Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Part 16 Kanaya membuat Semua Takjub


__ADS_3

Saat mata sudah terpana, semua tampak indah.


wajah yang cantik, tubuh yang indah, membuat semua mata tercengang.


Begitu juga dengan Safira yang melihat wajah wanita itu sedikit mirip dengan sahabatnya.


"Hai," sapa wanita cantik itu pada Safira.


"Kau tidak mengenali suaraku ...? aku Kanaya" ucap Kanaya di dekat telinga Safira.


Tentu Safira semakin terkejut kala melihat Kanaya dari bawah hingga ke atas.


"Ka-na-ya ...?" tanya gugup Safira, bukan hanya gugup tapi juga tidak percaya.


Kanaya pun langsung menarik tangan Safira, membawa nya menjauh dari pandangan teman-teman nya yang seperti nya sangat penasaran dengan nya.


Kanaya membawa Safira ke tempat dimana itulah tempat Kanaya menghindar dari teman-temannya.


"Tunggu ... tunggu kau benar-benar Kanaya? tapi ... kok bisa ...?" Safira bertanya saat cara berdirinya saat bersandar di pagar pembatas sangatlah sama dengan Kanaya sahabatnya.


"Iya, Fir ... aku kanaya, kanaya temanmu, sebulan aku tidak ke kampus, semuanya masih sama, selalu melihat orang dari penampilan "Ucap Kanaya tersenyum pada Safira yang masih tertegun.


"Kemarilah, akan ku ceritakan" ucap Kanaya


Safira pun kini telah berdiri di samping Kanaya.


"Sebulan yang lalu, kau tahu aku tidak ke kampus, aku menjemput Tuan Ilyas di bandara, sebenarnya selama ini berat badanku sudah turun jauh, hanya saja aku masih memakai baju lama, karena kau tahu sendiri, mengubah diri sendiri juga butuh waktu, selain itu, Tuan Ilyas memberikan aku perawatan kulit dan wajah, aku bahagia ... tentu ... bahkan Tuan Ilyas membawa ku pulang untuk menemui Ibu bapakku" Kanaya berkata dengan mata yang berkaca-kaca.


Ia sangat ingat bagaimana hari itu mereka lalui bersama, tanpa ada kata Tuan, yang menjadi embel-embel panggilan Kanaya untuk Ilyas.


Saat itu, selama dalam perjalanan, Kanaya sudah berlatih untuk tidak memanggil Ilyas tuan, Ia harus memperkenalkan Ilyas sebagai temannya, bukan atasannya.


"Ibu ... bapak" ucap Kanaya saat sudah sampai di gubuk kecilnya, dimana Ibu dan bapaknya duduk di kursi rotan dengan singkong rebus menjadi teman duduknya.


"Cari siapa ya nak ...?" tanya sang ibu yang sudah berdiri di hadapan Kanaya


Kanaya tidak menjawab ia langsung memeluk sang ibu.


"Ibu, ini Nay, ini Nay bu ..." tangis Kanaya pecah saat memeluk sang ibu yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


Begitu juga dengan sang ibu.


"Benarkah ... ? benarkah kau si gembulnya Ibu ...?" tanya sang ibu sambil melepaskan pelukannya, karena ingin melihat wajah sang anak.


"Iya Buk, ini Nay nya ibu ... " ucap Kanaya saat ibunya melihat seluruh wajahnya.


"Ya ampun nak, cantik sekali anak ibu ... badanmu juga ... kamu ...?" ucap ibunya takjub


"Bapak ..." ucap Kanaya yang melihat bapak nya sudah berdiri.


Kanaya langsung memeluk sang bapak.


"Bagaimana kabar kalian ...? semuanya sehat kan ...? adek bagaimana Buk ... pak ..."


"Kami sehat Nak, adekmu sehat ... ia masih mengerjakan tugas kelompok di rumah Irfan" jawab sang bapak sambil melepaskan pelukannya.


"Ayo masuklah ... masuk nak" ucap sang bapak yang mana membuat Kanaya sadar bahwa ia tidak datang seorang diri.


"Eh, Nay ... kamu bawa teman nak ..." ucap sang ibu yang juga baru menyadari bahwa ada empat mata yang memerhatikan mereka.


Kanaya tersenyum ia tidak tahu harus berkata apa, rasanya masih kurang nyaman memanggil Ilyas dan Jav dengan ssbutan namanya saja.


