
Kring....kring...
Bel sekolah sudah berbunyi, semua siswa bergegas menuju kelasnya masing - masing, karna pelajaran pertama akan di mulai.
Seorang guru perempuan masuk ke dalam kelas 10 MDL 1, ya itu adalah kelasku. " Selamat pagi anak - anak " sapa guru tersebut ketika sudah masuk dan meletakkan buku di atas meja yang semula di bawanya.
" Pagi buk... "
" Pelajaran pertama akan ibuk mulai ya " ucap tersebut. " Sekarang buka buku fasion styl, kita akan membahas tentang tata cara penggunaan fasion styl yang benar ". Jelas ibu Karin.
Semua murid pun menyimak sekaligus mendengarkan apa yang di jelaskannya, termasuk Sasha dan Gesy.
Sasha dan Gesy memperhatikan setiap penjelasan yang di sampaikan oleh Guru bidang study tersebut.
Karna mata pelajaran hari ini cuman 2 pelajaran yang mau di pelajarin, hingga membuat sebagian siswa jenuh sekaligus bosen. Awalnya semua siswa memperhatikan secara seksama lama kelamaan jadi tidak fokus lagi kepada Guru bidang study tersebut.
Termasuk Gesy dia kelihatannya sudah mulai mengantuk dengan penjelasannya, ia pun melipat kedua tangannya di atas meja untuk melancarkan aksinya untuk tidur. " Hey Ges " bisik Sasha menyenggol sikutnya agar tidak jadi tidur.
Yang di bangunkan hanya sedikit bergerak. " Hah... ck apaan si ngantuk gue ni " keluhnya.
" Bangun jangan tidur entar kenak marah kamu ". ucap Sasha lirih karna agar tidak ketahuan lagi mengobrol
" Seperti itu, nah sekarang kalau ada yang tidak di mengerti boleh di tanyakan kepada ibuk " ucapnya sambil balik badan. Guru tersebut ketika balik badan terkejut melihat ada siswa ada yang sedang tertidur nyengak. Ia pun segera menuju ke bangku anak tersebut.
Sasha membesarkan matanya ketika Guru tersebut berjalan kearahnya semakin dekat, semua orang yang ada di kelas memperhatikan Guru tersebut berjalan. " Aduh... tamat lah sudah kamu Ges " batin sasha.
Ketika Guru tersebut sudah sampai di meja Sasha dan Gesy ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, tepai ia menyenggol lengan Gesy. " Apaan si ahh ganggu aja " cercah Gesy dengan mengibaskan sikut yang tadi di senggol. Guru tersebut pun menyenggol lagi Gesy sampai mau bangun tetapi Gesy gak bangun bangun jugak.
Guru tersebut pun mulai jengkel dengan Gesy, ia memukul lengan gesy sedikit kuat dari yang semulai di lakukannya.
Yang di pukul agak kuat pun merasa terganggu, ia bangun dari tidurnya dan berdiri. " Ah... siapa sih dari tadi mukulin gue gak senang kali nengok orang t_i_d_o_r " kata Gesy sewot dan melihat Guru tersebut sudah di berada di hadapannya dan sedikit memelankan suaranya dan kembali duduk di kursinya.
" Hehehe... ibu kok tiba - tiba ada di sini " tanya Gesy basa - basi tak lupa pasang mukak cengar cengir.
Guru tersebut sudah berkacak pinggang melihat Gesy. " Haha... hehe Enak sekali kamu ya tidur dalam mata pelajaran saya " ucapnya marah, biasanya buk Karin tidak pernah marah. Tapi kalau sudah menyangkut dalam pelajaran, Dia bisa saja memarahi anak yang tidak disiplin dan tidak menaati aturan dalam belajar.
" Maaf buk tadi ketiduran hehe "
" Ketiduran - ketiduran, sekarang kamu keluar dan berdiri di depan kelas sampek mata pelajaran saya selesai, paham kamu " perintahnya.
" Jadi saya di hukum ni buk? " tanya Gesy dengan muka yang di buat - buat sedih.
" Ya iya lah kamu saya hukum, cepetan keluar "
" Jangan lah buk. Kan, saya anak yang baik bidiman, suka menabuk, suka menolong dan tidak sombong yakan teman - teman ku sekalian " ucap Gesy sambil melihat keseluruh kelas agar mendapat pembelaan.
__ADS_1
" Apanya cobak yang baek, tidur di dalam kelas kok di bilang baik haha " ucap Reyla sambil tertawa.
" Eh... lo kalok ngajak ribut ayok lah " ucap Gesy sambil berdiri dari bangkunya.
" Ayok sapa yang takut sama Lo "
" Sini maju lo, biar gampang dikit Gue pukol muke lo yang sok kecantian itu ". ucap mulai sewot Gesy.
" Apa lo!, mala ngatain gue pulak lo. Kalok gak senang bilang lo ". ucapnya yang semula duduk jadi berdiri menantang Gesy.
