Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Part 13 Kanaya lama tidak muncul


__ADS_3

Orang Tuan Alina terkejut dengan permintaan putri nya.


"Alina, kau mau minta di percepat untuk pernikahan mu, apakah kau berfikir ... apakah kau sudah berhasil menaklukkan Ilyas ...? pikir ... sudah hampir 1 tahun kau menjadi tunangan nya, apakah pernah Ilyas mengajakmu jalan berdua, bagaimana bisa kami meminta agar pernikahan kalian di percepat ...!" ucap emosi papa nya Alina.


"Papa kan bisa mengancam dia untuk menarik saham papa yang di sana ...?" Alina masih bergelayut manja di pelukan sang Mama.


"Alina, cukup ...! kau bahkan sudah mengatakan itu pada Ilyas, apakah Ilyas takut ...? tidak kan ...? jika saham papa di tarik, otomatis semua kerjasama kita akan berakhir, apakah kau mau papa mu ini bangkrut ... ? begitu maumu ...?" Papanya Alina sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.


Putri nya ... yang keinginan ingin selalu terpenuhi, membuat papanya melakukan segala cara agar pertunangan itu terjadi, namun pada kenyataannya ... putrinya tidak bisa menaklukkan hati Ilyas.


Putrinya yang begitu Arogan akan sangat sulit bersatu dengan Ilyas yang notabene nya baik tapi memiliki hati yang dingin dan cuek.


"Kenapa papa jahat banget sama Alina ... Alina begitu mencintai Ilyas, pa ... " Alina sudah menangis di pelukan Mama nya.


"Alina, seharusnya kau intropeksi diri, kenapa Ilyas begitu enggan membuka hatinya untukmu, seharusnya kau berusaha lebih baik, bukan malah Semakin menjadi. Kau hanya tunangan, tapi kau selalu berlagak seperti Nyonya, kenapa ... kenapa aku memiliki putri yang tidak punya otak seperti mu ...!" Papanya begitu emosi saat ini.


"Cukup, Pa ...! Papa kenapa malah memarahi Alina, dia putri kita satu-satunya,Pa ... setidaknya berusaha lah, toh ... jika Alina menjadi Nyonya Ilyas, itu juga baik untuk keluarga kita kan ..." Mama nya Alina kini ikut bersuara.


"Ini ... ini yang aku paling tidak suka dari Mama, Mama selalu ... membela putri mu, dia harus di ajari dari kesalahannya, bukan malah membela nya dengan memberi dukungan. Mama tahu .. sudah ada berapa karyawan yang sudah putri mu itu pecat ...? mereka adalah karyawan terbaik Ilyas, Mama tahu ...betapa malunya aku di hadapan Ilyas, bahkan aku tidak bisa menatap wajahnya karena kelakuan putri mu ini" ucap Papanya Alina dengan begitu kesal.


*****


"Aku akan kembali besok, bagaimana ...? apakah kau sudah memakai skincare itu ...? kau tahu cara pakai nya kan ...?" tanya Ilyas.


"Iy ... iya tahu Tuan, hasilnya sudah kelihatan, meski hanya sedikit, Tuan terimakasih ..." ucap Kanaya seraya memandang wajahnya di cermin.


"Bukan saatnya kau berterima kasih padaku, baiklah istirahat lah ... besok kau jemput lah aku di bandara, aku akan membawamu kesuatu tempat" Ilyas berkata dengan senyuman.


"Jam berapa, Tuan ...?" tanya Kanaya dengan bodohnya.


"Jam 9 aku sudah mendarat" Ilyas berkata seraya menatap jam yang ada di dinding.


"Baiklah Tuan,"


Akhirnya perbincangan itu telah berkahir.


Kanaya ingin sekali membuat kejutan untuk Ilyas, namun ... ia masih ragu.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Kanaya sudah masuk kedalam mimpi nya setelah memakai Crem malam nya.


"Bagaimana Jav ... apakah gadis itu ada perubahan ...?" Tanya Ilyas.

__ADS_1


"Besok Tuan akan melihat sendiri, Tuan bisa melihat nya langsung besok, Apalagi tuan besok akan membawa nya keluar, ini bisa menjadi awal yang bagus, tapi ... Tuan ... seperti nya, Nona Kanaya memiliki kesulitan, saya dengar orang tuanya di kampung sakit, Kanaya sudah mengirim kan uang yang ia punya, kemungkinan Nona Kanaya saat ini hanya memegang uang sedikit, ia jarang keluar dari apartemen, dan saya lihat dari Vidio yang anak buah saya kirimkan, Nona Kanaya jarang makan" ucap Asisten Jav.


