Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 66. Bisik


__ADS_3

"Itu kamu bawa apa?." Tanya Sasha ketika sampai diruang rawat inapnya melihat ada *Pe*per bag diatas meja.


Beno membuka Paper bag yang ada dimeja dan mengambil isinya."Itu salad buah, lo mau?."


"Kalo aku bilang mau pun gak dibolehin nantik sama Dokter."


Beno meletakkan kembali kotak makan yang berisi salad buah dimeja itu. "Nah itu lo tau." Beno berjalan ketoilet. "Ingat jangan dimakan, itu bukan makanan lo. Makanan lo bubur aja tuh yang ada dimeja samping brankar lo."


Sasha memandang terus kotak bekal milik Beno, terus dia memandang kearah kamar mandi.


"Kesempatan, aku makan sedikit pasti enggak akan ketahuan hehe..." Sasha menyengir dan meraih kotak makan itu.


Dibukanya kotak makan itu dan sangat tergiur dengan isinya. Langsung aja dia lahap isinya.


Masih juga satu sendok dan ingin melahapnya lagi, Beno keburu keluar dari toilet.


Sasha memandang Beno, Beno melongo melihat Sasha melahap kotak bekal yang ia bawa.


Buru-buru Sasha lahap salad buah yang ada disendoknya, bertepatan dengan Beno merampas kotak makan itu.


"Lo belom boleh makan kaya ginian."


"Iihh... aku masih mau." Rengek Sasha sambil mengulurkan tangannya mengambil kembali kotak makan itu.


"Etss!, gak boleh. Ayo lo kembali kebrangkar dan makan tuh bubur lo." Beno membantu Sasha untuk naik ketempat tidurnya, lalu meletakkan mangkuk bubur ketelapak tangan Sasha.


"Lo makan ini aja yang tenang disini." Beno berbalik kesofa dan melahap salad buah yang ia bawa dari rumah.


Sasha menatapnya manyun. Beno yang melihat itu langsung ngilerin Sasha dengan melambat-lambatkan kunyahan salad yang ada dalan dimulutnya.


Sasha hanya bisa menelan ludah lalu menyendokkan bubur kemulutnya. Beno terkekeh melihat itu.


"Tante Wina masih lama diluar kota?." Tanya Sasha


"Gue juga gak tau." Kata Beno dengan bermain games. "Dibelakang lo ada musuh itu." Katanya berbicara sama teman satu timnya.


"Aku bosen dari tadi cuman mainin handphone aja." Sasha meletakkan Handphonenya diperutnya. "Kapan sih aku keluar dari rumah sakitnya, perasaan lama banget?."


"Makanya jangan keluyuran mulu."


Sasha menghembuskan nafas pasrah. Akhirnya Sasha memilih mengirim pesan kegrup persahabatan mereka.


Sasha: Kalian lagi ngapain?.


Reyla: Gue lagi malam mingguan dong.


Liva: Gue lagi pigi nih ketempat nenek gue.


Gesy: Gue ada acara, tapi males banget sebenernya gue.


Sasha: Wah enak kali kalian yang lagi malem mingguan dan pigi. Aku bosen dirumah sakit, pengen cepet-cepet pulang dan bisa main bareng kalian lagi.


Gesy: Makanya cepet sembuh.


Reyla: Nah bener tuh


Liva: Semoga lo cepet sembuh dan dibolehin untuk pulang. Lagian satu minggu lagi kita bakalan ujian semester loh.


Sasha: Beneran?.


Gesy: Ya-Iyalah masa kita bohong sama lo.


"Lagi chating sama siapa?." Tanya Beno penasaran tanpa mengalihkan pandangannya dari gaway yang dia pegang.

__ADS_1


"Hah!. Ohh aku lagi chatingan sama temen-temen aku."


Beno meletakkan Handphone dipahanya dan menatap Sasha. "Lo itu harusnya istirahat biar cepet sembuh, bukannya malah maen handphone."


"Yaudah sih, kok jadi marah-marah." Sasha pun menyudahi obrolannya digrup dan meletakkan Handphonenya dimeja, lalu mulai memejamkan matanya.


Hingga pagi menjelang, Sasha sudah terbangun dan Beno masih berkeliaran dialam mimpinya.


Tidak lama dokter yang menangani Sasha masuk kamar. "Selamat pagi."


"Pagi dok."


"Bagaimana perasaan kamu sekarang?." Tanya dokter dan memeriksa detak jantung Sasha.


"Udah baikan sih dok. Tapi kapan aku dibolehin pulang?."


"Kamu udah nggak betah disini."


Sasha mengangguk. "Iya dok, aku udah nggak sabar mau masuk sekolah. Kata teman-teman aku sebentar lagi usah mau ujian. Aku nggak mau sampai aku melewatkan ujian itu."


Dokter tertawa renyah mendengar penjelasan dari Sasha. "Kamu bakalan pulang kok, tenang aja. Tapi kamu harus nunggu dua hari lagi baru boleh pulang."


"Enggak bisa sekarang ini dok?."


"Belom bisa sayang." Kata dokter memegang dagu Sasha.


"Kamu sendirian?." Tanya dokter karna hanya melihat Sasha.


