
Pak Towa merasa malu, mala di sana ada Guru pujaan hatinya yang selalu mau Ia ambil hatinya, tapi ya gak kecantol-cantol tu hati.
" Ahh udah-udah, intinya 40 Menit terakhir kalian harus sudah ngumpul soalnya ". Ucapnya sedikit marah lalu keluar dari sana.
" Kalian kerjakan saja soalnya kalau sudah selesai bisa di kumpulkan sama saya, kami keluar sebentar ". Bu Karin keluar, belum sempat keluar pintu Ibuk itu berbalik arah. Sepertinya melupakan sesuatu pikir kami.
Buk Karin sendiri Dia Guru Tata Busana. Buk Karin itu cantik, Bertubuh langsing, tinggi, kulitnya mulus, cantik. Aduhailah pokoknya.
" Kalian akan diawasi oleh mereka, kalau kami belum kembali kalian bisa kumpul sama Lexy atau Beno. Mengerti! ". Tunjuk Buk Karin kepada Lexy dan juga Beno di dekat pintu.
" Siap Ibuk cantik ".
Ketika mendengar nama Beno, Aku jadi males. Takutnya nanti Dia gangguin, membuat Ku gak konsentrasi.
Mereka berdua masuk dan memantau kami yang sedang mengerjakan soal.
Beno dan Lexy melihat ku terus menerus secara bergantian. Aku pun merasa risih di liatin kayak gitu.
' Ada yang aneh kah! '. Batin ku.
Beno berjalan satu arah lewat barisan ku, Dia sengaja menjatuhkan Pena miliknya di dekat ku.
Aku memilih fokus pada soal, males melirik kearah Beno, nanti dia kira aku kege'eran ngeliatin Dia. Kan gak lucu, disini banyak orang lagi.
Dia berjongkok agak lama sambil menatap ku dan mengambil Penanya kembali.
" Jangan curang Lo jawab tu soal, kalok gak Lo berurusan sama Gue ". Ucapnya lalu bangkit.
Aku mengernyit. ' Siapa jugak yang mau curang huh! '.
Akse yang duduk di samping Ku berbalik kebelakang. " Tadi tu orang ngomong apa sama Lu Sha? ". tunjuk pakek mulutnya.
Aku mengangkat bahu Ku ". Entah tuh!. Gak penting ".
" Okey ". Ucapnya dengan mukak bodo amat dan berbalik ke arah depan.
Aku pun kembali mengerjakan soal dengan tenang, tidak ada keributan. Tapi sepertinya di sudut ruangan paling ujung dekat tembok ada yang main curang!.
Dia mengintip kearah laci meja ketika semuanya sedang sibuk mengerjakan soal, maka itulah kesempatan bagi Dia.
Ia hendak melihat kembali kertas di dalam lacinya, mencari jawaban yang serupa dengan kope'an miliknya.
" Sepertinya ada yang siap-siap di hukum ni sama Pak Towa ". Beno menarik kertas anak itu, mengapit kertas itu dengan jarinya keudara menunjukkan kepada semua yang ada di sana.
Kami melihat kearah Beno memegang selembar kertas, lalu memandang anak perempuan yang sedang menunduk.
Namanya Dasna. Yang Aku lihat di baju miliknya seperti itu.
" Wah! parah ". Teriak Akse dengan hebohnya sambil berdiri menunjuk anak itu.
Lexy mendekati Beno dan melihat isi kertas itu.
" I--itu bukan punya saya kok Kak ". Dia membela dirinya.
" Terus kalau bukak pula Lo, punya siapa? ". Ucap Beno melotot. " Jelas-jelas tulisan di kertas ini sama yang di kertas soal punya Lo aja sama. Masih mau ngibul pulak Lo ". Lanjutnya dengan merampas kertas conte'an dari tangan Lexy dan menyampaikan dengan tulisannya yang ada di kertas jawabannya barusan.
" Ni samakan. Mau bodohin Semua orang yang ada di sini pulak Lo! ".
" Nah loh gak bisa ngelek lagi Lo kan ". Ucap Reyla dan Liva barengan yang duduk di sebelah anak itu.
" Ehh... udah ketangkep basah masih bisa pulak Dia ngeles. Gak punya malu Lo yah? hahaha". Tambah Gesy
Mendengar itu semua pada menertawakannya.
