkan Bimo masih diam berdiri ditempat nya sambil cengar-cengir kepada Jerian
"Tersenyumlah Jer, aku yakin beberapa detik setelah nya, hidupmu tak akan datar lagi" ucap Andre menepuk bahu Jerian dua kali lalu segera memasuki ruangan Christian
"terimakasih" gumam Jerian pelan
"Hai bro.. Lo keliatan lagi gak baik nih kayanya" ucap Bimo sambil meneguk sprite yang tadi diambil dari lemari pendiri yang ada di ruangan Christian..
"Gimana acara Lo kemarin malam sama tuh cewek"lanjut Bimo
Christian menyandarkan tubuhnya dikursi besar kebanggaannya, tangannya terulur memijit pelipisnya
"Lo berdua emang selalu datang diwaktu yang gak tepat" gerutu Christian
"itu perasaan Lo aja Christ, Lo aja yang gak punya waktu yang tepat" timpal Andre yang baru saja mengikuti Bimo duduk di kursi sekitar beberapa meter dari meja Christian
Christian hanya memilih diam dari pada harus menjawab pertanyaan konyol yang dilontarkan kedua sahabat bodohnya itu
Jangan Lupa Bantu Vote dan Like nya ya para kakak readers yg baik hati ❤️
Biar makin semangat nulisnya 😚
__ADS_1