
Karna yang di hukum lumayan ramai. Jadi kerjaan mereka di kerjakan tidak lebih dari 30 menit.
" Udah siap ni pak, kami masuk kelas ya ". Teriak Gesy, dan di anggukun oleh para siswa yang lain.
Towa yang merasa di langgil pun mengalihkan pandangannya dari Hp yang iya pegang dan melihat sekeliling, apakah udah bersih atau belum. ' Emm... lumayan lah '. Batinnya.
" Yasudah kalian boleh kembali kekelas kalian masing - masing, Lain kali kayak gini lagi kan ya!, jadi sekolah kita makin bersih kalian buat ".
" Makasi pak tapi kami tidak tertarik ". Lawan Gesy, dan mereka segera pergi dari sana. Kalok gak pasti tu lambe Guru makin panjang kalok di sahutin mulu.
Di sepanjang perjalanan menuju kelas tak henti - hentinya Gesy menggerutu gak jelas, dengan bersedekap dada, dan tak lupa menghentak - hentakkan kakinya, meluapkan emosinya. " Kesel banget gue hari ini, udah mau nabrak pak satpam pun masa bisa juga telat. Padahalkan telat cuman 10 menitan doang ".
Sasha yang melihat Gesy gerutu kayak gitu bikin ia merasa bersalah sama dia. " Aturan sebaiknya kamu tu tadi gak usah segala jemput aku di kosan, kan kamu jadinya kena hukum gegara aku ".
" Apaan si, ini tu bukan gegara lo ". Ucap Gesy. " Tapi ni tu gara - gara, Guru tu. Gue kira dia beneran baik mau nganterin kita kebarisan kita. Ehh... rupanya nganter kebarisan anak - anak yang telat. Bermuka dua tu emang Guru sialan ".
" Yaudah, jangan ngomel lagi ni kita udah di depan kelas ". Kata Sasha.
Ketika tangan Sasha ingin mengetuk pintu tersebut yang sedikit terbuka, tapi mereka berdua di kagetkan dengan suara yang berada di dalam. " Kalian tu kalau di suruh jawab, bukan mala bengong aja di situ ". Bentak Guru di dalam menghentakkan rotan di atas meja.
Sasha mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu dan memandang Gesy yang juga terkejut di sampingnya.
" Gue lupa kalok pelajaran pertama tu buk endang ". Lirih Gesy memandang Sasha.
" Aku pun juga lupa ". Ucap Sasha. " Terus ni kita harus kayak mana? ".
" Lo ketok ajalah ".
" Aku gak berani, killer bener tu guru. Kamu aja lah Ges! ". Suruh Sasha mendorong pundak Gesy.
" Kok jadi gue si, lo aja lah ".
Mereka berdua pun saling suruh menyuruh di depan pintu, hingga semua orang yang di dalam ruangan tersebut mendengarnya. " Siapa itu yang di pintu mengganggu saja ". Teriak Buk Endang dari dalam.
Sasha dan Gesy terlonjak semakin kaget dengan suara gelegarnya itu.
Terpaksalah mereka menggeser pintu itu agar terbuka. Terlihatlah buk Endang dengan muka sangarnya. Dan teman - teman yang lain melihat ke arah mereka berdua.
Melihat muka buk Endang seperti itu. Mereka berdua berjalan sedikit masuk dengan menundukkan pandangan kebawah dan menelan ludahnya kasar.
" Maaf bu kami berdua telat ". Ucap Sasha di dak berani memandang muka buk Endang.
" Kok bisa kalian berdua telat ". Teriak bu Endang ke arah berdua.
" Karna tadi kami di hukum sama bapak - bapak yang udah jelek, gitu gayanya sok killer kayak ibuk lagi!, kan parah itu buk ". Ucap kebablasan Gesy.
Semua yang ada di sana ketawa terbahak - bahak. Tapi tidak dengan buk Endang. Kelihatannya dia sangat marah dengan ucapan Gesy.
Sasha yang mendengarnya, matanya membulat sempurna memandang Gesy dan menyenggol lengannya. " kamu kok ngomong kayak gitu ". ucap lirihnya.
Gesy baru menyadari ucapannya barusan dan langgsung saja menutup mulutnya dengan telapak tangannya. " Kebablasan gue. kek mana ni jadinya ".
' Aduh Ges, makin kena ni kata pasti '. Batin Sasha menepok jidat di buatnya.
" Gesyy... " Teriak Buk Endang dengan memukul rotannya kemeja.
__ADS_1
Semua pun menghentikan tawanya dan bungkam dengan pukulan rotan yang ibu itu. Kalau sampai itu rotan kena kebadan mereka pasti langsung pingsan di buat. Apa lagi yang melakukannya buk Endang, bukan lagi pingsan, tapi harus di bawa kerumah sakit, takut mana tau tu orang mati di tempat.
" I.... iya buk ".
" Kamu sudah terlambat, masih bisa ngatain saya killer lagi ". Ucapnya kembang kempis menahan amarah. " Sekarang kalian berdua tidak boleh ikut pelajaran saya, kalian keluar sekarang C E P A T...... ".
Mendengar teriakan terakhir bu Endang Sasha dan Gesy lari sekuat tenaga, agar tidak makin kenak amukannya.
" Aih apes banget dah kita berdua hari ini ".