Karena merasa di sudutkan, Dia hanya diem saja. Gak berani melawan lagi.
" Ada apa ni, pada bising-bising sampai kedengaran dari luar? ". Ucap pak Towa.
" Ada yang curang tuh pak ". Aduh salah satu siswa menunjuk kearah Beno dan Lexy berdiri.
Pak Towa menghampiri mereka berdua. " Kamu ikut saya ". Dasna mengikuti Pak Towa keluar kelas.
" Siapa yang sudah selesai boleh kasih sama ibuk sini. Karna waktunya tinggal 10 menit lagi ".
" Yah! kok cepet kali buk, perasaan baru aja mulai ". Protes mereka.
" Tadikan Ibu bilang kalau sudah selesai. Kalau belum yah lanjut kerjakan ". Ucap Bu Karin dengan lembutnya.
__ADS_1
' Aku sih sebenernya sudah selesai, tapi barengan ajalah sama yang lain. ' Pikir Ku. Aku pun memilih diam di bangku Ku.
" Udah siap? ". Tanya Lexy yang tiba-tiba nongol di belakang Ku.
Aku sedikit tersentak. " Ehh.. iya Kak udah ".
" Kenapa gak di kumpulkan? ".
" Biar barengan sama yang lain Kak ".
" Kalok udah siap tuh langsung di kumpul ". Beno sengaja lewat sambil ngomong keras biar yang lainnya pada denger.
" Bu Karin ini ada yang udah siap ". Teriak Beno sambil melirik kearah Ku.
" Sini kumpulkan ". Ucap Bu Karin dengan meletakkan berkas yang di lihatnya barusan di atas.
' Makhluk astral sengaja nih pasti! '. Batin Ku dengan melihat Beno gak senang.
" Lo dah siap Sha? ". Tanya Skarle menghadap kebelang.
" Udah kumpulkan aja ". Ujar Lexy
Terpaksa deh Aku ngumpul paling pertama. Padahalkan niatnya mau barengan.
Aku pun maju, ketika melewati Beno. Karna gerem aku pijak tu kakinya. Dia menahan rasa kesakitan di kakinya.
" Awas Lo! ". Ancamnya.
Aku mengabaikan ucapannya dan terus berjalan.
Ketika Aku maju, semua mata melihat ke arah Ku. Inilah yang paling aku benci, jadi pusat perhatian.
Aku menyerahkan jawaban Ku sama Bu Karin. " Ini Buk ".
" Oh iya, Kalau gitu kamu boleh keluar ".
" Iya Bu, Terima kasih Bu ". Ucap Ku.
Aku keluar dan berjalan menyusuri koridor demi koridor yang sudah sepi, menuju ke Kelas Ku. Karna tas Ku masih di sana.
Lumayan jauh sih dari Ruang Osis kearah kelas Ku, Mesti naik tangga menuju lantai dua.
" Tunggu mereka aja deh paling bentar lagi pada keluar ". Ujar Ku sambil berdiri di depan kelas menghadap ke arah lapangan basket.
Kresek... Kresek... Hi... Hii...Hiii...
' Kok kayak ada suara? '. Batin Ku sambil melihat sekeliling Ku.
' Gak ada orang, mungkin kucing!. Tapi masaan kucing suaranya Hi... Hii... Hiii.... Perasaan Aku aja kali yah '. Aku menggaruk Kepala Ku yang tidak gatal dan menghiraukan suara itu
Tapi Suaranya terdengar lagi dari balik tempat sampah.
Aku mengecek apakah bener itu kucing atau semacamnya.
" WHAAA...!!! ".
" AHHH... ". Aku jerit karna kaget.
Yang di balik tempat sampah tertawa terbahak-bahak.
" Ahahahah... ". Mereka tertawa terbahak-bahak karna berhasil membuat Aku kaget.
" Bikin orang kaget ajalah ". Ucap Ku kesal.
" Melamun aja sih Lo!. Sekalian aja Kita isengin Lo haha... ".
Ehh.. rupanya ini semua kerjaannya Gesy, Reyla, Liva, Akse dan juga Skarle.
Rupanya ketika mereka udah mau sampai di kelas, mereka melihat Ku berdiri sendirian kayak patung.
