Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Apes


__ADS_3

Aku memandang orang yang nolongin aku. Aku dan dia pun saling tatap satu sama lain. Aku lihat dia mengernyit menatap aku seperti dia mengenali aku. " Eh... lo bukakannya si culun!'.


Mata kami saling beradu satu sama lain. ' Dia nampak beda dari sebelumnya '. Batinnya. ' Dan lebih.... can--- '. Belum meneruskan ucapannya ia menggeleng kepala. ' Ngomong apaan si lo Ben gak jelas banget '.


Sedangkan Gesy yang berjalan terburu - buru baru menyadari kalau dia meninggalkan Sasha tadi. Gesy berbalik badan Sasha dan ternyata dia mendapatkan Sasha dengan Beno di sana. Dia menutup mulutnya gak percaya.


Dia pun berteriak mengejutkan Sasha dan Beno disana. " Woii ngapain lo megang - megang sahabat gue ".


Beno yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya, ' Bruk-- ' . Membuat Sasha terjatuh di bawahnya dan kesakitan dengan bokongnya yang mencium lantai. " Aduhhh--- ". Pekiknya dengan menggosok - gosok bokongnya.


Gesy berlari kearah mereka, lalu membantu Sasha untuk berdiri. " Mana yang sakit Sha? ".


" Gak papa kok cuman sakit dikit doang ".


Gesy mendengarnya lega, lalu beralih menatap Beno yang masih berdiri di sana. " Heh lo tu punya otak gak si ".


" Punya lah, kalok gak mana mungkin gue nolong temen lo ini ". Ucapnya.


" Nolongin si nolongin, tapi sama aja dia jatoh juga lo biken ". Kata Gesy gak terima.


" Udah di tolongin bukannya bilang makasih. Males gue ngeladenin berdua, yang satu culun dan satunya makrombeng ". Katanya dengan mengantongin kedua tangannya, lalu melenggang masuk ke dalam resto ".


" Apa lo bilang " Ucap Gesy murka sampai mengeluarkan asap dari pucuk kepalanya sangking meledak - ledak.


" Udah biarin aja ". Ucapku. " Mendeng kita pulang aja, udah makin larut ini ".


" Ayola cabut. kezel gue di sini terus ".


β˜†β˜†β˜†


Setelah pulang dari resto, Beno termenung di dalam kamarnya.


Dia kesana karna mami menyuruhnya untuk membelikan makanan di sana padahalkan udah malem kali. Dan lebih terkejutnya, dengaren maminya mau makan lagi selarut ini. Gak takut emang gendot, Kalok Autor sendiri takutπŸ˜‚.


Jarum jam sudah menunjukkan angka 1 dini hari dan beno belum juga bisa tidur. Dia gulung sana guling sini di tempat tidurnya.


" Tapi gue heran, kenapa dia ada di sana selarut ini ". Pikir ku. " Ahkk..kenapa juga gue mikiran keadaan tu anak culun ". Ucapnya. " Dia emang si cantik tadi. Ehhh apaan si lo Ben kenapa juga lo muji - muji dia ". Dia memukul mukanya agar sadar kalok Sasha itu hanya cewek culun yang sering mengusik.


" Tapi gue heran kenapa dia selarut itu di sana! ". Pikir ku lagi.


"Ahh udahlah biarin aja kenapa gue harus peduliin dia, bagus gue tidur aja ". Ucapnya dan memilih untuk tidur dari pada mikirin lah yang gak jelas untuknya.


Pagi pun menjelang di rumah Beno.


Beno keluar dari kamarnya dengan mengenakan seragam sekolahnya. Ia turun menjumpai mami papinya di meja makan. " Pagi Mami, Papi ".


" Pagi Sayangnya Mami ". Ucap mami.


" Mi, Pi aku berangkat dulu ya ". Kata beno bergerak untuk menyalami kedua orang tuanya.


" Gak usah deh Mi, Aku sarapan di sekolah aja nanti ".


" Yasudah ati - ati di jalan ". Ucap mereka berdua.


Beno mengangguk keluar rumah. " Pigi dulu ya Mi, Pi. Assalamu'alaikum ".

__ADS_1


" Waalaikum'salam ".


Beno pun mengendarai moge hitam miliknya, membelah jalanan kota jakarta yang belum terlalu ramai. Karna waktu masih menunjukkan angka tujuh kurang dua puluh menitan.


Dia rasa menambah kecepatan motornya gak apa lah, lagian pun kan jalanan masih sunyi.


Beno pun menambah kecepatan motornya. Tiba di persimpangan jalan dia oleng karna, ada yang tiba - tiba nyebrang begitu aja.


' Aaaahhhh.... '. Pekik mereka berdua terkejut.


Cewek itu berteriak dengan menutup matanya, pasti dia akan tertabrak oleh motor itu.


Beno membanting stang motornya kesegala arah agar tidak mengenai tu cewek. Dan sialnya dia menabrak pohon.


Brak...


Cewek itu membuka matanya, ehh tidak ada apa - apa pada dirinya. Tetapi pengendara motor tersebut yang kayaknya parah. Dia pun menghampirinya dan berniat menolongnya.


