
Malam itu terjadilah malam yang panas bagi Kanaya dan juga Ilyas,malam dimana Kanaya menyerahkan kepr*wanan nya pada Ilyas Hakim.
Malam penyatuan itu menjadi titik awal bagi keduanya untuk memulai hidup baru untuk pasangan rumah tangganya.
Pagi telah tiba menyambut mereka yang kini masih berada dalam selimut putih yang menjadi saksi atas jebolnya gawang pertahanan Kanaya. Saat Kanaya mengeliatkan tubuhnya ia merasa seakan tubuhnya baru selesai melakukan pekerjaan yang sangat berat.
''Tidurlah lagi, ini masih pagi sayang'' Ilyas berkata seraya melingkarkan tangannya di perut polos Kanaya
Seketika Kanaya sadar bahwa tubuhnya kini tidak memakai sehelai kain apapun.
''Aaaaaa'' teriak Kanaya saat menyadari kalau tubuhnya tidak memakai kain sehelai pun.
Tentu teriakan Kanaya membuat Ilyas terkejut, Ilyas langsung duduk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kanaya
"Kenapa berteriak ... " tanya Ilyas
"Apakah ... ? apakah ... semalam itu nyata Mas ... ?" tanya Kanaya.
Ilyas tersenyum mendengar ucapan itu.
Ilyas pun punya ide untuk menjahili istrinya itu.
"Kau tidak ingat apapun ... ? perlu kah aku buat kau ingat semuanya ... ?"bisik Ilyas di telinga Kanaya dengan gigitan kecil di daun telinga nya.
"Mas ... " pekik Kanaya menahan geli aneh yabg terasa.
"Lagi ya ... " bisik lagi Ilyas dengan tangan yang sudah menggerayang kemana-mana.
Menyentuh area sensitif tubuh Kanaya.
Tentu ... pengalaman tadi malam membuat Ilyas sangat ingat, bagian mana saja yang termasuk area sensitif tubuh sang istri.
"Sekali lagi ya ... nanti aku yang akan masak untuk kita" bisik lagi Ilyas.
Tentu tanpa menunggu jawaban Kanaya, Ilyas kini telah menindih tubuh Kanaya, memberi hujanan ciuman di segala wajah Kanaya.
Olahraga pagi ini tidak memakan waktu yang lama, karean Ilyas ingat kalau akan ada klien nya yang akan datang ke kantor untuk menandatangani kontrak kerjasama mereka.
"Bisa berjalan ... ?" tanya Ilyas yang kini berdiri di sisi Kanaya
__ADS_1
"Bisa Mas ... " ucap Kanaya, namun tetap saja ada rasa perih yang ia rasa di area bawahnya.
' Ah, emang begini kan ya kalau di novel-novel, malam pertama nya masih terasa sakit, bathin Kanaya
ILyas memperhatikan langkah sang istri, ia merasa tidak tega melihat jalannya yang begitu pelan dari biasanya.
Ilyas pun membersihkan tubuhnya di kamar sebelah, lalu turun menuju ke dapur, membuat kan Sarapan pagi untuk dirinya dan juga untuk Istrinya.
Ilyas hany bisa membuat roti panggang dengan selai di atasnaya. .
Melihat Kanaya belum turun, Ilyas pun ingin ke atas, namun ... baru saja ingin menaiki tangga, Kanaya sudah terlihat.
Ia terlihat lebih fresh, kecantikan nya kini semakin terlihat, apalagi Kanaya rajin olahraga dan juga suka makan buah, untuk menjaga kelembaban kulit nya.
"Aku hanya bisa membuatkan mu ini, tidak apa-apa kan ... ? nanti kita sarapan lagi di kantor" ucap Ilyas yang sedang menarik kursi untuk Kanaya.
"Terimakasih mas, ini sudah cukup kok, Ini adalah tugasku, maafkan aku ya Mas ... " ucap Kanaya dengan pandangan sedihnya.
.Ilyas mendekati Kanaya lagi dan mencium keningnya dengan waktu yang cukup lama.
"kita akan melakukan semuanya bersama, beres-beres rumah, masak dan lain-lain, kita harus melakukan bersama, jadi tidak ada yang namanya ini adalah tugasku, tapi ini adalah tugas kita" ucap Ilyas seraya menatap wajah Kanaya
"Ah pagi-pagi kayak ini, mas sudah bikin aku baper" ucap Kanaya seraya menggigit roti panggang yang sudah Ilyas siapkan tadi.
