Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 10, Hari terakhir Kanaya di perusahaan, membuat Ilyas sedih


__ADS_3

Hari berjalan sunyi, sudah tidak ada lagi yang mengatakan Kanaya gendut, monster dan lain-lain nya, bahkan Dea yang sudah di pecat oleh Ilyas menjadi peringatan bagi semua karyawan disana, bahwa Presdir nya serius dengan semua ucapan nya.


Tawa Kanaya dan Safira menjadi hiburan tersendiri bagi Ilyas, dengan dalih melihat Kanaya seperti melihat Lilu, itu hanyalah alasan.


"Bagaimana tinggal di apartemen mewah ... banyak makanan enak kan ...?" tanya Safira menggoda Kanaya


"Kalau makanan aku beli sendiri lah, Fir ... kan Tuan Ilyas gak tinggal di sana juga, cuma sewaktu-waktu dia datang" ucap Kanaya seraya menyendok jus alpukat.


Semenjak Diet, Kanaya lebih sering minum jus Alpukat dan makan buah itu untuk mengganjal perutnya.


"Pantesan akhir-akhir ini aku tidak melihat kau menenteng makanan dan minuman di tangan mu, tapi good luck ... aku selalu mendukungmu, tapi ingat jangan memaksa ... jika sekiranya itu bisa menyiksamu, maka ... berhentilah ..." ucap Safira


"Aku mengerti ... kapan-kapan mainlah ke apartemen Tuan Ilyas, beliau sudah mengijinkan nya kok" ucap Kanaya


" Benar kah ... ? wah baik banget Tuan Ilyas, atau jangan-jangan ... dia benar-benar suka sama kamu" goda Safira yang membuat Kanaya tersedak minuman jus nya.


"Eh maaf ... maaf ..." ucap Safira seraya menepuk punggung Kanaya.


"Kau keterlaluan sekali bercanda nya, kemaren bilang kak Riswan, sekarang Tuan Ilyas, iss ... sebenarnya kaulah yang paling menghinaku,Fir ..." ucap Kanaya dengan cemberut.


Safira tertawa melihat expresi Kanaya.


"Hahhahaha di amin kan saja, siapa tahu ada malaikat lewat lalu menulis nya di buku takdir mu" ucap Safira dengan terus tertawa.


"Makin kacau bicaramu, kalau malaikat lewat, dia bukan menulis takdir tapi mau cabut nyawamu ... !" ucap Kanaya dengan tawanya juga.


Mereka semua tertawa, Ilyas dan Jav yang melihat dari kaca ruangan nya juga ikut tersenyum.


"Apakah benar tuan melakukan ini hanya karena ingat dengan Nona Lilu ... ? apakah tidak ada perasaan lain ...?" tanya Jav


"Apa yang kau katakan, apa kau ingin berkata kalau aku tertarik padanya, Jav ... kenapa kau bisa berfikir seperti itu ...?" ucap Ilyas seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tuan, Nona Lola sudah meninggal kan anda dalam waktu yang lama, jika anda masih menunggunya, itu akan membuat Anda tersiksa sendiri, Nona Kanaya jika berhasil dengan pertempuran nya, dia akan menjadi wanita yang jauh lebih cantik dari Nona Lola dan juga Nona Alina" ucap Jav


"Sebagian yang kau katakan benar, Jav ... dia akan menjadi cantik, tapi masalah Lola ... dia akan kembali saat aku berhasil menyingkirkan Alina dalam hubungan ini" ucap Yakin Ilyas.


"Dia tidak kembali karena dia tahu ada Alina saat ini, kau tahu sendiri bagaimana Lola, dia sama seperti Lilu" ucap Ilyas namun ... Jav tahu ... siapa Lola sebenarnya, Lola dan Lilu sangatlah berbeda, meskipun mereka kembar, tapi sifat mereka jauh berbeda.


Seperti kecelakaan tahun itu.


Kekasih Ilyas adalah Lola, namun ... Lola hanya diam saat melihat mobil ingin menabrak Ilyas, beda dengan Lilu, tanpa memikirkan keselamatan nya, Lilu berlari dengan secepat mungkin agar bisa menyelamatkan Ilyas.


Benar saja, Ilyas didorong sedangkan Lilu terlempar jauh oleh mobil.


