
Aku masih bingung, dengan kejadian ini.
Tante Wina membawa aku ke depan toko roti itu. " Kamu kok bisa bareng sama Beno? ".
" Tadi gak sengaja jumpa di jalan pas saya baru pulang dari rumah Gesy Tante ". Ucap Ku sopan. " Awalnya sih aku mau kerumah Tante untuk balikin bajunya Beno. Ehh... tapi kebetulan jumpa sama Beno, yaudah aku kasih aja sama Dia ".
" Ohh... gitu rupanya ".
Aku mengagguk sambil tersenyum.
" Ahg... iya ".
" Kenapa Tante? ".
" Enggak, Kamu mau gak tante ajarin buat kue? ". Tawarnya.
" Ehh...". Kaget ku. " Gak usah Tante nanti mala Kenak marah sama yang punya toko lagi Tante ".
Wina tertawa mendengar tutur kata Aku.
' Aku ada salah ngomong yah? '. Batin ku.
" Haha... Kamu tuh lucu sekali yah ".
Mendengar ucapan Tante Wina, Aku pun ikut tertawa garing dengan menggaruk - garuk kepala Ku yang tak gatal.
" Mana mungkin pemiliknya marah haha... Orang pemilik Toko ini kan Tante ".
' Hah!. '. Aku terkejut dengan berbalik arah dan memandangi Toko Roti itu. ' Jadi Toko Roti ini milik keluarga Beno. Pantesan aja, tadi tuh makhluk astral main nyelonong masuk gitu aja '.
" Jangan diem aja dong sayang. Kamu mau gak Tante ajarin cara buat Cake ".
Aku tersadar dari lamunan Ku, lalu aku menatap Wina yang masih menunggu jawaban dari ku.
" Ahh!. Atau kamu mau Tante ajarin buat sesuatu yang lain. Tante gak masalah, malahan tante seneng banget lo masak ada temennya kayak gini ". Wina masih mengajak aku untuk masak dengannya. Malah kali ini Wina lebih bersemangat.
Aku yang mendengarnya langsung tersenyum lebar dan mengangguk tanda setuju.
Wina pun ikut tersenyum. " Tunggu apa lagi, ayo kita masak ".
Kali ini Aku tak kalah semangat dari Tante Wina. " Ayo Tante ".
Kami pun kembali lagi masuk kedalam dan menuju kedapur untuk membuat Cake.
__ADS_1
Sebelum itu aku sangat terkejut seelah aku masuk kedalam dapur,
Cake yang akan kami buat adalah Cake sejenis buah - buahan, bisa di bilang seperti itulah Aku kurang tahu apa namanya, tapi bisa di bilang seperti itu sih, soalnya Tante Wina'lah yang merekomendasikannya, Aku ikut - ikut aja.
Katanya selain enak, itu juga kaya akan vitamin dan serat yang terkandung dalam buah - buahan yang nantinya akan kami gunakan. Selain itu cara membuatnya pun mudah dan gak ribet.
Tapi itu hanya berlaku pada Tante Wina, sedangkan Aku bingung sendiri dengan bahan - bahan yang ada di depan Ku.
' Tadi kata Tante yang mana dulu yah?, Kok aku lupa sih '. Ucapku dalam hati.
Aku memanggil Tante Wina yang berada di wastapel sambil menggaruk kepalaku. " Tante abes masuin ini terus masuin apa lagi yah, Aku lupa Tante ".
Wina menoleh kearah ku, tapi dia tertawa terbahak - bahak membuat aku bingung.
Aku memperhatikan seluruh tubuh Ku, lalu beralih melihat tangan ku yang penuh dengan tepung dan tadi aku menggaruk kepala ku dan menyentuh wajah Ku dengan itu.
" Ohh ya ampun Aku lupa kalau tangan Aku penuh dengan tepung ". Aku pun berlari melihat penampulan Ku di cermin dekat pintu keluar dapur.
Tante Wina makin mengencangkan tertawanya, karna tepung yang di tangan Aku jadi nempel di mana - mana.
Aku masih berusaha membersihkannya. Hingga pintu daput terbuka.
