Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
di hukum


__ADS_3

alhasil sasha dan gesy pun di seret - seret keruang BK.


" assalamualaikum pak, selamat siang " ucap beno pada guru piket di ruang BK.


" waalaikumsalam, iya ada apa " ucap guru yang sedang piket


" ini pak saya mau melapor mereka berdua sedang bolos dan saya membawa mereka kesini " ucap beno


guru tersebut pun berdiri menghampiri aku dan gesy.


" jadi kalian mau bolos pelajaran ya!, madih juga baru masuk sekolah udah mau bolos sekarang kalian ikut saya " ucap pak reju guru piket.


" pak kita gak bolos, beneran deh " bela gesy


" sudah buruan kalian berdua ikut saya sekarang juga " ucapnya


" baik pak " ucap kami berdua pasrah mengikutinya dari belakang.


" awas kamu " ucap sasha pelan pada beno di sela - sela jalannya.


yang di gertak mala melipat kedua tangannya di dada dan mengangkat bahu merasa acuh tak acuh dengan ucapan ku. itu membuat ku semakin kesal saja.


kami berdua di bawa ke lapangan oleh pak reju.


" sekarang kalian berdua berdiri di lapangan ini sampai jam istirahat berbunyi, mengerti!" ucap nya


" baik pak " jawab aku dan gesy pasrah.


" sekarang saya mau ke kantor masih ada urusan yang harus saya kerjakan " ucapnya dan berlalu.


" ini semua gara - gara cowok elien itu tu, kita jadi di hukum begini, padahal kita kan gak salah " ucap ku kesel.


gesy yang melihat sasha mengomel gak jelas jadi ngerasa bersalah karna ngajak dia ke rooftop. " sha maaf ya gae kita jadi begini "


" aku gak nyalahin kamu kok ges " ucap ku.


" ya tapi kan... " ucapan gesy terpotong dengan suara si cowok elien. " ya kesian banget si di hukum emang enak hahaha " ejek beno dari kejauhan sambil tertawa.


" heh... awas kau " geram ku


lalu dia pergi entah kemana bukan urusan ku.


ketika berjalan jody bertanya pada beno." ben kayaknya lo benci baget sama tu cewek? "


" jelas lah gue benci sama tu orang, lo tau gak waktu itu masa dia nabrak gue terus baju gue kotor dia gak mau gantiin baju gue!, mala ngatain baju gue kayak kain elap, songong gak tu orang " jelas beno.


jody alhsil tertawa mendengar cerita bagaimana beno bisa benci sama sasha. " haha lawak juga ya " kata beno " kalau gue saranin ni ya lo jangan terlalu benci sama tu cewek nanti lo jadi cinta!, "


" apaan si lo gak bakalanlah gue sukak sama tu cewek culun, yang ada apes doang gue deket - deket tu orang " ucap beno


jody mengangkat bahu. " yah gue kan cuman ngingetin aja, manatau yakan! ".


" terserah lo deh gue bodo amat " ucap beno malas.

__ADS_1


" ehh iya ben lo kan seharusnya kelas 10 kok bisa si lo jadi kelas 11!, kayak mana ceritanya? " tanya jody ketika sampai di kantin.


" ya bisalah gue gitu loh " bangga beno.


" ya gue tau, tapi bagaimana jalannya bisa langsung loncat jadi kelas 11? " tanya jody lagi.


" dulu tu gue pernah kecelakaan, waktu mau masuk SMA. karna kondisi gue parah, gak jadi masuk SMA tapi cuman homeschooling doang. nah siswa yang masuk di sini di testing dulu, ehhh ternyara gue lulus dan tautaunya langsung kekelas 11 gue gak kelas 10. dan parahnya gue di angkat jadi pengganti ketua osis sementara di sini, karna ketua osisnya lagi pergi. palingan besok gue dah gak jadi ketua osis lagi. ternyata jadi ketua capek juga ye " jelas beno.


jody berohria dari penjelasan beno. " ohhh, begitu to ceritanya pantesan aee lo langsung lulus dan masuk kelas 11 ".


beno menganggukkan kepalanya. " yadah pesen makanan biasanya gih, laper ni gue ".


jody berdiri dari duduknya dan memesan makanan di kantin.


***


lain halnya di lapangan dua orang cewek lagi di hukum di lapangan.


sasha mengelap keringat yang bercucuran di keningnya karna cuaca yang emang lagi terik - teriknya.


" kurang ajar tu ketos, orang gak bolos juga di katain bolos kan anj*ng " ucap gesy geram sambil melam peluhnya pakai lengan bajunya.


gesy melihat sekitar dan melihat sahabat yang di sebelahnya itu dengan khawatir. " sha lo gapapa?, muka kamu pucat banget itu, mau gue anter ke uks ? ".


" aku gapapa ges, gak perlu ke uks segala " ucap ku masih dengan tersenyum.


" ya tapi lo udah puc... " ucap gesy terpotong. " aku gapapa " kata sasha meyakinkan gesy agar tidak khawatir.


mereka berdua pun diam membisu menjalani hukuman mereka dan untungnya mapel di kelaa mereka tidak ada, alias kosong gurunya lagi pigi.


sasha sudah tidak bisa menopang tubuhnya. dan terjatuh pingsan.


gesy yang melihatnya langsung terduduk di samping sasha. " sha!, sasha bangun sha " ucap gesy sambil melihat kondisinya. " aww panas banget, udah di bilangin mukanya pucat dia mala bilang gapapa " gerutu gesy. " sekarang gue bawa dia ke uks bagaimana ".


