
Kanaya berusaha menguatkan diri sendiri, ia selalu berkata
'Jangan terlalu berharap pada pernikahan yang hanya untuk menjauhkan dan mendekatkan orang lain, kau hanya alat yang ia gunakan, jangan biarkan hatimu terjerat karena sikap baik nya' bathin Kanaya seraya menatap dirinya dari pantulan cermin
"Nak, Nak Ilyas adalah pria yang sangat baik, dia juga sudah banyak membantumu, membantu ibu dan bapak juga, berbaktilah kau sebagai seorang istri, jangan kecewakan dirinya, ingat patuhlah akan setiap yang ia katakan, perioritas kan dirinya, kamu adalah hak nya, cintai dia sepenuh hati" ucapan sang ibu membuat lamunan Kanaya tersadar.
Kanaya memegang tangan ibunya yang ada di atas bahunya, menciumnya penuh dengan hormat dan sayang.
"Bagaimana jika suami yang kita cintai malah tidak mencintai kita Bu, bagaimana jika pernikahan yang ia jalani hanyalah panggilan untuk orang yang ia inginkan ... ?" tanya Kanaya
Sejenak ibunya terdiam, ini bukanlah pertanyaan melainkan curhatan dari sang anak.
"Pernikahan bukanlah hal yang bisa di buat mainan, jika demikian, maka sang istri haru berusaha agar supaya sang suami lebih memilih dirin ya dari pada wanita yang sudah meninggalkan nya, ingat nak, jika memang dia mencintai dia tidak akan pernah meninggali, apalagi tanpa jejak dan kabar" ucap sang Ibu.
"Tapi, bagaiamana jika ia datang ... lalu sang Pria memilih nya ... ?" tanya Kanaya
"Maka lepaskanlah ....! cinta memang tidak harus memiliki tapi ... mengikat hubungan dengan hubungan yang lain itu tidak akan baik bagi kedua nya"
Kanaya terdiam, ia menatap mata sang ibu, Ibu yang selalu mengerti akan dirinya meski tanpa ia beritahu.
Kanaya tersenyum menyembunyikan kegundahan hatinya.
*****
"Jav kau kenapa ... ?" tanya Ilyas
"Tuan, semuanya sudah siap, bisakah anda turun ... ?" tanya Jav
"Mengapa aku deg - degan Jav ... ?" tanya Ilyas
"Karena Tuan akan menikah dengan wanita yang tepat" jawab Jav cepat
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Jav, bukankah kau sudah tahu jelas alasan mengapa aku menikah dengannya?" ucap Ilyas seraya merapikan Jas nya.
"Alasan tuan sangat lah tidak masuk akal, jika Tuan mau ... aku bisa mendatangkan Nona Lola tanpa tuan melakukan pernikahan ini, jika Tuan melakukan pernikahan ini hanya karena berharap Nona Lola kembali, maka ... Tuan akan menyakiti banyak hati, Kanaya, bapak, ibu dan juga seorang adik" ucap Jav
sejenak mereka terdiam
"Sebelum semuanya terjadi, pikirkan lagi jalan yang tuan ambil, saya khawatir Tuan akan menyesali apa yang tuan lakukan setelah ini" ucap Jav.
Sejenak ruangan itu kembali hening.
"Jav, aku ingin dia kembali ... tapi aku tidak ingin berhubungan lagi dengannya, aku hanya ingin menunjukkan padanya bahwa aku sudah bisa lepas darinya" ucap lirih Ilyas yang membuat Jav terkejut seketika.
"Mungkin aku belum ada rasa pada Kanaya, tapi ku ingin kau memastikan bahwa aku tidak menyakiti nya Jav, aku juga ingin benar-benar lepas darinya, meski aku tidak mencintai Kanaya, tapi aku akan memperlakukan dia dengan baik" ucap Ilyas.
Tentu Jav tersenyum dengan penuturan Ilyas.
"Waktu yang baik akan segera tiba, turunlah Tuan" ucap Jav.
Setelah beberapa saat menunggu, Kanaya juga menuruni tangga saat Mamanya Ilyas menjemput nya di kamar.
Safira tersenyum saat melihat sahabatnya mengenakan kebaya putih dengan bentuk tubuh yang susah jauh lebih indah dari yang dulu, jika Safira mengingat bagaimana Kanaya dulu dan bagaimana sekarang, rasanya ia ingin sekali mengabadikan momen itu.
