
" Kayaknya Reyla mules banget deh, gegara makan somay punya kamu ". Ucap Sasha melihat kearah Gesy yang sedang menyetir.
Gesy melirik sekilas Sasha yang ada di sampingnya. " Lagian dia, maen tarek makanan orang aja ". Ucap Gesy. " Kualat dia kan jadinya ".
" Ia sihh--- tapikan kesian jugak sampek kebobolan kayak gitu ". Kata Sasha menahat tawanya karna lucu melihat Reyla tadi sewaktu di kantin.
Gesy yang mendengar ucapan Sasha tertawa terbahak - bahak.
" Ehh btw main rumah gue yok ". Ajak Gesy. " Sekalian Lo kan ada janji penjelasan sama Gue ".
" Janji! ". Sasha bingung emang dia pernah ada janji yah sama Gesy. " Janji yang mana, kok aku lupa yah Ges ".
Gesy memutar bolamatanya malas, lalu melihat Sasha yang juga melihatnya. " Penjelasan tentang Lo kemarin di seret - seret sama sih Beno itu ".
" Ohh iya, aku lupa ". Sasha garuk - garuk kepala. " Yaudah aku ngejelasinnya di rumah kamu aja ". Gesy mengangguk
Gesy Mempercapat laju Mobilnya, agar cepat sampai kerumahnya.
" Assalamualaikum ". Ucap Gesy setelah masuk kedalam rumahnya dan di ikuti Sasha di belakangnya.
" Waalaikumsalam, udah pulang sayang ". Una Bundanya Gesy menuruni tangga dan menghampiri anaknya.
" Ada nak Sasha juga ". Timpalnya yang melihat Sasha berada di belakang Gesy
" Iya tante ". Sasha mencium punggung tangan Una.
" Ayo duduk dulu, tante bikin cemilan untuk kalian berdua ". Ucap Una memegang kedua bahu Sasha.
" Gak usah repot - repot tante ".
" Bun, kak Ziko masih di kantor apa dh pulang? ". Gesy memperhatikan tidak ada keberadaan kakaknya itu.
" Bunda pun gak tau tuh bocah kemana. Biarin lah dia mau ngelayap kemana ".
Gesy mangut - mangut. " Yaudah aku kehalaman belakang ajalah, ayok Syah ".
Bunda mengiyakan ucapan anaknya Gesy.
" Aku ikut Gesy dulu ya tante ". Ucap Ku
" Oke sayang ".
" Sini duduk dulu Sha ". Gesy menepuk - nepuk bangku taman.
Aku pun duduk di sebelahnya. Kami berdua memandang taman bunga yang dekat dengan kami duduk.
Una, Bundanya Gesy dia memang sangat pecinta bunga. Dari bunga apa aja Una punya, sampek bunga taik ayam punya kali ya.
" Kok aku cuman nampak bunda kamu aja, Om sama kak Ziko mana? ".
" Ayah lagi di kantor kayaknya kalok jam segini. Teros kalok kak Zeki gak tau dah aku dia kemana ".
" Padahal tu yah, Dia yang nyuruh Gue buat ajak Lo main kemari. Ehh--- malah dia yang entah kemana batang idongnya ".
" Hayo pada ngomongin siapa Lo berdua hah! ".
__ADS_1
" Ehh-- baru juga di omongin orangnya dah nongol. Panjang omor Lo kak ".
Zeki nyengir sambil berdiri dengan mengantungi kedua tangannya di saku selama.
" Dari mana Lo kak? ". Tanya Gesy.
" Tempat Jek tadi gue, eh rupanya ada Geri jugak di sana. Jadi ya ngobrol bentar ".
" Lah dengaren tu temen Lo pada gak ngentelin Lo kemari! ".
" Siapa bilang mereka gak ngintelin Gue. Noh mereka pada ngobrak abrik isi kulkas noh ". Tunjuk Ziko kearah kulkas
" Makanan Gue.... ". Teriaknya dan langsung berlari kedalam menyelamatkan cemilannya.
Kalok gak di selamatkan ludes tu isi kulkas mereka biken.
Zeki duduk di samping Sasha yang tertawa melihat Gesy lari kearah sahabatnya Zeki, dan menggebukinya.
" Udah lama Sha? ". Tanya Zeki
Sasha mengalihkan pandangannya dari yang melihat kedalam rumah, menjadi memandang Zeki.
" Barusan aja kok kak ". Ucap ku tersenyum kepadanya.
Zeki mangut - mangut. Lengang sejenak diantara mereka berdua. ' Ehh kok jadi canggung gini sih '. Batin Zeki.
" Emm--- kak ".
" Ehh... Gue ".
" Hehe... kakak duluan aja deh ".
" Kamu duluan aja deh, abis itu kakak ".
