Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Akhir pekan #2


__ADS_3

Ramai orang yang berada di dalam restoran tersebut. Itu lah yang ada di pikiran Sasha saat ia dan Gesy sudah tiba di sana.


" Aku pulang ajalah ya ges, gak enak ". Ucap Sasha masih memandang seluruh ruangan restoran itu.


Ges kaget waktu Sasha memilih ingin pulang. " Hah..., gak boleh gak boleh, lo gak boleh pulang. Lebih baik ayo sekarang kita masuk ". Ajaknya agar masuk ke dalam.


" Tapi Ges!, aku ngerasa gak enak ".


" Udahlah kan ada gue ".


Mereka berdua pun mendekat ke arah dua orang paruh baya di salah satu meja melingkar, dengan satu remaja laki - laki yang ada di dekat mereka.


" Ayah..., Bunda... ". Sapa Gesy pada kedua orang tuanya.


" Ah... akhirnya dateng jugak kamu ". Kata Ayah Firman sedikit lega karna putri sulungnya sudah datang.


" Hehehe... belum di mulaikan Ayah, bunda? ".


" Belum, untung saja kamu datengnya tepat waktu. Palingan 10 menitan lagilah di mulai ". Kata Bunda Una, dan Ayahnya mengangguk tanda setuju.


" Heh... dasar adik durhaka lo ya, ada kakaknya di sini disapa pun tidak. Sedangkan Ayah sama Bunda di sapa ". Kata Zeki kakaknya Gesy dengan muka cemberut.


" Astaga terlupa kalok ada kak Zeki di sini jugak ".


" Ya jelaslah gue ada di sini. Inikan acara gue, jadi wajar gue ada di sini tau gak lo ".


" Kak lo ganteng banget deh hari ini sampek pangling gue liatnya. Gue kira tadi itu bukan lo, makanya gak gue sapa ".


" Dasar adek ******* lu ".


" Hehehe.... "


Sasha yang melihat keluarga Gesy yang utuh membuatnya sedikit iri dengannya.


Mereka Bisa bercanda tawa bersama. Sedih juga bersama. Semua mereka lalui bersama - sama.


Tanpa di sadari Sasha, Ayah dan Bunda Gesy menatap kagum dengan orang yang di samping Gesy berdiri melihat perdebatan kakak beradik itu.


Mair menyenggol suaminya sambil menaikan alis.


Siapa?. Tanya mereka saling tatap satu sama lain.


" Emm... sayang ini sapa? ". Bunda Gesy pun membuka suaranya menatap Gesy.


Gesy menghentikan perdebatannya pada kakaknya dan memperhatikan arah pandangan Bundanya tersebut, begitu juga dengan Zeki.


" Ini sahabat aku Yah, Bun. Namanya Sasha yang semalam aku ceritain itu ". kata Gesy.


.


.


.


Flasback.


Malam sabtu di rumah keluarga Gesy.


" Ayah gimana pestanya semua dah bereskan? ". Tanya Zeki di ruang keluarga.


Mereka sekeluarga sedang mengumpul bersama di sana.


" Tenang aja, semua udah beres ".


" Oke deh Yah, Aku makasih banget ".


" Kalok sama anak sendiri emang gak boleh perhitungan, yakan Yah! ". kata Bunda.


" Bener kali Bun, lagian sekali - sekali bikin anak seneng hehe... ". ucap Firman.

__ADS_1


" Ayah!, Bunda!, aku boleh ngajak temen aku gak ke pestanya kak Zeki? ". Tanya Gesy dengan menyomot makanan di tangannya kak Zeki yang siap di masukkan kemulutnya.


Zeki membesarkan matanya kearah adeknya itu." Woi... maen nyomot makanan orang aja lo ".


" Bagi napa pelit banget si lo jadi orang ". ucap Gesy.


" Ya tapi kan lo bisa ambel sendiri ".


" Aduh kalian ini ribut terus kalok ketemu ". Firman ampun melihat mereka berdua kalok udah ribut. " Tadi kamu bilang apa sayang!, mau bawa temen ke pesta kakak kamu? "


" Iya Yah, dia itu sahabat terbaik aku di sekolah. Boleh ya Yah aku ngajak dia akhir pekan! ".


