
Setelah partynya sudah selesai sekitar jam 22.30, Sasha di anter pulang oleh Gesy dan juga Zeki.
Dia merasa badannya pegal - pegal semua dan merasa masih ngantuk, Mala hari ini hari senin lagi.
Jadi Sasha buru - buru bergegas berangkat kesekolah sebelum telat, hingga dia tidak sempat untuk sarapan.
Sasha berlari menuju kesekolah dan terus berlari agar tidak telat.
Di sela - sela larinya dia mendengar!..
Tin... tin...
Suara kelakson mobil dari arah belakangnya. Ia membalikkan badannya melihat mobil tersebut.
" Ayo buruan naik ".
" Aku kira entah siapa!, rupanya kamu ges ". Kata Sasha.
Sasha berjalan menuju mobil Gesy dan duduk di sampingnya.
Kring... Kring...
Bel sekolah berbunyi dan pak satpam segera menutup pintu gerbang. Semua murid bergegas untuk masuk, karna bahaya kalok jari senin terlambat.
Sasha yang dari sedikit kejauhan melihat pintu gerbang dikit lagi tertutup.
Dengan cepat ia menginjak pedal gas dan gak lupa memencet kelakaon mobilnya sekeras mungkin.
Tinn... Tin. Tin.....Tinnnnn...
Sasha yang menyadari Gesy menambah kecepatan, Sepontan langsung memegang pegangan pintu. Lebih parahnya Sasha kaget Gesy mengklakson mobil nya berkali - kali.
Para pengendara lain melihat Gesy seperti itu geleng - geleng kepala.
" Woii... pak satpam buruan buka gerbangnya anj*engg... ". Teriak Gesy dengan mengeluarkan bagian kepalanya. Klakson mobil nya tak henti - henti di pencet. Sasha sampai memejamkan matanya karna was - was
Pak satpam yang melihat mobil Gesy melaju sekencang kencangnya, membuka kembali gerbang.
Wusss...
Mobil Gesy pun masuk dan ia gak jadi telat. " Makasi pak ". Teriaknya.
Pak satpan hanya bisa geleng kepala di buat salah satu murid di sana. Ia menutup kembali gerbang tersebut.
" Akhirnya gak kita gak jadi telat Sha haha... ". Ucap Gesy dengan kertawa keluar dari mobil.
Sasha berjalan sempoyongan ke arah Gesy. " Untung kita gak sampek mati di jalan Ges kamu buat ".
Bukannya di dengerin Gesy langsung menarik Sasha masuk kekelas, karna bentar lagi bakalan upacara.
__ADS_1
Sampai di kelas Sasha serasa hampir mau muntah. Bagaimana gak mau muntah?, Gesy menariknya begitu saja. Hingga orang yang di laluinya di tabrakin semua.
Tapi lain halnya dengan Gesy dia seperti merasa bahagia bisa kebut - kebutan seperti tadi. Baginya itu adalah saat - saat yang paling ekstrim yang pernah dia lakukan. Apalagi di lakukannya di sekolah.
Mereka berdua meletak tasnya di atas meja dengan asal. Sasha baru saja ingin mendaratkan bokongnya di bangkunya, karna kakinya merasa keram terpaksa di urungkan, karna Gesy lagi - lagi menarik tangannya kembali.
" Yampun Ges kaki aku saket kali ni ".
" Lo lupa ya!, kalok kita udah telat kelapangan untuk upacara ". Ucap Gesy di sela larinya.
Di lapangan sudah ramai para siswa siswi yang berbaris. Upacara pun sudah di mulai sejak tadi.
Gesy menghentikan langkah kakinya sebelum kesana, Sasha pun mengikuti gerakan Gesy. Mereka melihat keadaan sekeliling, ada guru yang mengawas apa tidak, Sebelum menuju kebarisan kelasnya.
" Aman ". Ucap lirih Gesy dengan melirik ke Sasha. " Yuk cepetan nanti ketahuan ".
Mereka berdua cepetan berlari kebarisan mereka. Tetapi sangat di sayangkan, masih lima langkah dari sebelumnya ada yang memanggil mereka berdua.
" Hayo kalian mau masuk barisan ya! ". Tanya Guru pengawas lapangan upacara ramah kepada mereka berdua.
" Iya pak kami mau masuk kebarisan kita pak ". Ucap Gesy sok memelas.
" Yasudah ayuk bapak antar kalian kesana ". Ucapnya dan bergegas pergi kebarisan para siswa yang sedang upacara.
" Beneran pak ". Kata mereka berdua kegirangan dan langsung mengekori bapak tersebut.
Sesampainya di barisan.
Sasha dan Gesy saling pandang satu sama lain. Mereka merasa bingung, mengapa mereka di bariskan di sini.