Tiba-tiba aja Akse punya ide untuk mengagetkan Ku. Yah jadilah kayak sekarang.
Untung tempat sampah dekat mereka sembunyi gak Aku tentang ke arah mereka. Kalau gak badan mereka udah bauk sampah.
" Yee... orang Aku tuh lagi nungguin kalian. Biar barengan gitu ceritanya ".
" Ohh bilanglah ". Kata Akse.
__ADS_1
Ktepok...
Gesy menimpuk kepala Akse dengan botol kosong.
" Sakit Anjim ". Aduhnya kesakitan mengelus kepalanya.
" Tadikan udah di bilang. Uhkk... ". Gertaknya dengan botol di tangannya yang siap menhantam kepala Akse.
" Pulanglah yok, udah sepi ni ". Ajak Liva
" Bukan sepi lagi pun!, tapi sepi kali. Yoklah ". Sahut Reyla.
Mereka mengambil tasnya masing-masing, lalu kami ke luar sekolah barengan.
" Kita duluan ya Gais ". Ujar Akse dan Skarle berlalu dengan Motor Sport Mereka.
Aku, Gesy, Reyla dan Liva mengiyakannya.
" Lu berdua nunggu siapa? ". Tanya Gesy pada Reyla dan juga Liva.
" Jemputan ". Ucap mereka barengan.
" Dih... Ikutan aja Lo ". Kata Reyla menyenggol lengan Liva.
" Lah emang Gue nunggu jemputan Noh ". Tunjuknya kearah Mobil Sedan yang menuju ke arah mereka berdiri.
" Ge'er Lu. Byee... ". Ujarnya masuk kedalam Mobil tersebut dan berlalu pergi.
Gak lama Liva berlalu pergi, ada seseorang berhenti di depan mereka dengan mengenakan Sepeda Motor kecenya.
" Gue duluan juga yah, udah di jemput tuh ". Kata Reyla, lalu nangkring di atas Motor tersebut, dengan sekejap melesat entah kemana.
" Kamu di Jemput Ges? ". Tanya Ku.
" Enggak tau nih!. Gue bareng Lo ajalah. Lo naek Bis kan! ".
Aku mengangguk. " Nunggu sana aja yuk ". Tunjuk tempat penungguan Bis berhenti.
Kami pun berjalan ke sana.
" Gue kok kagak tau yah kalok Reyla punya gebetan cakep kek gitu. Gue kira Dia gak laku ". Ujar Gesy masih setia melihat Ke arah Reyla Pergi, padahal udah gak kelihatan jugak itu Motor.
" Yah itu mah kamu yang gak laku Gesy bukan Dia haha... ". Ejek Ku.
" Yee... Macem Gue aja yang gak laku!. Elu pun sama kagak laku juganya, sok bilangin orang whuu... ".
" Sapa bilang kalok Aku gak laku?. Banyak kali yang ngejer-ngejer aku di luar sana buat jadi pacarnya ". Kata Ku dengan tingkat kepedean yang cukup tinggi.
" Serah Lo dah, yang penting sahabat Gue yang satu ni senang ".
Sambil menunggu Bisnya lewat kami bersenda gurau bersama, menyangkut kejombloan kami. Tiba-tiba Handphone Gesy bunyi.
" Siapa? ". Tanya Ku.
" Bunda ". Jawabnya.
" Assalamualaikum iya halo Bun? ".
".... "
" Ini udah mau jalan pulang ".
"..."
" Mobil Aku masih di bengkel Bun besok baru siap kata tukangnya ".
"..."
" Oke siap Bunda Ku sayang emuachhh ". Sambungan telepon pun terputus.
" Kenapa? ". Tanya Ku yang dari tadi memperhatikan Gesy.
" Bunda suruh Gue jemput di bandara. Bentar lagi supir bunda nyampek nih. Lo mau ikut? ".
" Gak usahlah Ges, Aku mau langsung pulang aja. Kayaknya Aku gak enak badan jadi mau langsung pulang ". Ucap Ku.
" Ohh yaudah. Gue duluan ya tuh dah nongol, byee ". Ucapnya dan melesat pergi.
__ADS_1
...# BERSAMBUNG #...
Jangan lupa Likenya kalau kalian suka sama nih novel :). Vote juga boleh, kalau yang mau gak maksa kok hehe.