Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 41. Jadi Babu Seumur Hidup.>~<


__ADS_3

Sasha berjalan dengan memegang tembok demi tembok. Karna, ya emang lututnya masih sakit.


Di belok ke koridor Perpusakaan, Beno yang sudah berjalan duluan pun merasa bingung. Dia udah jalan, tapi kok dia gak lihat tanda - tanda Sasha mengikutinya. ' Kemana tu anak kok lama amat jalan gitu doang '. Ucapnya lirih dan berbalik melihat arah belakang.


Ia melihat Sasha kesulitan berjalan, ia berjalan bukannya melihat kearah depan, melainkan melihat lututnya yang perih. Karna kelamaan nunggu, akhirnya Beno berbalik badan untuk membantunya.


Beno menghampirinya, lalu menarik tangan kirinya dan melingkarkannya di leher Beno. Sasha cukup terkejut, karna Beno menarik tangannya dan melingkarkannya di lehernya.


Sasha memandang wajah Beno dari samping, Sasha merasa heran. Dan hendak bertanya, tapi Beno mengerti arah mana yang mau Sasha tanyakan kepadanya. " Gak usah banyak perotes, lama lo jalan gitu doang ". Ucap Beno menatap Sasha yang juga sama - sama menatapnya.


Ketika iya mengucapkan itu, aku pun terdiam dan menunduk dan menatap lututnya. Sasha pun di papah oleh Beno sampai ke UKS.


β˜†β˜†β˜†


" Lo tunggu bentaran disini, gue mau ambil kotak P3K dulu di sana ". Tunjuk Beno kearah peralatan medis di dekat meja penjaga UKS.


Sasha hanya diam menatapnya dan memilih duduk di pinggiran Brankas yang sudah di sediakan sambil mengembus lukanya yang ada di lutut dan sikunya.


" Nih lo obatin Sendiri". Kata Beno yang datang membawa kotak persegi di tangannya dan memberikannya pada Sasha


Aku mendongak dan menerima kotak tersebut. Beno pun memilih duduk di kursi deket Brankas itu sambil bermain Handphone dan mendengar musik melalui earphonenya.


Sebenernya Beno di suruh mengobatin juga, tapi kalok di lihat sama Beno, dia bisalah ngeberesin lukanya sendiri. Ketika anak tu udah siap baru deh Beno cabut kekelasnya.


Aku membuka dan mengambil benerapa obat di dalamnya, lalu mengoleskannya di bagian lukaku. Pertama Aku mengobati lututku dan kemudian baru bagian dukut sebelah kanan.


Setelah selesai membalut sebagian lututnya yang luka, lalu bergantian ke sikutnya. Aku agak kesusahan untuk mengobatinnya, karna kagak keliatan. Beno yang sedari tadi emang memperhatiinnya, bangkit dan duduk di sebelah Sasha. " Siniin tangan lo, gue obatin. Biar cepet ".


Sasha pun menurut aja. Beno mengambil alih obat yang sedang di pegang Sasha. Ia meneteskan sedikit - demi sedikit obat tersebut disukutnya.


Sasha memejamkan matanya ketika obatnya mengenai kulitnya. Beno melirik kepada Sasha.


" Sakit? ". Tanya Beno. Sasha membuka matanya, lalu menggeleng.


" Kalok emang sakit bilang ". Ucap Beno padanya agar Beno tau dia kesakitan apa tidak.


Sasha hanya mengangguk saja. Beno mengembus luka yang ada di tangan Sasha agar mengurangi rasa perihnya, sebelum memberikannya hansaplas.


" Maaf ". Kata Sasha masih menunduk.


Beno mengernyit heran kear

__ADS_1


arahnya setelah selesai mengobatin lukanya.


" Maaf, karna aku dari semalem - semalem ngerepotin kamu mulu ". Ucap tulis Sasha karna merasa gak enak kepada Beno sambil menatapnya.


Cukup lama mereka bertapan satu sama lain. Beno menyentil kening Sasha dengan telunjuknya. " Enak aja lu maaf - maaf aja, emang ini lagi lebaran apa ". Ucapnya dengan menyentil keningnya Sasha.


Sasha mengusap keningnya yang habis di selentik oleh Beno. Emang perusak suasana aja si Beno :v


" Lo harus bayar semuanya tau gak!. Enak aja lo mau gratisan ". Ucap Beno


" Kayak mana mau bayarnya?, aku kan gak punya uang banyak ". Ucap polos Sasha.


" Gue gak butuh uang lo ". Jiwa wokay Beno berkobar kalau soal uang. " Lo harus bayar dua kali lipat dari kerugian motor gue sama yang semalam dan plus juga yang hari ini ".


Sasha melongo kaget. " Hah!.... ".