" Sejak kapan lo punya sahabat, lo kan orangnya sembrono kalok sama orang! ". Ledek Zeki.


" Emang lo aja yang punya Sahabat kayak kak Jek dan kak Geri!. Gue pun juga punyalah namanya Sasha. Sepele lo jadi orang sama gue ". Ucapnya panjang kali lebar kali tinggi. Sedangkan yang mendengar ocehannya itu memutar bola matanya malas menatap adiknya itu.


" Yaudah kamu boleh bawak sahabat kamu itu akhir pekan ".


" Yey... makasi ya Ayah, Bunda ".


Flasback off.


" Jadi kamu Sasha yang di ceritain sama anak saya itu? ". Tanya Una pada Sasha.


" Iya bu, saya Sasha ". Ucap Sasha sopan, dan menggerakkan tangan kanannya untuk menyapami Ayah, Bundanya Gesy dengan senyum manisnya.


" Manis juga sahabat lo, kenalin dong ke gue ". Ucap lirih Zeki di telinga Gesy.


Gesy mencubit perut kakaknya itu. " Jangan macem - macem deh lo kak sama dia ".


" Aduh... gue kan cuman mau kenalan doang, Sewot amat lu ".


" Aduh jangan panggil ibu dong sayang. Panggilnya Om dan tante aja. Yakan Yah! ". Ucap Una melirik suaminya yang ada di sampingnya, agar setuju dengan usulnya.


Firman mengangguk dan tersenyum tanda setuju dengan usul istrinya tersebut. " Iya panggil Om dan Tante aja, biar gak terlalu tua ". cengirnya.


" Emang udah tua kali ". Ucap lirih Gesy dan Zeki kompak. Namun itu masih bisa kedengeran yang berada di sekitarnya.


Mereka berdua meresakan ada aura yang berbeda, cengengesan gak menentu. " Piss... ". Sambil mengacungkan dua jarinya di udara.


" Kalok gue Zekigo Yuha, cowok terganteng sedunia dan juga kakaknya Gesy tersayang ". Ucapnya dengan pede tingkat dewa di depan semua orang, ya emang terkenal ganteng si kalok pas di kampus, kalok di luar si gak tau.


Dengan Zeki mengulurkan tangannya di hadapan Sasha.


Belum lagi di bales jabatan tangannya, udah di pukul oleh Gesy.


" Sakit nji*... " ucap Zeki lirih. Bagaimana gak mengadu ke sakitan, orang pukulannya itu ngelebihi terkena libasan tali pinggang.


" Sasha kak ". Sasha memperkenalkan dirinya dengan malu dan menundukkan kepalanya.


" Baiklah hadirin sekalian, acara hari ini akan segera kita mulai ". MC mulai membuka suara di atas podium.


" Itu sana acaranya dah mau di mulai, cepetan naik ". Suruh Firman mendorong punggung putranya agar naik ke atas sana.


" Ciee... yang udah maken tuaa... ". Ledek Gesy.


Zeki mengabaikan ucapan adiknya itu dan berjalan ke atas panggung yang sudah di siapkan.


" Assalamu'alaikum Wr.wb. dan selamat Sore semuanya ". Sapa Zeki.


" Waalaikum'salam Wr.wb. ".


" Saya mengucapkan terima kasih pada semua tamu yang telah hadir dan telah menyempatkan waktu serta kesubukannya untuk hadir di pesta Ultah saya ke-23 Tahun yang sederhana ini. Semoga menikmati hidangan dan pesta yang sudah di siapkan ".


Prok... prok.. prok...


Tepuk tangan semua tamu undangan pun menggema di dalam satu ruangan tersebut.


Huse, Ayahnya Gesy dan juga Zeki menghampiri putranya dan berkata. " Mohon perhatiannya semua, Saya selaku Direktur dari PT. Disainer ingin menyampaikan bahwa, putra saya Zekiga suha resmi menjadi manajer di sana ".

__ADS_1


Semua orang pun pada bertepuk tangan.


" Makasi ya Yah ".


" Sama - sama nak ".


Mereka berdua pun berpelukan di sana. " Aku pasti akan bekerja dengan baik di perusahaan Ayah nantinya ".


