Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona

Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona
Bab 20


__ADS_3

Satu masa telah terlewati, benci dan rindu merasuk di kalbu, ada apa dengan diriku, sulit untuk ku pahami.


Kanaya sudah siap untuk pulang dari rumah sakit, ia berfikir Ilyas tidak akan datang, ia sudah tidak berharap banyak pada lelaki yang selalu membuat nya melayang, namun pada akhirnya ia akan terjatuh.


Kanaya berulang kali menyadarkan dirinya sendiri, dan selalu melihat dirinya yang lalu.


Tidak mungkin bagi seorang Ilyas akan terpesona padanya, semua sikap perhatian nya hanya karena belas kasihnya, hanya karena ia ingin mengalahkan sang mantan Tunangan.


Di saat ia hendak membawa barang nya, ia mendengar suara pintu terbuka.


Ia tidak menyangka bahwa Ilyas datang, dan kini ia tidak sendiri seperti biasa, ia datang bersama Mamanya.


"Aku datang menjemput mu, kenapa seperti nya kau sudah mau pergi ?" ucap Ilyas sambil mengambil tas yang di bawa Kanaya.


"Tuan, saya bisa pulang sendiri, anda sibuk dengan pekerjaan, saya tidak harus mengganggu pekerjaan anda" Kanaya menundukkan kepalanya, saat tatapan Mamanya Ilyas tertuju padanya.


"Ma ... kau menakutinya, jangan tatap seperti itu" ucap Ilyas.


"Bukan begitu Ilyas, Mama sangat ingat dengan wajah dan tubuhnya saat itu, masak iya ini itu dia " ucap Mama nya Ilyas yang berciri tepat di hadapan Kanaya


"Dia tidak oplas kan Yas ...?" tanya sang mama


"Ma ... aku saksi perubahan nya, dia tinggal di apartemen ku selama ini, dan masalah perawatan aku semua yang mengaturnya, jadi karena itu ... restui pernikahan kami" ucap Ilyas yang langsung membuat Kanaya mengangkat kepalanya, Kanaya mengira pembicaraan masalah pernikahan semalam hanyalah candaan Ilyas semata.


Mamanya Ilyas memegang kedua pipi Kanaya, menatap nya secara lekat.


"Benar, ini wajah asli bukan sebuah oplasan, Kau apakah benar kau yang menjadi model dalam majalah itu ... ?" tanya Mama nya Ilyas dengan ragu.


Kanaya tidak menjawab, ia hanya mengangguk.


Ia takutnya Mamanya Ilyas akan meremehkan nya lagi.


"Kau mau menikah dengan Ilyas ... ?" tanya Mamanya Ilyas


Kanaya menatap Mamanya Ilyas bergantian menatap Ilyas.


"Sebenarnya Mama ku orang yang baik Nay, hanya saja ia tidak aku terjerat dengan banyak wanita, padahal pilihan nya adalah wanita yang tidak benar" ucap Ilyas


"Dia baik di depan Mama ... " sangkal Mamanya Ilyas

__ADS_1


"Hanya di hadapan mama, Ya sudahlah ... Yo Nay ... kita pulang " ajak Ilyas, Namun di saat mereka baru saja keluar dari ruangan itu, Safira datang.


"Tante ... " ucap Safira terkejut


"Fira, Kamu ada disini ... ? siapa yang sakit ... ?" tanya Mamanya Ilyas


"Kanaya sahabat Fira Tan ... " ucap Safira seraya menatap Kanaya yang terlihat terkejut.


"Aku dan Safira saudara sepupu, ayahku dan ayah nya Safira adalah saudara " ucap Ilyas


"Setelah kita menikah, kamu bukan hanya menjadi sahabat Safira tapi juga saudaranya " ucap lagi Ilyas membuat Safira terkejut.


"Sudahlah kita bicarakan ini dirumah saja, kasihan juga Kanaya" ucap mama nya Ilyas.


Mereka pun membawa Kanaya ke rumah Ilyas


"Nay, kau harus ceritakan semuanya padaku " bisik Safira


"Kau yang seharusnya menceritakan semuanya padaku, apa tadi ... kau adalah sepupunya ... " bisik juga Kanaya pada Safira.


Tanpa terasa mereka pun sampai di halaman rumah Ilyas.


