Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
ada kecelakaan


__ADS_3

Setelah sekian lamanya berkendara bersama kendaraan kendaraan yang lain akhirnya Sasha sampai di pusat keramaian kota pada siang hari, yang tadinya sasha tertidur pulas terbangun karna adanya suara klakson mobil yang sangat menganggu pendengaran telinganya sampai-sampai sasha terbangun.


Ya, di sinilah aku sekarang. Di kota metro politan yang penuh dengan keramaian dengan orang yang berlalu lalang dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Apakah kita sudah sampai pak?." Tanya ku. "Dan mengapa ini bisa macet panjang sekali pak?." Sambungku.


"Sebentar lagi kita akan segera sampai nona dan sepertinya di depan sana tidak jauh dari kita ada kecelakaan sehingga jalanan menjadi macat." Jelas pak supir


"Benarkah pak!. Kalau begitu bapak tunggu di sini sebentar, saya mau ketempat kecelakaan itu terjadi." Sambungku langsung keluar mobil.


Aku pun langsung berlari menghampiri kecelakaan tersebut dengan orang yang sudah mengerubunginya.


Aku pun langsung menerobos kerumunan dan mendapatkan wanita paruh baya yang tergeletak di pinggir jalan dengan keadaan kepalanya bocor terkena jalanan aspal sehingga banyak mengeluarkan darah dengan keadaan yang sudah tak sadarkan diri.


"Ada apa ini bu?." Tanyaku pada salah seorang ibu-ibu.


"Ini dek kasihan sekali ibu ini tertabrak mobil." Ucap ibu itu


"Iya dek, malah orangnya sekarang udah kabur entah kemana." Sambung ibu-ibu yang lainnya.


"Yasudah ayo pak bu bantu saya untuk membawanya ke dalam taksi disebelah sana agar segera di bawa ke rumah sakit."


"Iya ya, ayo - ayo cepat kita angkat ibu ini mari." Ucap semua orang di sana.


Bapak-bapak dan ibu-ibu di sana pun mengangkat wanita paruh baya tadi ke dalam taksi yang tadi aku tumpangi dan memasukkan wanita tersebut ke dalamnya.


Aku mengucapkan terima kasih pada bapak ibu yang tadi membawa wanita itu ke mobilnya.


"Pak ayo kita bawa ibu ini ke rumah sakit terdekat." Ucapku.


"Baik non "


Walaupun Sasha tidak mengenal wanita paruh baya tersebut tapi dia suka rela menolong siapa pun yang sedang mengalami musibah tepat di depan matanya maka ia akan menolongnya.


☆☆☆


Sampailah mereka di rumah sakit dan langsung keluar memanggil para dokter dan perawat agar cepat mengatasi wanita tersebut.


"Dokter, suster tolong saya."


Perawat di sana pun segera menghampiri Sasha dengan membawa berangkar dan membaringkan ibu itu di atasnya dan mereka segera membawanya ke dalam ruang ICU agar segera di periksa.


"Maaf mba, mba mohon tunggu di sini biar kami tangani pasien."


"Baik sus." Jawabku.


Sasha tidak langsung duduk di kursi tunggu tepat didepan ruangan ICU itu berada malahan Sasha kembali lagi ketempat taxi yang mengantarnya di sana.


"Pak saya turun di sini saja, ini bayaran ongkos saya." Ucapku pada pak supir sambil memberikan uang kepadanya dan segera mengambil barang-barangku di dalam taksi tersebut


"Makasih banyak non dan saya permisi dulu." Ucap pak supir sedikit membungkuk setelahnya langsung pergi.


Dan sasha membawa barang-barangnya masuk dan duduk di kursi tunggu pas di depan ruang ICU.

__ADS_1


"Ya tuhan semoga tidak terjadi apapun sama ibu itu." Doaku.


Beberapa saat kemudian dokter keluar ruangan dan Sasha pun langsung menghampirinya.


"Bagaimana dok?. Apa kondisi ibu yang tadi baik-baik saja?."


"Pasien hanya terkena benturan saja di dahinya dan kondisinya baik - baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan. Untung nona membawanya cepat waktu kesini, Kalau tidak lukanya bisa tekena infeksi." Jelas dokter tersebut.


"Syukurlah kalau begitu." Ucapku. lega


"Dan pasien tersebut sudah sadarkan diri dan ingin bertemu dengan anda."


"Baik dok, sekali lagi terimakasih banyak."


"Iyaa sama-sama, saya permisi dulu mari." Ucapnya dan langsung pergi.


☆☆☆


Sasha pun membuka kenop pintu dan masuk ke ruangan tersebut dan mendapati wanita yang tadi sasha bawa ke sini.


"Bagaimana kondisi ibu?. Apa ibu sudah baikan?." Tanyaku.


"Saya sudah mendingan sekarang, kemarilah nak." Ujar ibu itu memanggil Sasha agar mendekat kepada nya dan Sasha hanya menurutinya saja.


