
Aku kesokan harinya berangkat sekolah seperti biasa. Memasuki lorong kelas dan menaiki satu persatu anak tangga.
Di sana suasananya tampak masih sepi, paling cuman ada beberapa siswa saja yang sudah datang, karna waktu masih menunjukkan angka 6:30 pagi.
Aku masuk ke dalam kelasku, mendapatkan hanya ketua kelas di sana yang sedang membaca buku.
Aku pun duduk di bangku ku, Warta sang ketua kelas, mengalihkan pandangannya dari buku yang dia pegang, melirik kearah ku sejenak. " Lo hari sabtu semalem kenapa gak dateng? ".
Baru mendaratkan bokong ku dan meletakkan tas di atas meja, Aku melihat Warka yang sedang bertanya tapi tidak sedikit pun menghindari pandangan dari bukunya.
Aku kebingungan mau jawab apa, kepadanya. Karna memang aku gak tau mau jawab apa.
Karna aku tak kunjung menjawab pertanyaan darinya, dia melirik sekilas kearah ku, memastikan bahwa aku mendengar pertanyaannya itu. " Kok lo diem aja? ".
Aku tersentak dari pikiranku. " Hah! iya... i...tu semalem aku lagi sakit, makanya gak masuk sekolah ".
" Ohhh " Dia menjawabnya cuman dengan ber'oh'ria saja dan kembali melanjutkan membaca bukunya.
Tidak lama semakin banyak yang mulai berdatangan. Aku Hanya duduk diam saja di bangku ku.
" Assalamualaikum.... Ya Allah Sasha lo kemana aja si!, kok semalem lo gak masuk hah? ". Teriak Gesy yang baru datang dengan suara cemprengnya itu.
" Semalem aku lagi sakit jadi gak masuk sekolah ". Ucap ku berbohong.
" Apa lo sakit. Kenapa gak bilang ke gue sih kalok lo itu sakit ". Teriaknya makin kuat dan langsung menghampiri sahabatnya itu sambil mengecek apakah dia masih sakit apa tidak. " Terus ni kayak mana keadaan lo sekarang? ".
" Udah mendingan kok ".
" Woi cempreng amat tu suara, melebihi suara gue ". Ucap Reyla
" Iya emang gue mau nandingi suara lo, gimana tadi gue udah nandingi suara lo kan ". Ucap Gesy dengan bangganya.
" Ya gak lah, masih juga cemprengan suara gue ".
Batin teman - teman yang lain sambil tepuk jidat. ' Suara cempreng aja bangganya kek gitu '.
" Yok lah kita adu suara aja di sini. Gimana! ". Ajak Gesy menantang.
" Siapa takut ". Reyla menerima tantangan Gesy.
__ADS_1
Dan mulailah mereka jerit - jeritan gak jelas. Satu kelas auto tutop kupeng semua. Rasanya mau pecah gendang telinga mereka mendengar jeritan mereka berdua.
" Aduh - aduh kalian berdua ni lagi ngapain hah, upacara udah mulai itu di lapangan. Kalau mau jadi paduan suara di sana aja kalian yaa ". Teriak pak Henu.
Karna mereka jerit - jerit, sampek gak kedengeran tu bel upacara udah berbunyi.
" Siapa yang mau paduan suara pak! ". Kata Gesy. " Kita berdua tu lagi adu suara siapa yang paling kuat. Yakan Reyla ". Gesy melirik kearah Reyla sambil menaik turunkan alisnya.
" Iya benertu pak ".
Pak Henu hanya geleng kepala melihat tinggah kedua murid perempuannya itu. " Yaudah kenapa sekarang kalian masih di sini saja, cepat sana segera kelapangan ".
Semua berhamburan keluar kelas, meninggalkan pak Henu di dalam sendirian dengan geleng - gelang kepala.
Di lapangan.
Pak Kepsek sudah berbicara panjang kali lebar kali tinggi. Tetapi hanya sebagian murid yang mendengarkan, dan yang lainnya jangan di tanya. Ada yang merumpi di barisan, ada yang berkutat sama cermin lah, bahkan ada salah satu murid yang terang - terangan bilang kalau dia sak berak.