Jav mengikuti apa yang Ilyas lakukan.


"Silahkan masuk, Nak ... rumahnya kecil dan juga seperti ini" ucap sang bapak.


"Rumah akan terasa nyaman jika penghuninya baik dan ramah seperti bapak dan ibu" ucap Ilyas lalu duduk di bawah yang hanya beralas tikar.


Kanaya malu dan tidak nyaman, tapi beginilah keadaan nya, orang tuanya nekad menjual aawahnya hanya untuk bisa menguliahkan Kanaya.


Karena mereka yakin, Kanaya anak yang cerda yang akan mampu menopang hidup orang tua dan adeknya.


Kanaya pun masuk kedalam untuk membuat kan Ilyas dan Jav minuman dan cemilan.


"Bapak bersyukur, kalau Kanaya memiliki teman sebaik kalian, kecemasan kami sudah berkurang" ucap sang Bapak


"Tapi, bapak hebat loh, kuliah di kota tidak semudah yang orang katakan, biayanya juga besar" ucap Jav


"Ya, kmai hanya bertekad dan percaya akan Kanaya, dia anak cerdas mulai sejak kecil, jadi kami menjual sawah kami satu-satunya untuk bisa mewujudkan keinginan Kanaya" terlihat tatapan bangga Bapak saat berkata seperti itu.

__ADS_1


Sedang lan Ilyas merasakan perih dengan apa yang Bapak itu katakan.


Sehingga Ilyas berkata


"Kita akan membeli lagi sawah bapak, Kanaya bekerja di perusahaan ku, gajinya mungkin sudah cukup untuk menebus sawah bapak lagi" ucap Ilyas yang membuat Jav terkejut.


"Kanaya bekerja ...? bukankah dia hanya bekerja di sebuah cafe kecil ...?" tanya bapak


"Ia pak, tapi selama 3 bulan Kanaya bekerja di perusahaan, dan ia belum ku gaji sama sekali, bukan hanya itu, dia juga bekerja membersihkan apartemen ku saat pulang kantor, ku rasa gajinya sudah cukup" ucap Ilyas.


"Tapi, untuk sementara rahasiakan dari Nay dulu, karena ku yakin ia tidak ingin menerima gaji itu pak" ucap Ilyas.


Semua itu masih sangat jelas kanaya ingat, ia tersenyum saat mengingat itu.


"Hai, lagi melamun apa ...? kau masih belum menjawab pertanyaan ku" ucak Safira


"Lanjut nanti ya, yuk kita ada kelas sekarang kan ..." Kanaya menarik tangan Safira.


Saat meteka sudah sampai di dalam kelasnya, semua mata tertuju padanya, mereka terkejut karena wanita cantik itu duduk di kursu si gendut.


"Eh Fir, dia teman baru mu ya ...? Si gendut kemana ...? aku tahu ... pasti dia udah berhenti ya ... syukurlah, akhirnya dia pergi juga, merusak pemandangan soalnya dia" ucap wanita yang tepat berada di samping kursi Kanaya.


Kanaya tersenyum mendengar kata itu, ia melirik Safira agar tidak menjawab pertanyaan dan meladeni omongan wanita itu.


Padahal Safira sudah sangat geram karena perkataan wanita itu.


Beberapa saat kemudian, Dosen mereka masuk dan menatap Kanaya, ia sudah tahu kalau itu adalah Kanaya.


Ilyas sudah melakukan semuanya.


"Kanaya ... kemarilah ... " panggil Dosen itu, yang mana membuat semua mata mencari sosok monster yang bernama Kanaya.


Namun ... betapa terkejutnya semua orang yang ada dalam ruangan itu, di saat wanita yang sedari tadi menjadi pusat perhatian juga bernama Kanaya.


Kanaya pun berjalan menuju tempat Dosen.


Ia berdiri di sisi Dosen itu.


"Dengar kan Semua nya, ini adalah Kanaya, wanita yang sukses melakukan Diet dengan cara olahraga, dia alan menjadi model di salah satu majalah karena sudah membuat kaum wanita yang memiliki kelebihan timbangan, kini menjadi wanita yang memiliki tubuh yang ideal, tepuk tangan untuk Kanaya" ucap Dosen itu.

__ADS_1


Sedang kan Kanaya juga terkejut dengan perkataan Dosennya.


__ADS_2