Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
___


__ADS_3

Di kosan...


mobil gesy sudah sampai di depan kosannya sasha, sasha pun membuka bet pengamannya. " Ges kamu gak mau mampir dulu ni? " tanya sasha.


Gesy sedikit berpikir." Em... okelah sekali - sekali maen ke kosanmu " ucap gesy


Mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk ke dalam kosan sasha, sasha mengambil kunci pintu kosannya yang ada di dalam tasnya dan mereka berdua pun masuk." Assalamu'alaikum " ucap gesy. " Waalaikum'salam " jawab sasha.


setelah mereka masuk gesy melihat sekeliling kosan sasha. " sepi amat yak kosannya sasha! " batin gesy. " Duduk dulu ges ". kata sasha.


Gesy yang masih memperhatikan ruangan itu sedikit tersentak. " hu... iya - iya sha makasih ".


sasha tersenyum melihat wajah gesy yang kikuk. " aku tinggal ke belakang dulu ya ".


Gesy mengaut - ngautkan kepalanya tanda setuju, dan kembali melihat salah satu benda yang sangat mencolok di sana. Gesy pun memdekat kebenda tersebut.


Gesy memandang benda tersebut secara intens. Sasha yang baru dari dapur dan kembali keruangan depan. Ia melihat sahabatnya diam saja, pasalnya tadi Sasha sudah menyuruhnya untuk duduk tapi sahabatnya itu tak kunjung duduk juga.


Sasha melihat pandangan mata Gesy yang sedang melihat salah satu benda berharga milik sasha. " Itu poto aku dengan mama papa aku waktu mereka masih ada ". ucap Sasha sasbil melihat foto tersebut dari arah belakang Gesy.


Gesy yang sedang melihat foto tersebut menolehkan kepalanya kebelakang, dan dia melihat Sasha sudah berdiri di belakangnya yang terlihat sedih. " Sha maaf " ucap gesy yang juga ikut sedih.


" Gapapa Ges " ucap Sasha dengan senyum pahit. " yok di minum, yang ada cuman ini " ucapnya lagi sambil mengajak Gesy duduk.


" it's oke Sha " Gesy duduk di bersilah di lantai meralaskan tikar, dan meminum minuman yang di berikan Sasha.


" Em... Sha!, lo gak kesepian gitu tinggal sendiri disini? " kata Gesy melitakkan gelas di atas lantai.


" Kesepian sih tapi mau bagaimana lagi, aku kan gak punya siapa - siapa di sini " Sasha menundukkan kepalanya.


" Gue kan ada, lo gak usah sungkan sama gue, kalok lo terjadi sesuatu, lo bisa minta tolong sama gue ya sha " ucap Gesy. Lalu Sasha menengadahkan kepalanya tersenyum kearah kearah Gesy. " Makasi ya Ges ". Gesy menganggukkan kepalanya dan juga tersenyum kearah Sasha.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun berbincang - bincang ringan bersama. Membahas tentang sekolah dan mereka berjanji setelah lulus sekolah mereka akan selalu bersahabat.


Sangking ke enakan ngobrol, mereka berdua sampai lupa waktu. " Sha! gue balik ya udah sore rupanya ". ucap Gesy.


Sasha menautkan kedua alisnya menatap Gesy, " Kejedot kali kalau balik Ges haha ".


Gesy tertawa mendengar ucapan Sasha, " bisa aja lo sha, maksud gue pulang kale ".


" Yudah cepet pulang sono kamu Ges "


" Iya - iya ni juga mau pulang jugak " ucap Gesy dengan muka merengut. " nampak kali lo nguser gue ".


" hehehe " ketawak sasha.


" Nyengir lo, cabut dah gue " Gesy bangkit dari duduknya dan berjalan beriringan dengan Sasha.


" Gue cabut ya Sha, dada " ucap Gesy ketika sudah di dalam mobil dan melambaikan tangan pada Sasha.


" Aman Sha " ucap Gesy melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya.


" Makasi ya Ges " terial Sasha, entahlah Gesy mendengarnya atau tidak.


Setelah itu Sasha maauk kembali ke dalam rumah kosannya yang kecil itu.


☆☆☆


Tok... Tok... Tok...


Pintu kamar seorang pelajar laki - laki di ketok seseorang, si empunya pun merasa terganggu dengan ketokan tersebut.


" Ck ada apaan bik? " tanyanya berdecak ketika membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


" Tuan sudah di tunggu untuk makan malam di bawah sama ibu dan bapak " ucap pelayan tersebut menundukkan kepalanya.


" Iya bentar lagi gue turun " jawab pelajar pria tersebut dengan menutup pintu kamarnya dan menyuaul mami papinya di ruang makan.


" Lama kali si kamu, ngapain aja cobak di kamar sampek lupa makan " cerocos wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi meja makan.


Pelajar pria itu hanya santai berjalan mendekat ke meja makan dan menarik salah satu kursi yang ada di sana.


" Macem gak tau aja si Mi, maen games lah apa lagi cobak " jawabnya enteng.


Kedua orang paruh baya hanya menggelengkan kepala melihat anak semata wayangnya ini.


" Beno... beno... " ucap dua orang itu paruh baya tersebut.


" Yadah cepetan gih di makan makanannya keburu dingin nantinya " ucap mamanya beno sambil mengambilkan makanan untuk suami dan anaknya tercinta itu.


" Oke mami yang paling aku sayangi " jawab beno dengan menyendokkan makanan kedalam mulutnya.


Setelah selesai makan beno pun memilih kembali ke dalam kamarnya. " mi pi aku balik ke kamar dulu ya ". ucapnya sambil berdiri.


Mami papinya beno meng iyakan ucapan anaknya. " yaudah sana tapi jangan tidur terlalu malam kamu " ucap mama beno.


" siap bosqu " jawab beno sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Di dalam kamar, beno ke masuk kekamar mandi dulu untuk gosok gigi dulu setelah itu dia pun menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk itu sambil menatap ke atas dinding yang berwarna putih.


" Em... kalok di pikir - pikir gue kok ngerasa bersalah ya sama tu anak culun " batin beno. " Teros tadi kata kawannya dia sampek pingsan segala lagi " pikir beno lagi dan lagi.


" Ahh... bodo amat lah sama dia, ngapain jugak gue peduliin tu orang. mendeng gue tidor ". ucap beno dan memilih untuk tidur saja.


###

__ADS_1


__ADS_2