Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Ada suara!.


__ADS_3

" Apaan si mana ada suara Sha, halu lo tu pas.... ". Ucap Gesy terhenti.


' Tolong..... '.


Sasha yang mendengar ucapan Gesy yang keras itu, segera menutupnya dengan telapak tangannya. " Sttt.... tu kamu dengerin deh baek - baek ".


' Hikss... tolong '.


" Ehh... iya ada yang nangis sambil minta tolong ".


" Tu kan ada ". Ucap Sasha. " Kayaknya suaranya dari sebelah sana. Di dalam ruangan toilet cewek ". Lanjutnya dan berlari ke sana meninggalkan Gesy masih terbengong di tempatnya. " Woi... Sha tungguin gue dong ". Ucapnya berdiri dari bangkunya mengejar Sasha.


Sampai di toilet, Sasha dan Gesy berhenti di depan toilet dan memastikan dulu ada orang atau enggak di dalam. Dan ternyata ada.


' Lo jerit kayak tadi pun gak ada gunanya '. Ucap salah satu Cewek dengan menjambak rambut anak dengan kucir dua itu. Sepertinya dia itu ketua geng mereka.


" Ada orang Sha ". Ucap lirih Gesy dengan mengintip ke dalam.


" Iya, kayaknya mau bully anak yang kucir dua itu deh, Kita lihat aja dulu Ges ". Sambung Sasha.


' Kalian mau apa? '.


Orang yang di tanya nyengir dan memandang dua orang temannya. " Kita ya! ".


" Enaknya kita mau ngapain ya gais ". Ucap teman satunya yang berambut hitam, dengan memutar mutar gunying di jari telunjuknya.


Anak kucir dua itu membulatkan matanya. ' Hikss... jangan!, jangan gunting rambut ku '.


' Hehh... atas dasar apa lo nyuruh - nyuruh kita hahh! ". Kata cewek rambut keriteng, mencengkeram kedua pipinya dan menghempaskannya dengan kasar.


Sasha dan Gesy yang berada tidak jauh dari mereka. saling melempar pandangan.


Gesy dia kelihatannya sudah sangat geram dengan tingkah laku mereka bertiga. " Samperin aja lah Sha ". Ucapnya hendak melangkah.


Sasha menghalangi Gesy untuk nyamperin mereka. " Jangan!, kita jangan buru - buru ". Ucap Sasha menahan tangannya. " Kamu bawa HP Ges? ".


" Ada ni di saku gue. emang napa? ".


" Bagus sekarang kita rekam aja dulu mereka semua dari sini ".


Gesy pun mengambil Hp nya dan mulai mereka pembullyan mereka.


' Emang aku ada salah apa sama kalian? ". Tanya anak itu.


' Pasti ada lah, sekarang lo gak usah banyak bacot ya ". Ucap anak berambut hitam menjambak anak kucir dua itu.


Dan mulai mengangkat gunting yang dia pegang. Mendekatkan gunting itu perlahan - lahan kearah rambut anak itu.

__ADS_1


Anak tersebut memejamkan matanya. ' Yaalah lindungilah hamba mu ini '.


Sasha bergerak cepat menghampiri mereka, lalu memegang tangan anak yang sedang memegang gunting tersebut.


Gesy cepetan mematikan rekaman video itu, dan menyusul Sasha kedalam.


Orang itu memutar kepalanya kebelakang. " Anak orang kaya beraninya menindas anak - anak yang dandanan peminim dan labil seperti dia yang tidak bersalah ". Ucap Sasha dengan muka marah dan matanya memandang tajam ke arah mereka bertiga. " Pengecut ". Lanjutnya dan menghempakan tangan yang memegang gunting itu sampai hampir jatuh.


" Berani banget lo sama kita! ". Ucap ketua geng tersebut.


" Buat apa aku takut sama kalian ". Kata Sasha dan menarik anak kucir dua itu mendekat ke arahnya. " Sama - sama makan nasi toh ".


" Belagu banget lo yah ". Ketua geng itu mendolak bahu Sasha. Hampir saja iya terhuyung kalau Gesy tidak memegangnya.


" Ehh!, jaga sikap lo ini tu sekolah, bukan pasar ".


" Apa! Lo gak suka? ". Ucap si rambut panjang.


Gesy maju selangkah, ingin dia tampar tu muncung. Tapi Sasha lagi - lagi menghalanginya. " Gak guna kita ladenin mereka, mending kita pergi dari sini aja ".


Mereka pun melangkah pergi. Tiba - tiba saja tangannya di tarik paksa sama anak rambut kereteng. " Mau jadi pahlawan kesiangan dianya gais haha... ".


Mereka bertiga tertawa terbahak - bahak. " Mendingan lu berdua aja yang pergi sono, dan baliin tu anak sama kita ". Tunjuk ketua geng ke arah anak kepang dua yang menunduk ketakutan meremas roknya.


Sasha nyengir kuda dan memberikan anak itu kepada Gesy agar menjaganya. " Hee... Kalok kami gak mau, kalian bertiga mau apa hemm... ? "


Mereka berdua memegangin kedua lengan Sasha.


