Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 51


__ADS_3

Malam semakin gelap, Riswan pun pamitan pada Safira setelah lama berbincang di teras berdua.


"Baiklah, sudah malam ... kau istirahat lah, besok kau harus bekerja lagi" ucap Riswan seraya berdiri dari duduknya


"Kak Riswan juga, Terimaksih kak ... karena sudah menjemput dan mengantar Fira sampai kerumah, dan terimakasih karena kakak bersedia makan malam disini " ucap Safira


"Sama-sama, aku pulang dulu ya ... selamat malam Safira" ucap Riswan seraya melambaikan tangannya dan berjalan menuju ke mobilnya.


Dadanya masih terasa sesak saat harus membahas Kanaya dan Ilyas.


Entah kenapa Riswan datang kerumah kontrakan Kanaya, ia turun lalu berjalan menuju kerumah itu.


"Maaf Tuan, tapi rumah itu sudah lama tidak ada penghuni nya"ucap penjaga komplek kecil itu.


"Saya tahu pak, hanya saja ... saya ingin melihatnya " ucap Riswan


Riswan pun masuk kedalam rumah kontrakan Kanaya, keadaan rumah itu masih sama, bedanya sekarang tidak ada tawa Kanaya, bayangan Kanaya uang selalu pegang cemilan di tangannya oun di bermain di mata Riswan.


Riswan tersenyum, ia suka Kanaya yang apa adanya, tidak tebar pesona dan ceria.


"Aku harus benar-benar melepaskan rasa ini, Nay" ucap Riswan seraya melihat ke sekeliling rumah Kanaya


"Kau sudah tidak mungkin bisa aku gapai, kau sudah jauh dari jangkauan aku, kau sekarang bagai primadona yang menjadi idola semua orang, apalah aku saat ini, dan juga kau sudah memiliki suami yang luar biasa, aku benar-benar harus menyerah sekarang, Nay" ucap Riswan pada diri sendiri


Ruswan duduk di kursi yang mana sering ia duduki dulu, ia tersenyum mengingat hari itu.


"Nay ... jangan nyemil terus, nanti kayak badut loh! Nay, jangan makan sambil tidur-tiduran, nanti perut nya makin besar" ucapan Riswan dulu uang selalu Ruswan katakan pada Kanaya.


Mendengar ucapan Riswan, Kanaya selalu meletakkan cemilannya, meski terkadang Kanaya ambil lagi setelah Riswan tidak ada.


Mengingat hal itu lagai dan lagi Riswan tersenyum. Sudah lama Riswan di rumah itu, ia pun keluar dan memberikan 2 lembar uang merah pada penjaga komplek kecil itu.


"Ini bisa buat beli rokok pak" ucap Riswan


"owalah terima kasih Tuan" ucap Penjaga itu dengan bahagia


Riswan pun berlalu dan pulang menuju kerumah nya.


*****


"Bagaimana keadaan kak Ilyas ? apakah sudah baikan?" tanya Safira melalui pesan nya.

__ADS_1


"Sudah baikan, dia juga sudah istirahat kok" balas Kanaya


"Oh, syukurlah kalau begitu, "ucap Safira dalam pesannya


"Kau pulang jam berapa tadi, dan naik apa?"tanya Kanaya yang tahu kalau Safira tidak bawa sepeda motor kesayangan nya


"Di jemput sama kak Riswan, kan tadi paginya di jemput juga" balas Safira


"Ciye ... ciye ... bakal ada yang jadian nih" goda Kanaya dalam pesan nya.


"Ah, mana ada ... kau suka menggoda Nay" balas Safira


"Ku doakan semoga kalian jodoh, kalian terlihat serasi loh, serius " tulis Kanaya dalam pesannya


"Kau tidak bohong kan, Nay ... ?" tanya Safira dalam pesannya


"Sumpah, kalian serasi" balas Kanaya.


*****


"Riswan ... akhir-akhir ini kau selalu pulang malam, Ayah tahu ... dari para pekerja kau sudah pulang dari tadi" ucap Ayahnya Riswan


"Kau dari mana saja Riswan ... ?" Ibunya ikut bertanya pada Riswan


"Riswan ! jawab pertanyaan kami, semakin hari kau semakin jauh dari kami"ucap Ibunya Riswan


"Kau yang telah membuat ku jauh dari kalian" ucap Riswan seraya berlalu


"Yah, anak itu kenapa berubah begitu?" tanya Ibunya Riswan


"Itu karena kita yang sudah berkata tidak-tidak pada Kanaya" ucap Ayahnya Riswan seraya berlalu meninggalkan istrinya yang masih terkejut.


