
Naomi menaikan sebelah alisnya "Memangnya nak Christian mau bicara apa?" Tanya Naomi ramah
Azel sendiri sudah panas dingin, ia berulang kali menatap wajah kakaknya yang juga terlihat panik.
"Baiklah, aku tidak akan berbasa basi, jadi sebenarnya..."
"Christian tunggu sebentar, apa kita bisa bicara empat mata berdua?" ucapan Jackson yang langsung memotong pernyataan Christian itu, sontak menarik perhatian
Christian menaikkan sebelah alisnya sambil menyeringai
"Sepertinya memotong ucapan orang lain itu sangat tidak sopan Sir, kau lihat bukan!! aku sedang berbicara serius, jadi maafkan aku, aku tidak bisa" jawaban Christian, yang berhasil menyulut emosi Jackson, Jackson mengepalkan tangannya kuat kuat, coba saja jika tidak ada keluarganya disini, sudah dipastikan Jackson sudah menghajar Christian
Azel menggenggam tangan Jackson erat, bahkan Jackson bisa merasakan betapa dingin dan gemetar tangan adiknya itu sekarang
"Maafkan Jackson ya nak Christian, silahkan diteruskan" ucap Naomi merasa tak enak
"Aku ingin perjodohan Carina dan Jackson dibatalkan" ucap Christian tegas, dan pernyataannya itu berhasil membuat kening Piter dan Naomi bertaut
"Loh.. memangnya kenapa? Apa terjadi masalah, hingga perjodohan Carin dan Jackson harus dibatalkan? Bukannya waktu itu kita sudah setuju? Apa Jackson berbuat sesuatu pada Carin?" tanya Paul
"Tidak tidak, bukan itu, aku ingin kalian membatalkan perjodohan ini karena ada sesuatu" ujar Christian, ia sedikit melirik kearah Azel yang sudah gelisah itu
"Memangnya ada hal apa?" Kini giliran Naomi yang menyahuti
Christian melirik kearah Azel yang sedang menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah memohon
"Chris!!" Desis Jackson sembari menatap tajam laki laki itu
Tapi Christian sudah benar benar tak peduli lagi saat ini, salahkan saja Azel yang berani menantangnya
"Anak kalian sedang hamil" ucapan Christian itu langsung membuat Piter, Naomi dan Calon besannya itu terkesiap kaget, kecuali Jackson dan Azel tentunya
"Apa yang kau katakan! Jaga ucapanmu Christian!" Bentak Piter sambil menggebrak meja
"Janson apa yang sedang kau katakan! Kau sangat tidak sopan, apa kau sadar dengan ucapan mu??" Desis Paul
"Aku tidak berbohong dad, Azel memang sedang hamil" Jawab Christian acuh
"Kau !! Berani beraninya kau menghina putriku!" Geram Piter berdiri sambil menunjuk wajah Christian, sedangkan dadanya sudah mulai berdenyut sakit
"Papi sudahlah, ayo kita pulang! Jangan pikirkan ucapan orang gila itu" ajak Jackson yang mulai panik karena melihat tangan Piter yang meremas dadanya sendiri
"Pulang? Dia sudah menghina adikmu Jackson! Kita harus memberi pelajaran padanya" bentak Piter
__ADS_1
"Papi.. sudah Azel tidak apa apa, ayo kita pulang pi" ajak Azel sambil menggandeng tangan ayahnya menjauhi meja
"Saya selalu menghargai kamu Chris, tapi kali ini kamu benar benar sudah keterlaluan" ujar Naomi yang sudah menetes kan air matanya, sedangkan Christian hanya memandang mereka acuh
"Piter, tolong maafkan anakku, dia memang sering bercanda" alasan yang benar benar tidak tepat untuk saat yang menegangkan ini
Piter memandang tajam Paul " Tidak perlu meminta maaf! Kami sudah terlanjur kecewa!" ujar Piter sambil beranjak ingin meninggal tempat itu mengajak istri dan anak-anaknya
Baru beberapa langkah berjalan, Christian berteriak lantang menghentikan langkah mereka
"Dan yang dikandungnya adalah anakku!"
