Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 24


__ADS_3

Sesaat Kanaya masih mematung saat ciuman itu di daratkan oleh Ilyas.


Mobil Ilyas pun melaju meninggalkan Kanaya , Ilyas tersenyum kala melihat keterkejutan Kanaya.


Safira menarik tangan Kanaya karena sebentar lagi kelas akan di mulai.


"Isss ... kenapa kau terkejut ... ? bukankah semalam kalian sudah melakukan hal yang lebih " cebik Safira


"Ckkk Fira ... kalau ngomong emang selalu kelewat ya ..." ucap Kanaya.


"Tidak menyangka ya ... niatnya berubah ternyata ingin bisa naik keranjang Tuan Ilyas, tapi aku salut loh sama kamu Nay ... hebat banget kamu sampai berhasil menyingkirkan Alina yang jelas - jelas tunangan pak Ilyas " ucap seseorang dari belakang tubuh Kanaya.


Seketika Kanaya dan Safira menghentikan langkahnya.


Tubuh Kanaya menjadi kaku, ia ingin diam ... namun ... ucapan Ilyas kini terdengar kembali di telinga nya.


'Melawan bukan berarti kau sana, tapi setidaknya kau beri mereka ajaran, bagaimana cara menghargai orang lain' begitulah ucapan Ilyas.


Kanaya menarik nafas dalam-dalam, lalu ia berbalik menatap orang yang ada di belakang nya, Ya ... dia adalah teman yang juga magang di perusahaan Ilyas saat itu.


"Amira ... nasib orang itu tidak ada yang tahu, kau tentu tahu jelas bagaimana sikap Pak Ilyas eh maksud ku Mas Ilyas pada Alina, Mas Ilyas dari awal tidak menyukai Alina, sejak aku masih gendut ... Mas Ilyas memang selalu baik padaku, bahkan dia membuat ku tinggal di apartemen nya agar aku bisa menggunakan semua peralatan olahraga nya, tentu aku jatuh hati dong dengan sikapnya ... aku yakin, kau juga akan begitu, di tambah dengan ketampanan Mas Ilyas yang aduhai idaman banget kan ... ? dulu aku ... Kanaya kalian hina seenak kalian , dulu aku Kanaya kalian rendahkan dengan sebegitu rupa, jika aku mau ... ! aku bisa membalas semua sikap dan kelakuan kalian terhadap ku, hanya dengan jari ini ... ! hidup Kalian sudah bisa di katakan mati ...!" ucap Kanaya seraya menatap tajam pada Amira dan semua yang ada di sekitarnya.


Benar saja ... semua yang sudah menghina Kanaya dulu jadi terdiam, begitu juga dengan Amira, ia tidak menyangka bahwa Kanaya akan melawan nya saat ini, bahkan telah mempermalukan nya.


Kanaya terdiam menatap mereka semua.


"Jika kalian tidak menyukai ku, maka diamlah ... ! jangan mendekati ku ... apalagi menghinaku lagi, karena aku ... aku bukan Kanaya yang bisa kalian rendahkan, Ingat itu ...!" setelah berkata Kanaya langsung meninggalkan mereka di ikuti oleh Safira.


Safira menyadari ada aura lain di diri Kanaya saat ini, apakah karena sudah menikah dengan orang sukses dan berpengaruh makanya istrinya ikut memiliki aura itu ... ? pikir Safira


"Nay, kau hebat banget tau ...! keren ... !" icap Safira mengacungkan jempolnya pada arah Kanaya.


Kanaya tersenyum manis pada Safira


"Bukankah kau yang mengajari hal ini padaku ... ?" ucap Kanaya


Mereka pun masuk kedalam kelas mereka, sudah ada beberapa yang datang, semua menatap ke arah Kanaya dan Safira, Namun ... Kanaya memilih abai dengan pandangan itu.


Akhirnya Dosen nya pun datang dan memberi materinya.

__ADS_1


Kanaya dengan seksama mendengarkan semua nya, beda dengan yang lain yang terlihat sangatlah malas.


Beberapa ada yang tertidur ada juga yang sedang main ponselnya.


Kanaya hanya bis menggelengkan kepalanya.


'Kasihan sekali orang tuanya yang mengeluarkan biaya untuk kalian ' bathin Kanaya


Jam berjalan dengan begitu cepat, Ilyas sudah menghubungi nya, mengatakan bahwa ia sudah ada di parkiran kampus.


