
" Yah, tinggal Aku sendiri deh ". Aku manyun sambil nunggu Bisnya yang gak dateng-datang.
" Ini pun Bisnya lama banget lewatnya ".
Brumm...
" Yah kesian, Bisnya gak lewat-lewat yah ". Ucap orang itu mengejek dengan mengas-gas Motornya di depan Ku.
" Bukan urusan Kamu ". Kata ku melotot.
" Lagian Lo jelek sih, makanya gak ada yang ngelirik Lo, sampek Bis pun gak sudi masuin sewa kayak Lo ". Ucap Beno dengan mulut pedesnya itu.
Aku diem aja, males meladenin orang kayak Dia. Buang-buang waktu.
Tinn...
Dari kejauhan ada yang mengklakson.
" Mau bareng Sha ". Tawar Lexy.
" Tadi perasaan ada orang yang ngatain Aku. Kata gak ada satu pun orang yang gak melirik Aku. Buktinya Kak Gesy aja merasakan ada keberadaan Aku. Kesian deh aku sama Tu orang ". Sengaja Aku menekankan omongan Ku tadi, biar kesindir Beno.
Beno mengernyit tidak senang karna disindir Ku barusan.
" Yuk Kak, tapi sebelumnya makasih ya kak, karna mau boncengin Aku ". Ucap Ku manis pada Lexy sambil mengejek Beno.
Lexy menanggapinya dengan senyum ramahnya. " Ini helemnya ".
Aku pun menerima helem dari Lexy dan segera naik ke atas Motornya.
" Duluan ya Kak Beno yang sok kegantengan ". Aku menekankan ucapan Ku dengan cara halus padanya yang dari tadi memandang Ku gak senang.
Aku dan Kak Lexy pun melaju meninggalkan Beno di sana.
" Woiii Gue belom siap ngomong sama Lo ". Teriaknya.
Aku memutar kepalan Ku melihatnya, lalu mengejeknya dengan menjulurkan lidah ku kepadanya.
" Apaan sih tu anak?. Awas aja Lo besok, bakalan Gue bales Lo ". Setelah mengucapkan itu Beno melajukan kembali Motornya untuk pulang.
***
" Kamu kok kayaknya deket banget sama Beno, Sha! ". Seru Lexy di perjalanan mengantarkan Ku.
" Mana mungkin Kami deket Kak ". Jawab Ku menampik bahwa Aku dan Beno dekat.
' Dekat dari Hongkong. Orang kalok ketemu Dia selalu nyarik gara-gara mulu sama Aku '. Pikir Ku.
" Tapi nih yah, Aku lihat kalian itu sering kali ketemu. Kayak deket gitulah ceritanya ".
" Gak mungkinlah Kak. Orang Aku ketemu sama Tu orang aja kerjaannya berantem aja ". Kata Ku. " Mana mungkin Kami deket cuman angan-angan doang itu mah haha ".
" Walaupun bisa jadi suatu saat kamu sukak sama Beno ".
" Gak akan pernah terjadi ". Jawab Ku yakin.
' Bagus '. Batin Lexy senang.
" Akhhh udah nyampek ". Kata Ku lalu turun dan melepas helemnya. " Ini Kak. Sekali lagi makasih ya Kak ". Aku mengembalikan helem itu kepemiliknya.
" Aku balik dululah yah ". Ucapnya menerima helem yang sodorkan kepadanya.
Aku mengangguk sambil tersenyum. " Iya, hati-hati ya Kak ".
Lexy cuman tersenyum dan langsung menancapgas untuk pulang.
MALAM HARINYA
__ADS_1
kruk.... kruk...
" Aduh lapar lagi. Padahalkan barusan aja makan!, masa lapar lagi? ". Ucap Ku berbaring di tempat tidur.
" Baru juga setengah jam yang lalu paling Aku makannya ".
" Yaudahlah keluar cari makanan aja, lagian udah habis makanan di dapur palingan tinggal air putih doang. Itung-itung cari udara segar ". Aku pun bergegas keluar rumah dengan pakaian yang emang selalu sopan.
Aku memilih jalan-jalan sebentar, berhubung masih banyak orang yang berlalu-lalang. Yaiyalah inikan Malam Minggi. Pikir Ku.
Cuacanya pun sangat mendukung. Ditambah ada bulan purnama dilangit dan juga bintang-bintang yang menemaninya dilangit.
Aku berhenti di Taman Laraska dan duduk di salah satu bangku taman, memandang langit yang indah diatas sana.
Cukup lama Aku duduk dan memandang kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Hingga Aku teringat oleh Mama dan Papa.
"Mama sama Papa di sana pasti sangat bahagia di Surga ". Ucap Ku dengan meneteskan air mata.
" Setiap Sholat, Sasha selalu mendoakan kalian agar di tempatkan disisi-Nya yang paling tinggi ".
Kruk... Kruk...
" Ahh sial, ni perut tidak bisa di ajak kompromi apa yah ". Ucap Ku memukul pelan perut ku.
" Mending Aku kesana aja lah ". Aku menunjuk Kedai Lesehan yang pernah Aku dan Lexy kunjungi waktu itu. Letaknya gak jauh, di persimpangan jalan dekat Taman.
Kedai tersebut emang selalu ramai pengunjung, apa lagi makanannya emang juara. Dan itu adalah tempat makan favorit Ku.
