Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
pergi


__ADS_3

Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun tidak terasa sudah hampir 11 tahun sasha di panti asuhan di mana ia tinggal sekarang bersama sahabat dan teman temannya serta ibu Tina yang menjadi orang tuanya pada saat ini juga dan merekalah yang sekarang menjadi keluarganya dan juga terus bertambahnya anggota baru bergabung dengan keluarga yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing hingga pada saat ini juga.


Melewati hari-hari di sekolah nya dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah (SMP) dan keseharian dengan keceriaan yang mereka buat bersama sama di sini, hingga ia tidak lagi merasa sedih dan murung seperti 11 tahun yang lalu ia alami waktu ia di tinggal oleh kedua orang tuanya.


☆☆☆


Dan pada saat ini pula ia akan meninggalkan panti asuhan yang selama ini membesarkannya dan memiliki begitu banyak kenangan manis yang ia dapati bersama sahabat, teman teman dan adik adiknya.


Sasha ingin pindah dari sana karna ia ingin melanjutkan sekolah SMA nya di jakarta karna ia mendapat kan beasiswa dari sekolah SMP nya dulu, karna ia di kenal sebagai murid yang rajin dan pintar sehingga ia mendapatkan beasiswa dan ia pun selama disana ia akan menggapai cita-cita nya menjadi seorang model yang emang itu impiannya sewaktu ia masih kecil.


"Apa kamu yakin nak dengan pilihan mu ini sayang?." Tanya wanita paru bayah kepada Sasha.


"Iya Sya, masa kamu tega sih ninggalin kita semua." Ucap Vira dan yang lainnya pun pada menganggukkan kepala mereka termasuk Ceny, Kety, Ziko, Tero dan juga kak Niro.


"Aku sudah bulat bu ingi mengambil beasiswa itu dan tinggal di jakarta untuk menggapai cita-cita ku yang selama ini aku impikan selama ini." Ucap Sasha sambil berjalan dari arah kamar dengan membawa semua barang barang yang sudah di susun tadi malam yang akan ia bawa ke Jakarta.


"Dan untuk sahabat - sahabat ku dan adik adik ku tercinta kalian semua jangan ada yang sedih dan aku mohon pada kalian semua doakan aku agar sampai di tempat tujuan dengan selamat dan aku akan mendoakan yang terbaik untuk kalian juga dan aku pasti akan merindukan kalian semua di sini dan ingat ya adik - adik kalian jangan pada nakal dan harus nurut dengan perkataan bu Tina." Ucap


Sasha.


Sahabat dan juga adik-adik memeluk Sasha untuk terakhir kalinya dan di ikuti dengan Ziko, Tero dan Niro yang juga memeluk mereka.


"Bu Tina, Sasha sangat sayang sama ibu dan Sasha ingin mengucapkan terima kasih banyak karna telah merawat dan menjaga Sasha ketika Sasha sakit dan ibu juga selalu menegur Sasha sewaktu Sasha pernah berbuat kesalahan, sekali lagi Sasha ucapkan terima kasih." Ucap Sasha tulus dan langsung memeluk bu Tina dengan isak tangisnya yang sudah tidak bisa ia bendung lagi untuk menetes.


"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih nak, karna ibu sudah menganggap kalian semua seperti anak ibu sendiri." Ucap bu Tina dan langsung membalas pelukan Sasha.


"Dan jika kamu gak sanggup, kamu bisa kembali bersama kita." Sambung bu Tina.


"Iya bu dan Sasha janji dan Sasha akan sering sering berkunjung kesini." Ucap Sasha sambil melepas pelukannya pada bu Tina.

__ADS_1


"Kamu jaga kesehatan ya nak di sana, jangan sampai telat makan." Ucap bu Tina.


Tinn tinn


"Yasudah bu, Sasha berangkat dulu ya bu sepertinya taxi yang tadi Sasha pesan sudah sampai." Pamit Sasha.


Dan mereka pun jalan bersamaan keluar untuk mengantarkan Sasha keluar rumah menuju taxi yang sudah menunggu Sasha.


