
" Sha lo besok akhir pekan ada rencana gak? ". Tanya Gesy yang baru saja tiba di sekolah, dan langsung duduk di bangkunya yang berada di samping Sasha.
" Aih makjang kalau dateng itu sapa dulu kek, ucap salah atau apa lah, biar orang jantungan kalok kamu dateng ". Sasha yang tadinya membaca buku kaget Gesy yang baru saja dateng mengagetkan si empunya. " Ini gak maen nyerocos aja gak jelas, kaget aku akan jadinya ".
" Hehe... ya sorry namanya maaf ". Ucapnya ketawa - ketiwi gak jelas.
" Aku seriusni lo Sha!... lo besok ada acara atau lagi sibuk gak? ". Tanya Gesy lagi.
" Emm... gak ada si Ges, emang ada apa ".
" Beneran Gak ada! ". Gesy memastikan lagi kepada Sasha.
" Iya gak ada ". kata Sasha yang mulai penasaran dengan tingkah sahabatnya ini. " kenapa emangnya? ".
" Hehe... akhir pekan kita jalan - jalan yok!. Sekalian shoping juga, dah lama gue gak jalan - jalan gitu. Itung - itung represing lah biar biar otak gak jenuh. Gue traktir lo deh ". Ajaknya dan memastikan Sasha mau ikut denganya. " Mau yaa pliss... " Gesy memandang Sasha dengan pupil eyesnya memelas agar dianya mau ikut sama Gesy akhir minggu ini.
Sasha yang melihatnya pun jadi bingung ingin menjawab apa padanya. " Kenapalah ni Gesy, mintak di kawanin sampek segitunya ". batin Sasha.
" Yoda - yoda gue kawanin ". Akhirnya Sasha pun mau ikut dengan Gesy.
Gesy yang mendengar Sasha menyetujui permintaannya itu. Ia langsung berdiri dari bangkunya dan jingkarak - jingkrak gak karuan di tempatnya.
Satu kelas yang melihat tingkah Gesy hari ini merasa aneh. " Hoy Ges!, kenapa lo! kesambet? ". Tanya Liva dari bangkunya.
Gesy pun berhenti melompat - lompat dan melihat Liva dan bergantian melihat semua temannya yang melihatnya dengan tatapan aneh.
" Sibuk aja si lo!, heboh dah lu jadi orang ". Ucap Gesy.
" Lah gue kan nayak, yakan gais ".
" Lo semua ngapain nengoin gue kayak gitu? ".
" Aneh lo hari ini! ". Ucap Akse memutar tubuhnya melihat ke arah belakang tepat di mana Sasha dan Gesy berada.
" Bodok ".
Gak lama kemudian pun guru bidang study pun masuk. Tidak ada lagi keributan di dalam kelas itu. Hanya suara guru saja yang terdengar di dalam ruangan tersebut.
Setelah pulang sekolah
" Sha besok lo, gue jemput abes sholat Zuhur ya, sekitar jam 13.00 siang atau lebih dikit lah kalok jalanan gak macet hehe... ". Kata Gesy sedikit mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya melihat ke arah sasha.
" Oke siap ".
" Yoda gue pulang bye... "
☆☆☆
Sebelum nanti siang ia pergi dengan Gesy.
Sasha bangun lebih pagi dari sebelumnya. Karna setiap akhir pekan, biasanya itu rutinitasnya untuk beres - beres kosannya.
Jadi terpaksa Sasha bangun pagi agar pekerjaannya cepat selesai dan agar bisa nemenin Gesy jalan - jalan.
Sasha mengambik sapu, dan mulai menyapu. Tetapi ia mengelap semua meja, kaca jendela, dan lainnya.
Kalau kamar tidur sudah ia rapikan setelah bangun tadi.
Mengelap meja, dan jendela. Sasha mulai menyapu dari sudut ke sudut ruangan dan menuju keluar rumah. memasukkan sampahnya di serokan sampah setelah itu di masukkan kedalam kantung sampah dan membuangnya di tempat sampah di depan rumahnya.
Pasti bentar lagi truk pengangkut sampah datang.
Dan benar saja dugaan Sasha. Gak lama truk tersebut datang.
" Lagi ngapain neng? " Tanya tukang pengutip sampahnya pada Sasha.
" Biasa lah mang buang sampah pada tempatnya hehe... ".
" Bagus - bagus harus terus jaga kebersihan ya neng ". Katanya sambil mengangkut sampah yang ada di depan Sasha.
__ADS_1
" Itu sudah pasti mang ".
" Yo uwes mang tinggal sek yoo ".
" Iya mang ".
Jangan heran kalau Sasha kenal dengan mang - mang yang tadi. Soalnya Ia orangnya gampang akrab dengan siapa pun.
Sasha balik lagi ke dalam kosannya, karna pekerjaannya belum selesai.