"Aku tahu, baiklah ... besok kita akan melakukan rencana kita" Ilyas tersenyum saat mengingat semua rencananya.


...*Kasih ......


......Berikan aku petunjuk, berikan aku sumpah dan janji mu......


...Berikan aku petunjuk dengan isyaratmu...


...Berikan aku hatimu...


...Kasih ......


...Berikan aku hujan impian dan musim padaku...


...Tunjukkan lah keberadaan mu padaku...


...Datanglah pada arahku....


...Kasih ......


...Apakah kau tidak mendengar kan aku...


...Mengapa kau tidak bertanya padaku...


...Mengapa aku menangis...


...Kasih ......


...Di saat tujuan tidak tercapai...


...Jalan pun terasa menghilang...


...Datang dan mengambil semua keinginan...


...Semuanya akan aku lepaskan,karena aku patuh padamu*....


Ilyas menatap langit yang telah gelap, hanya sinar rembulan dan taburan bintang yang menemani nya, merindukan sosok yang tidak pernah muncul dalam kehidupan nya lagi membuat ia hampir putus asa, Jav ... bukannya ia tidak tahu dimana keberadaan wanita yang Tuannya rindukan, nun Jav memang tidak ingin mereka saling bertemu kembali.


Jav sangat ingin, Tuannya melupakan sosok yang begitu tidak perduli dengan Tuannya.

__ADS_1


Tangan Jav terkepal kala melihat kesedihan itu kembali.


"Tuan istirahat lah, ini sudah malam, besok anda akan melakukan penerbangan di pagi hari" Jav ingin segera Tuannya tertidur agar bisa kembali melupakan wanita itu.


Iya dialah Lola, kembaran nya Lilu, yang memanfaatkan kebaikan dan pengorbanan Lilu, untuk menjerat Tuannya.


Dia gadis yang lembut namun sangat licik.


Jav tidak ingin Tuannya masuk dalam perangkap nya, sehingga ia juga berusaha keras membantu Kanaya untuk bisa mengubah penampilan nya.


"Kau juga istirahatlah Jav," Ucap Ilyaa yang langsung naik keatas ranjangnya.


"Baik, Tuan ... kalau begitu saya permisi ... selamat malam fan selamat beristirahat Tuan" Jav pun keluar dari kamar Tuannya, dan segera menuju ke kamarnya.


Jav langsung membersihkan diri dan meminum segelas jus, lalu beristirahat.


*****


Di pagi hari Kanaya menerima pesan, agar ia memberi tahu Safira kalau dia akan ke kampung untuk menjenguk orang tuanya, itu adalah perintah dari Ilyas, di pesan itu, Ilyas menulis kan bahwa ia kaan memberi pekerjaan rahasia untuk Kanaya, oleh karena itu, Kanaya menuruti apa yang Ilyas katakan.


Karena Kanaya tau, ia sangat membutuhkan uang untuk orang tuanya.


*****


"Nay, kau beneran mau pulang Lampung ...? berapa hari ...?" tanya Safira


"Aku tidak bisa mengatakan berapa hari, Fir ... kau kan tahu sendiri keadaan orang tuaku, baiklah ... aku harus berangkat sekarang, sampai berjumpa lagi Fir" Kanaya langsung mematikan ponselnya, karena ia tidak ingin Safira mendengar deru nafasnya yang tersengal-sengal.


Ya ... Kanaya lari pagi sambil menuju ke Bandara, yang jaraknya lumayan jauh.


Namun ... seperti yang Kanaya katakan, ia tidak memiliki banyak uang, ia harus berhemat juga.


Sesekali Kanaya melihat jam yang melingkar di tangan nya, masih jam 7 lewat 15 menit, ia masih punya banyak waktu.


Sesekali Kanaya membeli makanan pinggir jalan dan minuman mineral.


Ia tersenyum, entah apa yang di fikirkan Kanaya, setiap ucapan Ilyas ia tidak bisa membantah sama sekali.


Ucapan nya bagaikan perintah sang Raja.


Sesampainya Kanaya di Bandara, itu sudah pukul 9 kurang 10 menit.

__ADS_1


Kanaya duduk di kursi seraya menyeka keringat hang bercucuran.


Inilah awal menghilang nya Kanaya dari hadapan semua orang, Ilyas kah di balik semua perubahan yang akan Kanaya tampil kan nantinya.


__ADS_2