" Itu harus, kamu harus mengembangkan bisnis yang sudah lama Ayah kembangkan ini ".


Setelah itu Zeki turun dari sana, dan menuju ke arah sahabat - sahabatnya.


" Happy birthday bray dan selamat udah di nobatkan jadi manajer di perusahaan bokap lo ". Kata Jek dan Geri sahabatnya Zeki.


" Tanks ya gais ". Ucapnya merangkul leher mereka berdua. " Nikmati partynya, gue yakin party kali ini pasti bakalan seru ".


" Itu udah pasti, kita berdua bakal nikmati ni party ". Kata Geri dengan semangatnya. Zeki yang mendengarnya tertawa di buatnya.


Emang sahabatnya satu ini doyan bener yang namanya party - party'an.


" Oke baek - baek kelen di sini ya, gue tinggal bentar ambel minum ". ucapnya dan beranjak pergi menuju meja yang berisi berbagai jenis minuman.


" Zek happy berthday ya untuk lo ". Ucap cewek dengan rambut panjang terurai gitu aja, menghampiri Zeki yang sedang minum di sana.


Zeki menolehkan kepala ke arah sumber suara. " Ahh... iya makasi ya Meysha ". Ucapnya cuek.


Zeki emang kayak gitu sama orang selalu cuek.


Lah terus tadi pas sama Sasha enggak tu!, malahan kayak akrab gitu?.


Zeki modelnya dia nengok - nengok orangnya. Kalok orangnya sopan dan punya atitudenya baik, dia gak akan cuek. kalok misalkan kebalikan dari itu semua!, jangan di tanya lagi, udah pasti lah itu.


" Zek! " panggil Meysha.


" Apaan ". Ucapnya Cuek tanpa melihat muka orang yang di panggilnya.


" Lihat gue dulu Zek, gue mau ngomong sama lo ".


" Tinggal ngomong kok apa susahnya si ".


Meysha menarik napasnya dalam - dalam dan. " Huh... Zek gue mau kita balikan kayak dulu ".


Meysha dulunya adalah mantan pacarnya Zeki waktu kuliah. Tapi kisah cinta mereka berakhir karna Meysha pernah selingkuh dengan Marfa sepupunya Zeki, mungkun karena Meysha mementingkan kekayaan, atau apalah. Zeki pun akhirnya memutuskan Meysha Dua tahun yang lalu.


Hingga saat itu juga mereka menjalani hidup masing - masing. Saat ini di hari ulang tahannya, Meysha dengan entengnya meminta kepada Zeki, agar mereka balikan seperti dulu lagi.


Zeki yang mendengarnya hampir saja memunceratkan air yang sedang dia minum dari mulutnya itu. " Mey lo gila ya, kita udah putus lama. dan lo dengan enaknya mintak kita balikan lagi, dengan semua pengkhianatan lo ke gue ". Ucapnya mengelap mulutnya dengan sikunya karna terkena air tadi. " Se'enak jidat lo aja kalok ngomong lo ". Zeki meletakkan minumannya dengan kasar dan meninggalkannya di sana sendiri.


Masih tiga langkah Zeki beranjak dari tempatnya Meysha berkata lirih dan masih terdengan dengan zeki. " Gue masih sayang sama lo Zek ".


" Terserah lo, tapi gue udah enggak. Kasih sayang dan cinta gue untuk lo dah mati saat lo udah selingkuh di belakang gue waktu itu ". Ucapnya tanpa membalik badan sedikitdan melenggang pergi.


***


Malam pun tiba waktu yang di tunggu pun tiba acara Band akan di mulai.


Dari semua kalangan, baik rekan bisnis, teman kampusnya Zeki dan para semua para tamu undangan menunggu acara puncaknya.


Yaitu adanya konser bank dan acara kembang api yang memeriahkannya.


" Hallo ". Firman mengangkat telpon dari manajer caffe yang saat ini mereka sewa untuk membuat party.


" .... "


" Apa... ".


###


**Haha...😆 sekali - sekali aku bikin ceritanya gantong ah, biar yang baca penasaran😂.

__ADS_1


Jangan lupa ya untuk kalian pembaca setia ku, untuk Like + vote and coment.


Supaya akunya semangat lagi noles cetitanya😊😙❤**


__ADS_2