
" Di sini! ". Tanya Lexy. Sasha mengangguk.
Motor Lexy berhenti di depan kos'an Sasha. " Makasih ya kak udah nganterin, plus traktir aku hehe ". Sasha cengengesan setelah sudah turun dari motornya Lexy.
Lexy membuka hlemnya. " Iya sama - sama, kalok bisa sering - sering jugak gak papa hehe ". Ucap Lexy.
" Jangan kak nantik Kakak malahan di kira Ojol lagi hehe.... ". Sasha tertawa, diikuti juga dengan Lexy.
" Masaan keren kek gini di sangka Ojol, kan gak kali ". Timpal Lexy tertawa dengan guyonan Sasha itu.
" Jadi Kakak mau di sangka apaan? ". Tanya Sasha masih dengan tertawanya.
" Kalok boleh Pacar ". Ucap Lexy.
Sasha menghentikan tawanya, ia terheran dengan ucapan Lexy barusan.
" Tapi boong hehe ". Lexy semakin mengencangkan tawanya, senang sekali rasanya gitu jahili Sasha. " Yaudah Aku pulang dulu yah, udah mau magrib ". Ucapnya menyudahi tawanya dengan menstater motornya.
Sasha mengangguk. " Iya, ati - ati kak babay ". Kata Sasha. Lexsy mengiyakan perkataan Sasha dan kembali memakai hlemnya.
" Sekali makasih ". Teriaknya.
Sesampainya di dalam Kos'annya, dia membuka sepatu dan meletakkan tasnya di atas kasur.
" Mandi dulu deh, abes itu Sholat Magrib ".
Sasha pun mandi dan setelahnya ia menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim yang soleh.
Selesai sholat, Sasha melihat kembali mukenah dan sajadahnya dan meletakkannya di dalam lemari.
Seperti ada yang kelupaan tapi apaan ya. Pikirnya. Ia masih berusaha mengingat - ingat apa yang dia lupakan tadi saat di sekolah.
Udahlah paleng nanti juga ingat sendiri. Sasha mengedikkan bahu.
Sasha meraih tasnya, ia berniat untuk menyusun mata pelajaran untuk besok. Ia heran kenapa di dalam tasnya ada plastik kresek. Sasha mengambilnya dan membukanya. " Yaa Allah, baru ingit aku mau ngembali'in ni baju ". Kata Sasha bangkit dna duduk di pinggiran kasurnya.
" Kok bisa kelupaan yaa. Dia sih kalok ketemu bawaannya nyarik ribut mulu aku jadi kelupaankan ". Ucap Sasha yang menyalahkan Beno.
☆☆☆
Di lain tempat ada yang sedang makaan malam dia bersin tanpa sebab.
Huachim...
Beno menggosok - gosok hidungnya. " Kenapa Sayang kamu sakit ".Tanya Wina
__ADS_1
" Gak tau ni ma, tiba - tiba aku bersin aja gitu ". Jawabnya mengambil tisu untuk mengelap hidungnya.
" Mungkin kecapeaan ". Tebak Bram.
" Bisa jadi si Pi ".
☆☆☆
Sasha memasukkan kembali kantung plasti itu di dalam tasnya, lalu berjalan kerak bukunya untuk mengambil beberapa buku mata pelajaran untuk dia bawanya kesekolah besok.
Ia memilih rebahan di kasurnya yang lumayan keras itu. Ia memejamkan matanya sejenak dengan menghembuskan nafasnya kasar. Seperti ada beban gitu yang menimpa hudupnya.
" Aku rindu Mama dan Papa ". Sasha berbicara sendiri masih dengan mata tertutup. Air matanya mengalir di sudut matanya.
" Aku kesepian di sini Ma Pa ". Kali ini tangisnya semakin deras.
" Tolong kembali, temeni aku di sini ". Ucapnya lagi. " Jangan tinggali aku di dunia yang kejam ini ku mohon... ". Sasha menjeda ucapannya dengan menutup wajahnya dengan kuling yang saat ini dia peluk. " Ku mohon Ma Pa ". Ucapnya lirih.
☆☆☆
Sasha berangkat kesekolah terpaksa menggunakan seragam olahraga. Karna dia sudah di calonkan oleh Gesy kemarin setelah selesai di hukum sama pak Osen.
Ia dari awal gak mau gitu ikut organisasi. Alasannya adalah ribet katanya.
" Jangan monyong gitu napa, jelek lo kalok monyong gitu ". Kata Gesy membenarkan tataan rambutnya di kamera handphonenya yang ia pegang.
Gesy menyudahi yang sedari tadi berkutat di kamera handphonenya memandang Sasha yang ada di sampingnya. " Jangan monyong terus lah Sha jelek tau ".
