
" Tungguin dong. Hiss ini tas isinya apaan sih, berat banget ".Gerutu Sasha mengejar Beno dengan menenteng - nenteng tasnya itu yang beratnya nauzubillah.
" Gak usah banyak protes ". Ucapnya yang udah nyampek di parkiran sekolah. " Jalanin ajalah apa yang gue suruh ".
" Iya aku tau ". Kata ku yang udah di depan Beno. " Nih tas kamu, sekarang aku boleh pulangkan? ".
Beno menerima tasnya. " Enggak!, lo ikut gue. Naik ". Kata Beno.
" Lah mau kemana? ". Tanya ku.
" Banyak tanyak lo ya, gue bilang naik ya naik ". Perintah Beno yang gak mau di bantah sedikit pun.
Aku mengaruk - garuk kepala ku yang tak gatal, lalu naik kemotor hitamnya. Sedikit kesusahan karna motornya tinggi bener. Dah gitu Sasha pakek rok pendek lagi.
" Tinggi kali pun motor kamu ". Cercah Gesy.
" Namanya juga Motor spot. Yah... pasti tinggi lah tempat duduknya ". Beno yang mendengar ucapan Sasha menimpalinya. " Mau yang kecil itu mah Motor bebek. Iya kali gue naek Motor begituan ". Timpalnya lagi.
" Iyalah yang sok keren. Kalok rakyat jelata kayak aku bisa apa cobak ". Cibir Ku.
" Emang gue keren dari horoknya ". Ucap bangga Beno.
" Hih... pede amat jadi orang ".
" Mendengan diam deh lo, gak usah banyak cincong lo, pegangan ". Ucap Beno ketika selesai memakai helmnya dan menstater mesin motornya
Sasha tampak ragu untuk memegang pundak Beno sambil menimbang - nimbang ia mau pegangan di mana.
" Akhh... kelamaan lo ". Tanpa persetujuan Beno menancap gas keretanya.
Sasha yang kaget tanpa sadar langsung menarik kepalanya Beno yang memakai helm itu sampek Ia memandang keatas.
" Akh.... Buk Tina aku gak mau mati di sini akh.... ". Teriak Sasha masih menarik kepalanya Beno.
" Woii... lepasi tangan lo dari kepala gue anj*ng ". Kata Beno dengan menggeser tangan Sasha yang menghalangi penglihatannya, karna tangan Sasha menutupi kaca helmnya itu. " Lo mau bikin kita celaka hah ". Ucap Beno lagi.
Keretanya berjalan belak - belok kesana - kemari. Sampek pengendara lainnya mengklaksonin dan ada juga yang menegur. " Kalok naek kreta yang betol ". Dan masih banyak lagi.
" Kamu tu yang mau bikin kita celaka, bukan aku ". Ucap Sasha
" Yaudah lepasi tangan lo dulu dari tangan guee ". Pinta Beno.
" Kalok aku nantik jatoh kayak mana ".
Beno lebih memilih menepikan Motornya di pinggir trotoar. Barulah di situ Sasha melepas tangannya dari kepala Beno dan langsung turun dari motornya dengan napas yang terputus putus.
Beno membuka helmnya. " Lo mau mati hah! ".
" Kamu pun kira - kira juga dong kalok naek motor ". Ucap Sasha.
__ADS_1
" Makanya lo tu pegangan, tadi pun gue udah bilang pegangankan sama lo ".
" Aku mau pegangan dimana cobak? ".
Beno tepok jidat. " Peganganan lah pokoknya. Di pinggang gue kek, pundak kek terserah lo mau dimana ". Kata Beno.
" Kamu pun gak bilang pegangannya di mana ". Ucap Sasha
" Yaudah sekarang lo naik. Kali ini pegangan yang betol, untuk tadi gak sampek nubruk ". Kata Beno
" Sebenernya mau kemana si ini kita? ". Tanya Sasha.
" Bayar utang lo lah, jadi apa lagi ". Jawab Beno
" Dimana? ".
" Banyakan nanyak lu emang dari tadi ya. Capek gue ngelanggupin lo aja ".
Beno pun mulai ngegas jawabnya pemirsa haha
" Yaudah ni pun kan aku mau naik ". Kali ini Sasha pun pegangannya di pundak Beno.
Mereka berkendara membelah jalanan Ibu Kota Jakarta yang luas ini. Sasha masih merasa bingung dia sebenernya mau diajak kemana sama tu makhluk astral.