"Enggak, itu ada kak Beno lagi tidur."


Dokter melihat samping kanannya dan benar aja ada Beno yang masih terlelap disofa. "Ohh, saya kira kamu sendirian, ternyata ada p-a-c-a-r kamu." Kata dokter sambil senyum-senyum mengucapkan kata pacar. Dan suster yang mendampinginya juga senyum-senyum melihatnya.


Sasha melotot mendengarnya. "Bukan dok, dia bukan pacar saya."


Sasha malu diledeki terus oleh dokter itu. "Yaudah kalau memang bukan pacarnya. Saya permisi dulu dan jangan lupa dimakan buburnya dan diminum obatnya."


"Baik dok, terimakasih."


"Sasha, astaga ini tangan sama kepala lo kok bisa kaya gini?." Akse nyelonong masuk kedalam kamar Sasha.


"Loh kamu kok bisa tau aku ada disini?."


"Itu, dari mereka." Tunjuk Akse kearah pintu, ketika Skarle dan sahabat Sasha masuk.


"Gimana keadaan kamu udah baikan?."


"Udah, makasih ya kalian udah jenguk aku."


"Apaansih kitakan temenan. Sesama teman harus saling dukung dan suport, jangan saling menjatuhkan." Kata Reyla dengan melirik Gesy.


"Akukan gak bermaksud, lagian Sasha udah maafin gue."


"Kok jadi berantem. Soal kemarin enggak usah dibahas lagi, oke."


"Oh iya ini buah tangan dari kita." Liva meletakkan sekeranjang buah diatas meja disamping Sasha


"Jadi ngerepotin ceritanya hehe." Ucap Sasha.


"Kenapa bising kali sih?." Gerutu Beno terbangun dari tidurnya. "Lo semua ngapain pagi-pagi udah ada disini?." Kagetnya melihat teman-teman Sasha ada diruang rawat Sasha.


"Woiii... bangon pak udah siang ini. Pagi dari mananye?, mata lo buta." Celetuk Reyla.


"Emang ini jam berapa?."

__ADS_1


"Jam satu siang." Kata mereka kompak.


"Yaudah jangan ngegas, santai aja." Kaya Beno dan berjalan ketoilet.


"Lo tadi malem berduaan sama Beno, Sha?."


"Iya, udah dari tiga hari kemarin."


"Whattt!!!." Mereka semua kaget.


"Berarti udah tiga hari lo berduaan doang disini, dikamar ini?."


Sasha hanya mengangguk karna memang itu kenyataannyakan. "Memang kenapa?."


Akse langsung aja memegang pundak Sasha dan dibolak-baliknya tubuh Sasha. "Udah diapain aja lo sama Beno?." Mereka mengangguk setuju dengan pertanyaannya Akse dan menatap Sasha.


"Banyak yang udah gue lakuin sama teman lo semua." Kata Beno keluar dari toilet dan tersenyum miring menatap mereka semua.


Sasha baru paham apa yang teman-temannya pikirkan tentang dia dan Beno.


"Enggak, dia enggak ada ngapa-ngapain aku, kalian salah paham. Malahan dia yang ngejagain aku."


Mereka menghembuskan nafas lega mendengar penjelasan dari Sasha. "Syukurlah, kalo itu kenyataannya."


Beno kembali duduk setelah membersihkan diri tadi ditoilet. "Makanya selidiki dulu kebenarannya jangan asal bekoar sembarangan tentang orang."


"Ehh By the way, ini kok belom lo makan Sha?."


"Tangan aku masih susah kalo digeraki berulang-ulang. Nanti ajalah nunggu suster kalo lagi ngecek kondisi aku."


"Mumpung gue baik, sini gue aja yang nyuapi lo." Akse mengambil mangkuk bubur dan menyendokkannya untuk Sasha.


"Halah, bilang aja lo mau modus Se." Sindir Skarle.


"Apa?. Lo iri sama gue, hah?."


"Makasih loh yah, jadi ngerepotin kamu."


"Santai aja kali Sha, kaya sama siapa aja lo. Buka mulutnya, Aaakk..." Akse memberikan suapan bubur kemulut Sasha, dan Sasha menerimanya aja.


Semua bersorak meledeki mereka. "A--ciehhh."


"Apaan sih lebay. Kalian pulang aja sana, waktu jenguk pasien udah habis." Usir Beno.


Beno bangkit dan berjalan mendekat kearah Sasha. "Sini, gue aja yang nyuapi dia, lo semua pulang aja sana."


"Yaelah baru juga dateng udah diuser aja." Kata Reyla.


"Diem deh lo."


"Atau jangan-jangan, lo mulai ada rasa yah sama Sasha?." Bisik Reyla.


"Sok tau lo. Udah pergi sana."


"Yaudah kita balik, yok gais kita pulang aja. Payah sekarang Sasha ada pengawalnya yang jaga." Kata Reyla sambil melirik Beno dan.diikuti yang lainnya berjalan keluar.


Sasha yang mendengar itu mengernyit heran dengan ucapan Reyla.


"Tadi lo bisiin apa ke-Beno?." Tanya Gesy ketika dilobi rumah sakit.


"Bukan apa-apa."


...~~~...

__ADS_1


__ADS_2