Hanya karena seorang Kanaya anaknya mengabaikan orang tuanya.


"Kanaya ... kanaya lagi, Riswan ... apa yang kau banggakan dengan wanita seperti dirinya, masih banyak wanita cantik dan kaya, kenapa kau malah menyukai wanita kampungan itu" ucap kesal sang Ibu.


Sedangkan Riswan sudah membaringkan tubuhnya dengan lelah.


Sungguh menyedihkan sekali hidupnya, baru pertama kali mencintai seorang wanita, dan itu dnegan segenap hatinya, tapi ternyata meskipun sudah lama wanita itu di miliki orang lain, sakit nya masih sangat terasa.


Apakah begini kalau cinta pertama?

__ADS_1


Apakah begini sakitnya di tinggalkan?


Riswan pun memejamkan matanya tanpa membersihkan diri dulu.


Pagi kini telah tiba, menghilang kan segala penat yang ada, hidup akan terus berjalan bagaikan jarum jam yang akan terus berputar, ia tidak akan kembali pada jalan yang sama, kita akan melalui jalan yang selalu berbeda dan berubah.


"Bagaimana keadaan Mas sekarang ? apakah masih merasa sakit?" tanya Kanaya


"Sudah tidak lagi sayang, terimakasih karena sudah merawat ku dengan sangat baik"ucap Tian seraya memegang tangan Kanaya


"Apa yang Mas katakan, tentu aku akan merawat mas, sama hal nya nanti juka aku sakit, apakah Mas tidak akan merawat ku juga" ucap Kanaya


"Ya, tentu aku kaan merawat mu, aku juga akan membantumu mandi dan berganti pakaian" ucap Ilyas


"Ah, itu kan modusnya Mas, ah sudahlah, Mas mau sarapan disini apa di bawah?" tanya Kanaya


"Di bawah saja, kalau begitu ... mas mau siap-siap dulu" ucap Ilyas yang turun dari tempat tidurnya, dan hendak ke kamar mandi.


Sedangkan Kanaya menyiapkan baju untuk Ilyas gunakan ke perusahaan. Kanaya langsung turun dan melihat sarapan pagi yang sudah ia siapkan tadi.


Memastikan semuanya sudah tersaji, Kanaya pun hendak ke atas, namun ... ia melihat suaminya yang sudah turun dari tangga dan menuju ke arahnya.


"Wah, baunya harum sekali" puji Ilyas


"Semoga mas suka, oh iya ... kita mampir kerumah Mama ya ... Mama pernah bilang, kalau Mama suka masakan Kanaya yang ini, jadi aku sudah siapkan juga untuk Mama" ucap Kanaya seraya memperlihatkan rantang yang sudah ia isi.


"Kau juga peduli dengan Mamaku, terimakasih sayang" ucap Ilyas


"Tentu, Mamamu, Mamaku juga" ucap Kanaya tersenyum


Mereka pun menghabiskan sarapan paginya, Ilyas mengambil kan tas kerja Kanaya yang masih tertinggal di kamar, Karena Kanaya sendiri masih sibuk mencuci piring bekas mereka sarapan tadi.


Setelah selesai, Kanaya pun mengeringkan tangannya dan hendak keatas untuk mengambil tasnya.


"Sayang, tas mu sudah ku ambil" ucap Ilyas menghentikan langkah Kanaya yang sudah sampai di tangga.


"Eh, jadi repotin kamu aku mas"ucap Kanaya seraya mengambil tasnya yang di pegang oleh ILyas


"Rantangnya jangan sampai ketinggalan" ucap Ilyas


"udah,Ini ... " ucap Kanaya seraya memperlihatkan rantang yang sudah ia siapkan untuk Mama mertuanya.

__ADS_1


Akhirnya Mobil Ikyaa pun berlalu memecah suasana pagi yang mulai macet.


Beruntung nya, Ilyas dan Kanaya berangkat jam 7 kurang, jadi tidak begitu macet.


__ADS_2