
" Apa penyanyinya gak bisa datang!, kok bisa?, terus bagaimana ini jadinya pak? ". Ucap Huse marah - marah saat menerima telpon. Istrinya yang di sampingnya bingung. Sebenernya ada apa. Itu yang di pikirannya Mair, sang istri.
" .... ".
" Saya tidak mau tau intinya anda harus ganti rugi ". Huse pin mematikan sambungan teleponnya secara sepihak karna emosi.
Gesy dan juga Zeki yang melihat Ayahnya itu marah - marah di telpon menghampiri Ayah dan Bundanya. sedangkan Sasha memilih duduk diam di salah satu kursi yang sudah di siapkan.
Dia tidak mau ikut campur dalam masalah keluarga orang lain. Karna itu merupakan sifat yang kurang sopan.
" Ada apa Yah?, kok sampek marah - marah gitu! ". Tanya Mair menepuk pundak sang suami.
" Cemana gak marah cobak?, penyanyi yang sudah Ayah sewa hari tu gak bisa datang. Karna penyanyinya ada urusan gitu ".
" Lah kok bisa gitu si Yah ". Ucap kompak Gesy dan Zeki.
" Ayah juga gak tau ni harus ngapain! ".
Mereka berempat memikirkan solusi, bagaimana pestanya ini dapat di lanjutkan.
" Akhh... ". Teriak Gesy senang, tapi itu mengagetkan mereka semua.
" Apaan si lo teriak - teriak, orang keadaan lagi genting gini, main main pulak lo ". Cerocos Zeki pada adik barbarnya itu.
" Hehe... aku ada ide ".
" Ide! ".
" Ide apaan? " Tanya Zeki.
" Gimana kalok Sahabat aku yang gantiin penyanyi itu ".
" Hah... maksud kamu Sasha!. Emang dia bisa ".
" Iya kak, Ayah, Bunda. Dia pande nyanyi kok tenang aja ".
Gesy pun memanggil Sasha yang sedang duduk anteng di sana. " Sasha! ".
Merasa ada yang memanggil namanya, Sasha mengedarkan pandangannya. ternyata Gesy yang memanggilnya. Ia pun menghampirnya. " Iya ada apa? ".
" Gue mau minta tolong sama lo "
" Minta tolong apa? ". Ucapnya memandang mereka berempat.
" Jadi gini penyanyi yang Ayah aku sewa dia gak bisa dateng. Gue mau minta tolong sama lo gantiin penyanyinya ". Jelas Gesy. Zeki, Huse dan Meir menganggukkan kepalanya kearah Sasha.
" Iya nak, kami minta tolong banget sama kamu, agar menerima tawaran kami ini ". Kata Huse.
" Tapi kan... ".
" Gue mohon baget sama lo Sha, soalnya waktunya udah gak keburu kalok nyarik lagi penyanyi yang kayak begituan ". Mohon Gesy.
Sasha pun menyetujui untuk menggantikan penyayi itu.
Huse pun menghampiri MC yang ada di sana kalaupenyanyinya gak bisa datang, tetapi sudah ada penggantinya.
" Hadirin sekalian kami mohon maaf penyanyinya tidak bisa datang, karna beliau sedang berhalangan untuk datang ". Ucap MC.
" Kok bisa? ".
" Terus acaranya bagaimana? ".
" Gak jelasni! ".
Banyak lagi cibiran dari rekan kerja maupun teman - teman Zeki di sana.
" Mohon perhatiannya ". Kata MC nya dengan menepuk- nepukkan telapak tangannya agar semua mendengar dan memeperhatikannya. " Oke terima kasih. Tapi jangan khawatir sudah ada yang menggantikannya ". Lanjutnya. " Kalau begitu langsung saja kita panggilkan Sasha.... " Teriak sang MC memanggil namanya.
Semua pun bertepuk tangan. Sasha melirik kearah Gesy dan keluarganya sebelum berjalan.
Mereka mengangguk sambil tersenyum menandakan bahwa dia pasti biasa.
" Lo pasti bisa Sha, semangat ". Ucap Gesy tanpa suara dan mengangkat tangan kanannya memberikan semangat kepadanya.