Gesy mau nolongin pun kayaknya gak bisa bantuin Sasha, kekuatan geng cewek - cewek itu sepertinya kuat sampai Sasha saja tidak berkutik sedikit pun di pegangin oleh mereka.


Ketua geng itu sedikit demi sedikit berjalan kearahnya dengan mengangkat kedua tangannya bersiap untuk menjambak - jambak Sasha. Nekat bukan!.


( Biasalah kalok cewek manja klok berantem maennya jambak - jambaan 😂 ).


Belum lagi melayangkan tangannya untuk menjambak ranbut Sasha. Sasha lebih dulu menendang perut anak itu sampai terjatuh dekat tempat sampah.


Gesy yang melihat Sasha melawan gitu sampai melongo gak percaya.


Lalu Ia memelintir lengan anak yang memegang lengannya, sampai mereka meringis kesakitan.


Ketua geng itu bangkit dengan tertatih - tatih menahan nyeri di perutnya. " Berani banget lo nendang perut gue ". Ucapnya. " Gue Ferna Bekto anak yayasan di sini, masih berani lo sama gue ".


" Kamu tu masih anak yayasan, sedangkan pemiliknya adalah bokap kamu ".


" Gue bakal aduin lo sama bokap gue biar lo di keluarin dari sekolah ini ". Ancamnya.


" Aku gak akan takut sama ancaman receh kamu ". Lawan Sasha. " Ayah kamu pasti bakalan malu punya anak kayak kamu ". Tunjuk Sasha di depan muka Ferna.

__ADS_1


Sasha menghampiri Gesy yang di belakangnya dan mengambil Hpnya gitu aja dan memperlihatkan hasil Video yang sempet dia ambil tadi.


Ferna kaget dengan rekaman yang di tunjukkan Sasha. " Da..ri... maka lo... dapet rekaman itu, kemariin ke gue ". Ucapnya mau merampas HP yang di pegang Sasha.


Sasha dengan sigap menarik kembali tangannya agar menjauh dari Ferna, sebelum tangan Ferna menyambar HP yang ia pegang. " Anak yayasan yang suka ngebully orang kecil dan gak berada. Kalok bokap kamu tau bukan hanya dia yang malu, bahkan nama baik sekolah ini bakalan tercemar gara - gara lo ". Ucap Sasha dengan santainya. " Kalok masih berani ngebully orang lagi, jangan salah kan rekaman ini sampai ke bokap kamu ". Lanjutnya.


Mereka tidak tau kalau dari tadi ada salah satu anak perempuan yang melihat pertengkaran mereka di dalam bilik toilet.


Sebenernya ia mau ke dalam, karna melihat ada yang bertengkar di dalam sana, ia urungkan.


Sasha melangkah pergi di ikuti dengan Gesy dan anak kepang dua tersebut, meninggalkan mereka yang kaget sekaligus tercengang di buatnya.


Anak itu segera pergi juga ketika melihat Sasha ingin keluar dari sana, sebelum ia ketahuan menguping.


" Ahkkk..... " Teriak Ferna geram dengan Sasha. " Gue bakal bales lo ".


Mereka bertiga menengkan anak tersebut di kantin tempat tadi Sasha dan Gesy makan.


" Duduk dulu kamu " Suruh Sasha kepada anak itu.


Gesy berjalan ke arah buk Iyem dan memesan segelas teh hangat. Lalu menghampiri Sasha. " Keren banget lo tadi ngelawan anak kepsek Sha ". Ucap Gesy terkagum - kagum melihat Sasha melawan tadi.


" Apaan si kamu Ges ". Ucapnya senyum malu gitu.


" ini teh angetnya neh ". Ucap buk Iyem memberikan segelas teh hangat kepada Gesy.


" Ahh... iya makasi ya buk ".


Buk Iyem mengangguk dan berlalu dari sana.


" Nih buat lo, di minum dulu ". Gesy menyodorkan teh itu sama anak kucir dua di sampingnya.


Ia pun menerimanya dan meminumnya perlahan. " Ma...makasih banget kalian mau nolongin aku tadi ".


" Iya gak masalah ". Jawab Sasha. " Tapi kenapa mereka sampek bully kamu kayak gitu tadi? " Tanya Sasha heran. Gesy pun juga penasaran tentang hal itu, lalu memfokuskan pandagannya pada anak itu.


" Aku pun gak tau kenapa mereka gituin aku kayak tadi ". Ucapnya.


Sasha dan Gesy hanya berohria. Mereka sedikit malas si, yang penting sekarang ni orang udah gak kenapa - napa.


" Aku makasi banget sama kalian berdua ". Ucapnya memandang Sasha dan Gesy terharu. " Gak tau deh kalok gak ada kalian berdua aku entah jadi apa ".


" Iya santai aja, yakan Sha ". Ucap Gesy dengan memandang Sasha. Sasha tersenyum dan menganggukkan kepalanya sama anak kucir dua tersebut.


" Sekali lagi makasi ya udah nolongin aku, Kalok gitu aku balik kekelas dulu ya ".


" Okee... "

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2