Jam 7 mereka baru saja berangkat ke kantor, Jav sudah berada di perusahaan nya.
Namun ... ia terkejut kala melihat wajah seseorang yang sama sekali tidak ingin ia lihat, sama seperti Ilyas yang memiliki masa lalu dengan wanita lain, Jav juga begitu, bedanya ... Jav memergoki langsung perselingkuhan kekasih nya dengan pria lain.
"Hai" sapa wanita itu yang bernama Indah
"Untuk apa kau kesini ... ?" ucap Jav seraya mengabaikan Indah
"Bisakah kita bicara Jav" ucap wanita itu dengan nada yang begitu lembut.
"Bukankah sekarang kita sudah bicara, katakanlah apa maumu kemari, sebelum aku berubah pikiran" ucap Jav yang masih menatap arah berlawanan dengan Indah
"Jav ... aku tahu kau masih mencintaiku kan ... ? bisakah kita kembali lagi, aku janji akan setia dengan mu" ucap Indah
"Kau mabuk di pagi hari ... ? apakah kau sudah di campakkan oleh Pacaramu ... ?" ucap Jav dengan senyum mengejek di bibirnya
__ADS_1
"Jav, aku yang mencampakkan dia demi kamu, percaya lah ..." ucap Indah
"Lalu ... apakah kau fikir aku akan luluh dengan alasan itu ... ! Indah pergilah dan jangan ganggu aku lagi, kita sudah resmi putus" icao Jav yang langsung meninggalkan Indah yang berdiri di depan lift menuju keruangannya.
"Jav ... beri aku kesempatan ... " ucap Indah saat Jav sudah ingin masuk kedalam Lift.
"Indah ... tubuhmu sudah kotor dengan jamahan pria lain, apakah kau fikir aku akan menerima barang bekas ... ?" ucap Jav
Indah mematung, ia tidak menyangka bahwa Jav akan mengetahui perselingkuhannya sampai ke tahap begituan.
Saat Indah sudah sadar dari lamunannya, Jav sudah tidak ada di hadapannya.
"Ah ... Jav ... aku hanya ingin kamu, apalagi kau sudah semakin sukses sekarang" teriak Indah seraya menghentakkan kakinya, dan pergi meninggalkan perusahaan itu dengan hati yang marah.
Namun langkah nya langsung terhenti saat melihat Ilyas yang masuk dalam perusahaan.
Indah yang memang selalu ada rencana licik, ingin berpura-pura menabrak Ilyas.
Ia berjalan seolah-olah ia terburu-buru dan benar saja, Tubuh Indah terbentur namun bukan ke tubuh Ilyas, melainkan ke tas kerja Kanaya, yang mana Kanaya sekarang berdiri di hadapan Ilyas.
"Jika ingin ber akting bukan di sini tempatnya" ucap Kanaya
Betapa terkejutnya Indah saat mengangkat wajahnya, hatinya jengkel bertambah jengkel.
Ia tidak menyangka bahwa rencananya akan tercium langsung dengan wanita itu.
Setelah berkata seperti itu, Tangannya di tarik oleh seseorang yang tidak lain lagi adalah Ilyas
"Sudah jangan emosi, dia mantannya Jav"ucap Ilyas yang terus memegang tangan Kanaya.
"Mantan Tuan Jav ...? tapi kenapa dia caper nya sama kamu" cebik Kanaya
"Entahlah, Mungkin dia di tolak lagi sama Jav" ucap Ilyas
"Di tolak lagi ... aduh kok gak ada romantis-romantis nya" ucap Kanaya.
"Dia berkhianat, siapa yang akan menjalani hubungan dengan seorang Pengkhianat" ucap Ilyas seraya memencet tombol lift yang akan membawa kaki mereka ke ruangannya.
Kanaya menghela nafas nya dalam-dalam, seganteng itukah Ilyas di mata semua Wanita lain ... ?
__ADS_1
Sudah ada tiga wanita yang ingin di ajak menikah, tapi selalu gagal dan gagal lagi.
Jav ... dia begitu setia pada wanita nya tapi ... kesetiaan nya selalu di uji dengan hal perselingkuhan.