Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 32


__ADS_3

Beberapa jak tidak ada suara dari kedua pasangan yang aslinya adalah suami istri itu.


Mereka benar-benar di sibukkan dengan pekerjaan mereka.


Ilyas dan Kanaya termasuk memiliki karakter yang sama, jika sudah bekerja maka akan fokus bekerja.


Namun tiba-tiba ruangan itu terbuka secara paksa, membuat kedua manusia yang ada di dalamnya langsung mengangkat kepalanya.


Benar saja, mereka melihat orang yang sama, yang tadi pagi sudah membuat drama di bawah.


"Ilyas, aku ingin bicara dengan mu, aku sudah datang ... bukankah ini yang kau inginkan, tapi kenapa kau malah mengabaikan aku ... !" teriak Lola pada arah Ilyas


Ilyas melihat kearah Kanaya yang mana Kanaya juga melihat ke arah Ilyas.


"Kenapa kalian saling pandang hah ... ! apakah Sekertaris punya hak atas urusan pribadi atasannya, kau ... ! kau yang tadi melarang ku mengejar Ilyas kan ... ? kau tahu siapa aku, jika aku mau ... ! aku bisa memecat mu saat ini, jadi jangan menatap ku seperti itu ... !" bentak Lola pada Kanaya.


"Nona, saya tahu siapa anda, Tuan sedang sibuk saat ini, Nona bisa bertemu dengannya nanti malam, di tempat favorit kalian, di sini kantor, Nona seperti ini akan tidak nyaman bagi Tuan" ucap Kanaya seramah mungkin.


"Kau jangan ikut campur ... ! kau ..."


"Cukup Lola ... ! pergilah ... yang dikatakan benar, sekarang masih waktuku bekerja" ucap Ilyas tanpa melihat kearah Lola.


Lola yamg tidak tahu malu, langsung berjalan menuju ke arah Ilyas.


Ia memasang wajah yang begitu menyedihkan, biasanya itu akan membuat hati Ilyas takluk.


"Ilyas, bukankah kau menikah dengan istrimu hanya ingin membuat aku keluar, sekarang aku datang Yas, sekarang aku sudah datang ... ? maafkan aku karena lama pergi darimu" Lola memeluk Ilyas yang masih terduduk di kursi.


Tentu Kanaya menarik nafas dalam-dalam, meski Ilyas acuh padanya, tapi pelukan dari Wanita lain untuk suaminya pasti akan membuat nya sakit hati.

__ADS_1


Kanaya jadi salah tingkah, ia bahkan menjatuhkan beberapa map di mejanya tanpa sengaja karena gugup melihat ke arah Ilyas.


"Saya permisi dulu tuan ...!" ucap Kanaya terburu-buru meninggalkan ruangan itu.


Ilyas tahu, Kanaya pasti terluka.


"Apakah sudah puas ... !" ucap Ilyas


"Kenapa kau kembali ... ? mengapa kau tidak menghilang saja selamanya" ucap Ilyas yang kini berdiri, tentu pelukan itu langsung terlepas.


"Apa yang kau katakan Ilyas, kita saling mencintai ... , aku tahu kau masih sangat mencintai ku, kau menikah bukan karena mencintai istrimu yang jelek kan ... ? mau tidak mungkin menikah dengan wanita gendut dan jauh di bawah ku,kau hanya ingin membuat ku tidak nyaman dan cemburu, kau berhasil Ilyas ... kau berhasil, kini aku sudah datang" Lola berkata seraya ungu dan memeluk Ilyas, namun segera Ilyas menjauh kan tubuhnya dengan tubuh Lola.


"Kau percaya diri sekali Lola, apakah kau mengira, waktu beberapa tahun tidak akan mengubah diri ku ... ? Lola ... pergilah ...! aku banyak pekerjaan saat ini, seperti yang ia katakan ... kita akan bertemu di tempat biasa nanti malam jam 8" ucap Ilyas yang langsung keluar dari ruangan meninggalkan Lola, karena yang ada dalam fikiran Ilyas saat ini adalah Kanaya.


Ilyas mencari Kanaya namun tidak ada yanda keberadaan nya.


Jav melihat kegelisahan Tuannya, tentu Jav tahu drama tadi pagi dan drama saat ini, Namun seperti yang Kanaya kirimkan.


