Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 40.


__ADS_3

Empat orang siswa laki - laki sedang berjalan ingin masuk ke dalam kelas mereka, sehabis dari kantin. Tapi langkah salah satu dari mereka terhenti, karna ia melihat di depan pendaftaran calon Wakil Osis ramai, ramainya bukan karena mereka pada mau mencalonkan dirinya, melainkan ada yang sedang bergelot di sana.


Aihhh makjang bahasa gua. Pakek segala 'bergelot' bilang aja napa beranteng ekan😂.


Ia pun mempercepat langkah kakinya dari ke tiga temannya itu yang membuat mereka bingung. " Lah! cepet amat lo jalan Ben?. Mau jalan maraton lu ". Kata Elga teman sekaligus sahabatnya Beno.


" Emang ada yaa jalan maraton?. Setau gue si yang ada lari maraton ". Ucap Baiv garuk - garuk kepalanya yang gatel.


Arga menoleh kearah Baiv yang sedang memandangnya. " Ya sejenis itulah, gue kurang paham ".


Baiv masih saja bingung apa yang sedang Arga omongin. Dia semakin menggaruk - garuk kepalanya.


" Woii ngapain lo garuk kepala mulu!, kutuan lo yaaa ". Kata Baiv mengerutkan alisnya.


Ktepok...


Tabokan mendarat ke bibirnya Arga. " Omegoddd... bibir seksi gue ". Kagetnya karna di tabok oleh Baiv.


" Lo sih... kalok ngomong asal aja ". Katanya. " Bilang gue pakek segaka kutuan lagi ".


" Teros kalok gak kutuan, napa lu garuk kepala mulu hah ****** ".


" Gatel pala gue banyak ketombenya, nih mau lo ".


" Jorok banget si lo njir, ada item - item di kukunya lagi ".


" Hehehe... "


" Kelen kenapa sih dari tadi ngoceh aja, ayo buruan kejer Beno ". Kata Fadwi yang melihat Beno sudah mau deket dengan kerumunan orang - orang yang ada di sana.


" Wihh... cepet amat tu bocah jalan maratonnya hahaha... ". Ucap Arga yang masih ngelantur ngomongnya.


Mereka bertiga berlari menyul Beno.


" Hey kalian apa - apaan lah cobak, cuman mau mencalon jadi Wakil Ketua Osis aja sampek kacau balau kek gini ". Kata Beno menghampiri Gesy dan salah satu cewek di sana.


Gesy dan cewek itu berhenti dari jambak - jambaan mereka, tapi tangan mereka masih menempek di kepala masing - masing lawan dengan menatap Beno yang datang entah dari mana pikir mereka.


" Masik juga mencalon jadi Wakil Ketua Osis. Gimana nantik kalian mencalon jadi Presiden, lebih dari ini lah yakan! ". Ucap Beno gerem.


" Tapi dia duluan yang mulai ni kak yang mulai duluan ". Ucap cewek itu menyudutkan Gesy dan sok carik perhatian sama Beno.


" Heh muncong, gak usah caper deh lo. Pakek segala nuduh gue lagi ". Gesy melotot gak terima di tuduh - tuduh kayak gitu.

__ADS_1


" Kan emang itu kenyataannya ". Kata Cewek itu acuh.


" Mau perang beneran ni anak ". Gesy naik pitah dan kembali menjambak rambut cewek itu.


" Baru jugak di bilangin, mala berantem lagi kalian ". Beno geleng kepala di buat mereka.


" Merepet aje lo tong ". Datang Arga dan kawan - kawan menghampiri Beno.


" Diem lu ". Cercah Beno.


" Galak bener ketua kita gaisss ". Orang lagi tegang gini si Arga mala ngelawak. Kesel lihat kelakuan Arga, Fadwi langsung menimpuk kepalanya. " Sakit jir ".


" Lo gak tengok noh keadaannya lagi tegang, lo mala ngelawak ". Ucap Fadwi, Arga yang emang agak mereng sebelah otaknya cuman ngelus - ngelus kepalanya.


" Lo gak tengok tuh temen lo sampek jatoh karna mau ngelerai kalian berdua ". Ucap Beno kepada Gesy dengan menunjuk Sasha yang masih duduk memegangi kakinya.


Tadi Sasha sudah bangkit dan ingin melerai lagi, tapi badannya terdolak lagi dengan sikut cewek yang sedang beranteng dengan Gesy. Alhasil dia jadi susah mau berdiri, karna lukanya makin banyak di lutut dan juga di sikutnya.


Mereka semua pun pada menengok ke arah yang di tunjuk oleh Beno. Gesy tercengang melihat Sasha dengan luka di lutut dan sikutnya.


Ia pun segera melepaskan cengkraman tangannya dari rambut cewek itu, dan menghampirinya.


" Yaalah Sasha, maafin gue ya. Gara - gara gue lo jadi luka kek gini ". Ucap Gesy memegang luka Sasha.