" Kamu si pakek segala ngomong begituan sama bu Endang, kan kayak gini jadinya ". Ucap Sasha sedikit menghentikan larinya.
" Hehehe... Kebablasan gue tadi ".
" Sekarang kita mau kemana ni? ". Tanya Sasha menghentikan langkahnya di koridor UKS
Gesy pun juga menghentikan langkahnya, lalu berpikir mereka mau kemana dari pada muter - muter gak jelas kayak gini. " Emm... kantin aja kuy, laper ni gue ".
" Ayok lah aku pun tadi belum sarapan waktu mau pigi sekolah ".
" Loh!, lo belum sarapan tadi pas berangkat? ". Tanya Gesy memandang wajah Sasha.
Sasha menggelengkan kepalanya. " Belom! ".
" Pantesan gue peratiin muka lo dari tadi kayak pucet gitu pas di hukum ". Kata Gesy.
" Hemm... iyanya? ".
" Iya, mendingan kita ke UKS deh, gue takut lo kenapa - napa ". Ucap Gesy menarik Sasha ke sana.
Tapi Sasha menahan tangan Gesy untuk tidak masuk kesana. " Udah gak usah, lgian udah gak kenap - napa kok, cuman sedikit pusing aja ".
" Lo seriusan!, tapi itu lo masih pucet lo Sha ".
" Udah kita ke kantin aja yuk. Ini paling cuman gara - gara gak sarapan. Abes makan udah pasti udah mendingan ".
" Yaudah yok lah ".
Di kantin.
" Buk kita mau pesen dong ". teriak Gesy.
Buk Iyem si penjual makanan di kantin pun mendekat ke arah Sasha dan Gesy sedang duduk. " Iya mau pesen apa neng? ".
" Emm... Mie goreng pedes satu, minumnya jus buah naga juga satu ya buk ". Ucapnya. " Kalok lo mau pesen apa Sha? " Tanya Gesy pada Sasha.
" Aku roti bakar selai strowberry aja satu sama susu putih hangat buk ".
" Itu doang! " Tanya Gesy, dan Sasha menganggukkannya.
" Yaudah tunggu sebentar ya neng ".
" Iya buk ". jawab mereka berdua. Setelahnya buk iyem pergi menyiapkan pesanan mereka.
" Lo yakin Sha pesen itu aja!. Pesen lagi aja, biar muka lo gak pucet lagi tu ".
__ADS_1
" Itu aja cukup kok Ges ".
" Yadah serah lo aja ".
Mereka duduk dengan tenang menunggu pesanan mereka datang. " Sepi amat ni kantin! ". Ucap Gesy heran.
" Ya sepi atu neng, kan masih waktunya jam pelajaran. Gimana si neng ini ". Ucap Buk Iyem datang membawa pesanan mereka dan meletakkan di atas meja.
" Hehe... lupa saya buk ".
Sasha geleng kepala aja dengan ucapan sahabatnya itu. Emamg dia itu orangnya tukang lupa. ( Biasalah udah tua 😆).
" Ibu tebak, pasti kalian berdua bolos dari kelaskan? "
" Ehh... engak kok buk, kami berdua gak di bolehin ikut mata pelajaran. Karna kami tadi telat masuknya ". Jelas Sasha.
" Ho'oh buk, padahalkan kami anak yang taat aturan ". Timpal Gesy. Buk Iyem mendengarkan penjelasan dari mereka berdua.
" Yasudah kalau gitu ibuk tinggal dulu ya, kalian nik mati makanannya. Kalok butuh sesuatu panggil ibuk aja ".
" Asyiapp... ". Kata Gesy.
Tidak ba bi bu, merema melahap makanannya dan habis kesetika.
" Hadeh akhirnya kenyang jugak ni perut ". Ucap Gesy
" Buk... berapa jadinya ini semua? " Tanya Sasha, dengan memasukkan potongan terakhir rotinya.
Buk iyem yang sedang mengelap piring basang, segera menghampirinya. " Semuanya 30 ribu neng ".
Ia mengambil uangnya di dalam kantung rok sekolahnya dan memberikan tiga lembar uang 10 ribuan. " Ini buk, makasi ya buk ".
" Sama - sama neng ". Buk iyem pun berlalu meninggalkan mereka.
" Kok lo bayarin makanan gue si Sha! "
" Gapapa sekali - sekali, masa mau lo aja yang bayarin makanan gue setiap kekantin. kan aku gak enak jadinya ".
" Oke deh makasi... ". Gesy tersenyum mengembang pada Sasha.
Lama - lama mereka bosen duduk di kantin aja gak ada kerjaan.
Sasha melirik kesana kemari mencari sesuatu. ' Tadi kayaknya aku mendengar ada suara orang deh '. Batinnya.
" Sha lo ngamain si celingak celinguk gak jelas gitu ". Tanya Gesy
Masih dengan nengok kesana kemari, Sasha mala nanyak balik sama Gesy. " Kamu ada denger suara orang gak si Ges! ".
" Gak ada tu ". Ucapnya sambil mendengarkan dengan baik. " Halu lo nanti Sh... ".
" Sttt... tuh dengerin deh ". Sasha membungkam mulut Gesy untuk dengerin suara tersebut.
Tbc
###
__ADS_1
Jangan lupa like cerita aku ini ya manteman 😄💕