" Ada apaan sih!, dari tadi aku denger ribut banget... Ahhh setan..., Mami ada setan ". Teriaknya dengan menutup mukanya.
" Hah!. Kok mirip setan ya Lo kayak gini haha... ".
Aku mengerucutkan bibir Ku. ' Enak aja dia ngatain aku setan, yang ada dia tuh yang setan '.
" Sialan Kami! ". Ucap Ku, lalu aku melihat di tangan ku masih banyak tepung, sekalian aja aku elap tangan Aku kemukaknya Beno. " Rasain tu haha... ". Aku menjulurkan lidah mengejeknya, lalu aku lari menjauh
Dia kaget dan langsung menghadap kecermin " ****** Lo emang ya ".
Dia mencari senjata untuk membalasKu. Diambilnya tepung dan lari ngejer Aku.
Kami lari - lari gak jelas mengitari meja, seperti anak kecil.
" Wekk.. gak kena yahh haha ".
" Sini Lo ".
" Kejer kalok bisa ".
Udah seperti kapal pecah sekarang dapur karna ulang Aku dan Beno. Sampai - sampai mentuk muka, rambut hingga pakaian tidak bisa lagi didefinisikan.
__ADS_1
Yang awalnya mau buat Cake, malah jadi perang tepung.
" Udah - udah " Lerai Wina. " Hey, kalian berdua usah.... ". Teriaknya, lalu menghela nafas melihat tingkah kami berdua.
Kami pun terhenyak mendengar teriakan Wina, dan berhenti dari lari - larian kami.
" Hancur sudah Toko Roti kebanggan Mami ". Celetuk Wina yang penuh dramastis.
Aku menunduk dan kami berdua meminta maaf.
" Ayo sayang kamu bantuin olesin krimnya diatas kuenya ".
" Lah kok aku sih Mi? ".
" Siapa yang ngomong sama kamu ". Wina memandang anaknya yang perotes itu. " Orang Mami ngomong sama Sasha. Ge'er banget kamu ".
Beno sedikit menganga mendengar ucapan Maminya. Sedangkan Sasha membulatkan matanya, Aku pikir Tante Wina bakalan marah sama Aku karna udah bikir dapurnya ini berantakan ternyata tidak.
" Ayo sayang kok bengong aja. Nih ". Wina menatap Ku dan memegang krim putih. Aku mengagguk dan berjalan mendekat kepadanya untuk menerimanya
' Ohh... astaga!. Posisi Ku sebagai anaknya sudah tergantikan '. Batin Beno dengan memutar bola matanya, lalu Ia sedikit menjauh entah kemana.
Aku mengoleskan krim tersebut secara merata kebagian sisi - sisi kue.
" Tante tuh ya paling sukak kalok lagi masak ada temennya kayak gini. Jadi ada temen ngobrol ".
" Aku pun seneng, bisa buat kue bareng Tante ". Aku menatap Wina dengan senyuman. " Dulu pun Aku sering buat donat. Tapi, donatnya keseringan bantet alis gak jadi hehe ". Ucap Ku tertawa renyah
" Itu pasti ada adonannya yang salah makanya gak jadi ". Ucap Wina.
Aku hanya mengangguk dan lanjut meletakkan krim dan toping di kuenya.
" Tante kayak gini udah bisa? ". Aku mengangkat Cake itu keudara dan menunjukkan ke Tante Wina.
" Ahh... udah siap ya. Wah kamu yang ngoles krim keCakenya keliatan bagus dan rapi. Ayo kita bawak keruangan Tante ". Ucap Wina.
Kami berdua pun keluar dari dapur. Tapi Wina masik memegang knop pintu, lalu ia melihat anaknya sedang duduk di pojok ruangan entah sedang ngapain. " Beno ngegames teros Kamu, nantik Mami sita baru tahu ".
Beno yang mendengarnya langsung mematikan Handphonenya dan memasukkannya di saku celananya dan ikut membuntuti Kami berdua.
###. ***BERSAMBUNG*
Semoga sukak, sama karya aku ya teman - teman. Dan jangan lupa Like + Comen & Vote cerita aku kalau kalian suka😇🙏😙.
__ADS_1
TBC**....