Kalexsa Alavo

Kalexsa Alavo
Gosip hangat...


__ADS_3

Ke esokan harinya saat jam istirahat di kantin.


" Eh eh... gue ada gosip ni, mau denger kagak lo pada! ". Ucapnya anak cewek menghampiri teman - temannya yang ada di meja kantin.


" Gosip apaan? ". kata teman - temannya kegiranan mendekat dengan anak tersebut.


" Lo semua tau kan Ferna!, itu lo Ferna Bekto anaknya kepsek kita ".


" Haaa iya iya ada apa rupanya? ". Tanya mereka penasaran.


" Dia itukan terkenal, cantik, apa lagi dia kan most wanted di sekolah ".


" Terus gosipnya apaan? "


" Iya iya sabar napa ". Ucapnya


" Jadi....... ". Lanjutnya membuat mereka penasaran. " Gue tu semalem nampak Ferna berantem di dalem toilet sama anak MDL 1 ". Ucapnya dengan semangat. " Kalok gak salah namanya Sa--- Sasha, haaa iya namanya Sasha ".


Gesy sendirian ke kantin, ia sedang membeli minuman dan snek di sana, gak sengaja mendegar obrolan mereka.


Gesy memekik ketika mereka menyebut nama Sasha. ' Kok mereka tau tentang kejadian itu! '. Batin Gesy. Setelah pesenannya sudah siap, dia pun segera bergegas ke dalam kelas untuk menghanpiri Sasha.


" Ihhh berani banget tu orang ngelawan bunga sekolah ". Ucap salah satu dari mereka geram. " Cari mati apa kek namanya dia! ".


" Entahlah ". Ucap yang membawakan gosip. " Tapi kalok udah berurusan sama bunga sekolah kayak Ferna, pasti dia gak akan tinggal diam. Dia pasti akan membuat perhitungan pada anak tersebut.


Dan gosip itu dengan kesetika menyebar luar kesetiap Siswa.


Di dalam kelas MDL 1


Gesy tergesa - gesa dari kantin ke kelas dengan membawa minuman dari kantin.


" Kamu kenapa si kok lari - lari gitu Ges? ". Ucap Sasha heran yang semula membaca buku, kini teralih kepada Gesy.


Masih dengan napas ngos - ngosan, ia duduk dan meletak makanannya di aras meja. " Gawat Sha!, gawat ".


" Gawat kenapa? ". Tanya ku. " Nih minum dulu gih biar gak ngos - ngosan lagi. Baru kamu cerita ". Sasha memberikan minuman pada Gesy. Gesy pun meminumnya.


" Nah sekarang ceritain ada masalah apa? ".


" Itu lo Sha!, waktu kita berantem nolongin anak yang di bully semalem di toilet, ternyata ada yang ngeliat lo tentang perut tu anak kepsek ".


Sasha yang sedang minum menyemburkan air itu dan hampir mengenai Gesy. " Pfttt, serius kamu Ges! ".


" Buat apa gue bercanda sama lo ". Katanya. " Dan lebih parahnya beritanya pasti bakalan nyebar ".

__ADS_1


" Biarin ajalah Ges. Lagian pun aku gak takut sama dia ". Ucal Sasha. " Orang dia yang salah pakek ngebully anak gak berdosa ".


" Iya juga sih, ehh tapikan gue takut kalok lo diapa - apa'in sama dia ".


" Tenang aja gue bisa jaga diri kok Ges ".


Jam istirahat sudah berakhir. Para murid pun menuju kelasnya masing - masing dan mengikuti mata pelajaran yang berbeda - beda di setiap kelas.


Sampai jam pelajaran berakhir dan bel pulang berbunyi.


" Ehh... iya Sha gue lupa kasi tau lo, pemilik restoran yang hari itu lo nyanyi waktu pesta ultah kakak gue, dia mintak lo untuk perfom di sana. Nanti kalok udah selesai lo bakal di upahin. lumayan lah ". Kata Gesy sambil merapikan buku - buku yang ada di meja dan memasukkannya kedalam tas.


Sasha dia tampaknya bingung mau jawab apa. " Emh... gimana ya! "


" Kalok lo gak mau ya gak papa kata pemilik restonya ".


" Oke aku mau ". Ucapku dan kami berjalan keluar kelas, tak lupa untuk menguncinya karna semua teman sekelasnya sudah pada pulang duluan dan terpaksa kami yang menguncinya dan nanti memberikan kuncinya pada Pak Brono, petugas keamanan. " Tapi kapan? ". Tanya ku ketika kami berjalan keruang kamanan.


" Hari ini jam 19.00, nanti gue anterin lo deh ".


" Oke makasi ya Ges, kamu emang sahabat terbaik aku ". Ucap ku dan langsung memeluknya sangat erat.