Akhirnya Kanaya pun mengikuti langkah Ilyas dan Mamanya, Safira selalu menatap Kanaya,


'Apakah benar Ilyas menyukai Kanaya .. apakah ini nyata .... Saf ... seharusnya ka.u senang kan ... jika yang menjadi istri Ilyas itu adalah Kanaya bukan si Alina atau si wanita bunglon itu ' bathin Safira


"Duduklah" Ilyas mempersilahkan Kanaya untuk duduk.


"Ma ... aku ingin pernikahan itu terjadi dalam seminggu ini, harus mewah dan undang banyak tamu " ucap Ilyas yang membuat Mamanya terkejut, ini bukan gaya Ilyas, Ilyas tidak menyukai kemewahan.


"Baiklah sesuai keinginan mu, Nay ... sebaiknya kau jemput Ibu dan bapak mu, mereka juga harus datang sebagai saksi pernikahan kalian" ucap Mamanya Ilyas


"Orang tua ku, orang kampung mereka tidak visa berbaur dengan kalangan Nyonya " Kanaya tertunduk


"Aku bukan orang jahat, aku tahu ... kau masih ingat kejadian itu, itu hanya perasaan normal, mertua membela menantu, menikah dengan kalangan bawah bagiku tidak apa-apa, asalkan hatinya baik dan tidak munafik " Mamanya Ilyas berkata penuh dengan penekanan.


"Kau hanya perlu memberikan aku cucu yang banyak, selain itu ... aku tidak membutuhkan apapun hahahha" ucap Mamanya Ilyas membuat Kanaya menatap Ilyas.


Sedangkan Ilyas hanya tersenyum kearahnya.

__ADS_1


*****


Kanaya dan Safira pun kini berada di sebuah kamar, Safira sudah menghubungi keluarga nya untuk memberitahu kan bahwa ia menginap dirumah Kanaya.


"Cerita kan ... " ucap Safira


"Kau dulu .. " ucap Kanaya


"Dia saudara ku, benar ... udah itu saja" ucap Safira enteng.


"Saudara tapi kenapa kalian seperti gak saling kenal" tanya Kanaya


"Aku dan Ilyas sama-sama profesional dalam segala hal, apalagi dalam hal pekerjaan, aku dan Ilyas juga jarang berkomunikasi, tapi hubungan kami baik-baik saja, sekarang kamu" ucap Safira


Safira pun menceritakan bahwa semua yang mengubah dirinya adalah berkat bantuan Ilyas. Ilyas akan meminta imbalan setelah ia sukses dengan mengubah penampilan fan takdir nya.


"Aku tidak menyangka kalau yang ia minta adalah Pernikahan "ucap Kanaya tertunda


"Dia baik, mungkin saja ia benar-benar tulus suka sama kamu " ucap Safira


'Tidak Fir, aku hanya alat yang ia gunakan untuk mengusir Alina dan juga memanggil kekasih nya yang pergi, ya ... aku hanya alat, aku harus menjaga hatiku agar tidak terjerumus terlalu dalam akan perasaan ini' bathin Kanaya


"Kau bisa menolak Nay, jika kau tidak mau" ucap Safira


"Aku sudah terlanjur berjanji Fir, lagian ... apa yang harus ku bayar, Ilyas juga sudah mengembalikan sawah milik orang tuaku, aku jadi tidak enak, tidak apa -apa, pernikahan ini akan berakhir jika orang yang ia tunggu sudah datang" ucap Kanaya


"Kau akan mendukung setiap apa yang menjadi keputusan mu, karena aku yakin, Kanaya tidak akan pernah merugikan diri sendiri ataupun orang lain" Safira memeluk Kanaya.


Sebenarnya Safira bahagia ... hanya saja ia mengkhawatirkan sahabatnya ini, bagaimana jika benar, Bunglon itu akan datang saat mengetahui pernikahan Ilyas,dan Ilyas lebih memilih di bunglon, bukan kah itu sangat menyakitkan ... terlebih lagi Safira dan Jav tahu bagaimana kelakuan Bunglon itu.


"Baiklah ... kau baru pulang dari rumah sakit, sebaiknya kau istirahat lah" Safira melepaskan pelukannya.


"Kau juga, " ucap Kanaya


*****


Seminggu telah berlalu, orang tua Kanaya kini sudah di make up juga, begitupun dengan adiknya Kanaya.


Pernikahan itu terlihat begitu mewah dengan gaun serba Pink dan dekorasi bernuansa emas.

__ADS_1


Kanaya terlihat begitu cantik seperti barbie di dunia nyata.


__ADS_2