Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Part 33. Tante Wina


__ADS_3

***Ayo tinggalin jejak untuk Author, kayak Like atau komen kek, kalok boleh vote juga hehe😆. Tapi kalok gak mau gak papa, tapi akunya sedih kalian pada gak mau dukung aku😣.


Yoda deh lanjut. Selamat membaca😊 semoga suka***.


***


' Hah!... '. Pekik Sasha dan Beno bersamaan.


Yaaa ternyata yang sekarang di depannya itu Tante Wina yang hari tu Sasha tolongin.


Dan beliau adalah Maminya si makhluk astral yang paling nyebelin.


" Iya saya gak salah orang, kamu yang waktu itu ". Ucapnya tersenyum ramah dengan memengang kedua tangannya Sasha. " Ayo - ayo masuk, gak perlu sungkan anggep aja rumah sendiri ". Wina menarik tangan ku untuk masuk ke dalam rumahnya.


' Hah! ternyata tente yang hari tu aku tolongin Maminya makhluk astral, aku gak nyangka ". Ucap Sasha dalam hatinya dan masih berdiri terpaku di situ.


" Ayo sayang ". Ajaknya lagi pada ku.


" Mamii... ". Teriak Beno untuk memanggil maminya tapi maminya sedikit pun tidak menggubris panggilannya itu. " Kok aku yang punya rumah mala diem aja di luar ". Beno pun mengejar maminya dengan kaki yang masih lumayan sakit.


" Duduk dulu nak. Ahh.. iya nama kamu siapa sayang, tante lupa ". Tanya Wina.


Aku pun menuruti perintahnya untuk duduk di sofa. " Nama saya Sasha tante ". Kata ku tersenyum ramah pada Wina.


" Aaa... iya Sasha ". Ucapnya. " Beno cepet buatkan minum untuk Sasha cepetan ". Suruhnya ketika melihat Beno ingin menghampiri mereka.


Beno dengan mulut menganga melihat Maminya lalu menunjuk dirinya sendiri. " Iyalah kamu jadi siapa lagi, cepetan sana ". Kata Wina.


" Mi kaki aku masi sakit, masa aku si yang Mami suruh bu--- ".


" Hey mau membantah ucapan Mami kamu ". Katanya. " Dasar anak durhaka. Kamu mau gak Mami kasi uang jajan selama satu bulan ".


" Ihh Mami masa tega sihh sama aku. Anak lagi sakit gini pun ".


" Derita kamu mah, udah buruan sana ".


Beno hanya mendengus kesal, kalau dia membantah dengan Maminya itu, bisa - bisa beneran lagi nanti dia gak di kasi uang jajan selama sebulan. Mana bisa dia digituin, sakit kantung babang eh salah sakit hati babang haha.


Wina lagi enak - enaknya bercengkrama dengan Sasha, tiba - tiba di kejutkan dengan bantingan nampan yang baru saja di taruk dengan kasar oleh Beno.


" Beno... yang sopan dikit dong kamu sama tamu ".

__ADS_1


" Gimana si Mami! orang akunya lagi sakit gini di suruh buatin minum". Kata Beno. " Tambah sakit tau gak ni kaki aku ". Keluh Beno lalu duduk di samping maminya.


Sasha yang melihat Beno mengeluh gitu tersenyum senang melihatnya seperti itu. " Apa lo liat - liat!, seneng lo kan ". Ucap Beno.


" Halah cuman begini doang lebai kali ". Katanya dengan memukul kaki Beno yang terkilir itu.


" Ahk..... ". Pekik Beno kesakitan karna di timpuk Maminya. Wina langsung mendelih. ' Beneran sakit kah! '. Batin Wina dalam hati.


" Mami kira - kira doang kalau mau mukol, sakit tau ".


" Mami kira kamu boongan sakitnya hehe ". Ucap Wina cengengesan melihat anaknya melotot melihatnya dengan tatapan seperti itu. " Yaudah Mami obatin ya ". Ucapan Wina.


" Saya aja tante yang ngobatin, kan ini juga salah saya ". Kata Sasha.


" Oh yasudah, salep urutnya ada di sana, dekat dapur ". Tunjuk wina.


Lalu Sasha mengangguk dan pergi ke sana. Awalnya dia sedikit bingung dimana letaknya, dan akhirnya ketemu juga.


Sasha balik keruang tamu dengan membawa kotak P3K yang ada di tangannya.