" Kamu gak papa? " tanya Cewek tersebut.


" Akh... Sakit kali ". Ucapnya. Ia meringis kesakitan di kakinya yang terkilir yang lumayan parah dan ia merasakan sakit di bagian kepalanya yang sedikit benjol. padahalkan dia sudah pakai peling kepala kenapa kepalanya bisa benjol seperti itu.


Beno membulatkan matanya tercengang dengan kondisi motornya. " Motor gue.... ". Teriaknya lalu membuka helemnya kesembarang arah. " Lo harus ganti ru-- ". Ucapnya dengan melihat ke arah cewek itu dan terkejut siapa yang sekarang ini di sampingnya. " Elo!.. ". Kagetnya.


" Kamu! ".


Ternya


" Lo harus ganti rugi. Tengok tu motor gue ancur gegara lo ". Ucapnya dengan menunjuk motornya yang ancur, Untung bukan hatinya yang ancur kalok gak ambyar tu jadinya.


" Ohh jadi lo gak mau ganti rugi ".


" Kagak ". Jawab ku ketus membuang muka ogah.


" Gampang..... tinggal gue lapor lo ke polisi, teros lo di tangkep dan masok penjara. Selesai bukan! ". Ucap beno enteng banget.


Sasha yang mendengar ucapannya tercengang. 'Apa polisi!, yang benar saja'.


" Tapi kayak mana aku mau benerin motor kamu. Uang aja pas - pasan ".


" De'el lo gue gak mau tau. Kalok lo gak mau ganti rugi, gue laporin aja ke polisi ". kata Beno yang sudah ingin menghubungi polisi.


" Jangan! Jangan laporin dong ". Cegah Sasha menghentikan gerakan tangan Beno. " Gue mau ngelakuin apa aja deh yang kamu suruh, asal jangan laporin aku ".


Beno Berpikir sejenak dengan ucapan tu anak culun. ' Lumayan lah tawarannya '.


" Okee gak masalah ". Kata ku setuju.


" Syukurlah ". Sasha bersyukur karna gak jadi di laporin ke polisi sama ni manusia Alien.


" Etss.... Lo jangan seneng dulu, Lo juga harus ngerawat gue sampek sembuh ". Lanjutnya.


" Yang bener aja, kan gu-- ".


" Yadah gue telpon aja sekarang ".

__ADS_1


" Iya! iyaa oke aku bakal rawat lo sampek sembuh. Puas kamu ". Ucap Sasha dengan muka dongkolnya. ' Jadi cowo kok bisanya cuman ngancem '. gerutunya dengan mengalihkan pandangannya ke samping kanan.


" Apa tadi lo bilang? ".


" Ahh... enggak kok gak bilang apa - apa ". Ucap ku kikuk.


Beno pun mengangguk dan bangkit dari duduknya tadi. Tadi dia ngomong sama Sasha masih enak duduk di sana. Untuk gak di kira pengemis.


" Mana HP lu! ". Kata Beno sambil menengadahkan tangannya pada Sasha.


" Buat apa!, Jangan bilang mau kamu gade'in ". Ucap Sasha was - was.


" kalok pun gue gade'in bakalan gak laku juga ". Katanya . " Udah cepetan, mana HP lo sini'in ke gue ".


Aku merogo kantung rok ku dan mengambil HP aku dan memberikannya dengan Beno. " Nih! ".


Beno menerimanya, dia membuka salah satu aplikasi dan mulai mengutak ngutik di benda pipih aku.


" Nih! ". Katanya dan mengembalikan HP aku. " Gue udah letak no wa gue di situ, jadi mulai hari ini dan seterusnya kalok gue terpon atau nyuruh, lo harus cepetan dan gak pakek lama ".


" Iyaa paham aku tu ".


" Bagus!. Sekarang panggil taksi. keburu telat sampek sekolah ".


Sasha menuruti aja kemauannya. Aku pun menyetop salah satu taksi yang lewat.


" Itu taksinya ". Ucap ku datar.


" Bantuin dong ".


" Heh... ribet amat si ".


Akhirnya Sasha membantu Beno masuk ke dalam taksi itu.


Baru menginjakkan satu kaki ke dalam taksi tapi terhenti.


" Eeh eeeh... lo mau ngapain? ". Tanya Beno.


" Ya... mau naek lah jadi apa lagi ". Ucap ku dengan muka heran memandangnya.


" Lo carik taksi yang laen atau apa lah, tapi jangan di sini ".


Sasha pun mundu beberapa langkah lalu metutup pintu taksi itu kuat sampai supir taksinya terkejout, untung gak jantungan.


" Jalan pak ". Kata Beno. Taksi pun berjalan meninggalkan Sasha di sana dengan muka pongohnya.


Serlah sudah agak jauh Beno membalikkan kepalanya melihat tu anak culun.


" Manusia Alien sialan kamu " Sasha marah - marah gak jelas dengan menendang ban motor itu. Dan akhirnya kakinya kesakitan sendiri. " Aduh - aduh... ". Keluh Sasha memegangi kakinya.


Beno yang melihat dari dalam mobil tertawa geli.


###


Jangan lupa Like ya manteman sekalian 😊

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2