Selesai membuang sampah, ia mengepel ruangan itu. Setelah itu mencuci pakaiannya yang tidak terlalu banyak. Hanya tiga atau empat stel baju dan celana dan seragam sekolah saja. baru deh menjemurnya di luar.
Cuaca hari ini cukup lumayan lah, kemungkinan pakaian cepet kering hehe.
Selesai pekerjaan rumah, mandi dan sarapan. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat berputar.
Sasha tidak begitu memilih milih baju. Karna ia orangnya yang simpel aja, yang nyaman di pakek dah gitu aja.
Simpel bukan haha 😆
Tin... tin..
Sesuai janji Gesy yang akan menjemputnya jam 13.00. Ia pun datang pada jam segitu pula.
Suara klakson mobil Gesy tepat di halaman kos'an Sasha. Sasha sendiri sudah menunggunya 10 menit yang lalu di dalam kos'annya. Ketika mendengar ada suara klaksonan mobil, ia keluar.
Dan betul saja itu dia udah datang.
" Yok lah langsong jalan aja ". Ajak Gesy yang melihat Sasha udah keluar dan mengunci pintunya.
" Ngebet banget dah kamu Ges! ". Kata Sasha degan menyelempangkan tasnya di pundak.
" Hehehe... sekali - sekali Sha ".
Sasha pun sudah duduk anteng di samping Gesy, dan memasang bet pengaman.
" Oke deh cuss ". Gesy melajukan mobilnya ke jalan raya yang juga siwar siwir di jalanan.
Biasalah yang pada mau jalan sama gebetannya. Jadilah jalanan macet begini. ( Ya apalah daya orang jones begini bukannya mau ngapel yang ada ngepel di rumah 😅😂 ).
" Ya ampun belum lagi lama dari kos lo Sha, udah macet aja ni jalan ". Omel Gesy dengan menurunkan kecepatanny. " Padahal ni ya!, tadi pas mau jempot lo ni jalan gak serame ini!. "
" Sabar Ges! namanya juga jalanan umum wajar aja lah macet, kalok di tol iyalah mulus gak ada lampu merah ". kata Sasha
Perkataan Sasha di abaykan gitu aja sama Gesy dan masih saja melihat ke arah lampu merah di depan sana." Ck, lama bener dah ni lampunya ganti ".
" Yee... di cuekin gue " batin Sasha.
Gak lama pun lampu berubah menjadi warna hijau. " Gini kek dari tadi ". Gerutu Gesy dengan melajukan mobilnya.
Sasha yang mendengarnya gerutu gak jelas dari tadi hanya geleng - geleng kepala. " Emang aneh ni anak ". batinnya melihat kearah Gesy yang masih fokus kearah jalan.
Ternyata Gesy sadar kalok Sasha dari tadi nengoin dia. " Napa lo Sha?, nengoin gue sampek segitunya! ". katanya melirik kearah Sasha dan kembali kearah depan.
" Iya gue tau kok... ". Ucapan Gesy tergantung, Sasha jadi melihat Gesy karna ucapannya itu. " Kalok gue itu cantik, dan itu udah dari lahirnya jugak ". Lanjutnya memandang Sasha.
Sasha yang mendengarnya memutar bola matanya malas.
Dia kira Gesy tah mau ngomong yang serius gitu. Ehh... ternyata ngomongin hal yang merasanya penting bagi dirinya. " Narsis kamu Ges ".
Gesy yang di katain sama sahatanya itu hanya cengar - cengir gak menentu.
" Nah dah nyampek ni kita. Yuk turun ". Ajaknya ketika sudah sampai di mall pusat kota. Sasha yang mendengar segera turun dan menghampiri Gesy.
Belum lagi turun dari mobil. Ia melihat gesy langsung berlari masuk ke dalam dan meninggalkan Sasha gitu aja. " Hoi... Ges tunggu'in dong ". Teriak Sasha. Namun di hiraukan gitu aja samanya.
" Dasar Gesy!, dia yang nyajak eee mala dianya pulak yang ninggalin ". ucapnya lirih dan segera mengejaknya masuk kedalam. Takut nanti Sasha kehilangan jejaknya pula.
Sasha celingak - celinguk kesana kemari mencari keberadaan Gesy dan akhirnya ketemu di salah satu toko ternama. Ia pun segera mendatangi Gesy di sana.
__ADS_1
Sasha menepuk pundak Gesy, ketika ia udah berada di belakangny. " Kamu tu ya Ges main tinggalin aku gitu aja, kayak ngerasa gak berdosa ". Kata Sasha masih dengan nafas ngos ngosan karna berlari kesana kemari gak nemuin sahabatnya.
" Hehe... maaf gak sengaja ".
" Ketawa pulak itu. Gak tau apa kamu aku sampek keliling - keliling. Capek tau ". Ucap Sasha dengan muka cemberut.
Gesy yang melihat Sasha mulai ngambek bukannya ngerasa bersalah. Malahan makin mengeraskan ketawanya.