Akhirnya Kanaya pun duduk di samping Ilyas.
Bagaikan putri dan raja, keduanya terlihat sangat serasi.
Kanaya memegang erat ujung bajunya, dimana semua pasang mata tertuju padanya.
"Bisa kita mulai ... ?" tanya pak penghulu.
"Tunggu ... !" teriak seseorang di tengah banyak orang.
__ADS_1
Semua orang menoleh kearah nya, ya ... Alina datang dengan wajah yang sudah merah padam karena merasa tersakiti.
"Sebelum pernikahan ini di mulai, aku ingin kalian tahu, siapa sebenarnya wanita yang ada di hadapan kalian, wanita yang kalian anggap sebagai seorang peri, dia awalnya adalah seorang monster, yang berhasil naik keatas ranjang Ilyas, karena itu ... Ilyas harus menikahinya karena tidak ingin nama baik keluarga tercoreng, hebat sekali kau monster " ucap lantang Alina yang membuat mata kini mengalih pada Kanaya.
"Dan perlu kalian tahu, dia tidak secantik yang kalian lihat, lihatlah ini ... ini adalah dia yang sebenarnya ... dia melakukan operasi plastik, agar ia bisa menarik perhatian semua publik" ucap Alina seraya memperlihatkan wajah dan tubuh Kanaya yang dulu.
Tentu ... tentu ...Kanaya tertunduk begitu juga dengan ibunya tapi tidak dengan bapak Kanaya.
"Saya sangat tahu, bagaiamana anak saya, saya mendidik nya dengan tangan saya sendiri, saya menasehati nya dengan telaten, meski kami hidup kekurangan, tapi kami masih memiliki harga diri yang akan selalu kami jaga, saya .. "
Ucapan bapaknya kanaya terhenti kala tangan Ilyas menyentuhnya.
Ilyas melihat mata bapak Kanaya sudah berkaca. ia sangat tahu, Kanaya adalah anak kebanggaan nya selama ini.
Tentu Ilyas tahu bagaimana sifat Kanaya, karena benar ia selama ini bisa di bilang sering tinggal bersama Kanaya, dan tidak ada sama sekali Kanaya menggodanya.
Di saat semua mata masih menatap, semua mulut masih terdiam, yang paling terenyuh yaitu mendengar isak tangis Kanaya seraya menggenggam tangan ibunya.
Ilyas melihat Alina yang tersenyum penuh dengan kemenangan, ia yakin Ilyas tidak akan pernah mengakui bahwa ia pernah tinggal dengan Kanaya saat Kanaya masih dengan tubuh gendut dan berwajah kusam.
"Saya malah lebih bangga dengan Kanaya, Ya ...aku akui wanita yang akan aku nikahi saat ini adalah wanita gendut, tapi bukan berarti dia tidak cantik, dia cantik dari lahir, tapi ... karena ia selalu abai dengan penampilan ia menjadi gendut, seperti yang kalian lihat ... apakah wanita gendut seperti yang ada di foto itu bisa naik ke ranjang ku ...? orang bodoh saja pasti akan bisa menilai bahwa semua itu hanyalah fitnah murahan, operasi plastik, aku menjadi saksi bagaimana dia berusaha sendiri dalam mengubah takdir nya, meskipun ia tidak sukses dengan diet dan perawatan nya, aku Ilyas Hakim akan akan tetap menikahinya, karena aku menyukai karakter nya bukan karena wajahnya " ucap Ilyas yang langsung menampar wajah Alina
"Pak, usir wanita itu" ucap Ilyas pada security
Di saat mereka semua masih terdiam, Ilyas menyentuh bahu Kanaya, seolah-olah mengatakan bahwa ada dirinya yang akan terus membela nya saat ini.
"Lanjutkan Pak" ucap Ilyas pada oak penghulu, namun tangan nya masih terkepal.
Akad pun telah terjadi, semua mengucap kan kata Sah sebagai awal rumah tangga mereka.
Apakah Ilyas akan melakukan apa yamg ia ucapkan pada Jav? atau ia akan luluh saat Lola itu benar-benar datang ... ?"
__ADS_1