Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 49. Acara Osis #1


__ADS_3

Hari ini, lebih tepatnya sehabis pulang sekolah semua siswa yang ikut nyalon jadi wakil Osis di kumpulkan di ruang Osis untuk testing diantara 50 peserta yang bisa menjawab 99,9% jawaban yang benar, maka itulah yang di ambil. Setelah itu siapa yg terpilih akan diadakan pemungutan suara.


Sebenernya acaranya akan diadakan di luar lingkungan sekolah. Tapi karna cuacanya gak mendukung, jadi diadainnya di ruang Osis.


" Kok Gue jadi deg deg ser sih, padahalkan cuman testing doang ". Ucap Gesy setelah jam pelajaran pertama selesai. " Gitu pun pak kepala sekolah kenapa lokasinya di ubahnya dak da'an, kayak tahu bulat di goreng dak da'an yang sereng lewat noh di depan komplek rumah Gua ".


" Yah Orang kaya mah bebas, mau ngapain aja gak ada yang ngelawak ". Jawab Ku.


" Ngelarang jir ". Sangkalnya


" Ha! iya itu maksud aku ". Ucap Ku dengan mengambil buku kosong dari dalam tasnya dan juga pulpen


" Apaan sih gak jelas Lo Sha "


" Yaudah jangan marah. Kamu mau ikot gak ke Perpustakaan, biar nanti gampang pas testing nantik ". Kata ku udah berdiri.


" Kayak mana yah Sha, sebenernya Gue mau ikot sama Lo, tapi Gue rada males kesana, gak masalah deh Lo aja yang kesana hehe". Gesy cengengesan.


" Bilang aja Kamu mau nongkrong di kantinkan! ".


" Hehe tau aja Lo ya Sha ".


" Yaudah deh, kalok gitu aku duluan ya, bye ".


" Belajar yang rajin ya nak, mamak mendukungmu ".


Males ngedengerin ocehan Gesy,aku tinggali aja tu mak rempong.


***


Di perpustakaan lumayan ramai yangua membaca buku.


Aku langsung mencari buku yang menurut Aku penting dan mudah di pahami. Ketika Ku rasa ini cukup aku duduk dan mulai membuka lembaran demi lembaran, serta mencatat poin-poin pentingnya saja.


Ketika Lexy masih mau masuk ke dalam Perpustakaan melihat Sasha duduk sambil membaca buku.


Lexy segera mengambil buku yang dia cari, lalu duduk di sebelah Ku. Bukannya dibaca bukunya eh malah cuman di bolak balik doang sambil melirik-lirik ke Aku.


Aku yang terlalu fokus gak sadar kalok ada orang di sebelah Ku, jadi aku lanjut aja baca.


" Serius amat baca bukunya! " Katanya.


Aku kaget dan langsung menoleh kearah kanan ku. " Sejak kapan kakak ada di sini? "


" Udah dari tadi. Kamu aja yang serius kali bacanya, sampek gak tau ada cowok ganteng disini ". Ucapnya. mereka tertawa.


" Emang baca apaan, sampek serius kali kayak gitu? ".


" Bukan apa-apa kok Kak, cuman baca seperlunya untuk testing Osis nanti ". Jawab ku dengan mengangkat buku yang ku baca.


" Kakak tau semua soalnya mau Kakak kasih tau ".


" Gak boleh Kak itu namanya curang, Aku maunya dengan usaha Ku sendiri bukan menang karna orang lain. Lagian kalok ada yang tau kita berdua dalam masalah. Iya gak sih Kak! ". Tutur ku.

__ADS_1


Lexy yang mendengarnya tersenyum kecil, lalu mengusap-usap kepala Sasha.


" Iss… Kak kan jadi berantakan rambutnya ". Aku membenarkan lagi poni ku yang berserak, gara-gara di acak-acak sama Kak Gesy.


Lexy bukannya minta maaf, ehhh mala ketawak.


Dia bangkit. " Udah mau bel masuk. Semoga sukses nanti ngerjain soalnya ". Ucapnya dengan berjalan keluar Perpus.


Mata ku membuntuti Lexy sampai keluar Perpustakaan . Kemudian membereskan buku dan pulpen ku dan bergegas ke Kelas.


***


Di Aula


" Assalamualaikum Wr. Wb, selamat siang semuanya ". Pak Durse


" Waalaikumsalam, siang juga pak ".


" Bagaimana kabar anak-anak didik semuanya ". ujarnya lagi.


" Baik pak "


" Seperti yang sudah di beritahukan tadi, kita mengalami perubahan tempat. Karna cuaca hari ini terlihat mendung, jadi kita akan adakan di sini, didalam ruang Osis oke ". Ucapnya. " Apakah ada yang keberatan? ". Lanjutnya.


" Tidak ada pak ". Jawab kami


" Gua peribadi sih gak setuju ". Kata Gesy dengan bersedekap dada.


