
" Mi sebenernya apa hubungan kecelakaan Mami sama si Sasha itu? ". Tanya Bram yang sedang menyetir mobil, melirik sekilas Wina di sebelahnya.
" Sasha itu, yang waktu itu bawa Mami kerumah sakit waktu kecelakaan Pi ". Jelas Wina pada suaminya. " Sasha tu anaknya sopan kali loh Pi".
" Oyah!... Papi jadi penasaran bagaimana orangnya ". Kata Bram
" Nah kalau gitu sekarang kita ke apartemen Beno tengok keadaan dia disana ". Ucap Wina antusian mengajak suaminya itu.
" Kalau hari ini Papi gak bisa Mi. Mami lupa ya?, kan Papi ada metting hari ini ". Jawab Bram melirik istrinya yang sangat antusias.
" Oh iyaa Mami lupa ". Kata Wina cengengesan.
" Lain kali aja Mi, kalau ada kesempatan bakalan ketemu jugak sama orangnya bukan! ". Ucap Bram, Wina pun mengangguk.
" Ah... iya Mami lupa, kalau Sasha pun pernah kerumah juga lo, ngaterin Beno karna kakinya sakit, waktu abes jatoh dari motor ". Katanya.
" Yaallah baik sekali Sasha itu ya Mi ". Kata Bram. " Keluarga kita hutang budi sekali sama dia ".
" Bener sekali itu Pi, makanya ini Mami mau ke apartemennya Beno, lihat kondisi dia sekarang ini kayak mana ". Wina setuju dengan ucapan suaminya itu. Memang Sasha itu baik banget, dia suka rela menolong orang yang sedang kesusahan. Mau yang dia kenal mau pun tidak, ia pasti bakalan menolongnya.
" Yasudah ni Papi anterin Mami sampai apartemennya Beno ".
☆☆☆
Di apartemen Beno.
Sasha terbangun dari pingsannya dengan memegang kepalanya yang rasanya pusing sekali. Dia melihat sekitar ruangan yang sekarang ini dia tempati. ' Aku di mana?, ini bukan kosan aku!, terus aku di mana ini '. Batin Sasha masih dengan memegang kepalanya.
" Kamu sudah bangun nak! ". Ucap Wina yang baru saja membuka pintu kamar dengan membawa nampan berisi bubur di tangannya.
Sasha bingung kenpa Maminya Beno ada di sini. " Kok tante Wina ada di sini? " Tanya Sasha berananjak membenarkan duduknya di atas kasur.
__ADS_1
Wina berjalan mendekat kearah Sasha lalu duduk di pinggir ranjang. " Kamu kan lagi di apartemennya Beno, jadi tante jengukin kamu di sini ".
' Hah!, apa?. Apartemennya Beno '. Pikir Sasha. Lalu Sasha mengingat - ingat kejadian tadi malam.
' Ah... iya semalem aku hampir di apain sama preman, dan yang nolongin aku anaknya tante Wina, Beno '. Batinnya dengan melirik sekilas tante Wina yang juga sama sedang melihatnya. ' Kalok gak ada dia, gak tau deh aku jadi apa '.
" Keadaan kamu kayak mana sayang?, apa ada yang sakit?. Tante suruh dokter keluarga tante kesini aja yah, buat cek keadaan kamu bagaimana! ". Tanya Wina yang khawatir sama Sasha, yang sudah siap mencari nomor kontak di Handphone dokter tersebut
" Eh... gak usah tante. Aku cuman masih ngerasa pusing aja, paling bentar lagi pasti ilang kok sakitnya ". Cegah Sasha.
" Yasudah kalau kamu gak mau tak apa - apa. Kalau gitu, ini kamu harus makan ini, agar cepet sembuh ". Wina mengangkat bubur itu dan ingin menyuapi Sasha.
" Saya aja tante, tante gak perlu repot - repot begini. Pakek segala bawain bubur untuk aku ". Ucap Sasha sungkan.
" Gak pa - pa, biar pante aja yang nyuapin kamu ". Wina tetep kekeh untuk menyuapi Sasha. Kini ia sudah menyodorkan sedoknya di hadapan Sasha.
Aku awalnya dia saja.Wina mengerakkan lagi tangannya yang terulur memegang sendok, karna aku tidak kunjung juga membuka mulut ku.
Aku pun menerima suapan dari tante Wina. Perlahan - lahan aku kunyah buburnya. Dan tanpa aku sadari, air mataku menetes dari pelupuk mata ku.
" Kamu kenapa nangis sayang, apa tante ada buat salah yah!, tau buburnya gak enak ya? ". Tanya Wina yang melihat aku menangis. Dia melihat bubur yang ada di tangannya sambil menciumnya dan juga mencolek sedikit bubur itu dengan jarinya.
Aku pun buru - buru menghapus air mata ku. " Tidak kok tante saya tidak apa - apa ". Aku berusaha tersenyum kearahnya agar dia tidak khawatir.
" Yasudah kalau gitu, sini biar tante suapin kamu lagi sayang ". Wina mulai menyuapin aku lagi, hingga bubur itu habis.
☆☆☆
Sedangkan di sekolah.
" Ni Sasha kemana si sebenernya lah ah ". Gerutu Gesy yang lagi duduk di kantin sendirian.
__ADS_1
" Suntuk gue kan kalok gak ada kawan gini ". Ucapnya dengan menyeruput jusnya, lalu beranjak dari duduknya masuk ke dalam kelas, karna bel sudah berbunyi.
☆☆☆
" Kamu mau mandi sayang? ". Tawar Wina.
" Akh gak usah tante, lagian saya kalau mandi mau lakai baju apa! ".
" Bener juga, ehh tapi kalok tante rasa Beno ada lah setelan kaos di dalam lemari ". Wina berjalan kearah lemari di sudiut ruangan. " Nah kan ada ".
" Nanti saja saya mandinya di kosan tante, gak enak kalok makek baju orang tanpa pamit ". Tolak Sasha secara halus dengan mengibas - ngibaskan telapak tangannya.
" Udah Gak masalah, kamu sekarang mandi aja dan pakai saja ini ". Wina pun memberikannya celana jins hitam panjang dan juga kaos berwarna putih.
Karna sudah terlanjur di berikan satu setelan baju oleh Wina, Sasha hanya nurut saja dan berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar itu.
Selama Sasha mandi, Wina hanya duduk di tepi tempat tidur itu saja, sambil menunggu Sasha keluar.
Setalah selesai, Sasha pun keluar dengan baju dan celana yang lumayan kebesaran di badan rampingnya itu. Tapi tak pe lah, sukur ada yang lumayan muat sama dia. " Makasi ya tente, udah mau minjemin aku baju ".
" Iya sama - sama sayang ". Ucap Wina berdiri dan memeluk Sasha.
Rasanya Wina sayang sekali sama Sasha. Mungkin, karna dia cuman punya Reno satu - satunya dan gak punya anak perempuan, jadinya dia sudang menganggap Sasha sebagai orang dekat di keluarganya sekarang.
Setelah habis mandi
' Aku harus ucapin terima kasih juga ni sama Beno. Kan gak enak kalok aku gak bilang makasih sama tu orang. Walau bagaimana pun dia itu udang nolongin aku '. Ucap Sasha dengan menghadap ke arah cermin yang ada di depannya.
###
***Selamat membaca😚
__ADS_1
TBC***....