
Sasha memilih berlari saja lah dari pada mesen ojol kelamaan atau pun panggil taksi, itu pasti bayarannya bakalan mahal. Bisa - bisa jiwa misquen ku meronta - ronta untuk bayar yang begituan.
Sedangkan motornya si manusia alien ****** situ gak uros. Paleng udah di suruh pihak bengkel untuk di benerin.
Lain halnya dengan Beno dia sudah sampai di sekolah dan duduk adem banyem di dalam kelas dengan soid - soidnya.
Setelah sudah masuk dalam kawasan sekolah Sasha berhenti sejenak untuk menetralkan nafasnya yang sengok.
" Heeeh... capek banget ". Keluh ku. " Ini semua gegara tu manusia alien gak jelas ".
Sasha pun kembali berjalan menyusuri koridor kelas - kelas, tapi anehnya mengapa para murid - murid ngeliatin dia aja, emang ada yang aneh ya. Perasaan aku gak ada yang aneh, dah lah abaikan aja. Batin ku.
' Ehh itu bukan si yang beranten sama anak kepsek '.
' Iya! itu dia. Cari gegara dia tu sama anak kepsek '.
' Ihhh udah lah biarin aja. Mending kita cabut '.
Bisik - bisik orang yang lewat dekat Sasha. Tapi Aku biarkan aja, mungkin mereka lagi sensi sama aku.
Sampainya di kelas Sasha masuk dan langsung duduk di bangkunya. Suasana kelas ketika Sasha datang berubah jadi mengkem semua.
Padahal tadi dari kejauhan Sasha mendengar kalau kelas mereka ributnya nauzubillah minta di tampol tu pada lambe.
" Sha kayaknya semua anak di sekolah udah pada tau dah, lo sama Ferna berantem di toilet semalem ". Ucap lirih Gesy ketika Sasha mendaratkan bokongnya di bangku sebelahnya.
" Woiii Sha lo viral ni, jadi bahan gosipan satu sekolahan ". Celetuk Reyla dan si Liva yang ngekori di belakangnya kayak anak ayam. " Iya jadi bahan omongan lo Sha ". timpal si Liva. " Lo juga Ges ". Sambungnya.
Alhasil satu kelas semua menggerubungi meja aku dan Gesy. Berbagai pertanyaan mereka lontarkan, sampai aku pusing di buat mereka.
" Iya ceritain dong kayak mana kalian bisa berurusan sama tu anak kepsek ".
" Iya iya kepo ni kita semua ekan manteman ".
" He'em bener tu ".
" Ayo dong ceritain ".
Aku memijit pelipisku kasar, sedangkan Gesy sepertinya dia udah mau pingsan karna gak bisa nafas. orang udaranya udah mau masuk ke rongga hidung, mampet di tengah jalan karna lihat muka - muka setan yang siap menerkam.
" Hei!, hei... ada apa ini, masih pagi udah menggosip aja. Ini tu sekolah untuk nuntut ilmu, bukannya mala gosip ". Jelas salah satu guru datang, semua orang yang menggerubungi meja aku dan Gesy berbalik badan dan mendapatkan guru mata pelajaran Tata Busana.
Mereka semua heran. Lah Buk Nelita kok udah ada di kelas aja. Emang kapan bel masuk berbunyi.
" Ibu kok cepet kali masuknya! kan bel masuk belum bunyi ". Kata Reyla
" Makanya jangan asik nerumpi aja kamu kayak ibu - ibu komplek, jampek bunyi bel pun gak kedengeran ". Jelas Bu Nelita.
" Berarti ibu pun sama lah kayak kita semua suka gosip, Ibu kan tinggalnya di komplek hahaha ".
" Melawan kamu Reyla dengan saya. Mau Saya hukum kamu ".
" Jangan lah buk hehe ".
__ADS_1
" Sekarang kalian semua bubar, dan duduk di bangku kalian masing - masing ". Perintahnya.
Mereka pun bubaran dan duduk di bangkunya.
" Ibu gak seru deh gosipnya jadi terpotong. Lanjutin ajalah buk. Gak usah belajar aja sekalian". kata Liva
" Mantul itu kata Liva buk ". Timpal Akse. Dia kalok soal free class namber wan.
" Yasudah silahkan kamu Liva dan Akse angkat kaki dari mata pelajaran saya ". Ucap Buk Nelita.
Liva dan Akse kompa mengangkat kakinya di udara, membuat satu kelas terkekeh di buatnya.
Skarle yang duduk di samping Akse meninpuk bahunya dan mengacungkan dua jelpolnya. " Good kawan ".
Buk Nelita tepok jidat karna tingkah mereka berdua. " Kalian berdua memang murid paling pinter di sini ya ".
" Woo... jelas dong buk ". Ucap mereka kompak.
" Jadi karna kalian sudah pintar kalian bisa belajar di luar SEKARANG--- "
Liva dan Akse tersentak dengan teriakan Bu Nelita, mereka pun ngiprit lari keluar kelas.
Nelita hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah mereka yang memang kelawatan absurtnya.