"Apakah tadi kamu yang membawa saya kesini sewaktu saya di tabrak?." lanjutnya


"Iya bu tadi saya yang membawa ibu ke sini karna tadi saya kebetulan lewat di sana." Wanita paruh baya itu tersenyum lebar ke arah Sasha


"Ibu kenapa tersenyum ke arah saya?. Apa saya kelihatan aneh ya bu?." Tanyaku karna merasa bingung.


"Cuman sudah sangat jarang sekali saya melihat anak zaman sekarang yang baik sekali seperti kamu, dan saya ingin mengucapkan terima kasih sama kamu karna kamu sudah mau mengantar saya ke sini dan ini ucapan terima kasih saya ke kamu karna sudah menolong saya." Sambungnya sambil memberikan beberapa lembar kertas ke arah Sasha.


"Ahh ibu bisa aja, tapi saya ikhlas menolong ibu tadi dan saya tidak mengharapkan imbalan apapun dari ibu." Tolahku.


"Sudah ambil saja nak."


"Tidak usah bu, saya ikhlas menolong ibu."


"Ambil saja, itu sebagai balas budi saya ke kamu karna udah menolong saya jadi. Tolong jangan kamu tolak ya." Ujar ibu itu dan langsung memberikan uang tersebut ke tangan Sasha dan Sasha pun tidak bisa menolaknya lagi.


"Tapi ini terlalu banyak bu." Kataku menatap uang itu.


"Anggap saja itu rezeki kamu." Ucap ibu itu. "Dan, oh ya nama kamu siapa? Dari tadi kita belum kenalan?." Lanjutnya.


"Nama saya *Kaleksa Alavo dan biasa saya di panggil Sasha* bu."


"Nama yang cantik seperti orangnya." Puji ibu itu sambil tersenyum ke arah sasha "Nama saya Wina."


"Ibu bisa saja." jawabku malu-malu dan mereka pun tertawa bersama-sama.


"Itu barang-barang kamu?." Tanya Wina.


"Iya bu, itu barang saya."

__ADS_1


"Kamu baru pindahan?."


"Iya bu, saya dari desa pindah ke jakarta untuk melanjutkan sekolah saya."


"Ohh kamu baru pindah dan kamu kelas berapa sekarang nak?."


"Saya masih mau masuk SMA bu di sini.?"


"Wah sama dong seperti anak saya, anak saya pun ini masih mau masuk SMA juga seperti kamu." Kata Wina.


"Tapi sekarang kamu sudah memiliki tempat tinggal nak?." Lanjutnya


"Sudah bu."


"Baguslah kalau begitu."


"Ohh iya bu! apa ibu sudah mengabari keluarga ibu, kalau ibu sekarang berada di rumah sakit?." Tanyaku.


"Tadi saya sudah suruh suster untuk mengabari keluarga saya."


Mereka pun berbincang-bincang hingga gak terasa waktu begitu cepat berlalu dan akhirnya Sasha memilih untuk pamit pada Wina.


"Sepertinya sudah mau sore saya permisi pulang dulu ya bu dan ibu tidak papa saya tinggal sendiri disini?."


"Saya tidak papa di sini kamu pulang saja, pasti sebentar lagi keluarga saya kemari."


"Yasudah kalau gitu saya pamit bu." Pamitku sambil mencium punggung tangan Wina.


"Iya nak hati-hati dijalan dan semoga kita dapat bertemu kembali."


Sasha pun mengiyakan perkataan wina dan langsung keluar dari ruangan ICU dan iya segera menyetop taksi yang lewat dan segera menaikinya untuk ke tempat kosan yang sudah dipesan oleh buk Tina dari dua hari sebelum ia pindah kesini.


☆☆☆


Sampailah Sasha ketempat kosannya jam 19.00 wib yang kecil, tapi nyamanlah untuk ukuran segini yang hanya ditinggali seorang diri seperti Sasha, lagi pula letak kosannya berada tidak jauh dari sekolahnya yang ia dapatkan dari beasiswa tersebut.


Sasha pun langsung membuka pintu rumah kos yang akan ditinggalinya selama ia berada di sini.


"Huh!, akhirnya sampai juga." Keluhku.


Sasha langsung membaringkan tubuhnya ke kasur yang sudah di sediakan dan untungnya rumah kosnya sudah di bersihkan sama pemiliknya, jadinya ia tinggal menempatinya saja.


"Beres-beres barang dululah, sehabis itu mandi biar seger." Gerutuku pada diri sendiri.


Sehabis beres-beres barang dan mandi dan pakaian tidak di sangka cacing yang di dalam perut sasha udah pada demo untuk di isi karna sedari sampai di Jakarta Sasha sama sekali belum mengisi perutnya.


krukkkk


"Kamu datang di waktu yang pas kawan." Ucapku sambil mengambil bekal makanan yang tadi pagi di bawa ke mari dan untungnya makanannya tidak basi setelah itu makanannya Sasha panaskan dan di makannya di meja makan dekat dapur.


"Sepertinnya aku bakalan kangen sama makanan bu Tina." Ucapku di sela makan.


Setelah selesai makan, Sasha segera bersihkan tempat makannya dan segera tidur.

__ADS_1


Next part >>>>


__ADS_2