" Lo harus jadi asisten dan bodygad gue selamanya, sampek gue lulus pun lo harus tetep jadi yang gue bilang tadi, dan sesuai perjanjian lo waktu ngerusakin motor gue, tapi bedanya ini jadi di gandakan ". Ucapnya penuh dengan percaya diri gais:v


" Lah itu kan bukan aku yang ngerusakin. Terus kok aku harus jadi asisten dan bodygad kamu selamanya?. Kayak mana ceritanya cobak! ". Protes Sasha gak terima.


" Gak usah protes. Lo gak inget hah waktu lo pingsan hari tu, lo muntah dan muntahan lo yang menjijikkan itu kenak gue ". Ucap Beno mengarang cerita. Padahalkan muntahnya masih hampir kenak belom lagi kenak. parah emang ni si BenoπŸ˜‚.


" Gara - gara lo muntah jatoh kelante apartemen, gue yang ngebersihin karna lo minimnya kebanyaan. Makanya kalok gak bisa minum tu gak usah sok - soan minum ". Ucapnya lagi.


" Dan satu lagi, gara - gara gue gendong lo, punggung gue jadi sakit dari semalem. Jadi lo nantik pulang sekolah ni ikut gue, lo harus pijetin ni punggung gue ". Beno pun menuntut itu semua kepada Sasha.


" Yaahhh ma---- ".


" Ikutin aja apa yang gue mintak, atau lo mau gue laporin ke polisi karna pernah ngerusakin motor gue dan gak mau ganti rugi ".


" Kan bukan gue yang ngerusakin motor kamu ". Ucap ku lirih dengan memandang kearah lain.


" Lo barusan ngomong apa? ". Tanya Beno.


" Hah eng--gak aku gak ngomong apa - apa kok ". Ucap ku. ' Terpaksa deh aku nurutin kemauan tu makhluk astral, kalok gak habis aku di tangkep polisi. Pakek belom lagi membayar utang budi sama buk Tina lagi '. Batin Sasha.


β˜†β˜†β˜†


" Sha sorry ya gara - gara gue lo jadi lukak kek gini ". Kata Gesy.


Setelah jam sekolah selesai, Kami berdua sedang duduk di bangku taman sekolah belakang.

__ADS_1


Aku memandangnya dengan tersenyum. " Aku gak kenapa - napa, kamu gak usah merasa bersalah gitu deh sama aku ".


" Ya tapikan ini emang gegara aku Sha, maafin yaa ". Ucapnya dengan penuh permohonan.


" Walau pun kamu gak minta maaf pun, aku pasti udah maafin kamu kali Gesy ". Kata ku tulus.


" Makasi ya Sha, Lo itu emang sahabat aku yang paling baik kali hatinya ". Ucapnya dengan memeluk ku.


Aku membalas pelukannya. " Gak sampek segitunyalah Ges hehe ". Ucap nyengir. Kami berdua pun tertawa di sela - sela perukan kami.


Gesy melepas pelukan kamu, lalu dia beralih memegang kedua tangan ku. " Lo harus janji sama gue, kalok lo ada masalah atau pun butuh sesuatu, lo harus ngomong ke gue. Gue bakalan bantu lo dan selalu mensuport lo ". Ucapnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


Aku tertawa renyah memandang jari kelingking Gesy. " Iya aku janji ".


" Yaelah dari tadi gue cariin disini ternyata Lo ya! ". Ucap Beno yang baru datang dengan berkacak pinggang.


Mereka berdua terkejut dengan kedatangan Beno yang marah - marah gak jelas.


" Ayo buruan ikut gue, kerjakan tugas Lo ". Lanjutnya dengan melempar tasnya kedepan mukanya Sasha.


Sasha menangkap tasnya Beno.


" Heh Lo lama - lama melunjak ya! ". Gesy gak terima dan langsung bangkit dari duduknya.


Beno memiringkan kepalanya menatap Gesy yang ikutan marah - marah juga. " Lo kalok gak tau apa - apa tu gak usah ikut - ikutan deh ".


Gesy geram dan hendak meninju tu mukak songong Beno, tapi di halangi sama Sasha. " Lepasin Sha dia udah seenaknya aja sama lo ". Ucapnya.


" Udah biarin aja ".


" Yaudah buruan apa lagi yang lo tunggu ". Kata Beno kepada Sasha. Dan memilih berjalan duluan.


Sebelum mengejar Beno, Sasha melihat raut wajah Gesy yang sangat geram kepada Beno.


Aku menggenggam tangannya Gesy yang mengepal. " Aku bakal jelasin ini semua sama kamu ". Setelah itu aku pun pergi mengejar Beno.


" Lo tu menurut gue sanagt baik, tapi kebaikan lo gak pantes di manfaatin sama dia ". Ucap Gesy memandang punggung Sasha yang berlari mengejar Beno.


Gesy meraih tasnya dan menyelempangkan tasnya dipunggungnya dengan sebelah tangan. Lalu cabut dari sana.


###

__ADS_1


~ Bersambung.


__ADS_2