
Tin.... tin...
' Siapa! '. Pikir Sasha.
" Mau aku bonceng! ".
" Em... gak usah kak, palingan bentar lagi busnya dateng kok ". Ucap Sasha pada Lexy.
" Udah gak papa, ayo ". Ajaknya.
Sasha pun menghampiri Lexy dan naik kemotornya.
" Udah? ". Tanya Lexy menengok kesamping kirinya, memastikan apakah Sasha udah duduk dengan betul atau belum.
" Udah kak ". Jawab Sasha sambil memegang pundaknya.
Mereka berdua mengendarai motor di sore hari, banyak orang juga yang sedang berkendara seperti mereka. Mungkin baru saja bubar dari pekerjaan kantornya.
Lexy mengendarai motornya di atas rata - rata. Ia melirik Sasha dari kaca sepion samping kanannya.
Mereka sama - sama canggung, salah satu dari mereka, seperti Lexy hendak mau menanyakan sesuatu tapi di urungkan, takut nanti malahan gak merasa nyaman.
Lain halnya Sasha dia merasa lapar karna dari tadi pagi belum ada sebutir nasi yang masuk kedalam perutnya. Ia memegangi perutnya saja dengan sebelah tangan dan memanyunkan bibirnya. Dan Lexy dari tadi memperhatikannya saja.
" Kita makan dulu yuk, aku tau di daerah sini ada makanan yang enak banget ".
" Hah! engak usah kak, mala ngerepotin ". Tolak Sasha, karna Ia modelannya gak sukak ngerepotin orang emang. " Nantik aku makan di kos'an aja ".
" Aku teraktir, tenang aja. Deket kok bentar lagi kita jugak sampek ".
Sasha tidak menjawab lagi pertanyaan Lexy. Lexy agak mempercepat laju motornya agar segera sampai.
" Nah udah sampek ". Ucap Lexy.
Jadi yang di maksud itu pedagang warung lesehan. Jaraknya lumayan jauh sih dari kos'an aku. Pikir Sasha.
Sasha turun dan melihat luaran warung tersebut. Warungnya di dominasi sama bambu dan lampu yang mengantung.
' Cantik '. Batin Ku
" Yuk masuk ". Ajak Lexy meletak helmnya di atas motornya.
Sasha dan Lexy jalan beriringan. Asal kalian tau ya, mereka berdua masih pakai seragam sekolah kesananya.
Lexy mencari tempat duduk yang nyaman dan gak terlalu kelihatan dengan pengunjung lain. Akhirnya Lexy memilih ke salah satu meja makan yang di dekat motornya tadi.
__ADS_1
' Di situ kayaknya enak, bisa melihat jalanan jugak '. Pikirnya.
" Kita di sana saja yok ". Ajaknya tanpa sadar mengenggam pergelangan tangan Sasha.
Sasha pun berjalan di belakang Lexy, Ia menunduk dan melihat kearah tangannya yang di genggam Lexy, dan beralih menatap Lexy.
Sampai di tempatnya, Lexy merasa ada yang aneh berada di tangannya. Dia pun melihat tangannya dan beralih melihat wajah Sasha yang juga melihatnya.
Lexy melepas ganggaman tangannya. " Sorry gak bermaksud untuk megang tangan ka--- ".
" Udah gak papa kok kak ". Kata Sasha tersenyum lembut pada Lexy.
" Kita duduk dulu ".
Sasha mengangguk dan melepas sepatunya dan masuk ke tempat duduk lesehan tersebut. Begitu juga dengan Lexy.
" Mau pesen apa mas sama embaknya? ". Tanya Pelayan yang bekerja di warung tersebut.
Lexy melihat daftar buku menu yang memang sudah tersedia di meja - meja pembeli. " Kamu mau makan apa? ". Tanya Lexy pada Sasha yang hanya dia memperhatikannya memilih - milih makanan di buku menu itu.
" Emm... saya pesen Soto ayamnya dua, sama teh manis dinginnya dua jugak ya mbak ".
Pelayan itu dengan cepat menulis pesanannya di buku yang dia pegang. " Soto ayam dua sama es teh manis dingin dua. di tunggu ya mas mbak ".
Lexy mengangguk, lalu pelayan itu pergi untuk membuat pesanannya.
" Kakak udah sering ya makan di tempat ini? ". Tanya Sasha.
" Iya, lagian pun kan tempatnya enak aja di sini ". Jawab Lexy,
" Em... ". Sasha berdeham dan sambil mengangguk mengiyakan ucapan Lexy.