" Aaah kenapa kamu pegang, sakit ". Sasha kesakitan karna lukanya asal di sentuh begitu saja sama Gesy.


" Yaallah gusti, ini ada apa toh? ". Tanya Salah satu guru dengan logat Jawanya yang baru saja datang melihat kerumunan yang ada di sana. Guru itu pun menatap Beno untuk meminta penjelasan keladanya. " Cobak to kamu jelaskan sama bapak yang sebenernya Beno ".


" Saya juga gak tau pak Osen, tadi pas saya datang kejadiannya udah seperti ini ". Jelas Beno


" Terus siapa iki yang mau ngejelasen sama bapak hoh? ". Tanya Osen keseluruh siswa yang ada di sana. " Nah kamu jody yang jelaskan kejadianne, koyok opo. Kan kamu yang menjadi panitianya dalam mencari Calon Ketua Osis ".


" Jadi tadi tu yah pak, mereka berdua rebutan mau daftar ". Tunjuk Jody pada Gesy dan juga cewek itu. " Mereka berdua tu pada gak mau ngalah untuk duluan mendaftar, jadinya mereka gelot pak sampek jambak jambaan gini pun pak ". Ucap Jody penuh semangat sampek kepala adek kelas yang cowok berkacamata dia jambak.


" Gak usah kepala aku jugalah kak yang di peragakan ". Ucap cowok berkacamata itu datar.


" Ohh jadi kalian berdua toh biang onarnya ". Osen mendewer telinga mereka berdua.


" Ampun pak bukan saya, tapi dia tu hah ". Tunjuk Gesy pada cewek itu.


" Enak aja lo. Dia duluan tuh pak ".


" Lo gak tengok ni sahabat gue lukak gegara lo ".

__ADS_1


" Lah ko--- ". Ucapan cewek itu terpotong dengan ucapan Osen


" Udah - udah, sekarang kalian berdua ikut bapak keruang BK ".


" Yahh masak ruang BK si pak. Kenantin aja syuk pak, saya deh yang teraktur bapak ". Rayu Gesy.


" Gombalan mu ora mempan sama saya, berdiri kamu kita keruang BK sekarang ". Kata Osen. " Teros kalian kok masih pada disini?, bubar masuk ke dalam kelas kalian masing - masing sana ".


Mereka semua pun kicep berlari masuk ke dalam kelas mereka masing - masing.


" Lah pak kalok saya keruang BK, terus temen saya siapa entar yang ngobatin! ". Ucap Gesy agar dirinya terhindar dari hukuman.


Osen pun berpikir dengan celingak - celinguk kesana kemari. Ia melihat Beno yang ingin balik kekelasnya karna tadi dia di tinggal oleh sahabat - sahabatnya.


" Beno dini sebentar kamu ". Panggilnya.


Beno berbalik arah " Ada apa pak? ".


" Kamu tolong anterin dia ke UKS, sekalian obatin jugak lukanya. Karna tadi pengurus UKSnya pergi ". Pinta pak Osen.


Beno tercengang, Sasha hanya memperhatikan lukanya saja dari tadi sambil mengipas - ngipasnya agar mengurangi rasa perihnya.


Osen yang melihat raut wajah Bono tercengang gitu, memastikannya lagi. " Bisa kan Beno? ".


" Iyaudah deh pak saya akan bawak dia ke UKS ". Ucap Beno dengan garuk - garuk kepala.


" Nah sekarang kamu dah gak ada alesan lagi gak dapet HUKUMAN dari saya ". Osen pun menekankan kata - katanya pada Gesy. Gesy langsung lesu di bikinnya. " Ayo buruan jalan, apa lagi ". Mereka jalan mengekori Osen dari belakang dengan pertikaian - pertikayan yang mereka lakukan.


Sasha dan Beno melihat mereka sudah menjauh dari pandangan mata mereka. Sasha tertawa kecil melihat tingkah Gesy.


" Nah lo nunggu apa lagi jugak hah, cepat buruan bangkit dan jalan sendiri ya ". Ucap Beno sadis memandang Sasha.


Sasha yang mendengar suara Beno langsung menghentikan tawanya dan memandang mukaknya yang seperti makhluk astral itu lo. " Iya, ni kan jugak mau bangkit dan jalan sendiri. Tenang aja kamu tuh ".


" Bagus kalau gitu ". Kata Beno berbalik badan berjalan duluan menuju UKS.


Sasha kesusahan mau bangkit, tapi masih dia usahain untuk bangkit dan berjalan. Akhirnya dia bisa bangkit dan menahan nyeri di lututnya, dan segera menyusul Beno.


###.


***Maaf ya kalok masih banyak tulisan dalam ceritanya yang salah🙏.


Dan satu lagi jangan lupa Likenya dong yaa sama komen jugak, kalok mau vote pun juga boleh hehee

__ADS_1


Salam hangat Author emuachhh😚😆


Tbc***....


__ADS_2