
ketika Win dan Ily pergi, Sasha pun menangis tersedu-sedu karna ia merasa sudah tidak ada lagi yang akan menyayanginya.
"Loh nak kamu kenapa menangis sayang." Tanya Tina dengan berjongkok di hadapan Sasha.
"Hiikss Sasha sedih bu, karna udah gak ada lagi yang akan sayang sama Sasha."
"Sasha jangan bicara seperti itu, masih banyak kok yang akan sayang sama Sasha termasuk ibu dan juga tuhan yang sayang sama Sasha." Kata Tina dan mengusap pipi Sasha agar berhenti menangis.
"Sekarang Sasha jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang lo dan ayo kita ke taman belakang ibu akan mengenalkan kamu dengan teman teman kamu yang ada di sini." Lanjutnya dan Sasha pun mengiyakan perkataan bu Tina dan mereka pun berlalu ke taman belakang.
☆☆☆
"Anak-anak ayo kemari sebentar." Ucap Tina pada semua anak panti dan mereka pun segera menghampiri ibu Tina yaitu ibu yang di anggap mereka ibu pengganti untuk mereka.
"Iya bu, ada apa ibu memanggil kami." Tanya seorang anak laki laki yang paling tua diantara yang lain.
"Ibu mau memperkenalkan kalian pada anggota keluarga baru kita." Kata Tina.
"Ayo sini sayang." Lanjutnya memanggil Sasha yang sedari tadi berdiri di belakang tubuhnya.
"Nah ini dia anggota baru kita, ayo nak perkenalkan nama kamu." Ucap bu Tina pada Sasha untuk memperkenalkan diri nya pada teman barunya.
"Ha... haaai semua, nama aku Kalexsa Alavo dan kalian bisa panggil aku Sasha." Ucap Sasha yang sedikit terbata bata karna dia sedikit malu untuk berjumpa orang baru.
"Wahhhh kita punya teman baru dan dia sangat cantik." Celetuk salah satu anak laki laki yang emang selalu ramah pada semua orang dan termasuk di bilang ganteng dan perkataannya itu membuat semua orang tertawa sedangkan sasha hanya tertawa kecut kearah semua orang.
"Hai nama aku Ziko dan mulai sekarang kita teman." Lanjut anak laki laki tadi tersenyum sambil mengulurkan tangan nya pada Sasha dan Sasha juga mengulurkan tangannya dengan perasaan gugup.
"Teman." Jawab Sasha.
"Hai nama aku Vira." Ucap anak perempuan paling cerewet.
"Hai nama aku Niro." Anak laki laki berwajah ganteng yang lebih tua 3 tahun dari mereka semua yang ada di panti dan rata-rata yang tinggal di panti tersebut usianya 5 tahun.
"Nama aku Ceny." Anak perempuan dengan sifat centil dan kalau ngomong ceplas-ceplos.
"Nama aku Kety." Anak perempuan yang paling bijak diantara yang lainnya.
"Dan hai, nama aku Tevo, aku salah satu yang paling ganteng disini dan kita semua sekarang teman sekaligus keluarga." Teriak kegirangan Tevo anak laki laki paling sok eksis dan nyebelin pada semua orang dan sambil cengengesan dan semua pun ikut tertawa.
dan masih banyak lagi teman teman yang lainnya.
"Baiklah baik anak-anak ayo kita sekarang masuk, karna disini sudah mau malam dan kita makan malam sama anggota baru kita." Ajak Tina pada semuanya dan mereka pun pada masuk kedalam rumah beriringan sambil salang tertawa dengan sasha untuk makan malam bersama keluarga baru paa saat ini.
Dan Begitulah awal perkenalan Sasha dengan teman sekaligus keluarga barunya yang penuh dengan keceriaan di setiap hari hari mereka hidup dengan segala kekurangan mereka.
☆☆☆
__ADS_1
"Ayo anak anak ibu kalian pasti sudah pada lapar kan ayo segera kalian ambil makanan untuk kalian makan dan jangan ada yang berebut karna hari ini kita kedatangan anggota keluarga baru jadi Sasha duluan yang ambil makanannya." Titah Tina pada Sasha.
"Ya ibu masa pilih kasih kayak gitu si bu." ucap ceny cemberut.
"Iya masa ibu kayak gitu, bukannya kayak gini." Sambung Tevo sambil langsung ngambil ayam gireng di atas meja dan langsung di makan di depan semua orang sehingga membuat semua anak panti tertawa termasuk Sasha.
"Haahh bagus tu Tev makan sendiri sendiri gak bagi kita-kita." Cercah Ziko marah.
"Ohh kamu mau Zik? Nih aku kasi." Jawab Tevo sambil ngasi sisa makanan yang masih ada ditangannya.
"Iissss gak maulah udah bekas jigongmu Tev mending yang ini." Ucap Ziko yang merasa jijik sama makanan yang di kasih Tevo dan langsung mengambil ayam gorengnya dimeja
dan semua orang merasa lucu sehingga semua tertawa dengan tingkah mereka berdua.
"Hehe tak mau tak pe." Ucap Tevo dan tertawa mereka makin kencang melihat tingkah Tevo yang konyol dan bu Tina hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kekonyolan yang dibuat Tevo.
"Husttt!. Sudah sudah orang di suruh makan mala tertawa, sudah ayo semua di makan makanan kalian dan Sasha kamu pun harus makan ya." Ucap Tina.
"Iya bu." Jawab Sasha.
"Dan semua ayo makan."
Mereka semua pun memakan makanannya masing-masing dengan suara hiruk pikuk Tevo dan Ziko yang membuat suasana makan mereka jadi ramai.
