Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 36. Syok


__ADS_3

Brumm...


Sang preman hanya melihat pemilik motor tersebut sekilas, dia tidak begitu mwnghiraukannya dan kembali melancarkan aksi bejatnya itu.


Aku kembali memberontak. Sudah semua cara aku lakukan untuk lepas darinya tapi percuma.


Sang pemilik motor turun dari mogenya dan menghampiri preman itu dengan emosi. Dia berjalan dan pas sekali di dekat motornya ada balok kayu, dia mengambilnya lalu mengangkat balok kayu itu untuk mengenai punggung preman itu.


Ketika balok tersebut sudah siap menghantam tubuh preman itu. Tapi sayang preman itu menyadarinya, dia memegang baloknya dan menghempaskannya ke samping.


Preman itu menatap Sang pemilik motor itu kesal. " Bocah! mau jadi pahlawan ".


" Lepasin dia brengsek ".


' Beno '. Kata ku dalam hati.


" Heh! ". Preman itu tersenyum remeh. " Sana balik aja lo, mintak uang sama mamak Lo abes tu jajan ".


" Banyak bacot lu ya ". Ucap Beno dengan menonjok Preman itu.


Dan tonjokan itu mengenai sudut bibir sang preman. Dia mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


Preman itu gak mau kalah, ia bangkit dan membalas pukulannya Beno.


Jadilah mereka adu jotos di sana.


Sasha yang melihat kegaduhan itu, berlari menjauh dengan membawa tasnya. Aku bersembunyi di balik motornya Beno, Aku berjongkok disana, menutup kedua telinganya dengan air mata yang terus mengalir di sana. Aku takut melihat mereka berdua berkelahi seperti itu.


Mereka berdua belum juga selesai berkelahi, padahal mereka berdua udah sama - sama terluka. Tapi salah satu dari mereka tidak mau ada yang mengalah.


Di sisi lain ada seseorang yang mengawasi mereka.


Pereman sialan itu berhasil membuat Beno tersungkur ditanah. Preman itu mendekati Beno yang terduduk di tanah. " Mendeng lo cabut aja sana, jangan ganggu gue di sini ".


" Lo itu Bajingan gak tau malu ". Ucap Beno mindur, dia meraba tanah untuk mencari sesuatu. " Dan lo lebih pantes... ". Dia menjeda ucapannya dengan menatap preman itu dengan tatapan tajam. " MATI ". Teriaknya mengangkat batu di nganggapannya dan menghantamkannya tepan di kepala preman itu.


Preman itu tergeletak dengan mengeluarkan darah di kepalanya. Tapi kalau di lihat - lihat dia masih hidup.


Beno beranjak menghampiri Sasha yang kelihatan ketakutan itu. Terus bagaimana dengan nasib preman itu?. Yah bodo amat apa peduli ku sama dia.


Sasha masih saja terisak dengan tangisnya sambil menutup telinganya. Beno sudah berdiri di depannya saja, Sasha gak menyadarinya karna masih kelikiran tentang dirinya tadi itu.

__ADS_1


Untung saja ada yang menyelamatinya, kalau tidak! gak tau deh Sasha jadi apa nanti.


Beno memperhatikan Sasha yang terlihat menyedihkan itu. ' Sepertinya dia syok '. Pikirnya. Lalu dia beralih melihat baju lengan kanannya sobek karna tadi itu.


Beno membuka jaket jensnya dan tangannya yang memegang jaket di ulurkan di depan Sasha.


Sasha mendongakkan kepalanya melihat Beno yang sekarang sudah di depan matanya dengan mengulurkan jaket untuknya.


" Buat apa! " Ucap ku pelan dan kembali menunduk. Ia merasa sangat malu sekarang ini.


" Pakek ". Kata Beno singkat masih memansang Sasha lurus.


" Gak usah kamu pakek aja ". Ucap ku dengan menghapus air matanya lalu berdiri dan membetulkan lengan bajunya yang sedikit koyak itu. Untung saja koyaannya gak lebar, jadi masih bisa di tutupin.


' Ngeyel amat si nih anak '.


Beno tetep aja memakaikan jaketnya pada tubuh Sasha. " Lo gak malu apa baju lo tu robek ".


" Aturan kamu tuh yang malu!, ngapain masih mau ngomg sama cewek kotor kayak aku ".


Ya Sasha udah hampir mau di lecehkan, tapi masih hampir ya gays belum di apa - apain jugak kok. Masih di koyak aja bajunya sama tu preman lontong. Keperawanannya masih utuh, apa lagi di cium belum sempet noh. Karna Beno dah keburu dateng. Author Beneran loh belum di apa - apain suer dahโœŒ๐Ÿ˜†.


Sasha melepas jaket yang tadi di pakein oleh Beno, tapi dia membetulkan kembali jaket tersebut di badan Sasha. " Gue bilang pakek! ya pakek ".