" Kita mau kemana sih sebenernya? ". Tanya Sasha lagi, karna ia sanagat penasaran. " Jangan - jangan kamu mau nyulik aku, terus aku mau kamu jual biar dapet uang iyaa! ".
" Iya kali aku nyulik kamu ". Ucap Beno meliriknya dari kaca spion kanannya. " Kita tu mau kerumah gue ".
" Udah diem aja deh lo. Pengeng kupeng gue dengerin treakan lo mulu ".
☆☆☆
" Turun ". Kata Beno menyuruh Sasha untuk turun.
" Sabar napa, susah tau turunnya ". Sasha pun turun. Mereka berdua masuk kedalam, tapi kelihatannya gak ada orang. ' Kok sepi yah! '.
" Assalamualaikum ". Ucap Beno.
" Waalaikum'salam ". Yang menjawab salam Beno bukanlah orang tua ataupun pembantunya Beno. Tapi melainkan Sasha yang menjawabnya.
" Napa lu yang jawab! ". Beno heran kenapa anak culun itu yang jawab.
" Kan kalok ada orang ucap salam harus di jawab, cemananya kamu ni! ". Ucap ku.
" Kok sepi! Mami sama Papi kemana yaa ". Ucap lirihnya dengan melirik kesana - kemari mencari keberadaan orang tuanya.
Beno pun memilih duduk di sofa ruang keluarga dengan mengangkat kakinya dan di letakkan di atas meja. " Pijitin ". Ucap singkat Beno.
Sasha yang berdiri di dekatnya hanya bengong saja, Ia gak ngerti apa yang dia maksud gais.
__ADS_1
" Buruan ".
" Apaan si maksudnya? ". Tanya Sasha yang bingung.
" Hem... ". Keluh Beno. " Lo pijitin ni kaki gue! ".
" Kalok ngomong tu yang jelas ngapa, kan jadinya aku pamam ". Ucap Sasha pun mulai duduk di bawah dan memijit kaki Beno.
" Nah bener di situ, terus - terus. Kencengan dikit doang, hah... enaknya ". Ucap Beno.
" Assalamualaikum, Ya Allah... kamu suru apa itu anak gadis orang Beno ". Teriah Wina. " Dah berasa jadi raja lu ya Ben, pakek segala nyuruh - nyuruh anak orang mijitin kamu ". Wina menarik Sasha untuk segera berdiri, dan beralih menjewer telinga Beno.
" Ahk... iya - iya Mi ampun ". Beno kesakitan karna jewerannya Wina.
" Kamu tu yaa seenak jenong kamu aja nyuruh - nyuruh Sasha mijitin kaki kamu yang bauk itu ". Bukannya di lepasin malahan jewerannya semakin kenceng di buat Wina.
" Ampun Mi, lepasin dong Mi sakit akh.... ". Pinta Beno dan Wina pun menarik kembali tangannya dari telinga Beno ".
Mami dari mana aja si? ". Tanya Beno dengan menggosok - gosok telinganya yang merah di buat Wina.
" Mami abes dari Minimarket. Nih belanja untuk Mami masak ". Jawabnya.
" Em... yaudah aku kekamar ya Mi ". Kata Beno. Wina hanya mengangguk saja.
" Tante aku pulang dulu yaa udah sore ". Ucap Sasha.
" Loh kok cepet kali, makan malem dululah di sini sama Tante ya sayang ".
Sasha tersenyum. ' Gimana nih!, mau nolak gak enak hati, tapi ini udah sore lagi '. Pikir Sasha.
" Lain waktu aja deh tante, kalau saya ada waktu ". Kata Sasha sambil tersenyum kepada Wina.
" Em... yaudah deh gak apa - apa ". Ucap Wina dengan mukak yang masam. " Tapi janji sama Tante!, lain waktu kamu harus mau kalau Tante ajak untuk makan malam ya nak ". Wina membelai rambut Sasha seperti anak sendiri.
Maklom Wina kagak ada anak cewek guys😂.
Sasha nunggu bus di halte, cukup ramai si yang mau naik bus jugak, tapi munggkin lain arah. Pikir Sasha.
Bus yang jalurnya kearah kos'an Sasha pun lewat, tapi sayangnya udah penuh. " Yah dah penuh lagi huh... ". Sasha menghela napas lelah.
Tin... tin...
Bunyi klakson kereta siapa. Pikir Sasha, sambil nengoin pemilik kreta tersebut yang mukanya ketutupan sama hlem.
" Mau bareng Sha? ". Tanya sang pemilik motor dengan menaikkan kaca helmnya.
###.
***Tbc.....
__ADS_1
jangan lupa like and coment ya***:)))