
Waktu berjalan dengan begitu cepat, kini usia pernikahan Kanaya dan Ilyas sudah menginjak 7 bulan, namun tidak ada tanda-tanda untuk Kanaya hamil, malah kanaya makin terlihat sehat bugar, dan wajahnya semakin hari semakin cantik.
Sayang nya, Kanaya kini kurang suka dengan bau parfum yang menyengat.
Kanaya dan Ilyas juga sudah pindah kerumah pribadi mereka sesuai dengan yang Ilyas katakan.
Begitu juga dengan hubungan Safira dengan Riswan, Riswan sudah berusaha membuka hatinya untuk beberapa wanita yang mencoba mendekati nya, namun ... entah apakah Riswan juga memberi kesempatan itu untuk Safira?
"Kak Riswan,nanti malam ada acara tidak?" tanya Safira melalui sambungan teleponnya
"Maaf aku tidak bisa, nanti malam aku ada acara"jawab Riswan
"Oh, baiklah kalau begitu" ucap Safira lalu sambungan telepon mereka pun terputus.
Ada kekecewaan di raut wajah Safira. Entah kenapa akhir-akhir ini Riswan sulit untuk ditemui.
"Jika waktunya bekerja, janganlah melamun Nona"ucap Jav dari arah belakang Safira
sontak Safira terkejut mendengar ucapan itu.
Dengan gugup Safira pun berusaha konsentrasi dalam pekerjaannya. teman-temannya yang melihat ekspresi wajah Safira menahan senyum, ada juga yang menatap kearah Jav yang selalu memandang ke arah Safira.
"Nona mengajakmu makan siang Nona Safira"ucap Jav sebelum keluar dari ruangan Safira
"Terimakasih Tuan" jawab Safira
Setelah Jav keluar, beberapa temannya Safira pun mendekat kemeja Safira
"cie cie kamu tahu tidak? kenapa Tuan Jav selalu kesini?" tanya salah satu temannya Safira
"Tentu untuk mengecek para karyawannya"jawab Safira
"is Kau ini bodoh apa tolol sih, Fir" ucap temannya yang lain
"lah terus, untuk apa kemari kalau bukan untuk meninjau kinerja para karyawan" ucap Safira
"Tentu ingin melihat wajahmu lah" ucap teman-teman nya serempak
Wajah Safira langsung berubah merah mendapatkan godaan itu dari para temannya, tentu Safira juga merasa begitu, ia merasa semakin hari, Jav selalu mencari alasan agar ia dan Safira selalu bisa bersama.
Ah, Safira ... apa yang kau fikirkan, jangan GR deh, masak Iya Tuan Jav menyukaimu, ingatlah ... kau masih punya kak Riswan, lelaki yang sudah dari dulu kau kagumi, kau cintai sepenuh hati, ayo fokuslah pada Kak Riswan' bathin Safira seraya menggelengkan kepalanya.
Jam istirahat pun telah tiba, Safira kini menuju ke ruangan dimana Kanaya dan Ilyas sudah menunggu nya.
__ADS_1
Safira mengetuk pintu ruangan itu, lalu terbuka lah pintunya, yang ternyata Jav yang membuka nya.
Ingat dengan apa yang teman-temannya katakan, Safira menjadi salah tingkah sendiri.
"Duduklah, Fir" ucap Kanaya
Safira pun duduk tepat di samping Kanaya
"Bagaimana kabar paman dan bibik?"tanya Ilyas
"Mereka sehat kak" jawab Safira
"Makanlah, kau tahu ... Sahabat mu ini sudah dari kemaren ingin di mengajakmu makan siang bersama, dia bahkan tidak bicara padaku hanya karena tidak berhasil mengajakmu" ucap Ilyas
"Benarkah Nay?" tanya Safira
Kanaya hanya tersenyum Seraya menganggukkan kepalanya
"Aku sangat merindukanmu loh Fir, Sudah lama kita tidak makan bareng, tidak bercanda bareng, kita sudah sama-sama di sibukkan dalam urusan pekerjaan" ucap Kanaya
"Nah, kau kan tahu sendiri, suamimu ini tidak memberiku waktu untuk libur, Bos kejam begitu emang, awas saja kalau THR ku kecil" ucap Safira.