Beno menarik pergelangan tangannya, berniat untuk mengantarnya pulang. Tapi tangan beno di tepis. " Jangan sentuh aku ". Teriaknya yang mulai kembali mengeluarkan air matanya.


Beno tersentak dengan perkataannya. ' Syok banget pasti tu orang '. Batinnya melihat Sasha sudah berjalan menjauh. ' Aku ikuti apa gak ya!, tapi kalok terjadi apa - apa sama dia kayak mana!, dan lah aku ikuti aja,Motornya nantik bisa dia suruh supir yang ambil. '. Pikir ku dan mulai berjalan mengikutinya dari belakang.


Seseorang yang tadi mengawasi mereka mengeratkan giginya sambil mengepalkan tangannya. " Percuma aja Gue bayar tu para preman tapi kerjanya gak becus ". Ucapnya di balik pohon. " Hari ini Lo selamat mungkin lain kali gak bakal Gue lepas Lo ". Setelah itu Dia pergi.


Sasha berjalan tanpa tujuan dengan pikiran kosong. Sasha berbelok ke minimarket dan duduk di salah satu kursi di sana.


' Lah ngapain tu anak kesana? '. Pikir Beno memperhatikan gerak gerik Sasha dari luar minimarket tersebut.


Sasha memanggil penjaga minimarket untuk menghampirinya. Lalu Sasha memesan satu botol minuman bir sanggur pada pelayan tersebut.


Pelayan itu mengangguk dan berjalan ke lemari pendingin di sana, lalu membawanya kepada Sasha.


Sasha menerimanya, lalu langsung membayarnya. Mbak" penjaga itu menerimanya dan pergi meninggalkan Sasha yang di sana.


Sasha meneguk minuman keras itu hampir setengah botol. Ia menekuk tangannya di atas meja untuk penyangga kepalanya.

__ADS_1


Sebenernya dia bukan orang yang bisa minum yang begituan, tapi dia sudah prustasi sekaligus syok.


Gak ada keluarga di sisinya dan hampir saja di lecehkan sama Preman. Mami papinya meninggal karna kecelakaan, sedangkan Oma, Om dan juga Tantenya terbunuh karna terlilit hutang. Sungguh sadis bukan!.


Memang yah hidup aku sungguh sangat malang. Pikir Sasha.


Beno masih memperhatikan Sasha dari tempatnya. ' Hah! dia minum bir? '. Ucap lirih Beno.


Sasha kembali meneguk minumannya itu hingga habis. Dia sudah sangat lelah dan kepalanya sudah pusing.


Dia bangkit dari duduknya dan keluar dari minimarket itu dengan sempoyongan sambil memegangi kepalanya.


Berjalan di pinggiran trotoar malam - malam dengan kondisi badan yang seperti itu.


Beno masih mengikutinya dari belakang. Berkali - kali Sasha mau jatuh di lihatnya, tapi Beno mau lihat sampai berapa lama dia bertahan dengan kondisi seperti itu.


Sasha masih terus berjalan dan terus berjalan dengan tubuh oleng sana oleng sini. Akhirnya udah gak bisa nahan lagi dan terjatuh.


Beno langsung menghampirinya dan menggendong dia di punggungnya Beno, berjalan kepersimpangan jalan agar menemukan Taksi di sana.


" Kamu kenapa ngikuti aku ". Racau Sasha. " Dan cepet turunkan aku ".


Beno diam saja dengan ucapannya Sasha. Gak ada faedahnya jugak kalok ngelanggepin orang mabuk, gak akan di dengarnya.


Sampai di persimpangan jalan, dia buru - buru menyetop taksi yang lewat. Membuka pintu taksi dan meletakkan Sasha di sana, lalu barulah dia duduk di sebelahnya.


" Mau kemana mas? " Tanya supir taksi itu kepada Beno.


Barulah di situ dia bingung mau di bawak kemana ni cewek?. Beno sekilas melirik ke arah Sasha. Mau nanyak sama tu orang rumahnya di mana, dianya udah tidur. Kalok bawak kerumahnya pasti di introgasi sama Mama dan papa pastinya. Bawa ke apartemen aja deh.


" Keaparrmen yang di jalan sejati ya pak ". Ucapnya dan supir pun menganguk dan mulai melaju kejalan yang di tuju.


' Ribet ya kalok udah urusan cewek '. Pikirnya dengan memandang keluar jendela.


Kepala Sasha goyang - goyang kesana - kemari karna taksi yang di kendarainnya menginjak polisi tidor yang ada di jalan. Tiba - tiba kepalanya mendarat di bahu Beno. Siempunya melirik kearah kanannya.


Beno membenarkan posisi duduknya dan membiarkan kepala Sasha ada di bahunya. ' *Kalok di lihat - lihat kesian juga ni anak '.


###


**Jangan lupa tinggalin jejak kalian yah untuk Author tercinta ini๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜

__ADS_1


Salam hangat dari author๐Ÿ’‹๐Ÿ˜ฝ๐Ÿ’“***


__ADS_2