Sasha memejamkan matanya dan menghembuskan nafas beratnya, lalu tersenyum kearah gesy. Sasha pun kembali berjalan keatas panggung yang sudah di siapkan.
__ADS_1
Sebelum itu ia menanyakan kepada MC yang ada di sana. " Maaf!, apakah kakak ada gitar yang bisa saya pinjam sebentar? ".
" Tentu ada, di sana kamu bisa pakai saja ".
setelah itu Sasha mengambil salah satu gitar yang tergeletak di dekat dinding, lalu duduk di bangku yang sudah di sediakan untuknya di sana.
Ia menatap semua tamu yang ada di sana, mereka pun sama sedang menatap Sasha.
Rasa gugup mulai muncul ketika dia tiba di sana. Sasha menelan ludahnya kasar. " Ayolah Sha!, kamu pasti bisa ". Ucapnya dalam hati meyakinkan dirinya.
" Selamat malam semuanya, Saya akan menyanyikan Lagu dari The Overtunes, Bicara ".
Sasha memejamkan matanya agar menghilangkan rasa gugupnya. Ia mulai memetik gitar yang sudah di taruh di pangkuannya.
*****Sudah berapa lama!
Aku menunggu jawaban
Dari mu...
Sampaikah kepadamu!
Kata-kata yang ku rangkaikan
Agar kau tahu...
Perasaanku..
Yang telah lama terpendam
Inilah yang ku rasakan aaa....
Jangan hanya bicara
Ku tak perlu kata - kata
Tuk mengerti yang kau!
Rasa...kan
Karna ku hanya butuh
Didalam hidupku
Tuk buat ku bahagiaaa**...
Semua orang terpukau melihat Sasha yang sedang bernyanyi. Ia sangat mendalami lagu yang dia nyanyikan. Sampai para tamu mengaga melihatnya.
( Mungkin kalok ada lalet nempel di mulutnya pun mereka gak sadar kali yak😂 ).
*****Jangan hanya bicara
Kutak perlu kata-kata
tuk mengerti yang kau!
Rasa kan...
Karna ku hanya butuh
Separuh hati mu
Di dalam hidup ku
Tuk buat mu bahagiaa......
Haaaa haaa haaa
Tuk buat mu bahagiaaaa**...
Setelah selesai, Sasha mengangkat kepalanya. Dia sangat terkejut mengapa para tamu menatapnya seperti itu. Sasha menundukkan kepalanya. 'Mungkin mereka tidak suka dengan lagu yang aku nyanyikan '. Batinnya.
Prok. prok. prok
Tiba - tiba saja terdengar suara tepuk tangan seseorang. Perlahan pun di ikuti dengan suara tepuk tangan yang lainnya.
__ADS_1
Sasha kembali menengadahkan kepalanya dan melihat sekeliling.
' Apakah mereka menyukainya? '.
" Piwit... ". Siul Jek menambah kemeriahan di sana. "Gila keren baget tu cewek ". Ucapnya.
" Bener ajarin babang maen gitarnya dong ". Timpal Geri. Ya mereka berdua sahabatnya zeki.
" Wooo... lo keren banget Sha ". Teriak Gesy dari kejauhan. Tapi Sasha masih bisa mendengarnya. Ia pun tersenyum mengembang.
Ia bangkit dari duduknya tadi, dan mengembalikan gitar itu ketempat semula.
Lalu dia berjalan perlahan kearah Gesy. Tetapi Gesy langsung berlari kearah Sasha dan memegang kedua tangannya. " Gokil lo Sha, sumpah tadi tu lo nyanyinya bagus banget ".
" Makasi, tapi udah dong mujinya kan aku nya gak enak di puji - puji gitu ".
" Yang di bilang Gesy itu bener ". Ucap Mair, yang baru saja datang bersana Suami, Zeki dan juga sahabatnya Zeki dari arah belakang Gesy.
" Suara kamu tu bagus banget ". Timpal Huse. " Makasi banyak udah nolongi kami "
" Sama - sama Om Tante ". Ucap Sasha.
" Ini untuk kamu nak sebagai ucapan terimakasih kami ". Kata Huse dengan menyodorkan satu amplop coklat kearah Sasha.