Ilyas tersenyum saat melihat raut wajah Kanaya yang mukai berseri lagi. Akhir-akhir ini Kanaya banyak makan.sehingga ia terlihat lebih gemukan
"Entahlah, rasanya perut ku lapar terus Fir, jika aku gemuk lagi, apakah Mas akan mengabaikan aku ?" Tanya Kanaya pada Ilyas
"Tidak akan, tidak akan pernah, kau jangan berfikir kemana-mana, makanlah yang banyak, yang penting kamu sehat, itu aja cukup" ucap Ilyas yang kini duduk berdua dengan Jav.
"Tuh kan, kau dengar sendiri, dia tidak akan berpaling, ya sudah aku makan aja semuanya " ucap Kanaya
*****
"Oke nanti di club' ya, aku tunggu di sana" ucap Riswan pada seseorang yang sedang ada di balik ponsel nya.
Panggilan itupun telah selesai, Riswan kembali ke pekerjaan nya, dan ia tidak sengaja melihat status Safira, namun selalu ia abaikan. tapi status saat ini, membuatnya membuka status itu.
"Cih, sekarang Jav yang mendekati Safira, Jangan bilang kalau dia akan sama seperti Ilyas," ucap Riswan seraya membuka status WA Safira
Yang mana di situ Safira meng-upload fotonya dan Kanaya serta ada Jav tepat di belakang Safira.
Perasaan yang tak menentu akan membuat diri kita sendiri tersiksa, bukan hanya ungkapan yang ingin di dengar tapi juga kepastian yang ingin di tunjukkan.
Safira sudah kembali keruangannya dimana ia di antarkan oleh Jav, sedang kan Kanaya dan Ilyas senyum-senyum melihat bibir Safira yang mengerucut.
__ADS_1
"Mas, aku ingin jalan-jalan sebentar ya ... ingin melepas lelah sebentar " ucap Kanaya yang kakinya terasa pegal karena duduk terus.
"Jangan lama-lama " ucap Ilyas
"Oke " jawab Kanaya
Kanaya pun keluar dari ruangan Nya, ia berjalan mengitari lorong, rasanya ia ada hal yang mengganjal di perut nya.
Mungkin dengan jalan-jalan, ia bisa merasa lega
Namun apa yang harus terjadi akan tetap terjadi.
Kanaya merasa malas turun melalui Lift, ia lebih memilih turun menggunakan tangga dengan pelan.
Namun ... saat Kanaya baru menurunkan satu kakinya tiba-tiba
Aaaaaa ... ' gubrakk ...
Tubuh Kanaya berguling dan punggung nya membentur tembok dengan keras.
Beberapa karyawan yang melihat hal itu langsung berteriak minta tolong.
Banyak yang berkerumun di tempat itu, betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang jatuh.
"Cepat panggil Tuan Ilyas, dan siapkan mobil" teriak Karyawan yang kini sedang memangku Kanaya
Mereka semua cemas dan takut.
"Nona ... Nona ... sadarlah "ucap Karyawan itu.
Sedangkan Ilyas berlari cepat menuju ke tempat itu, yang mana tubuh Kanaya sudah di gendong oleh beberapa karyawan untuk di bawa kerumah sakit.
"Nay, sayang ... kau baik-baik saja kan ... plis bangunlah sayang, Nay ... jangan buat Mas panik sayang" ucap Ilyas mengambil alih tubuh Kanaya dari gendongan para karyawan.
"Cepat mobilnya ... !"teriak Ilyas dengan mata merah dan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Ilyas dan Jav serta Safira kini berlari dan membawa Kanaya masuk ke dalam mobilnya, darah pun mengalir ke baju Ilyas
"Jav ... cepat ... ! kenapa sangat lambat, ah ... Sayang ... aku mohon ... sadarlah" icap Ilyas seakan seperti orang gila
"Sayang, buka matamu Sayang ... aku mohon" ucap Ilyas yang terus menangis
Jav yang membawa mobilnya, tidak perduli dengan lampu merah tanpa ada yang jaga.
__ADS_1
Ia menerobos peraturan lalu lintas, agar perjalananya sepertinya para pembalap mobil saat itu.