
" Dasar manusia pengacau hari - hari tentram ku ". Gerutu ku.
Setelah memesan makanan di kantin ia kembali lagi ke kelas si manusia alien itu sambil membawa makanannya menaiki tangga.
" Nih!, Makanan kamu ". Aku menyodorkan makanan itu tepat di depan matanya.
Ketika Aku kembali dengan membawakan makanan untuk beno. Semua pasang mata meliriknya. Ada yang merasa tidak suka, jijik dan segala macem yang keluar dari tu lambe turah. Tapi Aku malas melanggepinnya, biarkan ajalah meraka ngomongin apa tentang aku. Cukup makhluk astral ini ajalah yang membuatnya kesel.
Dia mengambil makanan itu dan mulai memakannya. Aku pun segera pergi dari sana karna bentar lagi bel masuk berbunyi.
Sasha melenggang keluar kelas tersebut, tapi langkah kakinya terpaksa dia hentikan karna itu makhluk astral memanggilnya. " Woii lo mau kemana ".
" Baliklah. Jadi apa lagi! ". Ucap ku menoleh kebelakang.
" Nanti lo harus anter gue pulang. Dan harus tunggu gue di depan kelas gue. Ngerti lo ". Katanya dengan menyeruput jusnya.
" Terserah ". Setelah mengucapkan itu aku pun balik kekelas ku. Benar saja ketika Aku mau masuk ke dalam kelas ku bel pun ber bunyi.
" Dari mane aje lu Sha? ".
Bukannya menjawab Sasha malah menyelonjorkan tangannya dan menopang wajahnya, seperti orang malas. " Betek aku Ges ".
Suru mapel terakhir pun datang, pelajaran kembali di mulai. Mereka satu kelas ini baek - baek gak ada yang pernah bolos, kalok pun bolos pasti bolosnya berjama'ah.
" Sha lo pulang sama gue aja ya ". Kata Gesy di sebelah ku, kami berdiri di depan kelas.
" Aku pulang sendiri aja Ges, kamu pulang duluan aja aku masih mau keperpus sebentar ". Bohong ku.
" Hemm okelah, gue duluan ya ".
Aku mengangguk lalu dia pun pergi untuk pulang.
Sasha pun pergi lantai tiga kelas 11 Bisnis 1. Sasha menunggu di depan pintu kelas tersebut. Murid - murid dalam kelas itu berhamburan keluar tapi mengapa dia tidak menemukan tu makhluk astral. Sasha mengintip di dekat pintu untuk memastikan ada atau gak dia di dalam.
" Baaa--- nyariin gue lo ya!, kangen lo pastikan sama gue ".
__ADS_1
" Pedean kali kamu, udah cepetan yok aku anterin kamu sampek depan gerbang sekolah ". Ucap ku.
" Siapa yang suruh cuman sampai depan gerbang, gue mau lo anterin gue sampek rumah gue ".
" Hah--- ". Aku tercengang dengan ucapannya. Masa aku si ya nganterin dia sampek rumahnya.
" Udah gak usah sok tercengan kek gitu deh lo. Buruan!, atau lo mau gue lampor ke polisi, pilih mana ".
" Hemm--- yaudah buruan jalan ". Geremnya dengan mengepalkan kedua tangannya di depan muka Beno. Rasanya enak kalok nampol tu muke songongnye.
" Bantuin kek, kaki gue masi sakit ni. Gak punya otak kali dah lo ".
" Cepetan lah ahh ". Sasha pun merangkul itu si makhluk astral dari lantai tiga sampai ke depan gerbang bisa petel ni kakik di buatnya.
" Makan raksasa kamu ya?, berat banget ". Gerutu Sasha. Gimana gak berat orang berat badannya dengan berat badan Beno pasti tidak sama. Sasha bertubuh mungil, sedangkan Beno di bilang berisi enggak, tapi di bilang kurus pun enggak.
Kalok cewek - cewek bilangnya dia itu kekar. Dalam pikiran Sasha, apanya yang kekar!, cuman terkilir dikit doang aja udah kayak bayi mintak nyusu sama emaknya.
" Nyerocos aja dah lo. Jalan aja napa, ribet amat jadi orang ".