[Cepatlah keluar, atau kau akan kehilangan suamimu ini ... teman-teman mu banyak yang mengerumuni ku ... ] pesan Ilyas


Kanaya dan Safira tersenyum membaca pesan Ilyas.


"Hahahhaha biarlah jarang banget kan ada cowok ganteng masuk ke kampus " ucap Safira


"Kak Riswan juga tampan, senior Aldi juga tampan, banyak kok yang tampan "ucap Kanaya


"Tapi tidak setampan suamimu ... " goda Safira


Kanaya dan Safira tertawa sambil berjalan menuju ke tempat parkir.


Penampilan Ilyas yang tidak seperti biasanya pantas membuat mata terpana.


Bukan Ilyas pengusaha yang datang, tapi senior mahasiswa, dengan penampilan ala anak muda jaman sekarang.


"Itu beneran kak Ilyas ... " tanya Safira


"Eh, Kakak ... kau panggil dia kakak ... ?" tanya Kanaya.


"Dia memang kakak ku kan ... ? sayangnya ... karena Om sudah tidak ada, aku dan ayah jarang kerumah Kak Ilyas " ucap Safira


"Owalah ... ayo selamat kan kakak mu, dia sudah seperti ikan yang di kerumunin kucing hehehhe" Kanaya tertawa saat menatap expresi Ilyas yang seakan-akan lelah meladeni banyak wanita.


"Hai, !" sapa Kanaya dan Safira yang membuat para gadis itu menoleh kearahnya.


"Hai, istriku susah datang, akhirnya ... , kalian sudah percaya kan kalau aku sudah beristri ... ?"ucap Ilyas seraya menghampiri Kanaya


"Dia ... ? istrimu ... ?" tanya salah seorang dari mereka

__ADS_1


"ya, dia istriku, Kanaya " jawab Ilyas seraya merangkul pinggang Kanaya


"Hai, kenalkan dia suamiku, jadi ... jangan di ganggu lagi ya ..." ucap Kanaya pada para gadis itu.


"Bukankah kamu wanita yang oplas itu ya ... ?"


ucap lagi salah satu dari mereka


"jaga mulutmu ya ... Kanaya tidak oplas, dia real hasil usahanya" ucap Safira


"Udah ... biarkan mereka menilai, kalian menganggap aku Oplas ... oke, kalau ingin rahasia ku, ayo main-main dengan ku" Kanaya tersenyum seraya mengedip kan mata satunya.


Akhirnya Ilyas pun menarik tangan Kanaya pergi meninggalkan beberapa wanita itu, membawa Kanaya dan Safira masuk kedalam mobilnya.


"Huffft ... akhirnya ... " Ilyas bernafas lega saat sudah ada di dalam mobil.


Namun pandangan mata masih tertuju kearahnya.


Ada yang tidak percaya dengan perubahan Kanaya ada juga yang tidak percaya bahwa Kanaya memiliki nasib sebaik ini.


*****


Aaaaa ...


Teriakan Alina terdengar di seluruh rumah.


Rencananya untuk mempermalukan Kanaya di kampus mya kini gagal lagi dan lagi.


Sekarang Kanaya sudah berani menjawab dan melawan nya.


"Aku tidak bisa menerima ini, tidak ... Ilyas hanya milikku, hanya milikku ... !" teriak Alina


"Kau keterlaluan Kanaya, wanita seperti mu harusnya mati saja ... !" Alina melempar seluruh barang yang ada di dekatnya.


"Cukup Alina ... ! " bentak sang Mama


"Cukup kau dengan kegilaanmu, seharusnya kau menyesal dengan apa yang kau lakukan, jika kau bisa menjaga sikapmu, apa mungkin Ilyas akan membatalkan pertunangan kalian ... ? Alina ... kau terlalu di manja sehingga kau tidak bisa menerima dan belajar dari kesalahan-kesalahan mu" ucap sang Mama yang sudah tidak kuasa melihat sikap anaknya yang semakin hari semakin menjadi


"Kenapa mama malah menyalahkan aku ... ! seharusnya mama membantuku untuk menghancurkan wanita sialan itu ... !" teriak Alina pada mamanya.

__ADS_1


"Alina, dengarkan Mama ... jika Kanaya adalah gadis buruk rupa seperti yang kau katakan, maka tidak mungkin Ilyas akan tergoda padanya, intinya Ilyas tidak melihat orang dari segi fisik, tapi dari hati ... Nak ... banyak hal yang harus kamu ketahui, bukan hanya wajah yang bisa kita andalkan, pria itu tidak sama" ucap sang mama.


__ADS_2