
Sejak kejadian Gesy dan Reyla di hukum, mereka berdua sudah lebih baik dari yang sebelumnya.
Yaaa_ biasanya mereka kalau sudah ketemu gitu selalu saja adu bacot, entah hapa saja yang di bahas, bikin orang yang di sekitarnya pusing mendengar perdebatannya.
Tapi sekarang tidak lagi, karna sajak tempo hari mereka sudah baikan dan saling meminta maaf antara satu dengan yang lain.
Sasha seneng nengoknya mereka udah mulai akur.
kadang siii_ bisa kumat adu bacot mereka. Sampai susah di lerai, Sasha saja sampai puyeng di buatnya. Sampai - sampai Liva kawan sebangku Reyla sekaligus sahabatnya saja sampek capek di buatnya.
.
.
.
Setelah pulang sekolah Sasha langsung mengkempaskan tubuhnya di kadurnya yang pas untuk ukuran satu orang.
" Haduh..., hari - hari dengerin Gesy terus - terusan bertengkar bisa pecah otak ni rasanya ". ucap Sasha merasa lelah karna setiap harinya dengerin teman dan sahabatnya bertengkar melulu.
Kalau pun akur paling cuman ada maunya saja. Seperti nyontek dan sebagainya, selebihnya kalian bisa bayanginlah.
" Gak capek apa ya mereka seperti itu tiap hari hah... ". keluhnya dan memilih membersihkan tubuhnya dan memakai baju rumahan.
Sasha lagi mengeringkan rambutnya yang agak basah menggunakan handuk kecil di tanganya.
Lalu menuju kedapur untuk membuat makanan. Sasha awalnya bingung mau buat apa untuk di makannya.
Akhirnya dia memilih membuat pasta saja karna gak ribet membuatnya, pun yang ada di dapur hanya ada itu.
Hek...
" Alhamdulilah kenyang jugak ". ucapnya berjalan kedapur dan mencucu piring bekas makan dan peralatan memasaknya tadi.
Selesai mencuci piring Sasha memilih duduk sebentar di ruang tamu yang dekat dengan juga kamarnya.
Ya... maklomlah rumah kosan kan emang kecil jadi seadanya aja lah.
Tiba - tiba saja Sasha jadi kangen jugak sama buk ina, sahabat - sahabatnya dan juga adik - adik panti yang lain.
Sasha berjalan kedalam kamar, meraih benda pipih yang tergeletak di atas kasur.
Ia sedang berkutik dengan benda tersebut, entah apa yang sedang ia lakukan.
Setelah itu benda tersebut di geserkan agak jauh dari wajahnya.
Ya Sasha sedang melalukan Video Call ke panti asuhannya dulu. Gak lama pun panggilannya di terima oleh seorang wanita paruh bayah.
" Assalamualaikum buk Tinaaa " teriak Sasha ketika panggilannya sudah di angkat.
" Waalaikum'salam, yaampun Sasha kenapa kamu jarang ngabarin ibuk " ucap dari sebrang sana.
" Hey...Ziko, Vira, Ceny, Niro, Tevo, Kety, anak - anak ayo kemari lihat siapa yang nelpon ibuk ". Seru buk Tina memanggil anak - anak panti tersebut.
" Siap - siap buk, yang sedang telpon ibuk " tanya antusias mereka semua dari sebrang sana pada buk Tina. Sampai Sasha sendiri dapat mendenar teriakan mereka.
" Ini Sasha... dia nelpon kita "
" Kak Sasha yang telpon buk? " tanya antusias anak - anak panti di sana.
" Iya " jawab buk tina semangat
__ADS_1
Sasha yang mendengar mereka tersenyum senang melihatnya. Ternyata mereka tidak melupakannya dan masih mengingat dirinya yang jauh dari mereka.
" Ibuk saya mau lihat kak Sasha ". minta gadis kecil dengan rambut yang di kepang dua.
" Iya buk kami pun juga ingin melihatnya ".
" Ada apa buk? mereka mau melihat apa? " tanya kety dari arah belakang mereka yang di ikuti oleh Ziko, Vira, Niro, Tevo, dan juga Ceny.
" Kalian dari mana saja! ibu suadah manggilin kalian dari tadi juga "
" Kami ber-enam tadi baru saja selesai membersihkan kebun di halaman belakang buk ". jelas Nevo dengan mendekat ke arah buk Tina, di ikuti dengan yang lainnya.
" Ini kak kata ibu kak Sasha nelpon ". salah satu anak laki - laki di samping buk Tina menjawab pertanyaan Kety.
" Benarkah! ". mereka ber-enam serentak melihat kearah buk Tina.
Buk Tina pun menganggukkan kepala tanda sutuju.
Handphone yang semula hanya memperlihatkan wajah buk Tina seorang, di berdirikan di atas meja agar semua dapat melihat Sasha dari sana.
" Wah... itu beneran Sasha kita yang di sana! ". Ucap Ziko dan Tevo heboh dengan menunjuk Handphone yang ada di atas meja.
Sasha yang mendengar ucapan mereka hanya tersenyum malu.
Ceny yang mendengar tebut menolehkan kepalanya ke mereka berdua.
Pletak...Pletak
Suara jetakan dari Ceny di atas kepala Ziko dan Tevo, membuat mereka berdua sedikit geram dengan Ceny.
" Aduh...aduh... jahat bener dah kamu Cen ". ucap mereka kompak.
" Sudah - sudah, kalian ini selalu saja begitu. Gak malu kalian tu di tengoin sama Sasha ". Lerai buk Tina.
" Hehe... iya sampek terlupa ". Cengengesan mereka bertiga.
Buk Tina geleng kepala melihat mereka ber-enam. " Hem... hem... hem... kalian ini ".
