
" Gays kantin aja kuy, mumpong hari ini free..., ya gak! ". Ajak Gesy si ratu makan.
" Kuylah, lagian bentar lagi bel pulang. Males banget gue balik ke dalam kelas, sumpek ". Skarle menimpali ajakan Gesy.
" Kalian kayak mana, ikot kagak? ". Tanya Gesy pada Sasha, Akse, Reyla, dan juga Liva.
" Kita mah ikot - ikot aja dah... apa yang kelen mau ". Kata Reyla.
Mereka berenam pun kekantin bersamaan.
" Kalian mau pesen apaan? ". Tanya Gesy.
" Napa lo mau traktir kita, pakek segala mau pesen apa - mau pesen apa lo ". Kata Reyla dengan memonyongkan bibirnya.
" Gue cuman nawarin ****, bukan mau teraktir lu pada ". Ucap Gesy. " Yakan biar gue bilangin noh sama buk Iyem ". Gesy menunjuk Buk Iyem yang sedang melayanani pembeli di dekat meja kantin yang mereka duduki.
" Ohh--- bilanglah dari tadi. Kalok gitu gue Bakso satu sama pop ice coklat satu jugak ". Kata Reyla dengan entengnya mengangkat salah satu kakinya dan di timpa dengan kaki satunya lagi.
" Tadi pun kan gue dah bilang, hih--- beken gerem aja lo ". Gesy mengepalkan kedua tangannya didepan muka Reyla yang sibuk berkutat dengan handphonenya.
" Gak usah berantem ". Sasha melerai emosi yang membakar tubuh Gesy.
" Teros kalian mau pesen apa? ". Tanya Gesy lagi lada yang lainnya.
" Samakan ajalah biar gak bingung ". Usul Skarle dan semua pun setuju.
Gesy pun memesan pesanan teman - temannya dan sekaligus punya dia.
Gak lama Gesy datang sambil membawa nampat di tangannya. " Nih gais di makan pesenan lo pada ".
" Mantulll--- ". Kata Skarle dengan mengambil jatah bakso dan pop icenya.
" Mantap betulll--- ". Liva memanjangkan arti 'mantul' yang dicakap Skarle.
" Dih apaan lo, nimbrung aee ". Ucap Skarle.
" Lah kan emang itu panjangannya. Aneh Lo ". Jawab Liva.
Skarle males melanjutkan perdebatannya sama si Liva. Ia memilih menikmati tu bakso yang sudah ada di depan mata.
Yang lainnya udah pada menikmati makanan mereka masing masing. Tiba - tiba aja ada yang bukak suara dan mengebrak meja.
Brak....
" Lah Lo kok beda sendiri sih dari kita! ". Kata Reyla yang memperhatikan aja dari tadi makanan yang di makan Gesy.
__ADS_1
Akse yang sedang enak - enaknya memakan baksonya, tersembur bakso itu kemukak Skarle.
" Iiiuuu najis Gue, ada jigong Lu ni pasti ". Ucap Skarle dengan mengelap mukaknya dengan tangannya. " Huekk... Bauk bener jugong Lu Se ". Yang di bilangin malah cegir doang.
" Napa emang!. Yang makankan Gue, yang bayar juga Gue, napa Lu yang sewot ". Ucap Gesy masih dengan santainya makan.
" Bagi Gue sini ". Reyla langsung merampas mangkok somay punya Gesy dan menukarnya dengan makso miliknya.
" Dih... Apaan si Lo maen tuker - teker aja ". Gesy gak terima
" Barter, kan gak salah ". Ucap Reyla
" Maksud lo gue makan bekas Lo gutu? ". Gesy menunjuk bakso bekas milik Reyla. " Belik lagi kek ".
" Kan Gue bilang Barter. Lo ambil punya Gue, teros gue ambel punya lo ". Ucap Reyla.
Gesy melongo mendengar ucapannya Reyla. Sedangkan yang laen cuman geleng kepala sambil masih setia memakan bakso milik mereka masing masing.