" Dan satu lagi ya anak - anak hari ini kita akan adakan pemilihat Wakil ketua Osis, sedangkan untuk ketuanya sudah bapak tentukan yaitu Lexsi dari kejurusan bisnis. Jadi kita adakan pemilihat ulang untuk Wakil ketua Osis, karna Ketua Osis yang lama kita udah pindah dari sekolah kita ini. Bagi yang mau nyalon jadi ketua Osis, kalian bisa konfirmasi dengan anggota Osis ya anak - anak ". Jelas pak Kepsek. " Sekian dari penjelasan dan pemberitahuan yang saya sampaikan, wasalamualaikum wr.wb ".
" Walaikumsalam wr.wb ".
" Siap terimakasih pak ".
βββ
" Sha, gimana menurut lo kalok gue jadi wakil ketua Osis ". Gesy meminta pendapat kepada Sasha
" Hmm... Cocok. Kamu mau mencalon jadi kawil Osis gitu? ". Tanya Sasha
" Hehe... kita berdua ikutan yok hehe ". Ajaknya tertawa nyengir
" Hah! ". Aku kaget dengan ucapan Gesy.
" Iya. Ayok lah Sha ". Ucapnya yang sok imut.
" Emm--- Kamu aja deh Ges, aku gak usah ". Tolak ku
" Ya masa gitu sih lo Sha. Ayo lah, ya ya ya ya plisss ". Ucapnya dengan pupil mata yang di bikin sok imut dan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada
__ADS_1
Aku bergidik geli melihat tingkahnya itu.
" Plisss yahhh ".
" Yaudah lah aku mau ". Akhirnya aku pun mau ikut menjadi calon Wakil ketua Osis. Tapi terpaksa.
Gesy Jingkrak - jingkrak gak karuan sampai rambutnya pun berserakan. " Ayok kita daftar di sana ". Ujarnya menunjuk kearah ruang Osis.
Di sana sudah banyak yang mengantri untuk daftar menjadi calon Ketua Osis. Kami berdua pergi kesana. " Geser - geser calon ketua Osis mau lewat ". Gesy yang baru datang langsung menyerobot orang - orang yang ada di sana dengan menarik tangan ku. " Gesy antri ". Ucal ku lirih.
" Woii.. antri dong lo ". Teriak mereka semua yang melihat Gesy menyerobot antrian mereka.
" Heh lo pada gak tau yah! ". Kata Gesy. Mereka otomatis menggeleng dengan perkataan Gesy. " Kagak. Emang lo siapa? ". Ucap Salah satu dari mereka.
" Gue ini------ calon ketua Osis yang paling cetar membahenol, tau gk lo pada ". Ucap Gesy dengan bangganya.
" Yee..... masik juga calon. Kita di sini pun pada mau menjadi calon juga kali, jadi lo mendingan minggir deh ". Ucap salah satu cewek yang ada di kerumunan itu dengan menyikut lengan Gesy kasar.
" Woii selo aja kali ". Gesy gak mau kalah di balas cewek itu dengan ngebodi badan cewek itu sampai jatuh terhuyung. " Mampos---, rasai nyium lente lu hahaha ". Gesy pun tertawa setan di sana.
Sasha sudah berkali - menegur Gesy agar tidak berbuat masalah di sini, tapi tetep aja tu anak bandel kali di bilangin.
" Ngajak ribut lo sama gue hah! ". Cewek itu bangkin dan menjambak rambut Gesy yang masih saja tertawa.
" Aduh anj*ng! baru abes dari salon ni rambut gue bangsat ". Ucap Gesy ngegas dan membalas jambakan anak itu.
Semua orang yang mau mencalon jadi ketua osis pada gak jadi. Mereka memilih melihat pergaduhan yang di bikin Gesy dan cewek itu. Ada yang nyemangatinlah, ada yang bikin rusuh doanglah, masih banyak lagilah intinya. Sasha yang niatnya ingin menarik Gesy dari jambak - jambakan itu, ehh mala Sasha terdolak dan jatuh hingga lututnya berdarah.
Sasha masih tetap bangun dengan sedikit nyeri di lututnya yang mengeluarkan darah itu.
" Hey kalian apa - apaan ini, hanya mencalon jadi wakil ketua osis aja sampek kacau balau kayak gini ". Ucap seorang siswa yang lewat di sana dan melihat ada kegaduhan, dan dia pun menghampirinya.
Hayo kira - kira menurut kalian itu siapaaa
Siapa yang tau coba komen di bawah ππ heheπ
###
Tbc...
__ADS_1