',Tapi ... bagaimana jika Tuan Ilyas luluh, kau belum mengetahui siapa Lola, dia gadis berbisa, yang. isa membuat semua lelaki terpesona akan dirinya, Tuan Ilyas ... dia masih memiliki masa lalu dengannya, aku takut jika Tuan Ilyas akan masuk dalam kata-kata manisnya' pesan Jav.


'Aku percaya pada Tuan Ilyas' jawab terakhir Kanaya*.


Kanaya kini berdiri di lantai paling atas gedung itu, itu adalah tempat yang biasa dulu ia datangi bersama Safira dimana saat itu ia masih menjadi Bully-an para teman-teman nya.


Kanaya menyendekapkan kedua tangannya di depan dadanya, ia menatap pemandangan dari atas, dengan sesekali mengerjap kan matanya yang entah kenapa terasa perih.


Bibir Kanaya tersenyum menyadari apa yang ia rasa.


'Nay ... apa yang kau fikirkan ... kenapa kau terbawa perasaan, bukankah kau sudah tahu hal ini akan terjadi ... ? kenapa kau masih belum bisa mengontrol hatimu, apakah kau benar-benar sudah jatuh hati pada suami sementara mu itu ... ? ' bathin Kanaya

__ADS_1


Namun di saat Kanaya menata hatinya agar tidak sakit, Tiba-tiba ada tangan yang memeluk nya dari belakang, tentu Kanaya terkejut karena ini pertama kali baginya mendapatkan pelukan.


Kanaya dengan sekuat tenaga ingun melepaskan tangan itu, namun saat mendengar suara pemiliknya, seketika tubuh Kanaya mematung.


"Maaf ... aku telah membuatmu lama menunggu disini" ucap Ilyas yang kini meletakkan dagunya di bahu Kanaya.


Tubuh Kanaya membeku, lidahnya terasa kelu, bukankah ini yang ia inginkan.


Ilyas menyusul keberadaan nya, tapi kenapa hatinya ingin menolak, karena Kanaya tidak ingin harapan menjadi hal yang paling menyakitkan baginya.


"Mas, apakah dia sudah pergi, kenapa mas malah kesini ... ?" ucap Kanaya


"Berada dalam satu ruangan dengan wanita lain, aku takut istriku akan cemburu" ucap Ilyas di dekat telinga Kanaya


Kanaya terdiam, ia bahagia mendengar hal itu.


"Nay, ... aku tidak akan memberi harapan lagi, aku sudah memilih mu sebagai pendamping ku, ku harap kau percaya padaku, nanti malam akan ku perjelas hubungan antara aku dia dan kamu, hanya kamu wanita ku saat ini" ucap Ilyas


"Maafkan aku karena ucaoan pertama kita menikah dulu, ku harap kita bisa memberi kesempatan pada pernikahan kita agar menjadi pernikahan yang sesungguhnya" ucap ILyas seraya membalikkan tubuh Kanaya agar menghadap kearahnya.


"Kau maukan ... ? bertahan dan terus bertahan?" ucap Ilyas


"Mengapa mas ... mengapa kau beri aku rasa ... Mengapa kau curahkan semua, jika setelah itu kau akan pergi berlabuh dengannya" Kanaya berkata sambil tertunduk


"Katakan itu setelah Mas benar-benar memastikan bahwa masa lalumu sudah benar-benar tidak akan ada dalam hatimu, aku takut berharap mas, aku tahu siapa aku dan bagaimana aku datang dalam kehidupan mu, aku hanya tidak ingin jatuh untuk kesekian kali"


Setelah mendengar perkataan Kanaya, Ilyas langsung membawa Kanaya dalam pelukannya.


"Maafkan aku, aku tidak pernah mengecewakan kepercayaan mu, Kanaya ... maafkan aku" Ilyas memeluk erat tubuh sang istri.

__ADS_1


Jav yang melihat hal itu, langsung mengabadikan momen itu, Momen dimana Ilyas memeluk tubuh istrinya.


'Ah ... kalian bikin jiwa jombloku iri, benar-benar pasangan yang sangat serasi' ucap Jav setelah mengambil gambar atasannya itu.


__ADS_2