" Bagaimna kabar mu di sana nak?, apa ada yang jahat'in kamu di sana?, terus bagaimana sekolah? ". Tanya bu Tina bertubi - tubi pada Sasha yang ada di sebrang sana.
Sasha yang mendengar pertanyaan bu Tina sampai cengengesan. " Hehehe ibu tanya'in nya satu - satu dong!, kalau ibu tanya nya banyak banget bagaimana Sasha mau menjawabnya ".
" Aku di sini baik - baik saja, kalian semua gak usah khawatir sama aku, aku bisa jaga diri dengan baik kok di sini ".
" Syukur lah kalau begitu " ucap semua orang yang ada di panti.
" Terus bagaimana dengan kabar bu Tina dan kalian juga? "
" Kami semua baik - baik saja ". Ucap bu Tina.
" Hey Sha kamu tu ya jarang banget ngabarin kita semua di sini! ". Kata ceny yang super duper paling melengking suaranya, semua pun mengangguk dengan ucapannya. " kami semua sangat Khawatir dengan keadaan mu di sana!, kamu pasti kesepian bukan di sana tanpa kita! " cerocosnya.
" Aku di sin...". Ucapan Sasha dengan perkataan ceny yang belum kelar juga nyerocosnya.
Entah nyerocosin apa pun itu. Sampai - sampai semua orang tercengang di buatnya.
" Terus pasti di sana orangnya jahat - jahat bukan?. Kalau misalkan iya bawa ke sini dia sekarang juga Sha!, biar aku kasi pelajaran tu orang ". Katanya sampai tidak sadar memukul Ziko yang berada di sampingnya.
" Hey... apaan si kok mala mukul aku si ". ucap ziko kesakitan pada lengannya yang kena timpuk sama Ceny.
" Itu cuman pemanasan biar tau rasa tu yang berani sama sahabat ku ".
__ADS_1
" Udah lah nyerocos gak jelas?, maen timpuk - timpuk orang segala lagi kamu ".
" Ya maap namanya sangking bersemanagatnya hehe ". Kata Ceny sambil mengelus - elus lengan Ziko karena ulahnya.
Semua orang sudah biasa melihat mereka berdua bertengkar seperti itu. karna emang hari - harinya mereka selalu saja bertengkar, yaaa tapi ujung - ujungnya baikan.
" Yaampun kalian berdua masih sama kayak dulu ya?, gak bisa akur apa ". tanya Sasha
" Hehe maaf Sha dia duluan ni!, orang gak salah juga maen di pukul aja ". Kata Ziko.
" Iya - iya aku yang salah deh ". Ceny melihat keduatangannya di dada sambik membuang muka malas melihat Ziko. " Terus saja salahin aku ".
Semua yang melihat Ceny merajuk membuat semua orang tertawa. Emang dari dulu itu dia yang paling bisa bikin keadaan semakin ramai. Baik ocehannya, cerewetnya, nyebelinnya semualah pokoknya.
Pernah waktu Sasha masih tinggal di sana, Ceny itu sakit demam, sampai harus di bawa kerumah sakit, dan terpaksa harus di rawat di sana.
Ketika Ceny di rumah sakit!, panti serasa sepi gak ada kehadiran Ceny di tengah - tengah mereka.
Sama halnya dengan tidak ada kehadiran Sasha di sana. Terasa berbeda kalau tidak ada dia diantara mereka semua.
" Ehh Sha!, bagaimana tinggal di jakarta?, pasti seru ya ". tanya Vira.
" Kurang seru ". Jawab Sasha lesu.
" kenapa?, gak enak ya tinggal di sana! "
" Karna gak ada kalian semua, jadinya gak seru ". Ucap Sasha sambil tersenyum.
" Ye.. kirain di sana orangnya pada jahat sama kamu!, ternyata itu toh ". kaya Vira. " Kita di sini pun gak seru gak ada kamu Sha!, benerkan adek - adek ".
" Iya kak Sha, kata kak Vira. Gak ada kakak di sini jadi gak seru, gak ada yang selalu nasehatin kita kalau kita nakal, terus kalau kita sakitkan kakak yang kadang jagain kita kalau ibu Tina lagi pergi ". Keluh salah satu dari mereka.
" Iya kak betul tu ". ucap mereka antusias.
" Kamu kapan nak main - main ke sini? " tanya buk Tina pada Sasha.
" Paling nunggu akhir semester bu, karna itu pastikan bakalan libur panjang. " ucap sasha. " Terus pun Sasha bisa di sana bisa lama ".
" Iya juga ya!, kalau misalkan hari minggu kamu kesini pasti ngabisin biaya dan waktu di jalan saja, nanti kamu kecapeaan lagi ". kata bu Tina. " Yasudah kamu tidak perlu di paksain, kalau misalkan ada waktu ke sini, kamu tinggal kabarin ibu saja, oke ".
" Oke siap bu " Ucap sasha dengan membuat jari telunjuk dan jempolnya menjadi huruf O.
" Yasudah kamu isrirahat sudah malam ini, kapan - kapan lagi kita semua terphonan lagi ". ucap bu Tina. " Kamu harus jaga diri baik - baik di sana lo, kalau ada perlu sesuatu terphone ibu saja ".
" Iya bu... pasti Sasha jaga diri di sini, ibu dan yang lain juga jaga kesehatan ya ". Kata Sasha. " Kalau gitu Sasha putus ya sambungannya, Assalamu'alaikum ".
" Iya Waalaikum'salam " jawab mereka.
.
.
.
###
***Maaf ya gais aku jarang up.
Nanti aku usahain deh up tiap hari😄 biar kalian yang baca seneng😆.
Satu lagi mohon maaf kalo ada tulisannya yang salah salah, lagi gak fokus itu thor nya haha***.
__ADS_1