Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 47. Bingung


__ADS_3

" Hiss... orang mau mulangin barang, gak jumpa. Tapi tiba gak dicariin aja tu makhluk astral selalu nongol. Apa sih maksudnya cobak huh ". Keluh Sasha berjalan sambil menendang kerikil di pinggir trotoar.


Sore itu Sasha sepulang dari rumah Gesy mau kerumahnya Beno, tapi kok rasanya males kali jumpa sama si pemilik nama tersebut.


Di sepanjang jalan Sasha menggerutu gak jelas tentang Beno. Untong gak banyak orang yang berlalu melewatinya jadi Sasha bisa bebas menggerutu apa saja tentangnya.


" Awas aja kalok aku kerumahnya sempet gak ada orang, ku maki - maki dia nantik ".


" Kangen Lo sama Gue ".


Yang sedari tadi Aku maki, tiba - tiba udah ada di depan ku. Dan hampir saja aku menabraknya, karna sedari tadi aku hanya memandang kejalanan trotoar.


Aku mengangkat pandangan Ku kepemilik suara barito tersebut. " Dih pede banget, siapa juga yang kangen sama kamu. Geer wuuhh.. "


" Heh ". Dia berdeham. " Ngeles ni anak, buktinya tadi Lo nyebut - nyebut nama Gue, kalok bukan kangen jadi apa! ".


" Aku dari tadi gerutu dan maki - maki Kamu, karna dua hari ini Aku gak ketemu kamu ". Sasha buru - buru membungkam mulutnya.


' Ini sama aja aku bilang kedia kalok aku kangen... Bodah kali sih kami Sasha '.


Beno nyengir sebelah, dengan mengantungi kedua tangannya. " Tadi kayaknya ada yang bilang gak kangen. Tapi kok barusan aja bilangnya kangen ". Beno mendekar kan wajahnya ke wajah Sasha.


Sasha memundurkan kepalanya, ketika tau Beno mendekatkan wajahnya kearahnya.


" Mana ni yang bener?. Kok Gue jadi bingung! ". Sambungnya lirih di dekat telinga kanan Sasha sambil tersenyum miring.


Aku menautkan kedua alis Ku, lalu melihat kearah Beno. Yang di tengok mala menaikkan sebelah alisnya masih dengan posisi seperti tadi.


Aku mendorong pundaknya agar menjauh dari Ku. " Apaan sih, mana ada ya aku kangen kamu. Perasaan ".


Aku langsung memberikan paper bag hitam yang Ku pegang kepadanya. " Aku cuman mau pulangin itu ". Aku pun pergi meninggalkannya.


" Bilang aja kangen, gitu aja susah amat ". Ucapnya.


" Apaan ni? " Dia berbalik dan menarik topi switer yang aku pakek.


Aku pun tertarik kebelakang " Ehh...ehh... Gak usah narik - narik juga kali ".


" Apa ini gue bilang? ". Beno menyipitkan matanya merasa curiga sama Ku.


" Itu baju kamu ". Jawab ku santai.

__ADS_1


" Lah kok baju Gue bisa sama Lo. Nyurik Lo yah! ".


" Yee... enak aja, Aku bukan pencuri yah ".


" Terus ini apa hem! ".


" Waktu itu Tante Wina yang minjemin aku saat aku pingsan di apartemen Kamu ". Ucap Ku. " Sebenernya udah lama Aku mau bali'in ke Kamu tapi Kamunya sok sibuk ".


" Apa?, kok Mami gak ada bilang sama Gue ". Kata Beno.


Aku mengerdikkan bahu, gak tau.


" Bohong Lo pastikan ". Tunjuknya.


" Mana ada, kalok gak percaya tanya aja sama Tante Wina. Aku mau pulang, bye ".


" Kalok gitu ikut Gue ".


Aku ngernyit. " Mau kemana? ".


" Masti'in kalok ucapan Lo gak bohong ". Ucapnya dengan melepas tangannya dari sweter Ku.


" Gak mau, Aku mau pulang ini dah mau sore ".


" Yaudah ayok, siapa juga yang takut, Aku gak salah , apa yang perlu ditakutin ".


Mereka pun berjalan menyusuri trotoar jalan, dan Dia membawa Ku disalah satu toko roti.


Aku mengernyit ketika Dia memasuki toko roti tersebut. ' Kok mala kesini? '.


Dia melirik kebelakang, Dia menyadari kalok aku gak ngikutin dia sampai masuk toko roti itu. " Ngapain Lo bengong disana?, ayo masuk ".


" Mau ngapain? ". Tanya Ku.


Dia mengembuskan nafas. " Heh... Lo bodoh apa tulalit sih?. Kan tadi Gue bilang mau jumpain Mami Gue, ya di sini tempatnya ".


' Hah! '. Aku bingung Dia ngomong apa, alhasil aku pun masih mematung di tempat, tidak bergerak sama sekali.


" Kelamaan mikir Lo, Gue nih! ". Dia berjalan duluan dan meninggalkan Aku di depan toko tersebut.


" Lah tungguin dong ". Aku berlari mengejarnya, banyak pasang mata yang melihatnya, termasuk para pelayan yang bekerja disana.

__ADS_1


Brak...


Pintu ruangan dibanting oleh Beno, hingga ada wanita paruh baya yang sedang membaca majalah di sana sampai terkejut.


" Astagfirullah, Kamu tuh kalok masuk ucap salah dulu kenapa sih. Bisa jantungan mendadak nantik Mami ".


" Mami kok gak bilang dulu ke Aku sih ".


Awalnya Wina bingung anaknya itu ngomong apa, setelah itu Wina melihat kearah pintu, disana ada Sasha yang baru saja mau masuk dan melihat paper bag yang di tenteng oleh Beno. Di situlah baru dia tau kemana arah ucapan anaknya itu.


" Iya Mami yang minjemin itu sama Sasha. Abisnya Mami liat bajunya robek, jadi Mami rusuh Sasha untuk mandi dan pakai baju Kamu ". Ucap Wina sambil menyeruput teh yang ada diatas meja.


Aku yang baru masuk kaget. ' Ahh jadi Tante Wina ada di sini, Tapi ngapain yah Tante Wina ada di toko kue ini '.


" Kok Mami gak bilang dulu ke aku sih, kan tanyak dulu aku pinjemin apa enggak ". Rengek Beno.


Wina membanting cangkir tehnya dan membuat Beno dan Sasha kaget. " Yang beliin semua baju kamu siapa? ".


" Ma...mi ".


" Pakek duet siapa? ".


" Mami sama Papi ".


" Jadi sukak hati Mami dong mau kasih pinjem sama Sasha atau enggak ".


" Yah... tapi kan--- ".


" Udah diem kamu gak usah banyak perotes ". Wina pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Sasha yang sedari tadi berdiri di depan pintu. " Ayo sayang kita jalan - jalan aja. Dia gak usah di perdulikan huh ". Wina merangkul pundak Kul membawanya untuk pergi dari ruangan itu.


Aku bingung hendak berbuat apa, Aku pun memutar kepala Ku melihat ekspresi Beno. Dia sendiri menganga dengan mulut terbuka sambil menunjuk dirinya.


" Kan baju ini punya aku, aku yang makek kok jadi Mami sih yang---- akh bingung Gue ". Beno mengacak rambutnya sendiri dan langsung meminum teh yang tadi punya Maminya sampai kandas tak tersisah.


*


*


*


# ## ***Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa Like, komen and vote ya gays 😉💕


TBC***...


__ADS_2