Sesampainya dihalaman rumah panti Vira, Ceny, dan juga Kety memeluk sahabatnya yang akan pergi meninggalkan mereka.


"Kami semua pasti akan merindukan mu." Ucap Ceny disela-sela pelukan mereka.


"Dan aku pun akan sangat merindukan kalian semua yang ada di sini." Ucap Sasha dan mereka pun langsung menyudahi pelukan mereka.


"Selamat jalan sobat semoga kita berjumpa kembali." Ucap Tero menghampiri Sasha sambil mengulurkan tangannya.


Sasha pun juga mengulurkan tangannya kepada Tero dan tersenyum kepadanya.


"Terima kasih sudah mengingatkanku dan terima kasih banyak kalian semua mau menerima ku di sini bersama kalian." Ucap Sasha tersenyum ke arah Ziko.


"Semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu di sana dan dapat menggapai cita-cita mu itu untuk menjadi seorang model yang kau impikan." Kata Niro menghampiri Sasha dan langsung memeluknya karna ia sudah mengaggap sasha adiknya sendiri


"Itu pasti kak, aku pun akan mendoakan yang terbaik untuk kakak ku ini." ucap Sasha dengan membalas pelukan Niro dan sesaat mereka melepas pelukan mereka karna Sasha akan segera berangkat.


"Kakak hati-hati ya di jalan." Ucap anak kecil perempuan pada Sasha.


"Iya, kakak akan baik baik saja, kamu harus jadi anak baik yah selama kakak pergi." Kata Sasha sambil berjongkok di hadapan sambil mengelus kepala anak perempuan tersebut.


"Oke kak."

__ADS_1


Dan Sasha pun bangkit dari jongkok nya dengan berberalih ke bu Tina.


"Bu, Sasha pamit pergi dulu ya bu, ibu di sini juga jaga kesehatan." Ucap Sasha sambil mencium punggung tangan bu Tina dan bu Tina pun mengelus pucuk kepala Sasha sambil berkata.


"Pergilah nak kejar mimpi mu itu, sampai engkau meraihnya dengan kerja kerasmu."


Sasha pun melangkah masuk ke dalam taxi yang sudah sedari tadi menunggu mereka, ketika Sasha sudah ingin membuka pintu taxi ia melihat kembali kearah semua orang yang menyaksikan kepergiannya dan semuanya dan mereka menganggukkan kepala dan tersenyum kearah Sasha agar untuk segera berangkat dan Sasha pun membalas dengan senyuman sambil melambaikan tangannya kepada semua orang dan kembali membuka pintu taxi dan langsung masuk yang akan membawanya ketempat tujuan.


Sedangkan semua barang-barangnya tadi sudah di masukkan kedalam bagasi oleh pak supir.


"Aku berangkat, da da aku sayang kalian semua." Ucap Sasha sambil melambaikan tangan kearah mereka dari dalam taxi.


"Da da kakak." Ucap semua anak kecil.


"Hati - hati dijalan." Di sambung bu Tina dan juga yang lainnya.


Sasha pun menganggukkan kepalanya dan taxi yang ditumpangi Sasha pun melaju ke tempat tujuan mereka


☆☆☆


Di dalam taxi sasha menghela nafas beratnya. "Huh, semoga ini pilihan yang tepat." Cercah Sasha.


"Apa nona tidak apa-apa." Tanya supir taxi sambil melirik ke arah kaca mobil bagian depan.


"Ahhh tidak papa kok pak makasih." Balas Sasha ramah.


"Baiklah nona." Ucap supir taxi sambil melihat kearah depan untuk fokus menyetir.


Sasha pun memilih menatap pinggiran jalan yang mereka lalui dengan orang-orang yang berlalu lalang dari kaca jendela.

__ADS_1


Dan mobil taxi yang Sasha naiki pun melaju bersamaan dengan mobil-mobil yang lainnya menelusuri jalan raya untuk sampai di tempat tujuan mereka.


###


__ADS_2