Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 25


__ADS_3

Alina menjatuhkan dirinya dengan air mata yang sudah bersungai.


"Alina dengarkan Mama ... kau anak mama satu-satunya, jika Ilyas sudah mencampakkan mu, sudah ... !kamu jangan mempermalukan dirimu sendiri, itu merugikan mu, Nak ..." Mama nya berkata seraya memeluk putrinya.


"Aku mencintai nya, Ma ... " ucap Alina


"Lupakan, pergilah keluar Negri, bersenang - senanglah di sana, Mama yakin ... kau akan mendapatkan pria yang jauh lebih dari Ilyas " ucap Sang Mama


"Mama bohong, bukankah Mama yang bilang kalau Ilyas pria yang paling sempurna dalam pandangan Mama ... " ucap Alina seraya memanyunkan bibirnya


"Tapi ia tidak menyukaimu Alina, jadi dia kurang sempurna untuk putri mama"


Mamanya berusaha meredam kemarahan Alina, ia tahu Alina tipikal wanita Arogan yang tidak ingin sesuatu yang di milikinya di miliki orang lain.


Ini adalah kesalahan nya dan juga suaminya, yang selalu mengabulkan semua keinginan nya, termasuk bertunangan dengan Ilyas.


Meskipun meeka tahu, Ilyas tidak menginginkan nya, tapi mereka memiliki harapan bahwa Ilyas akan tertarik pada anaknya yang sangat cantik, tapi setelah 2 tahun bertunangan, rasa itu tidak pernah ada fi hati Ilyas.


*****


"Aku langsung pulang saja, bisakan kalian antar aku ... ?" tanya Safira


"Tidak mampir dulu ... ?" tanya Kanaya


"Aku capek Nay, lain hari saja ya, lagian ... kayaknya suami mu ingin membawamu jalan-jalan " ucap Safira seraya melirik Ilyas


"Aku akan kerumahmu bersama Kanaya, sekalian bertemu dengan paman" ucap Ilyas


"Beneran ... ?" tanya Safira


"Tentu ... sudah lama sekali kan aku tidak bertemu ayahmu, apakah dia masih sama galaknya ... ?" tanya Ilyas


"Disiplin namanya, bukan galak" ucap Safira


"Hahahha kau benar, terlalu di siplin seperti papa ku" ucap Ilyas dengan suara yang merindu.


Tentu Ilyas merindukan sang papa, sosok lelaki yang selalu sabar, disiplin, dan juga ambisius dalam pekerjaan.


Papanya adalah cerminan baginya, namun ... apakah ia bisa seperti dirinya dalam hal berumah tangga.


Tabi'at Mamanya yang selalu melakukan kesalahan, selalu papanya maafkan dan selalu di nasehati, Mamanya yang tidak bisa mengontrol emosi terhadap siapapun selalu papanya redamkan dengan kelembutan nya.


"Kanaya sudah sering bertemu dengan Ayah, jadi ... ia tidak akan kaget lagi, yang alan membuat nya kaget karena kau tidak meminta restu secara langsung padanya" ucap Safira


"Bukankah kau yang mengatakan, kalau Ayahmu lagi kurang sehat, makanya aku tidak ingin menganggu nya" ucap Ilyas.

__ADS_1


"Eh iya ya ... hehehe aku lupa" ucap Safira cengengesan


Beberapa saat kemudian, Mereka pun sudah sampai di depan rumah Safira, Rumah yang tidak berlantai dua, tapi sangat luas itu menunjukkan keindahan tersendiri.


"Rumah ini tidak berubah ya ... ?" ucap Ilyas saat turun dari mobilnya


"Ayah sangat menyukai pemandangan ini, tentu ia tidak akan mengubah nya, banyak kenangan dalam pemandangan ini" ucap Safira yang mengingatkan bagaimana seluruh saudara ayahnya selalu berkumpul di halaman itu, namun sekarang, sudah tidak ada saudaranya lagi, hanya dia yang tersisa.


Karena itulah, Ayahnya Safira tidak ingin pemandangan dan suasana ini berubah sekecil apapun.


"Ayo,Nay" ucap Safira seraya menarik tangan Kanaya


"Eh Iya," ucap Kanaya yang sedari tadi menatap kearah Ilyas.


Ilyas yang selalu memandang kearah kursi panjang dekat taman, Seolah Kanaya mengerti, bahwa pasti di situlah Papanya selalu duduk saat berkunjung.


"Ayo, Mas" ajak Kanaya


Membuat lamunan Ilyas tersadarkan.


Ilyas pun mengikuti langkah kedua wanita itu.