Ucapan Christian membuat Paul, Julie dan Carina tercengang, Piter berbalik dengan wajah marahnya itu
"Papi sudah! Jangan dengarkan dia, dia sedang mabuk!" ujar Jackson
"Apa maksudmu Christian! Jangan mengada-ada dan mengarang cerita!" Bentak Piter
"Aku tidak mengarang cerita, memang benar Azel sedang mengandung anakku! Coba tanyakan saja padanya" gumam Christian acuh
"Tutup mulutmu bajingan!" Bentak Jackson
Christian hanya menyeringai tak peduli, sedangkan Azel sudah tampak gusar dengan segala pertanyaan pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini
"Azel? Cepat jawab apa yang dikatakan oleh Christian itu benar?" Tanya Naomi yang sudah berlinang air mata itu
Azel memejamkan matanya frustasi, ia mengepalkan tangannya kuat kuat berusaha mencari kekuatan disana, saat Jackson akan menjawab ucapannya sudah di dahului oleh Azel
"Ya benar, aku hamil"
Semua yang ada disana tersentak kaget, sedangkan Christian menyeringai penuh arti
"Jangan bercanda Azel!" Geram Piter
Azel memandang nanar kearah ayahnya, saat ini ia benar benar sudah membuat kecewa semua orang, tapi bagaimanapun juga ia tak bisa menyimpan rahasia ini sendirian
"Maafkan Azel Pi"
"Siapa yang melakukan ini padamu? Kenapa kamu tidak pernah bicara pada mami?" Lirih Naomi sembari mengusap air matanya
Azel menundukkan wajahnya semakin dalam, apa yang ia rasakan bercampur aduk saat ini, antara malu, kecewa, sedih, kesal , marah dan sedikit lega
"Azel maaf jika Om lancang, apa itu anak Christian?" Tanya Paul pelan, kini wajah angkuhnya sudah benar benar ia buang, yang tersisa hanya raut wajah penyesalan yang bahkan tidak pernah ia tunjukkan kepada kedua anaknya
__ADS_1
Azel melirik marah Christian
"Bukan!" jawabnya cepat penuh penekanan, membuat Christian langsung merubah raut wajahnya menjadi marah
"Apa apaan kau! Kau masih sangat keras kepala dengan sikapmu itu, apa kau sadar dengan ucapan mu?? Aku adalah ayah dari janin dalam kandunganmu itu! Kau tak bisa mengelaknya!" Geram Christian marah sambil mendekati Azel, tapi seketika pergerakannya dihalangi oleh Jackson
"Jangan kau sentuh adikku! Dengar! Meskipun anak yang dikandung Azel adalah anakmu! Aku tidak akan pernah membiarkan dia mengenal laki laki bajingan seperti mu!" Desis Jackson
"Ayo kita pulang, kita bicarakan masalah ini dirumah" lanjutnya lalu menuntun keluarganya keluar dari ruangan itu
Christian tampak begitu emosi, ia mengepalkan tangannya kuat kuat, sekali lagi gadis itu sudah menyulut kemarahannya
"Akan ku buat kalian mengakui ku sebagai ayahnya!" Desis Christian tajam membuat Carina bergidik ngeri
Paul melirik tajam Christian, kemudian ia berjalan mendekati dan melayangkan sebuah pukulan keanak sulungnya
"Apa yang telah kau lakukan! Kau sudah mencoreng nama baik keluarga ini dan sudah mempermalukan diriku didepan sahabatku sendiri"
Christian melirik datar kearah Daddy nya itu, sambil mengusap sudut bibirnya yang tampak berdarah, lalu ia menghembuskan nafas lelah
"Aku tidak pernah mendidik mu untuk menjadi seorang laki laki biadab, kenapa kau sebegitu tidak tau dirinya sampai berbuat hal demikian" ujar Paul dengan tatapan dingin ke putranya lalu berlalu meninggalkan ruangan itu
Julie mendekati putra sulungnya dan mencoba menenangkan anaknya itu
"Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan Chris, kenapa kau melakukan hal memalukan itu, bukankah sudah mommy peringatkan padamu, tidak ada hubungan seksual sebelum kau menikah!"
Christian melirik datar mommynya
"Tapi dia bukan ONS mom!"
" Tapi dia anak dibawah umur Chris!' pekik Julie
"Dia sudah 18 tahun, sudah melewati masa dibawah umur, jika mommy ingin tahu!"
Jawaban santai Christian benar benar membuat Julie ingin mencakar wajah tampan anaknya itu
Wanita itupun pergi dengan bersungut-sungut menyusul suaminya, sedangkan Carina memandang takjub kakaknya
"Wow, sekarang aku yakin, bahwa doa orang yang teraniaya yang selalu dikabulkan" ujarnya sembari menahan geli
Christian menaikkan sebelah alisnya tak mengerti
"Dasar pedofil!" Lanjutnya lalu pergi meninggalkan kakaknya sambil tertawa lebar.
__ADS_1
~ to be continued ~