" Oikk.. sesak ni nafas gue jir ".


Sasha sudah di intruksikan bakalan perfom sebentar lagi.


Dia nyanyi sesuai yang di tentukan oleh pemiliknya. Semua berjalan lancar tidak ada kendala sedikit pun.


" Silahkan nikmati makanannya ". Ucap pelayan meletakkan hidangan di depan aku dan Gesy.


" Ayo di makan makanannya gak perlu sungkan, ini gratis ". Ucap pemilik resto itu pada kami.


" kamu tadi sangat memukau ". Punyinya kepada ku.


" Ahh.. bapak bisa aja, saya belum mahir pak ". Ucap ku.


" Emhh... gimana kalau kamu mulai sekarang perfom di sini. Kebetulan saya juga sedang cari orang untuk itu ". tawarnya.


" Gimana ya pak, saya punya waktu luang hanya malam ".


" Yasudah tidak apa - apa saya tidak keberatan, kalau seperti itu ". Ucapnya antusias


" Benarkah pak! ". Ucap ku dan pak Sujaya mengangguk serius.


" Nanti kamu saya upahi setiap perfom gimana, deal ! ". Katanya dengan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Aku pun menjabatnya dengan senang hati. " Deal ".


Setelahnya Sasha dan Pak Sujaya pun membicarakan hari berikutnya untuk Sasha perfom.


Lalu apa kabar dengan Gesy yang ada di sampingku! .


Dia sibuk dengan makanan yang ada di atas meja, memakannya dengan lahap. Mungkin jatah untuk Sasha sudah dia makan sampai habis.


Ckckck dasar lambung karet.


Sasha melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah menunjukkan angka 10 lewat 15, berarti sudah larut kali mereka di sana sambil berbincang - bincang. " Yasudah kami berdua permisi pamit pulang ya pak. Makasi atas makanannya ". Pamit ku dan menyenggol lengan Gesy yang masi setia dengan makanannya.


Aku meminta Gesy untuk tunggu sebentar, mau ketoilet akunya tapi dia juga ngintilin aku kayak anak ayam takut kehilanagn induknya. " Cepet kali dah pulangnya. Padahalkan tu makanan belom abes gue babat ". Cerocos Gesy.


" Kamu gak nyadar ini udah jam berapa ges ". Ucapku keluar dari kamar mandi dan menghampirinya


" Enggak ". Ucapnya enteng kayak kapas mukak. Sama kayak mukaknya dia. " Emang udah jam berapa Sya? ". Tanyanya.


" Jam 10 lewat 20 malem ".


" Ohhh ".


Dia hanya ber'oh'ria dengan mangut - mangut gak jelas, sambil maen Hp yang dia pegang. Muke gile gak tu orang.


Aku mendelik kearahnya, cuman itu tanggapannya!, yang bener aja.


" Apaaa udah jam 10 lewat 20. Berarti udah hampir jam 11 malem dong ". Ucalnya dengan sedikit berteriak. Dia baru sadar dengan keadaan yang saat ini bahwa sudah larut malem.


Aku yang mendengar teriakannya terlonjak kaget, tapi buru - buru aku mengabaikannya dan lebih melihat berjongkok untuk mengikat tali sepatu ku yang terlepas.


" ****** gue pasti kenak marah sama Ayah dan Bunda pulang selarut ini ". Ucapnya lirih langsung berlari keluar resto menuju parkiran.


Tapi ucapan Gesy masih kedengeran oleh Sasha. " Kamu si keasikan mak--- ". Ucapku terpotong karna melihat Gesy sudah lari ninggalin aku. " Ehh... Ges tungguin aku dong. Akh... dasar Gesy ".


Aku juga berlari mengikutinya tapi larinya lebih cepat dari pada aku. Ya gak heran si sama dia, orangnya lasak nauzubilla melebihi monyet liar.


keenaan lari ngejer Gesy, aku sampai gak tau kalau lantai mau keluar pintu itu sedikit licin karna baru di pel sama petugas kebersihan. " Ehh... awas kak lantainya masih licin ".


Aku tersentak dan jadilah aku siap - siap dengan mata tertutup akan terpelanting di lantai kayak cicak mati. kalau gak ada seseorang yang megang tangan ku dan jadilah aku kayak ala - ala penari balet.


Aku gak jadi jatoh kayak nasip cicak yang di sampingku udah mau mati gegara terpeleset juga karna gak ada yang nolongin kayak aku ini.


Aku melihat orang yang menolong aku. Banci!, ehh salah maksudnya lakik. ' Ehh.. buakannya lo---- '.


~ Hayo siapa yang nolongin Sasha😋😅

__ADS_1


__ADS_2