"Safira, apakah itu kau ... ?" tanya Sang Ayah


"Ilyas ... !" ucap sang ayah saat mereka sudah berhadapan


"Paman, Bagaimana kabarnya ... ?" tanya Ilyas seraya memeluk sang paman.


"Kau sudah besar, persis seperti papamu, paman baik-baik saja, duduk lah ... duduklah ... !


Bu ... ibu ... kemarilah ... coba lihat siapa yang datang kemari" panggil sang Ayah pada sang istri


Ilyas pun duduk yang di ikuti oleh Kanaya dan Safira


"Tunggu, apakah ini istrimu ... ?" tanya sang paman seraya menatap Kanaya


"Iya paman, bukankah paman sudah sangat mengenalnya ... ?" tanya Ilyas


"Siapa ... ? " ucap sang paman seraya membuka kaca mata putihnya.


"Ayah, ini Kanaya ..., kanaya Ayah ... !" ucap Safira


"Hahahha kalian ingin membohongi ayah ... Kanaya ... Kanaya sahabat mu itu .. ? Safira ... Ayah belum terlalu rabun Nak ... " ucap sang Ayah dengan tawanya, namun matanya terus menatap Kanaya.


"Eh, tunggu ... tunggu, benarkah ini Kanaya ... ? wajahnya mirip cuma ... " ucap ragu ayah Safira

__ADS_1


"Dia sudah Diet ayah, dia sudah cantik kan ... ? bahkan lebih cantik dari Safira iya kan ... ?" ucap Safira seraya memanyunkan bibirnya.


"Ah, benarkah ... ? Wah ...cantik sekali Nak ...si i peluk paman ... " ucap Safira


"Paman, dia istriku ... ! paman tidak boleh main memeluk nya" ucap Ilyas yang langsung duduk di samping Kanaya


"Cih, Dulu saat ia masih gendut, Paman sering kok memeluk nya, kau saja yang tidak tahu" cebik ayahnya Safira yang langsung di geleng kan kepala oleh Kanaya.


Dan itu membuat Ayahnya Safira tertawa.


Saat mereka masih tertawa, ibunya Safira datang dengan beberapa cemilan dan minuman di atas nampan.


"Ibu, coba tebak ... siapa gadis cantik ini ... ?" ucap ayahnya safira


"Ibu tidak ketinggalan jaman seperti Ayah, dia Kanaya, berita tentang nya sudah viral loh di sosmed, apalagi di Tik Tok, udah ngetren" ucap Sang Ibu yang membuat mata Ayahnya Safira melotot.


Tapi beda dengan Safira, Ilyas, dan Kanaya, mereka malah cengengesan.


"Kalian curang pada Ayah" ucap Ayahnya Safira


"ayah, gak usah drama ngambek deh" ucap Safira.


"Nay, kau hebat ... bibik salut sama kamu, kamu adalah cerminan bagi wanita yang tidak percaya diri, dan kamu adalah contoh bagi mereka yang kurang mampu" ucap Ibunya Safira


"Terimakasih, Bik ... semua ini juga berkat Mas Ilyas, tanpanya ... mungkin Kanaya juga tidak akan berhasil dalam waktu yang sesingkat ini" ucap Kanaya seraya melihat kearah Ilyas, begitu pun dengan Ilyas, hingga pandangan mereka saling bertemu.


"Hem ... ! nikmatilah makanannya, pandang-pandangannya nanti saja saat sudah ada di dalam kamar" ucap Ayahnya Safira yang membuat Safira tersedak dengan minuman yang baru saja ia minum.


Sedangkan Ilyas dan Kanaya jadi salah tingkah sendiri.


Kanaya dan Ilyas oun sama-sama menikmati hidangan nya dengan kecanggungan.


"Bagaimana kabar Mama mu ... ?" tanya Ayahnya Safira


"Dia baik Paman, seperti yang paman tahu, dia lebih sering berkumpul dengan ibu-ibu sosialitanya" ucap Ilyas


"Pasti dia akan menuntut cucu darimu, maka cepat lah buatkan dia cucu, agar dia punya kesibukan lain selain berkumpul dengan teman-temannya" ucap Ayahnya Safira


Ilyas dan Kanaya sama-sama diam.


"Kau tidak ikut KB kan Nay ... ?" tanya Ibunya Safira


Kanaya tersentak kaget, mendengar pertanyaan itu.


"Tidak Bik, dia tidak ikut KB, paman dan bibi do'akan saja, semoga dalam rahimnya segera hadir Ilyas junior" ucap Ilyas seraya memandang Kanaya.

__ADS_1


__ADS_2