" Pak kok mala kemari si, ini kan barisan para murid yang telat upacara! ". Ucap Gesy bingung pada Bapak tersebut.
" Kalian kan telat juga sama seperti mereka, udah cepetan sana baris sama mereka ". Kata pak Towa dengan mengubah raut wajahnya menjadi galak.
" Sama ajalah kalok gitu ". Gerutu Gesy. Sasha yang mendengar itu berbisik di kuping Gesy. " Udah ges kita gabung sama mereka aja, nanti makin ribet urusannya ".
Setelah itu Sasha berjalan duluan kebarisan meninggalkan Gesy yang masih sebel dengan Guru tersebut.
" Saya denger lo apa yang kamu bilang barusan. Mau saya tambah nanti hukumannya ".
Gesy berjalan melewati guru tersebut kesel dengan menghentak hentakkan kakinya ketanah. ' kok ada lah guru macem ini orang '. Batinnya memandang Guru tersebut gak sukak.
" Apa kamu liatin saya, suka kamu sama saya ".
Gesy menunjuk dirinya sendiri dengan ucapan pak Towa.
" Iya kamu!, suka kamu kan sama saya ? " Ucap Towa lagi.
" Hii... amit - amit... ". Ucap Gesy mekok kepalanya dengan tangannya.
__ADS_1
Setengah jam berlalu. Sasha dan Gesy merasa pegal di bagian kakinya. Gesy yang sudah tidak tahan lagi, Ia sedikit membungkukkan badannya ingin jongkok agar rasa pegalnya kelamaan berdiri itu ilang.
" Mau ngapain kamu?, berdiri ".
Dari pada nanti urusannya panjang, Ia menurut saja dengan Guru satu ini.
☆☆☆
Upacara sudah selesai, semua siswa berhamburan pergi kekelan masing - masing.
Gesy yang melihat murid - murid sudah bubar dia mengajak Sasha berbalik badan untuk masuk kekelas.
" Eh eee.... mau kemana kalian? ". Tanya pak Towa yang baru saja datang dan melihat Sasha dan Gesy mau pergi.
" Ya mau masok kekelas lah pak, kan upacaranya udah selesai ". Ucap Gesy, Sasha setuju dengan ucapan Gesy.
" Emang siapa yang nyuruh? "
" Emm... gak ada pak ".
" Terus kenapa kalian pinter - pinteran mau bubar sendiri tanpa ada yang nyuruh ". Cerocos pak Towa. " Sekarang kalian semuaa.... ikut saya sekarang ".
Dengan terpaksa mereka semua mengikuti pak Towa dan gak masuk kekelas untuk mengikuti mata pelajaran pertama.
" Kalian masing - masing ambil sapu lidi ". Ucap pak Towa ketika sudah sampai di lapangan untuk olahraga.
Mereka mengikuti apa yang di suruh olehnya. mencari sapu lidi di ruang kebersihan.
Terdapat sepuluh buah sapu lidi dan pas untuk mereka semua.
Mereka kembali ke lapangan lalu menghampiri pak Towa kembali. " Ini pak sapu lidinya yang tadi bapak suruh untuk di ambil ". Ucap Gesy dengan mencampakkan sapu itu di depan mata pak Towa yang udah males melihat guru tersebut.
Dan yang lain pun sama meletakkan sapu - sapu itu jadi satu.
Towa membulatkan matanya melihat sapu - salunya di letakkan gitu aja. " Kenapa kalian letakkan? ".
" Tadi bapak suruh kami ambil sapu lidi, teros dah kami ambel yaa.. kami kasih lah itu kebapak ". Ucap salah satu anak yang di hukum juga.
" Hehh... saya suruh ambil itu untuk kalian bersihin lapangan ini ". Ucapnya dengan santainya. " Bukannya sapunya malahan kasi kesaya ".
Mereka melongo gak percaya dengan ucapannya. ' Gila ya ni guru '. Batin mereka.
" Kalok gitu selamat bekerja, saya tinggal dulu ya, nanti saya balik lagi melihat hasilnya ". Setelah mengucapkan itu ia berjalan pergi menjauh.
" Dia kira kita ini lagi mau ujian apa!. pake segala nanti nengok hasilnya ". Gerutu Gesy.
Mereka mengambil kembali sapu yang tergeletak di sana, dan mulai menyapu dengan muka dongkol melihat Guru tersebut berjalan dengan santainya, dan duduk di bangku taman di sana, sambil mengawasi mereka.
" Yang bersih tu kalian nyapunya! ". Ucapnya santai kayak di pantai.
__ADS_1
Mereka mengabaikan omongan Guru itu. Bagi mereka ucapannya hanya angin lalu.