" Pendapat Gue kayak gitu emang ". Ucapnya


Aku cuman geleng kepala saja. Gak habis pikir aja sama tu anak, kalok misalkan ucapannya terdengar dengan siswa lain bagaimana, atau sampai pak kepala sekolah bagaimana?.


Tapi untungnya Gesy mengucapkannya pelan, jadi gak mungkin kedengaran sampek ke depan sana. Atau lebih tepatnya ketelinga Kepala Sekolah.


" Heh!, Kamu dengerin apa yang di sampaikan Kepala Sekolah tu ". Ucap Seorang yang tepat di belakang Aku dan Gesy, dengan membawa rotan di tangannya.


Kami berdua melihat kebelakang.


" Yah sial dah hidup Gue ". Saklar Gesy.


Ternyata itu pak Towa, Guru yang nyebelinnya minta ampun.


" Saya ingatkan kita melakukan acara ini secara sportif, jangan ada yang bermain curang, paham ". Ujar Kepada Sekolah.


" Iya paham pak "


" Kalau ada yang ketahuan nyontek temen atau semacamnya, akan di diskualifikasi ". Ucapnya tegas.


Gesy yang masih setengah-setengah mendengarkan perkataan Kepala sekolah di depan, tiba-tiba nyimbrung. " Yah… Pak masak cuman di diskualifikasi, sekalian kasi hukumanlah pak, kan mantap pak ".


Awalnya Semua yang ada di Aula lega karna kalau ketahuan curang hanya di diskualifikasi.


Mendengar ucapan ni mak rempong mereka semua otomatis melirik kearah Gesy, termasuk Aku juga melirik kearahnya.

__ADS_1


" Apa! ". Ucap Gesy sambil menarikkan alisnya sebelah.


" Kalau gitu nanti saya saja pak yang menghukum mereka, kalau misalkan ada yang curang atau semacamnya ". Ucap pak Towa mengusulkan dirinya sendiri.


" Ide bagus tuh. Bapak setuju dengan usul kamu, siapa yang ketahuan curang akan di hukum juga mengerti ".


" Iya Pak ". Ucap mereka lesu.


Dalam hati orang yang sudah menyiapkan kope'an. ' Percuma dah Gua nyiapin ni kope'an gak berguna jugak '. Dalam hati mereka.


" Di dalam ruang Osis sudah di kasih nama pemilik di setiap meja. Nanti kalian akan di panggil satu persatu untuk masuk oleh Pak Hasan, jadi kalian harus menduduki kursi dengan nama kalian sendiri. Kalau begitu ayo kita Keruang Osis agar cepat terselenggara acaranya ".


Kami semua berbalik badan menunju keruang Osis.


Sesampainya kami di ruang Osis, kami pun berbaris menunggu nama kami di panggil satu persatu untuk masuk.


Aku menempati bangku lumayan jauh jaraknya dengan Gesy. Gesy di urutan belakang, sedangkan Aku di barisan tengah.


Setelah semuanya sudah duduk dibangkunya masing-masih, pak usen pun membagikan soal tersebut dari bangku paling depan, dan kemudian dioper kebelakang.


" Soalnya tidak susah, jadi waktu kalian mengerjakan hanya 40 menit yah ".


Sebenernya sih kami pada gak terima pak tersebut hanya memberikan waktu 40 menit.


Bagaimana tidak terima, bayangkanlah dengan waktu segitu untuk mengerjakan soal sebanyak 50.


Lah udah gitu soalnya Esai pula. Kalaulah tadi soalnya Pilihan Berganda, dengan waktu 20 menitan aja pasti udah siap itu.


" Lah kenapa kalian pada diem aja, apa perlu saya pakek toak sekolah biar kalian denger ". ujar Pak Towa


" Denger kok pak ".


" Coba ulang apa yg saya bilang barusan ".


" Lah kenapa kalian pada diem aja, apa perlu saya pakek toak sekolah biar kalian dengar ". Ucap kami semua.


" Kenapa yang nyalon wakil ketua Osis semakin kosong semua otaknya ya. Tidak ada kemajuan gitu ceritanya, maken blo'on ( Bodoh) ". Ucap Pak Towa naik pitah.


" Tadikan bapak yang nyuruh kami ulangin ucapan bapak barusan. Berarti bapak yang blo'on bukan kami ".


Murid-murid yang lain tertawa mendengar ajuan dari siswa yang duduk di depan. Sebagian guru yang melihat kejadian itu pun tertawa.


###


Hai semuanya, Mimin mau mintak maaf soalnya udh tiga bulan ini jarang Up karna Handphonenya Mimin rusak T~T.


Tapi hari ini Mimin Up untuk kalian.


kalian jangan pada kapok ya baca novel ini hehe.


Sama ada perubahan di Part 36. **Oke itu aja sih info yang mau Mimin kasih tau.


Selamat membaca semuanya**;>

__ADS_1


__ADS_2