Dia bingung, loh kok tante Wina udah gak ada!, terus si makhluk astral pun juga gak ada.


" Woii ngalain lo berdiri di situ aja, kesambet baru tau rasa lo ". Ucap Beno yang baru saja turun dari lantai dua.


Beno pun melangkah turun lalu duduk di ruang tamu. Lalu Sasha pun mengikutinya dari belakang dan juga duduk di sampingnya tetapi agak jauh.


" Mana sini kaki kamu ". Ucap ku dengan membuka kotak P3K yang tadi dia bawa.


Beno pun menyelonjorkan kakinya di pangkuan Sasha. Sasha pun mengoleskan sedikit salep di kakinya Beno.


" Woiii pelan - pelan dong ngapainnya ".


" Ini juga udah pelan kok, tahan dikit napa ".


Sasha selesai mengoleskan salep di kakinya, ia berganti mengobati luka di lututnya karna tadi pagi. Ia mengobati Beno dengan perlahan, kalok gak bisa ngamuk lagi dia nantinya.


Beno melihat cewek culun itu mengobati lututnya dengan obat merah. Dia lalu meniupnya dengan perlahan agar mengurangi rasa pedih di lukanya.


Sasha mendongakkan kepalanya menatap Beno. Beno langsung membuang muka kesembarang arah, agar ia tidak mengetahui Beno sedang memperhatikannya dari tadi.


Sasha pun kembali melihat luka yang di lutut Beno, dan memperbannya agar tidak infeksi.

__ADS_1


Setelah selesai, ia bangkit dari duduknya dan berjalam dengan membawa kotak P3K di tangannya.


" Mau kemana lo? ". Tanya Beno dengan memegang kakinya yang masih agak sakit gara - gara terkilih itu.


Sasha berbalik badan menghadap makhluk astral. " Mau mulangin ini ketempatnya lagi ". Ucap Sasha mengangkat kotak P3K yang di tangannya.


Beno mengangguk. " Yoda sana lo pulangin ".


" Aku mau pulang udah sorean ini ". Ucap Sasha setelah dari dapur dan sekarang berada di depan Beno


" Yoda sana hus... hus... ". Ucap Beno mengusir Sasha sambil main gawai yang dia pegang.


' His kamu kira aku ayam, kamu usir - usir kayak gitu '. Batin Sasha.


" Tapi Tante Wina mana aku mau pamit sama beliau, gak enak kalok gak pamitan sama Mami kamu ".


" Mami gue lagi ke Minimarket, Lo kalok mau pulang ya pulang aja sana kok ribet ". Kata Beno acuh tak acuh.


Sasha menatap Beno dengan malas, lalu dia menyambar tasnya di sofa, dan keluar dari rumah itu dengan muka yang betek.


" Assalamualaikum ". Ucap Wina yang baru saja pulang dari Minimarket.


" Waalaikumsalam ".


" Loh Sashanya mana Ben? ". Tanya Wina pada anaknya dan meletakkan belanjaannya di atas meja.


" Udah pulang dianya Mi ". Kata Beno yang asik sedang main Game Onlinenya.


" Kok cepet kali pulangnya, pasti kamu kan yang nyuruh dia pulang kan! ". Kata Wina mulai mengintrogasi anaknya itu. " Padahal Mamikan mau buatkan makanan untuknya, tapi gak jadi deh gegara kamu ngusir dia untuk pulang ". Sambung Wina dengan muka sedihnya.


Beno melirik sekilas Maminya yang sedih itu, lalu kembali lagi pada gawai yang iya pegang. " Mana ada!, orang dia yang mau pulang ". Ucap Beno. " Lagian yang sebenernya anak Mami tu siapa sih!, Aku atau dia? ".


" Halah pasti ni kamu yang nyuruh dia pulang, pakek segala ngeles lagi sama Mami ".


" Terserah Mami deh, aku mau ke kamar aja ". Beno berjalan menaiki tangga rumahnya masih dengan kesakitan, tapi matanyanya masih terfokus pada gawai yang di pegangnya.


" Hey Mami masih ngomong sama kamu Beno! ". Teriak Wina. " Dasar anak itu katanya kakinya masih sakit, tapi itu lo matanya bukannya nengok jalan mala nengok HP nya ". Kata Wina lirih dengan geleng kepala melihat anaknya.


Dia berdiri dan menuju kedapur untuk meletakkan belanjaannya kesana saja.


###.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2