Sasha mulai geram di buatnya. Dia berjalan sampai menghentak - hentakkan kakinya karna sebel di buatnya seharian ini.
Tapi nihil membuat Beno untuk tidak menyusahkannya, mala dia membuat Aku makin kesal aja dia buat.
" Ide bagus tu, bantuin gue naik buruan. Dan lo mulai sekarang jadi beby sister pluss bodygad gue mulai sekarang ".
Mata ku hampir saja keluar mendengar ucapannya Beno sialan itu. ' Apa dia bilang?, beby siste!, bodygad!. sehatnya dia '. Pikir ku.
" Masa naik gitu doang gak bisa sendiri sih!. Kamu lakik atau bukannya? ". Tanya Sasha.
" Okee siap - siap aja lo berurusan sama polisi ". Ucap Beno bersedekap dada.
" Jadi naiknya emas embaknya? ". Tanya supir taksi yang dari tadi melihat pertengkaran mereka. Dia merasa sepasang anak muda ini sangan lucu tingkahnya.
" Jadi pak ". Kata Beno. " Ayo buruan pilih mana hah! ".
__ADS_1
" Sialan kamu, bisanya cuman ngancem doang ". Akhirnya Sasha membantu Beno naik taksi tersebut dengan sedikit tidak ikhlas.
" Lo ngapain diem di situ aja kayak patung pancoran!, buruan naik ". Ucap Beno.
" Aku udah sadar diri aja, kayak tadi pagi kamu nyuruh aku manggil taksi lain atau apalah yang bisa aku kendarain ".
" Etdah buruan gak lo naik, kesian tu pak supirnya nungguin ".
Setelah itu pun naik dan duduk di sebelah Sasha. Semala di perjalanan tidak ada percakapan sedikit pun keluar dari mulut mereka, yang terdengar hanya suara kelakson mobil.
Setelah sampai Sasha tercengang dengan rumahnya Beno. Rumahnya sangat besar dibandingman rumahnya dulu sama ke dua orang tuanya, lebih besar lagi rumahnya si makhluk astral ini.
Kan jadi teringet dia dengan kedua orang tuanya, dia sudah lama gak ngunjungi makam kedua orang tuanya. Terakhir kali dia kesana sebulan yang lalu..
" Assalamualaikum mami, aku pulang ". Teriak beno.
" Waalakium'salam, yaallah kamu kenapa nak kok jalannya pinjang - pinjang begitu?. Terus motor kamu mana? ". Tanya Mami kaget setelah membuka pintu melihat kondisi anak semata wayangnya.
Sedangkan yang di tanya mala cengengesan gak jelas. Kan anak durhaka kayak gitu.
Mami Beno lalu beralih melihat gadis yang ada di belakang anaknya itu. Dia meneliti gadis tersebut dari atas sampek bawah.
Setelah Maminya makhluk alien itu keluar membukakan pintu, Sasha hanya menunduk. Pasalnya dia takut nanti orang tuanya bakal marah dan bakal ngancem sama kayak anaknya.
" Kamu! ". Kata Mami Beno.
Aku semakin menunduk. " Maafkan saya tante saya gak sengaja untuk mencelakai anak tante, tapi anak tante yang naik kerenanya ugal - ugalan di jalanan ". Jelas Sasha takut dan gak berani memandangnya sedikit pun.
Beno yang mendengarnya langsung memasang tatapan elangnya kearah Sasha. " Hey lo kok mala jadi nuduh gue!. Jelas - jelas di sini lo yang salah ".
" Kamu--- ". Mami menjeda ucapannya dan berusaha melihat wajah Sasha. " Kamu bukannya yang hari tu nolongin saya ya! ". Ucap Mami, meyakinkan dirinya bahwa gadis di depannya yang hari tu nolongin dia waktu kecelakaan.
Sasha yang mendengarnya terkejut dan menegadahkan wajahnya memandang Tante itu. Lalu menatap si makhluk astral yang juga sama - sama kaget dengan ucapan Maminya sendiri.
' *Hah!... '.
__ADS_1
###
***Aku Up lagi ni😁. jangan lupa Like, komen n vote ya biar Autornya tanbah semangat 😙💪****