" Ini pesenannya mas, mbak ". Ucap pelayan dengan membawa nampan yang berisi pesanan mereka berdua.
" Terima kasih mbak ". Ucap mereka berdua.
Mbak - mbak pelayan itu pun pun pergi setelah meletakkan pesanannya.
Yaiyalah pergi Thor, masa iya dia di situ aja jadi obatnya nyamok aneh - aneh waee si thornya :v.
Mereka mulai memakan makanan yang sudah ada di depan mata mereka. " Emm... enak kakak, aku sukak ". Ucap Sasha ketika menyeruput kuah sotonya.
Perpaduan kuning dari buah kunyit, serta rempah - rempah yang ada di dalamnya dan juga siwiran daging ayam yang empuk, di tambah lagi ada tauge dan tahu, tak tertandingi cita rasa dari soto tersebut.
" Aku bilang juga apa, kamu pasti sukak makan di sini ".
__ADS_1
Sasha hanya mengangguk senang. " Emang ya kak Negara kita ini kaya akan rempah - rempah, dan bisa membuat makanan seenak ini ". Kata Sasha dengan menyendok lagi Soto di piringnya.
Aihh Sasha berlebihat itu mah :v.
" Makanya kita harus bersyukur bisa tinggal di Negara indonesia tercinta ini ". Ucap Lexy dengan senyum manisnya.
" Haha betul itu kak ". Jawab Sasha, dan mereka pun tertawa bersama dengan di temanin makanan yang enak.
☆☆☆
Gesy yang sudah berada dirumahnya sedari tadi kesel memikirkan Sasha. " Ada masalah apa Sasha sama Beno? ". Pikirnya dengan berbaring di kasur menatap langit - langit kamarnya yang berwarna putih.
" Apa jangan - jangan Sasha mau di jual sama om - om lagi yak sama tu orang, kayak yang di film - film lagi ". Tebak Gesy.
" Ahh.. jangan ngacok deh kamu Ges kalok ngomong ". Dia tanya, tapi dia yang jawab sendiri. Di sangka orang gila kali ya kalok ada yang lihat.
" Napa lu Dek, ngomong sendiri kayak orang gak waras ". Tanya Zeki di ambang pintu kamarnya.
Nah lo betolkan aku bilang, kakak sendiri aja nyangka dia orgil haha:v.
" Sejak kapan lo di sana Kak? ". Tanya Gesy bangkit dari rebahannya menjadi duduk.
" Sejak dari tadi lo ngoceh gak jelas ". Ucapnya sambil berjalan mendekat dan duduk di samping Gesy. " Mikirin apaan sih hah! ". Zeki mengacak - acak rambut adiknya.
" Akh... jangan kayak gitu, kan jadi kayak gembel ni rambuy gue, lo beken kak ". Gesy merapikan lagi rambutnya yang panjang bergelombang itu. " Gue lagi mikirin sahabat gue kak ".
" Siapa! Sasha ". Zeki sedikit menjeda ucapannya ketika mengucapkan nama Sasha.
Gesy mengangguk
" Lah kenapa sama dia? ". Tanya Zeki. " Ehh iya dia gak pernah ya main kemari, sekali - sekali aja dong dek main kesini ". Ujar Zeki.
" Dia kayak ngesembunyiin sesuatu gitu lo kak ". Ucap Gesy. " Dia tuh ya orangnya sukak nyimpen masalahnya sendiri gitu dari gue, padahalkan gue sahabatnya ".
" Ya mungkin aja dia belum mau cerita sama lo, dan belom siap untuk membagi masalahnya sama lo ".
" Gitu ya kak "
Zeki mengangguk. " He'em..., Kita tu kalok punya sahabat harus saling mengerti satu sama lain, agar persahabatan kita tuh gak retak atau hancur ". Kata Zeki memberi saran pada Gesy adiknya. " Jadi lo harus ngertiin kondisi dia, dan begitu jugak sebaliknya ".
" Dih bahasa lo kak, sok yang udah paleng iyee aje ".
Zeki menjitak kepala adiknya. " Yee ni anak di bilangin mala melece " Kata Zeki. " Kalok gak mau ngikutin saran gue yahh gak masalah jugak. Tapi kalok gue saranin si emang gitu ".
" Iyaa - iya ". Gesy mencubit pipi kakaknya karna gemes gitu. " Lp itu kakak gue yang paling..... pinter deh, besok aku ajak deh Sasha main ke sini demi lo kak ".
__ADS_1
###
Tbc...