Sehabis mereka makan semuanya membersihkan sisa-sisa makanan mereka dan mencucinya dengan bersama-sama, karna sudah kebiasaan bagi anak panti disitu sehabis makan mereka harus membersihkan sisa makanan mereka dengan di bantu sama bu Tina dan Sasha belum terbiasa ikut membersihkanya. Mungkin seiring berjalannya waktu ia pasti juga terbiasa.
"Sasha nanti kamu tidur sekamar dengan Vira, Ceny sama Katy ya." Ucap bu Tina pada Sasha.
"Dan kalian bertiga, Vira, Ceny dan Kety. Kalian harus bersikap baik kepada Sasha dan kalian harus saling akur jangan ada yang bertengkar oke." Sambung bu Tina pada tiga gadis tersebut.
"Siap bu." Jawab berbarengan Vira, Ceny sama Kety dengan tangan diatas kepala seperti menghormat bendera dengan cenge-ngesan mereka bertiga
"Yasudah cepat sama kalian bawa Sasha kekamar kalian untuk istirahan dan ingat pesan ibu tadi ya." Ucap bu Tina.
Dan mereka berempat pun jalan bersamaan menuju kamar mereka.
☆☆☆
Mereka berempat pun langsung masuk dan merebahkan tubuh mereka di kasur mereka masing masing.
" Sasha kamu sini tidur disamping kasur aku aja yah." Ajak Kety
"Oh iya makasih." ucap Sasha pada Kety dan Kety pun menganggukkan kepalanya dan merebahkan tubuhnya di kasur.
Sedangkan Sasha dia duduk di tepi tempat tidurnya dengan wajah yang murung sambil melihat sekeliling kamarnya yang sekarang, sehingga dia merasa merindukan dengan suasana rumah dan kamarnya yang dulu, lalu Sasha pun menundukkan kepalanya untuk menghilangkan rasa sedih yang saat ini dia alami.
"Sasha apa kamu baik baik saja?." Tanya Kety yang sedari tadi mereka masuk ke dalam kamar melihat sasha murung , dan suara Kety yang menanyakan keadaan sasha membuat Vira dan Ceny terbangun dan langsung duduk di atas kasur mereka dan memandang ke arah Sasha.
__ADS_1
"Ahh tidak, aku tidak kenapa napa kok teman teman." Jawabnya Sasha.
"Tidak apa Sha, kalau kamu punya masalah kamu bisa kok bilang ke kita-kita. Kan sekarang kita teman." Ucap Vira.
"Iya bener itu." Sambung Ceny dan Kety berbarengan.
"Aku cuman kangen sama rumah lama aku dan kedua orang tua aku." Jawab Sasha.
"Emang kedua orang tua kamu kemana?." Tanya Ceny polos dan memandang Sasha dan Vira dan Kety pun menganggukkan kepala mereka karna merasa ingin tahu.
"Huhh, Mama sama Papa aku udah pergi ninggalin aku untuk selamanya dan mereka sudah tenang disurga." Jawabnya.
" Ohh ya ampun, maaf kan kami Sha. Kami tidak sengaja maaf kan kami." Ucap mereka karna merasa bersalah kepada Sasha.
"Tidak apa apa kalian kan tidak tahu jadi tidak masalah." Jawab Sasha dengan senyum tipisnya kearah teman temannya dan kembali menunduk kan kepalanya .
Vira, Ceny dan Kety saling pandang untuk mencari solusi agar teman barunya ini tidak murung lagi dan mereka pada mengangkat bahu yang artinya mereka pun tidak tau harus berbuat apa dan akhirnya Vira yang angkat suara untuk menenangkan Sasha.
"Yasudah Sha kamu jangan sedih lagi, kan sekarang sudah ada kita yang akan nemenin kamu." Lerai Vira pada Sasha.
"Iya makasih ya teman-teman." Ucapnya
dan Vira beranjak dari tempat tidurnya langsung memeluk Sasha dan Ceny sama Kety juga ikut memeluk Sasha dan mereka pun menangis atas apa yang sekarang ini Sasha alami dan menenangkannya agar Sasha tidak merasa sendirian .
"Heii sudah sudah berhenti menangislah dasar cengeng kalian semua." Ucap Ceny sambil melepas pelukannya.
"Hei kau pun nangis ya tadi jadi, jangan bilang kalau kami ini cengeng." Bantah Vira dan langsung melepas pelukannya karna dia tidak terima di katain sama temannya yang satu ini
"Vira ku sayang tadi aku kan tidak ada bilang kalau aku tidak nangis aku cuman berkata merhentilah menangis." Jawab Ceny.
"Emmhhh terserahlah intinya tadi kau bilang begitu." Kata Vira.
"Terserah kau saja lah." Ucap Ceny tertawa dan disambung dengan Sasha dan Kety yang merasa lucu melihat pertengkaran keduanya dan itu sedikit menghilangkan rasa sedih yang dialami sasha tadi pun hilang .
Sedangkan Vira, ia langsung membuang muka karna kesal melihat teman temannya menertawakannya .
"Yasudah mari kita tidur sebelum kita di marahin sama bu Tina karna belum tidur." Ajak Kety.
Dan mereka pun mengiyakan perkataan Kety dan beranjak ketempat tidur masing masing.
" Selamat malam." Ucap mereka berbarengan.
Tidak membutuhkan waktu banyak dan mereka pun langsung pada tertidur menuju alam mimpi mereka masing masing.
...###...
hai gays jangan lupa ya selau vote like and komen untuk terus mendukung cerita cerita aku 👌😊😊
__ADS_1