" Gak usah kakak aja ".
Jadilah mereka udur - uduran, entah mau ngomongin apa author pun tak tau. Hanya Tuhan dan hati merekalah yang tau. Azeeekkk :v
" Emm--- Aku denger kamu sama Gesy mencalon jadi wakil ketua Osis ".
" Iya kak. Sebenernya aku gak mau ikotan, ehh Gesy udah telanjor daftarin nama aku sama pengurus Osisnya ".
" Memang anak itu, sukak kali maksa maksa orang ". Ucap Zeki. " Kenapa kamu gak mau ikutan jadi wakil ketua Osis Sha ".
" Aku emang berniat gak mau masuk organisasi apa pun kak. Aku hanya ingin fokus belajar aja kak ". Jelas ku.
" Kamu memang laen dari Gesy. Dia itu orangnya dari dulu pecicilannya minta ampun, semua keinginannya harus di penuhi ".
" Iyanya kak! ".
" He'em dulu aja ni dia pernah minta kakak nyurik mangga di koplek sebelah. Situasinya di situ ada anjing penjaganya, ehh tapi dia tetep kekeh nyuruh kakak buat manjat dan nyurik tu buah mangga, alhasil kakak di kejer sama tu anjing sampek nyebur ke empang ".
" Hahaha--- sampek segitunya kali Gesy nyuruh kakak, sampek masok ke empang lagi haha--- ". Sasha tertawa ngakak dengan cerita yang di ceritakan oleh Zeki.
Zeki yang melihat Sasha tertawa, dia pun jadi ikutan tertawa.
__ADS_1
" Napa sih kok seneng banget kayaknya! ". Gesy heran mengapa mereka berdua tertawa sampek ngakak seperti itu.
" Geser Lo kak ". Dia menyuruh Zeki untuk pindh tempt duduk yang ada di depannya.
Dia menyipitkan matanya kearah kakaknya Zeki. " Lo gak diapa apain kan sama dia ". Ucap Gesy pada Sasha, tapi matanya masih memandang Zeki sangat lekat.
Yang di tatap santuy bak di pantai sambil mengangkat kakinya sebelah.
Sasha mengeleng. " Enggak kok ".
" Hiss... sadis amat tu adek Lo Ki ". Ucap Geri memegang kupingnya yang merah abes di jewer sama dia, dan duduk di sebelah kanan Zeki
" He'eh mala di tinju lagi noh makak Gue ". Sambung Jek mengadu pada Zeki karena ulah adiknya itu, dan juga ikutan duduk di sebelah kiki Zeki.
Jadilah Zeki di apis mereka berdua.
" De to the el de'el Lo pada, suruh sapa ngusik tu makanan lambong karet ". Kata Ziko tertawa melihat muka mereka yang memelas kesakitan. " Habis kelen lah sama dia noh haha--- ".
" Yaelah mintak dikit doang pun, sampek kek gini nasib Gue ". Cercah Jek dengan melirik Gesy.
" Enak aja mintak, belik lah biar tau harga ". Kata Gesy.
" Tau Gue tuh harganya ". Ucapnya. " Paleng Citato dua ribuan, chetos sama harganya kayak citato ".
" Heh Lo kira jajanan Gue, jajanan kayak anak SD apa hah ".
" Ya kali aja iya haha ".
Mendengar ucapan Jek semua jadi ikut tertawa.
Ktepok... ktepok...
Mendaratlah itu pukulan Gesy ke kepala Jek dan Geri.
" Saket *** ". Ucap keduanya bersamaan.
" Rame bener ni hari rumah kayaknya ". Ucap Una membawa Minuman dan juga Snek di tangannya dan meletakkannya di meja.
" Emang tiap hari gak rame emang Bun? ". Tanya Jek si tukak Kepo, dengan tingkah gak tau malunya mencomot Snek yang baru saja di bawa oleh Una.
" Cemana mau rame, orang kalok siang isi rumah cuman Bunda sama Gesy doang ". Kata Una.
" Kalok gitu bisa lah yakan Ger kita kesini tiap hari " Jek menaikkan alisnya pada Geri. Geri mengangguk setuju dengan ucapan Jek.
" Yah ***-- ".
" Heleh palenggan Lo berdua kesisi cuman mau mintak makanan Gratisan, sama mau ngabisin isi stok makanan Gue kan!. Gak ada, gak boleh pokoknya Bun ".
" Hehe tau aja Lu Ges ".
" Gak papa kali Sayang, kan kalok misalkan makanan di dapur habis bisa bibik belikan nanti ".
" Terserah Bunda aja deh, males aku ngeladenin temen - temennya kak Zeki ".
###
__ADS_1
Hola aku kembali lagi😊, sorry karna jarang UP karna akunya banyak kali tugas😪😟.