Namun ... Jav tidak ingin mengungkit hal itu selagi Lola tidak mengganggu Tuannya.


Kini malak telah tiba, Riswan baru sampai di rumahnya, Ayahnya sengaja membuat putranya itu sibuk, agar tidak punya waktu untuk menemui gadis buruk rupa itu.


"Riswan ... Ayah dan ibu berencana untuk melanjutkan kuliah mu ke luar negri, Nak ... kamu adalah satu-satunya harapan kami, lanjutkan studi mu, buatlah kami bangga" ucap Sang Ibu mewakili sang Ayah.


"Kenapa harus diluar negri Bu, di sini juga banyak kampus ternama kan ...?" tolak Riswan.


Ayahnya dan ibunya meninggal kan Riswan sendiri, terlihat Riswan yang frustasi.


Selalu begitu keputusan kedua orang tuanya tidak bisa di bantah sama sekali oleh Riswan.


Apalagi saat mereka mengetahui kalau dirinya memiliki rasa pada Kanaya.


Hari-hari nya selalu disibukkan dengan perintah ayahnya.


Malam ini .... Safira main ke apartemen Ilyas, sesuai undangan Kanaya.


Tentu Safira tahu alamat apartemen itu dan ada di lantai berapa.

__ADS_1


"Hei ... kok tidak bilang dulu kalau mau kesini ... aku tidak punya apa-apa untuk ku kasih ke kamu" ucap Kanaya setengah terkejut.


"Aku sudah membawa nya, lihatlah ... malam ini ayolah kita makan sepuasnya" ucap Safira dengan beberapa tenteng kresek di tangannya.


Saat Kanaya menikmati kue terang bulan yang Safira bawa, pintu apartemen itu terbuka, tentu Kanaya tahu siapa yang datang, karena hanya dirinya dan Tuan Ilyas yang memegang kunci apartemen itu.


"Tuan, ... " ucap Kanaya yang sudah berdiri takut, di bibirnya sudah ada coklat yang masih tersisa.


"Kalian nikmatilah, dan ada sedikit coklat di bibir


mu, jangan banyak-banyak makan coklat, tidak baik untuk diet mu" Ilyas berkata lalu melangkah kan kakinya menuju ke kamarnya.


"Ih, so sweet banget si Tuan Ilyas, Nay ... kamu merasa gak sih, kalau dia itu benar-benar peduli sama kamu" ucap Safira tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi.


"Kau mengkhayal lagi ,Fir ... itu hanya ada di kisah Cinderella, dan adanya itu di komik atau novel, bukan di kisah ku ..." ucap Kanaya seraya melahap kue yang masih ada.


"Kau di bilang tidak percaya, tapi sepertinya Tian Ilyas sedih, sedih kenapa ya ...?" ucap Safira seolah berfikir dengan keras.


"Cih, sok kepo kamu, udah ah ... makan saja mumpung di perbolehkan ..." ucap Kanaya gembira.


Sedangkan Ilyas benar saja, wajahnya terlihat lesu.


''Tinggal beberapa hari lagi, magangnya akan selesai, aku akan kehilangan sosok ceria nya, Lilu ... dia seperti dirimu, sayangnya kau tidak sekuat dia, andaikan kau kuat, bukankah kau masih akan ada disini" Ilyas berkata seraya menatap langit-langit kamarnya


Entah kenapa tawa Kanaya kini menjadi hiburan tersendiri baginya.


Keesokan harinya, Kanaya memasak kan sarapan pagi untuk Ilyas.


"Beberapa hari lagi ... kau sudah akan kembali ke kampus, ingat ... jangan makan makanan yang berlemak terlalu banyak, dan jika kau ingin merawat wajah mu, aku sudah membelikan mu skincare untukmu, pakai lah yang rutin, aku lihat tubuhmu sudah banyak perubahan" ucap Ilyas yang mana membuat Kanaya menutup tubuhnya dengan tangan nya.


"Eh, bukan itu maksud ku, maksud ku ... berat badan mu sudah turun banyak kan ... ? sudahlah lupakan ucapanku tadi" ucap Ilyas seraya menyantap makanan yang di masak Kanaya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak, Tuan" ucap Kanaya dengan penuh ketulusan.


"Itu tidak gratis, kau akan membayar nya suatu saat nanti"


__ADS_2