Seorang penjaga toko tersebut darang menghampiri Sasha dan Gesy dengan memberikan 3 kantong papper bag di tangannya kepada Gesy." Ini kak pesenannya tadi, sudah saya bungkus ".
" Ohh... Iya, makasi ya mbak ". Gesy mengambil pepper bang yang di sodorkan pada penjaga toko itu.
Sasha yang melihat Gesy menerima barang tersebut tercengang di buatnya. " Ges ini belajaan kamu semua? ".
" Hem...". Gesy yang menyadari keheranan sahanatnya itu!, mengukuti sorot matanya. " Yaiyalah, masa punya mbak ini kan gak mungkin ". Ucap Gesy sambil mengibaskan tangannya di depan muka Sasha.
" Tapi kamu kok banyak kali belanjanya?. "
" Udahlah ayo buruan ketempat lain " Gesy langsung aja menarik Sasha keluar toko tersebut, dan membuatnya kaget.
" Yakan itu namanya kamu boros Ges. Apa lagi tadi aku tengok harganya juga mahal - mahal banget ". cerocos Sasha di sela tarikan Gesy yang entah mau kemana tujuannya.
" Aduh... Sasha kamu tu ribet banget yaa ". Ucap Gesy dengan melepas tarikannya pada Sasha tadi.
" Ya tapi kan... ".
" Udah sekarang lo kedalem ganti baju, karna tadi sewaktu kita pigi kesini udah gak keburu nyuruh lo ganti baju. Jadi sekarang lo pakek ini ". Gesy menyodorkan belanjaannya tadi ke Sasha.
Yaa tadi sewaktu mau pergi ke sini gak pakek baju yang cantik - cantik amat lah, cuman pas lah untuk sekedar jalan - jalan santai. Karna Sasha paleng males sengan model baju yang ribet, ia lebih suka baju yang nyaman di pakek gitu lah pokoknya.
Sedangkan Gesy dari rumahnya sudah dengan penampilan yang sangat cantik.
Ganti baju!, di mana?. batin Sasha.
Dan kesetika Sasha mengedarkan pandangannya. Ternyata dari tadi Gesy narik - nariknya cuman untuk ke sini.
" Ini kan belanjaan kamu Ges, masa kamu kasi ke aku gitu aja. Gak enak lah ".
" Udah sekarang cepetan ganti baju... dah hampir telat ni... buruan ". Katanya sambil memberikan salah satu belanjaannya ketangan Sasha dan mendorongnya ke dalam kamar mandi agar segera berganti baju. Dan sisanya di pegang Gesy.
Sasha pun sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi karna terlanjur di dorong gitu aja ke dalam bilik toilet tersebut oleh Gesy. Jahat bukan.
Gesy melihat jam tangan arlojinya " Lama banget Sha, buruan ".
" Iya sabar, bentar lagi siap ".
Sasha keluar sengan menggunakan dress lengan pendek selutut berwarna peach dan parpaduan warna hitam di bagain dadanya. Serta sepatu kets yang senada dengan dresnya. Semakin terlihat imut tadi elegan jika di pakai oleh Sasha sendiri
Gesy yang melihat Sasha sudah keluar, menatapnya dengan kagum dengan penampilannya yang baru saja berubah tepat di depan matanya.
" Ini beneran lo Sha! ". Katanya memegang kedua pipi Sasha dengan kedua tangannya memastikan kalau ini beneran sahabatnya.
" Aduh... ya ini beneran aku loh Ges ". Ucapnya kesakitan karna Gesy memegang kedua pipinya kekerasan. Gesy pun melepaskan tangannya dari pipi Sasha.
" Kamu beda baget Sha dari yang sebelumnya ".
Sasha menghadap ke depan cermin, menampakkan dirinya di sana. " Aku aneh ya, mending ganti jadi yang awal aku pakek aja lah ya ".
" Ehh... eh.. jangan, kamu cantik kok, pakek baju ini aja ya ". Larangnya. " Yuk sekarang ikut gue ". Gesy menarik tangan Sasha.
" Tunggu... tunggu sekarang mau kemana lagi?, kasi tau dulu, baru aku mau ikot ". Kata Sasha menghentikan gerakan Gesy.
" Bokap sama nyokap gue ngadain acara di restoran samping mall, mereka lagi ngadain acara Ultah kakak gue di sana, jadi ayo buruan nanti keburu acaranya udah di mulai ".
" Tapi masaan aku gak ada bawa apa - apa kesana! ". Kata Sasha. " Mending kamu ajalah yang kesana, aku pulang aja ".
" Soal hadiah gampang udah aku siapin ". Katanya dengan mata berbinar - binar mengangkat tas belanjaan yang ada di tangannya. " Yang satu baju gue, dan satu lagi kado kita berdua. Jadi buruan ayo ". Lagi - lagi Gesy menarik tangan Sasha begitu saja tanpa membiarkan si empunya menberkata sedikit pun.
Gesy mah emang kayak gitu orangnya pemaksaan secara sepihak 😂.
__ADS_1
###