" Wah cari mati ni anak " Gesy pun bergegas menuju bangkunya Reyla, tapi tangan Gesy di tahan oleh Sasha. " Sudah lah Ges gak usah di perdulikan, nanti kamu kena masalah lo! ".
Tapi Gesy tidak memperdulikan perkataan Sasha.
Seisi kelas mulai riuh dengan menyemangati antara Gesy dan Reyla.
" Gesi... Gesy... Gesy... "
" Reyla... Reyla... Reyla... "
Mereka lupa kalau di antara mereka semua ada seorang guru memperhatikannya.
" Gesy... Gesy "
Brak....
Meja salah satu siswa di gebrak oleh Guru mapel tersebut. Siswa yang awalnya menyemangati diantara mereka jadi menghentikan teriakannya.
Buk Karin mulai merasa emosi karna merasa tidak di hargai di dalam kelas ini. " Coba saya tanya!, kalian sebenarnya kesekolah itu mau belajar apa mau berkelasi hah ". Guru tersebut pun berteriak di dalam kelas tersebut.
" kok pada diem di tanyain tadi ribut sekali saya dengar "
Semuanya menunduk takut nanti mereka juga di hukum.
" Kalian berdua ikut saya kelapangan SEKARANG " ucapnya menekankan kata - katanya dan berlalu keluar dari dalam kelas tersebut.
Gesy dan Reyla pun gak ada yang menjawab apa yang Guru itu bilang, mereka hanya mengikutinya dari belakang saja.
" Sekarang kalian berdua berdiri di sini sampai bel istirahat tiba ". ucap Guru tersebut ketika sudah sampai di lapangan.
Belum lagi mereka berdua menjawab Guru tersebut sudah pergi meninggalkan Gesy dan Reyla di lapangan.
" Gara - gara lo ni semua ". Ucap Reyla yang berdiri agak jauh dari Gesy berada.
Gesy yang mendengarnya malas. " Mendingan lo diem deh, dari pada Guru itu tau kita mau berantem lagi makin di tambah hukumannya mau lo! " ucap Gesy sedikit teriak. " Gue si gak mau di tambah lagi hukumannya, kalok lo mau ya silahkan ".
__ADS_1
Reyla terdiam sejenak mencerna ucapan Gesy barusan saja. " Tapi kan lo yang salah " ucapnya lirih.
Gesy dapat mendengar ucapannya Reyla namun lirih itu. " Teros aja lo salahin gue ".
" Lo berdua napa di sini? " tanya seseorang dari arah belakang mereka.
Mereka berdua berbalik badan dan mendapatkan Beno di belakang mereka. " Kak mata lo buta ya?, buat apa lagi di disini kalau bukan di hukum ".
" Makanya jadi orang tu jangan buat onar " ucapnya kepada Gesy. " kalok lo lagi ngapain di sini? " beno melirik kearah Reyla.
" Ni lah gara - gara tu orang Ben apa lagi ". Jawabnya.
" Dari tadi lo nyalahin gue aja ya, macem yang udah bener aja hidup lo " Ucap Gesy melihatnya yang selalu memojokkanya.
" Ya emang lo yang salah bukan gue "
" Terserah lo aja deh, biar lo seneng " ucap Gesy malas meladeninya.
Ketika Reyla ingin membalas ucapan Gesy, Beno menyekanya. " Dah di hukum jugak masih aja berantem lo berdua, mendeng gue pergi aja lah males nengok lo berdua berantem ". Beno pun pergi menuju kelasnya meninggalkan mereka berdua.
Kalian pasti bingungkan kenapa Reyla memanggil Beno tidak dengan embel - embel kakak!
karna tu dulunya Reyla dengan Beno sekelas waktu masih duduk di bangku SMP. Jadi tidak heran kalau Reyla tidak memanggilnya dengan sebutan kakak, karna sebaya toh.
Tidak ada lagi perdebatan yang di lontarkan di antara mereka. Sampai bel istirahat pun berbunyi.
kring... kring...
Sasha yang mendengar bel istirahat berbunyi, ia langsung berlari ke arah lapangan menemui Gesy sambil membawa air kineral untuknya dan untuk Reyla juga. Ia takut kalau terjadi apa - apa dengannya.
" Gesy lo gak papa kan? ". Teriak sasha
" Iya santuy aja Sha, gue gapapa ".
" Ini buat kamu " Sasha memberikan botol air meneral yang ia bawa tadi. " ini buat kamu jugak La " Sasha pun juga memberikan botol yang lain ke arah Reyla.
" Makasi ya Sha " Reyla menerima botol minum tersebut dan langsung menegaknya, Begitu juga dengan Gesy.
" Ges!, Gue minta maaf ya soal yang tadi, dan jadinya kita di hukum sama Guru mapel tersebut ". Ucap Reyla tulis. Sasha dan Gesy melihat kearahnya yang sedang tertunduk.
" Iya udah gue maafin jugak kok ".
" Nah gitu kan enak di tengok kalok kalian akur " ucap Sasha sambil merangkul leher Gesy dan leher Reyla, Sasha berada di tengah - tengahnya.
###
__ADS_1