" Gak usah Om, saya ikhlas nolongin Om sama Tante ". Tolak Sasha.
Huse meletakkan amplop tersebut ke telapak tangan Sasha. " Udah ambil saja ". Ucapnya.
" Makasi ya Om Tante ".
" Iya sama - sama. Yasudah Om sama Tante, kesana dulu ya. Kalian nikmati saja hidangannya ". Ucap Mair, dan merangkul Suaminya untuk pergi.
Mereka tersenyum dan mengangguk.
Barulah di situ sahabat - sahabatnya Zeki mulai beraksi. Jek berjalan cepatmenggeser Gesy paksa agar dia berada di dekat Sasha. ' Apaan sihh '. Ucap Gesy lirih dengan menyatukan alisnya.
Jek mengulurkan tangannya kepada Sasha. " Haii... nama gue Jeksa lo bisa manggil gue Jek aja ".
Ketika Sasha ingin mau menerima uluran tangannya sudah di selit duluan oleh Geri. " Haiii jue..ga nama... akquuu Geri ". Ucap Geri sok imut.
Jek membelalakkan matanya, ketika tangannya di jabat oleh Geri bukannya Sasha. Ia pun langsung menghempas tangan tersebut. Geri yang mendengar Ucapan Sahabatnya itu merasa jijik. " Huaa... anj*r kok bisa ada banci di sini sih ".
" Playboy receh aja sok kenal - kenalan segala ". Ucap Geri dengan menggeser Jek menjauh dari Sasha agar dia bisa kenalan dan lebih deket dengan Sasha. " Geser lu ".
" Lu yang seharusnya geser ban*ke " Ucap Jek gak terima dengan menggeser balik Geri.
Jadi lah mereka berdua geser geseran seperti anak kecil. Sasha sendiri sampai bingung mau berbuat apa.
Gesy yang mendengar mereka seperti itu mulai puyeng di buatnya. " Hahh... lo berdua deh yang geser ". Ucap Gesy menggeser mereka berdua dan kembali gesy ketempat semula di samping kiri Sasha, Sedangkan di sebelah kanannya sudah ada Zeki yang bersedekap dada melihat tingkah sahabat - sahabatnya itu.
" Nih biar gue aja deh yang ngenalih ". Saran Gesy. " Sha ini tu sahabat - sahabatnya kakak gue yang agak tinggi ini namanya Jek dan yang di sebelahnya itu namanya Geri ". Jelas Gesy.
Mereka berdua melambaykan tangan dan tersenyum kearah Sasha. Sasha membalas senyuman mereka dengan sangat ramah. Mereka berdua yang melihat senyumannya di buat hampir pingsan. Karna senyuman Sasha ada lesung pipit di sebelah kanannya. " Lo berdua dia tu namanya Sasha sahabat gue". Ucap Gesy. " Awas aja lo berdua ngapa - ngapain dia, lo berdua harus berjadapan sama gue ". Lanjut Gesy dengan mengasungkan telunjukkan sedepan mukanya jek dan Geri.
" Etah yang mau kita makan aja lah sahabat lo ". ucap mereka berdua.
Zeki mengalihkan pandangannya kearah Sasha. " Makasi banget lo mau nolongin party gue ". Ucap tulus Zeki.
" Iya sama - sama kak ".
Gesy, Jek dan juga Geri yang mendengarnya terheran heran di buatnya. Mereka gak salah dengerkan Zeki ngomong apa barusan.
" kak!, lo kesambet ya? ". Tanya Gesy melongo melihatnya.
" Ha'aa.. lo kesambet apaan bro ". Timpal Jek dan Geri bersamaan.
" Apaan si lo pada ". Kata Zeki.
" Kagak!, Jarang aja gue liat lo kayak gini ". Kata Geri dengan melirik kearah Jek menaikkan alianya. " Serasa ada yang beda gitu. Bagaikan batu di sambat geledek duar... ".
" Bisa diem gak lo pada ".
Mereka bertiga menggelengkan kepala serempak. " Ada yang salah ni orang ". Ucap mereka bertiga lirih dengan memandang secara bergantian.
Tbc.
__ADS_1