" Oke untuk yang lainnya silahkan buka bukunya, bab 3. Nah sekarang kalian ringkas dulu, kalau sudah selesai nanti ibu jelaskan apa yang kalian tidak mengerti. Sekarang kerjakan ".
" Iya buk... ".
Mereka pun mulai melaksaknakan tugas yang sudah di berikan Bu Nelita tadi.
" Hemm.. ".
" Lo harus hati - hati kalok seumpamanya lo jumpa si Ferna itu, gue takut lo nanti di apa - apain sama tu orang ". Jelasnya panjang lebar.
" Iya kamu tenang aja, aku pasti waspada kok ".
☆☆☆
Jam istirahat paling di nanti nantikan oleh semua murid - murid.
" Baiklah anak - anak sekian penjelasan hari ini sampai bertemu di lain hari ". Ucap Bu Nelita mengakhiri penjelasannya dan keluar kelas.
Sebagian dari kelas kami ada yang ke kantin dan yang ke perpus dan ketempat lain untuk menghilangkan rasa jenuhnya di dalam kelas saja dari tadi.
" Lo gak kantin Sha? " Tanya Gesy.
" Gaklah aku sini aja lagi pening ni pala aku ".
" UKS aja yok, gue anterin ". Usulnya
" Gak usah, aku sini aja paling bentar lagi pasti mendingan ". Tolak ku
" Gue tinggal kanti gak papa ni ya "
__ADS_1
" Iya santai aja ".
Gesy berjalan dan nimpuk kepalanya si Akse yang baru saja masuk kekelas dan duduk di bangkunya, ia tadi abes di hukum gak boleh masuk jam pelajaran. " Woii... kantin yok, gue traktir deh ". Ajak Gesy pada Akse dan Skarle.
" Yok... mari kita menuju ke kantin...., juguju guju tut tut... ". Jawab Skarle bangkit dari duduknya dan langsung berjalan kekantin dan di susul Akse juga di belakangnya, kalok udah soal gratisan kagak usah di tanyak lagi sama ni dua anak curut.
" Ehh lo kira mau naek kereta api apa jir ". Gesy pun berjalan beriringan dengan mereka menuju kekantin.
Sasha udah gak heran nengok tingkah mereka yang seperti itu. Aku memilih dengerin musik dengan menggunakan earphone yang aku sumpatkan telinga.
Lagi enak - enaknya dengerin musik ada aja yang nelpon. " Ck sapa si yang nelpon ". Sasha pun melihat nama yang tertera di layar HP'nya " Beno Ganteng ". Ucapnya lirih. " Ihhh pede banget tu orang ".
Aku pun mengangkat telpon darinya ogah - ogahan. " Haaa... apaan ".
" Woii... cepetan lo ke kelas gue ". Teriak dari sebrang sana.
" Gak usah treak - treak napa, aku masi bisa denger kali ".
" Yaudah buruan lo dateng ke kelas gue 11 Bisnis 1 ".
" Tap.... ". Ucap ku terhenti lalu menatap layar benda pipih yang aku pegang. " Ealah udah di matiin ******* ni emang ". Keluh ku dan beranjak dari tempat duduk ku dan menuju kelas yang di sebutkan si alien.
Tepat di depan pintu 11 Bisnis 1, Sasha mengetuk pintu. " Permisi, ada yang namanya Beno ".
Semua yang ada di dalam kelas tersebut memandang heran ke arah ku. Biarkan sajalah tatapan mereka yang penting urusan sama Alien selesai.
" Masuk lo ". Ucap Beno di sudut depan ruangan tersebut.
" Wisss adaa cewek cakep, kenalan bole dong ". Gombal cowok yang di samping kirinya Beno, namanya Danu.
" Cewek lo Ben!, boleh jugak ". Ucap kawannya yang satu Elga.
' Ihhh ogak bener aku jadi cewek ni manusia alien '. Batin ku
Danu dan Elga ini adalah sahabatnya Beno, dulunya waktu masih SMP mereka berdua sahabatan dan gak nyaksa bisa ketemu lagi setelah setahun homeschooling bisa satu kelas sama si somplak.
" Cewek apaan, dia tu babu gue ".
' Hem... terserah kamu mau ngomong apa ". Batin ku lagi. Males ngelanggepin manusia seperti yang sekaranag ini di depan ku.
" Hah-- " Danu dan Elga kaget dengan ucapan Beno. " Gila aja lo, cewek cantik gini mending gue jadiin gebetan ". Ucap Elga dan Danu menyetujui ucapan Elga yang ada betulnya.
" Heh culun beliin gue mie goreng di kantin ". Suruhnya.
" Uangnya mana ". Ucap ku ketus.
" Nah " Beno memberikan selembaran uang seratus ribu pada ku, aku pun mengambilnya lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi.
Beljm lagi keluar kelas masih di ambang pintu dia memanggil ku lagi. " sekalian jus sirsak satu ". Ucapnya dan aku melanggepinnya tanpa menoleh sedikit pun sama dia.
" Pengacau hari - hari ku yang tenang ". Racau ku di sambil berjalan menuju kantin.
###
__ADS_1
Haiii gais aku up ni 😁 jan lupa ya kasi Like di setiap part yang aku tulis oke 😉😚.
Tbc...