" Yah udah penuh tempat duduknya, padahal Aku tadinya mau makan langsung di sini. Terpaksa deh makannya di kosan ". Ucap Ku lesu.
" Bang Sate pedangnya satu ya sama jus kuini satu ". Ujar Ku pada pelayan disitu.
" Iya sebentar ya Kak. Mau dibungkus atau makan disini? ". Tanyanya.
" Dibungkus aja Bang ".
" Ehh macem kenal tu orang ". Ujar seseorang yang sedang melihat Ku dari tadi dari kejauhan.
" Siapa? ".
" Itu ". Tunjuknya kearah Ku.
Mereka serempak melihat kearah Ku. Salah satu dari mereka tersenyum. Dan Dia memanggil Ku, lalu melambaikan tangannya. " Sasha ".
Aku menoleh karna ada seseorang yang memanggi Ku. " Ehh Kak Zeki! ".
" Sini ". Dia memanggil ku untuk menghampirinya.
Aku pun berdiri dan berjalan kearah meja Kak Zeki dan juga kawan-kawannya.
" Ngapain Sha? ".
" Tuh, lagi belik sate ". Tunjuk Ku arah bakaran sate.
" Ohh gabung aja sama Kita ". Ajak Zeki.
" Betol tu, gabung aja sama kita ". Sambungan sahabat Zeki, Jek dan Geri.
" Boleh deh ". Aku tersenyum
" Bang satenya gak jadi dibungkus, makan disini aja ".
" Oke Kak ".
Aku pun bergabung duduk dengan Zeki dan juga sahabatnya.
" Kok Kakak tau kalok ini Aku? ".
__ADS_1
" Tadi nih bocah yang nunjuk Lo disana ". Kata Zeki nunjuk Jek.
" Ohhh ".
" Iya soalnyakan Lo itukan cantik, jadi gampang dikenalin hehe ". Kata Jek
" Yee... dasar mata keranjang ". Ucap Zeki dan juga Geri menimpumpuk kepada Jek.
Aku hanya tertawa melihat itu. " Kakak semua udah dari tadi disini? " Tanya Ku karna melihat mereka udah memesan makanannya dan sudah mau habis.
" Lumayanlah ". Jawab Zeki.
" Emang gak pada pacaran gitu!. Emm... kan biasanya kalok kayak Kakak semua ini pasti pada ngapel atau jalan-jalan gitu ".
" Ngepel kali yang ada haha ". Tawa mereka Tiga.
" Pacar aja gak punya, yang ada jalan-jalan sama ni dua semprul ".
" Elu sendiri kenapa gak jalan-jalan sambil pacaran? " Tanya balik Jek dan Geri pada Ku.
" Sama Kayak Kakak gak ada pacar hehe ".
" Nah kalok gitu pas doang, Lo jadi pacar Gue aja biar kita ngapel ". Ajak Jek.
Aku bingung ketika Dia bilang kayak gitu.
" Ngapel aja sono sama Mbak-Mbak itu cocok tuh haha... ". Tunjuk Geri pada Embak yang lagi ngepel lantai. Pantatnya tonggek, giginya boneng.
Kami yang melihat itu langsung ketawa terbahak-bahak, dengan ucapan Gesi.
" Ihhh amit-amit jabang bayi, mendeng Gue ngelajang aja kalok ceweknya kayak begituan modelannya ". Jek sambil mengetuk kepadanya dan meja secara bergantian.
" Ini Kak pesanannya ". Ucap Abang yang tadi dengan meletakkan pesanan Ku dimeja.
" Iya makasih ya Bang ". Ucap Ku tersenyum kepada Abang itu. Dianya jadi kege'eran karna Aku senyum kepadanya.
" Sha Lo jangan senyum sama Abangnya, yang ada kege'eran Dianya ". Ucap Zeki yang melihat ekspresinya kayak dikasih harapan gitu.
" Iya bener tuh, mending Lo jangan senyum deh. Tapi kalok sama kita gak masalah ". Ucap Jek
" Saya permisi dulu ". Ucap Abang itu pergi untuk melayani pengganti yang lain.
Setelah itu kami pun memakan pesanan kami sambil bersenda gurau.
Hingga Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan Ku dari belakang.
" Woiii... ". Teriaknya dengan memegang bahu Ku.
Saat itu posisinya Aku lagi mengunyah sate dan membuat Ku tersedak karna kaget.
Uhuk... uhuk...
Aku menepuk-nepuk dadaku yang sesak.
Zeki cepat-cepat meletakkan sendoknya kembali dan mengambilkan air untuk Ku. Sedangkan Geri dan Jek ikutan kaget dengan Mie yang masih menggantung dimulut mereka.
Orang yang tadi bengong aja melihat Kuy dengan keadaan seperti itu. Bukannya di tolongin, mala bengong aja.
" Ini minum dulu ". Zeki menyodorkan Air kepada Ku
Aku segera meminum air yang diberikan Zeki.
" Makasih Kak ". Ucap Ku setelah udah lega. Aku menghadap orang yang tadi membuat Ku seperti itu.
Aku mengernyit melihat Dia kok bisa disini juga. " Loh! ngapain kamu disini? ".
...# BERSAMBUNG #...
__ADS_1