" dia kenapa? " tanya seorang laki - laki menghampiri gesy.


" ahhh untung ada kak lexy " ucap gesy bernafas lega karna ada seseorang yang akan membantunya membawa saaha ke uks. " ini kak, sasha pingsan karna tadi kami berdua lagi di hukum " jelas gesy.


" gasudah ayuk segera bawa dia ke uks " ucap lexy langsung menggendong sasha ke uks. berlari menyelusuri koridor - koridor kelas di ikuti dengan gesy.


β˜†β˜†β˜†


" permisi buk " ucap lexy setelah tiba di ruang uks dan membaringkan tubuh sasha di atas tempat tidur yang ada di sana.


" loh ini ada apa? " tanya pengurus uks buk awi dengan menatap lexy dan gesy secara bergantian.


lexy dan gesy pun juga saling melirik satu sama lain. akhirnya gesy yang angkat bicara. " dia tadi pingsan buk "


buk awi pun mengangguk dan mengambil stetaskop untuk memeriksa kondisi sasha. " yasudah sebentar saya periksa dulu ".


gesy memperhatikan buk awi mengecek kondisinya sasha. karna dia sangat khawatir kalau terjadi apa - apa sama sasha.


" dia cuman kecapean aja sama pola makannya kurang teratur " ucap buk awi.

__ADS_1


" gak ada yang serius kan buk " tanya gesy.


" tidak, nanti ketika dia terbangun segera ingatkan untuk makan dan ini pil untuknya, jangan lupa suruh di minum " jelas buk awi. " kalau gitu kalian berdua jagain dia sampai sadar, saya mau pergi dulu "


gesy menerima pil tersebut dan memasukkannya kedalam saku jasnya " siap buk " ucap gesy. buk awi pun pergi dari dalam ruang uks, yang tersisa di ruangan tersebut hanya ada sasha, gesy, dan lexy.


" kamu jaga dia sendirian di sini bisakan, soalnya saya ada rapat osis sebentar lagi " ucap lexy.


" santai aee lah kak, aman terkendali lah pokoknya " jawab gesy.


" yasudah saya pergi dulu, dan jangan lupa ketika dia sadar kamu kasih minum pil yang di berikan oleh buk awi! " ucap lexy dan langsung pergi keruang osis.


gesy mendekat ke tempat tidur yang di tempati sasha dan duduk di kursi yang ada di sampingnya sambil melamun memperhatikan wajah sasha yang masih kelihatan pucat.


" awww... " cercah sasha yang baru saja sadar dari pingsannya.


dan itu membuat kaget gesy dan langsung melihat kondisinya. " mana yang sakit sha!, biar gue tengok? ".


" kepala aku masih sedikit pusing aja kok ges, yang lainnya masih oke " ucap sasha yang berusaha untuk duduk di tempat tidur.


" sini biar gue bantuin " gesy pun membantunya.


" makasi " ucap sasha sambil tersenyum.


" ges yang bawa aku ke sini siapa?, gak mungkin kamu, kan!. soalnya aku kan berat " tanya sasha


" iya kali gue gendong lo sampek sini, belom lagi sampek di uks pinggang gue udah encok duluan, haha " lawak gesy


mendengar ledekan gesy sasha tertawa mendengarnya. " terus kalau bukan kamu!, siapa dong? " tanya sasha lagi.


" kak wakil ketos yang bawak lo ke sini " jawab gesy


" wakil ketos " batin sasha sambil mengingat - ingat wakil ketos itu siapa " kak lexy maksud kamu ".


" iya, dia tadi lagi kebetulan lewat jadi bantuin gue bawa lo ke uks. kalok gak ada tu orang terpaksa dah gue bawa lo ke sini sampek pinggang gue encok ". jelas gesy.


sasha cengengesan. " hehe..., trus mana orangnya kok gak keliatan ".


" udah pegi orangnya, katanya ada rapat osis gitu " ucap gesy.


" ohh... yaudah nanti kalok misalkan jumpa bilang makasi " ucap sasha.


" woiii gue yang dari tadi nemenin lo di sini gak ada bilang makasih apa kek, dasar sahabat lucnut " ucap gesy sambil membuang muka ke sembarang tempat.


" ahh... gesy kamu baik banget deh udah mau temenin aku dari tadi makasi ya em...uachπŸ’‹, kamu memang sahabat terbaek aku ". ucap sasha sambil mengoyang - goyang lengan gesy.


" udah lambat, kite tak kawan " ucap gesy sambil tertawa sasha jadinya ikutan tertawa dengan candaan yang mereka buat sendiri.


" ah iya lupa dah gue ". gesy merogo kantung jasnya dan mengambil pil yang tadi di titipkan buk awi padanya. " ini sha tadi buk awi titip sama gue katanya kalau lo udah sadar, lo harus minum ini pil " gesy memberika pil tersebut pada sasha. " tapi sebelumnya lo harus makan dulu, yok lah kantin, gue yang bayar, yuk gue bantu papah ke kantin ". lanjutnya


mereka berdua pergi kekantin dengan kondisi gesy memapah sasha.


###

__ADS_1


***Haii.. gays aku up lagi moga suka ya πŸ˜†πŸ˜™


jangan lupa Like + coment and Vote cerita aku πŸ‘‡πŸ˜***


__ADS_2