" Kagak sudi Gue makan bekas jigong Lu ". Gesy mendorong mangkuk bakso itu ke depan Reyla gyang emang Reyla duduk di depannya.
" Mendengan Gue pesen lagi aja, dari pada makan punya Lo ". Gesy pun bangkin untuk memesan satu mangkuk somay lagi pada Bu Iyem.
Reyla mengerdikkan bahu masa bodo. " Tak mau tak pe, aing makan sendiri aja ".
" Lambong karet Lu ". Ucap Liva menyenggol lengan Reyla yang melihat Gesy pergi.
Teriakan Reyla banyak mengundang perhatian seisi kantin. Bikin malu aja. Batin Liva menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Gesy pun balik dengan satu mangkuk somay lagi di tangannya, kaget mendengar teriakan yang berasal dari teman - temannya.
" Ada apa sihh bising amat? ". Tanya Gesy dan duduk kembali di sebelah Sasha.
" Lo kasi apaan sih ni somay, pedes amat ". Ucap Reyla masih menahan pedes yang berkobar di dalam mulutnya.
" Ohh itu tadi aku kasi saus sama cabe ". Ucap Santai Gesy sambil menyendokkan somay kedalam mulutnya.
" Cabenya Lo kasih berapa sendok? ". Kali ini Akse yang bertanya.
Gesy menyendokkan somaynya. " Lima ". Ucapnya dengan mulut penuh.
Uhuk... uhuk...
Mereka semua keselek dan sekaligus kaget dengan jawabannya Gesy.
" Lima ". Ucap Reyla memastikan kembali ucapan Gesy.
__ADS_1
Tapi si empunya hanya mangut - mangut dengan menikmati sekali somay miliknya.
Mereka semua bergerak memastikan mangkuk cabe yang di meja. Ternyata habis. Bener berarti ucapannya Gesy.
" Yang bener aja. Sampek abes Ges cabenya di mangkok ". Kata Sasha sambil menunjukkan mangkok cabe yang ia pegang pada Gesy.
" Yaiya abeslah kan tadi dah tinggal separo, gue suntek aja tu semua ". Kata Gesy.
" Gokil Lu Ges ". Ucap Skarle
" Gue gitu lo ". Gesy malah membanggakan dirinya begitu aja.
" Gokil apanya. Udah kayak mau mati ni Gue dia bik--- aduuu perot Gue napa lagi niii ". Ucap Reyla Sambil memegang perutnya.
Prot....
Reyla merasa lega, setelah mengeluarkan gas beracun miliknya.
" Kurang asem, kentot Lo pasti yah! ". Kata Akse menutup telinganya ehh ralat maksudnya hidungnya di tutup.
Yang lain pun otomatis menutup hidungnya juga dan menggeser agar gak deket - deket dengan Reyla
" Hehe iyaa ". Ucap Reyla cengegesan.
Tapi rasa enak di perut Reyla gak bertahan lama. Kali ini dia sepertinya kebelet bera*.
" Aduhh sak boker Gue ". Reyla langsung ngibrit ketoilet.
Semua pun tertawa melihat Gesy yang lari ngibrit sambil memegangi bokongnya.
Tulah senjata makan tuan Lo. Batin Gesy sambil tertawa.
Di dalam toilet.
" Kawan laknat Lu pada. Temen lagi kek gini enak - enakan ngetawain Gue ". Gerutu Gesy.
" Bakal Gue bales Lo pada tanti tunggu aja nant-- aduh eshh... ".
" Reyla lagi ngeden itu gais jangan di tengoin ". Author
" Pada ngapain Lo pada readers nengoin gue, mau Lo pada hah ". Ucap Reyla marahkan gais. " Lanjut kepart selanjutnya aja gak usah nengoin gue ".
" Tuhkan apa Gue bilang. Kabur.... ". Author ngibrit lagi takot nak sembor sama Reyla.
###
__ADS_1
Tbc....