" Sebel aku sama kamu Ges ". Ucap Sasha.
" Ayolah Sha, kan cuman seneng - seneng doang. Palengan kita gak kepilih jugaknya ". Gesy berusaha merayu Sasha dengan menggundang - guncang lenagnnya. " Aku traktir deh kamu di kantin selama pengangkatan calon Wakil Ketua Osis nantik tiba ".
Sasha melirik kearah Gesy. Sedangkan yang di lirik mangut - mangut gak jelas. " Yaudah deh aku maafin, tapi laen kali jangan kayak gini lagi yah. Kamu harus tanya dulu sama aku, apa aku mau atau gak ".
" Oke Sasha ku sayang ". Ucap Gesy dengan mencubit pipi Sasha, lalu memeluknya
Sasha yang mendengar ucapan Gesy merasa geli sendiri.
" Lagi ngomongin apa sih kok seru banget ". Tanya Akse yang baru saja datang bersama Skarle.
" Mau tau aja lo pada urusan cewek jugak ". Kata Gesy melepas pelukannya pada Sasha.
" Loh kalian berdua pun juga mencalon jadi wakil ketua Osis? ". Tanya Sasha yang melihat mereka juga memakai baju olahraga seperti mereka.
" Jelas doang ". Ucap mereka berdua kompak.
__ADS_1
" Satu sekolah ikotan kali, jadi kita berdua jugak ikutan, iya gak". Kata Akse dengan memandang Skarle.
" Yoii bro, noh liat dari kelas kita aja banyak yang ikotan jugak". Jelas Skarle menunjuk dengan dagunya.
Setiap kelas harus maksimal 6 orang yang ikut partisipasi dalam menjadi calon walik ketau Osis.
" Lah kok Gue kagak tau yaa! ". Kata Gesy garuk - kepalanya yang gak gatel.
" Kebanyaan ngerumpi si Lo sama Sasha ". Ucap Skarle sambil melirik Sasha sekilas yang sedang ingin mengambil handponenya.
" Loh kok jadi aku sih ". Sasha gak terima dengan tuduhan Skarle yang mengatainya merumpi.
Padahalkan dia dari tadi diem aja, gak sampek yang kayak Liva sama Reyla yang ngerumpinya sampek kebangetan di bangkunya.
Akse dan Skarle tertawa melihat reaksi Sasha karna di tuduh merumpi.
" Assakamualaikum wr. wb., Bagi siswa/ Siswi yang sudah mendaftar menjadi Calon Wakil Ketua Osis merapat ke Aula sekarang juga terima kasih, wassalamualaikum ". Ucap Seorang guru dari baling Microfonnya
" Ehh ke Aula aja yok, nanti keburu rame ". Ajak Gesy pada teman - temannya yang juga ikut mencalonkan diri.
Sasha, Gesy, Reyla, Liva, akse dan juga Skarle, mereka pergi menuju Aula bersamaan. Ketika berjalan mereka bercengkrama.
" Apakah udah berkumpul semua yang ikut mencalonkan dirinya? ". Tanya Pak kepsek.
" Udah pak... ".
' Rame jugak ya yang pada ikutan Ges '. Ucap Sasha lirih kepada Gesy yang ada di sampingnya.
' Iya Sha gue kira pun tadinya dikit. ternyata gak sesuai sama ekspektasi Gue Sha '. Balas Gesy.
" Assalamualaikum Wr. Wb ". Ucap pak Durse selaku kepsek di Sekolah The School Internationaliti.
" Waalaikumsalam Wr. Wb. ". Jawab semua orang yang ada di dalam gedung Aula.
" Saya selaku Kepsek di sekolah kita tercinta ini. Bapak akan mengadakan pengangkatan Wakil Ketua Osis kita yang baru. Kita akan mengadakan kegiatan ini di lingkungan sekolah saja. Gimana apakah kalian setuju dengan usul bapak yang barusan ". Kata Pak Durse.
" Setuju pak ". Ucap kami semua kompak.
" Kalau gitu kegiatannya di mulai besok ya anak - anak. Kita hari ini masuk sekolahnya hanya sampai jam 10, karna kami nanti ada rapat. Jadi kalian jam 10 sudah boleh pulang, mengertikan anak - anak. Iya satu lagi besok pakek baju Olahraga yaa ". Jelas Pak Durse.
" Baik pak ".
" Kalau gitu kalian bisa kembali ke dalam kelas masing - masing. Wassalamualaikum wr.wb ". Ujar pak Durse pada semua muridnya.
" Siap terima kasih pak ". Kami semua pun berkeluaran dari gedung Aula tersebut.
__ADS_1
###.
Tbc....